Mengejar Cinta Istri

Mengejar Cinta Istri
Bab 59


__ADS_3

Seperti yang Ramdhan katakan, Semuanya tidak akan ada yang sia-sia jika kita mau berusaha dan berserah padanya, apalagi masalah hidup, Hanya Allah yang bisa mengambil nyawa seseorang, Bukan sesama manusia.


"Kalian jangan cemas, Kita mungkin tidak saling kenal, Tapi aku akan menolong kalian," ucap Ramdhan yang benar-benar melihat wajah pucat Karizza yang asli.


Ramdhan kini berdiri di dekat lift, ia hendak keluar dan melihat perdebatan itu tepat di dekat lift.


"Kalian tinggal di sini?" tanya Ramdhan


"Tepatnya, Nona yang tadi adalah tawanan bis kami, sudah hampir 1 tahun ia di kurung disini, kami tak bisa melakukan apapun, dia jahat, dan kami di bayar oleh nya," ucap seorang wanita yang menjadi suruhan Marizza untuk menjaga Karizza


"Tapi kenapa sekarang kalian baik pada wanita itu?" tanya Ramdhan heran


"Dia wanita yang baik, dia adalah seorang dokter, identitas nya di ambil oleh bos kami, hingga dia tidak bisa kemana-mana tanpa identitas," ucap wanita itu lagi


"Mana ada identitas orang lain bisa di pakai orang lain, itu gak masuk akal," sanggah Ramdhan


"Bos kami saudara kembarnya, bahkan wajah mereka sangatlah mirip, jika mereka bersama, kami tidak bis membedakan mana yang bos kami," ucap wanita itu yang mana membuat Ramdhan terkejut namun penasaran.


Mereka pun menceritakan apa yang terjadi selama hamil 1 tahun ini. Ramdhan tak menyangka jika ada saudara kandung sejagat itu.


"Dia masih menyayangi kakak nya itu,?" tanya Ramdhan tak percaya


Wanita itu mengangguk kan kepalanya,


"Biar bagaimanapun Nona Marizza adalah kakaknya, begitu yang Nona Karizza Katakan," ucap wanita itu


"Gila, Itu bukan sayang lagi, Kakaknya telah mengambil calon suaminya, dan juga memakai identitas nya, sebagai istri dan sebagai seorang dokter, Bagaiaman jika terjadi sesuatu pada pasiennya, Baiklah ... aku akan membawa Nona itu untuk di periksa, Kalian tetaplah di sini, aku akan mengatur agar ... Nona Karizza itu selamat dari kakaknya," ucap Ramdhan, entah kenapa ... ada rasa simpati pada diri Ramdhan saat melihat Karizza.


"Keselamatan kalian juga akan aku jamin, kembalilah," ucap Ramdhan


"Aku akan kembali lagi nanti bersama teman-teman ku," ucap Ramdhan, pada wanita yang sudah menjaga Karizza.


"Terimakasih, Tuan, mungkin ini bisa menjadi penebus kesalahan kami pada nona Karizza,"


Setelah mendengar ucapan itu Ramdan pun berlalu dari hadapan wanita itu dan dari ruangan di mana Karizza tinggal. Iya tak habis pikir bahwa ada kejadian seperti ini.


Bermacam pikiran berkecamuk menyertai langkah Ramdan. Iya juga sudah menerima pesan dari Reno bahwa kini mereka berada di ruangan Aditya dan Aisyah.

__ADS_1


'Apa aku ceritakan saja pada mereka ya?" batin Ramdan


'Aku sangat yakin Aditya dan Aisyah tidak keberatan untuk menolong wanita itu,' Bathin Ramdhan lagi, hingga tanpa disadari ia sudah berada di depan kamar Aditya dan Aisyah.


...****************...


Sedangkan di sisi lain Yusuf sudah menerima informasi dari Reno, Yusuf merasa tepat karena telah memilih Reno sebagai partner untuk mencari keberadaan Karizza.


'Semoga semuanya cepat terbongkar agar aku bisa membuktikan bahwa yang ada di rumah bukanlah Karriza yang asli, aku tahu pernikahanku dengannya tidaklah sah dan hubungan kami termasuk hubungan terlarang, Aku batu tahu 3 bulan terakhir ini, jika dia bukanlah Karizza,' gerutu Yusuf dalam hati


[ Assalamualaikum, Naura, Bagaimana keadaan anak kita, dia masih bersama mu kan?] pesan itu Yusuf kirim kan pada Naura


[ Waalaikumsalam, Mas ... Alhamdulillah ... Ghifari masih bersama ku, bagaimana perkembangan nya?] balas Naura


[ Reno sudah menemukan keberadaan Karizza,. doakan saja ya ... Aku sudah berdosa selama ini,] pesan Yusuf


[ Alhamdulillah kalau begitu, Mas ... Semoga Karizza yang asli baik-baik saja, Amin] balas Naura


[ Baiklah, aku akan menemui Tuan Reno setelah ini, jaga diri baik-baik kalian,] pesan Yusuf


[ Suaminya wanita itu sudah ada di sini, Mas ... Jadi Mas jangan cemaskan aku dan Ghifari] balas Naura


******


"Berarti teka-teki tentang Karizza asli dan palsu belum Ramdhan ketahui ?" tanya Aditya


"Aku ingin cerita, tapi kau tahu sendiri, akhir -akhir ini dia sangatlah sibuk," ucap Reno.


"Kau lihat sendiri kan, baru tiba saja di Bali ia sedang menemui kliennya berulang kali, Bahkan ia belum sempat menemui kalian di sini" ucap Reno


Bersamaan dengan itu, suara ketukan pintu terdengar, Aisyah pun bangkit dan segera membukakan pintu dan ternyata adalah Ramdan.


"Assalamualaikum Aisyah,"ucap Ramdhan


"waalaikumsalam Kak Ramdan,"jawab Aisyah tersenyum pada Ramdan


"Mari silakan masuk, kak Reno juga ada di dalam kok," ucap Aisyah.

__ADS_1


Ramdan pun masuk dan ternyata benar Reno dan Aditya sedang berbincang di sofa, Ramdhan pun bergabung dengan mereka, sedangkan Aisyah mengambilkan minuman untuk Ramdan.


"Bagaimana pertemuannya sukses?" tanya Reno


"Alhamdulillah semuanya lancar, Tapi ... ada hal yang ingin aku bicarakan dengan kalian," ucap serius Ramdhan


"Apa ada masalah dalam perusahaan mu?" tanya Aditya , Aditya sangat tahu, Ramdhan tidak akan pernah bercanda jika wajahnya sudah terlihat cemas.


"Bukan, Ini masalah wanita, Makasudku ... "


"Kau jatuh cinta," timpal Reno


"Bukan juga," kilah Ramdhan.


"Bagaimana ya cara menjelaskan pada kalian,"ucap bingung Ramdhan


"ceritakan saja intinya," ucap Aditya


akhirnya Ramdan pun menceritakan semua yang ia dengarkan dan yang ia ketahui tentang Karizza namun Ramdhan tidak menyebutkan Siapa nama wanita itu.


"Buset dah, tega banget tuh Kakak sampai menyikat adiknya sampai 1 tahun," ucap Reno


"Teganya lagi, Identitas nya di pakai sama tuh kakak, alhasil sang adik gak bisa berbuat apapun, dan juga ... sekarang nyawanya terancam, Kakkanya.menyuruh anak buahnya untuk melenyapkan wanita itu, demi rahasia yang selama ini ia jaga," ucap Ramdhan yang membuat ketiga manusia yang mendengar nya snagatlah terkejut.


"Kenapa gak lapor polisi ?" tanya Aisyah


:Itu sudah dilakukan, hanya saja Laporan nya hilang bagaikan ditelan bumi, yang ada ... malah Kakaknya mengirimkan anak. buah nya lagi untuk memberikan hukuman pada Adiknya dan juga anak buah yang ada disini," ucap Ramdhan


"Lalu apa yang ingin kau lakukan,?" tanya Aditya.


"Jelas, aku ingin menolong nya, keadaan nya juga sangat lah memprihatinkan kan, dia pucat, kurus, menyedihkan pokoknya dah," ucap Ramdhan seraya menyandra tubuhnya ke sandaran sofa.


Hidup adalah lingkaran, yang tak pernah bisa kita temukan titik nya, Semuanya sudah di pertemukan, hanya saja ... Takdir belum mengatakan bahwa semuanya sudah bersangkutan satu sama lain.


...**************** ...


"Brengs*k kalian, Kalian bilang gak tega bunuh wanita itu, Yang jadi bos kalian itu aku apa dia,! teriak Marizza saat Menghubungi anak buahnya yang selama ini menjaga Karizza

__ADS_1


"Nona, Nona Karizza sudah sangat lah lemah, tanpa Nona bunuh pun, dia pasti akan mati, Jadi ... "


"Jadi kalian akan menentang ku, Pengkhianat kalian,!" teriak Marizza


__ADS_2