Mengejar Cinta Istri

Mengejar Cinta Istri
bab 62


__ADS_3

Waktu telah berlalu, Dokter menyatakan hal yang membuat Aditya terkejut Meski itu hanyalah sebatas kemungkinan besar.


"Sebaiknya dokter Aditya bawa Nona Aisyah kedokter kandungan, Saya tidak bisa memastikan, tapi ... semoga saja, Kabar ini benar'' ucapan dokter itu masih teringat jelas di ingatan Aditya.


Adhitya menatap wajah sang istri yang kini. telat berada di hadapannya.


''Aisyah... Dalam hubungan ini, aku ingin sekkai. menebus segala kesalahan ku padamu, membuat rumah tangga kita menjadi sakinah, mawaddah dan warahmatullahi, Maafkan aku akan semua kesalahan ku,'' ucap Aditya seraya memegang kedua tangan Aisyah.


''Aku sudah melupakan masa itu mas, Seperti yang. Mas ketahui, Mbak Naura juga sudah berubah, bahkan ia sangat jauh berbeda dengan yang lalu, Itu hanyalah cobaan yang harus kita. menangkan Mas, '' ucap Aisyah seraya membalas pegangan tangan Aditya.


Setelah berbicara seperti itu, Aditya membawakan Aisyah kerumah sakit untuk memeriksa kan apakah tebakan dokter yang ia panggil benar apa tidak, Karena Aditya sangat lah berharap akan kehamilan itu.


Sedangkan disisi lain, Karizza sudah sangat baik. Ia juga sudah mendengar kabar bahwa Marizza kakak nya sudah tertangkap. Namun... Karizza tetap harus kesana sebagai saksi.


Kehidupan terus berjalan dengan seiring nya waktu, orang tua Aditya melarang mereka untuk pulang, saat mereka mendengar kehamilan Aisyah.

__ADS_1


Dan kabar itu juga terdengar oleh Naura, Naura menangis hari, melihat kebahagiaan orang yang paling Naura cintai terlihat nyata, Ya... Naura masih mencintai Aditya, Meski ia tahu cinta nya tak akan mungkin di miliki, tapi ia sadar... bahwa cinta tak harus memiliki.


Aisyah tak menyangka jika dirinya kini sudah berbadan dua, Ia mengingat semua kejadian yang ia alami mulai sebelum menikah dengan Aditya hingga saat ini, Semua kenangan itu seakan berputar kembali pada ingatan Aditya.


Perjuangan Aditya untuk mendapatkan Aisyah kembali kini sudah membuahkan hasil dengan hadirnya titipan illahi


''Apakah kau bahagia?'' tanya Aditya


"Pasti, Mas. Wanita mana yang tak bahagia saat mendengar jika dirinya hamil,'' ucap Aisyah tersenyum


''Aku sudah melupakan hal itu, Mas. Kita akan memulai nya dari awal, Kita akan bahagia hidup dengan keluarga kecil kita, '' ucap Aisyah seraya tersenyum dan membalas genggaman tangan sangat suami.


''Berterimakasihlah kau pada Tuhan yang telah membuat Aisyah memaafkan mu, Karena tak semua hati wanita akan sekarang Aisyah, Aditya, '' ucap tiba-tiba seseorang dari ambang pintu yang terbuka.


Ya ternyata keluarga Aditya sudah tiba di hotel yang Aditya dan Aisyah tempati, Tak ketinggalan Bibinya juga ikut.

__ADS_1


Ibu mertuanya langsung memeluk sang menantu. Ia sangat bahagia dengan kabar uang ia dapatkan ini.


''Terimakasih atas semua nya Nak, sehat lah selalu dan bahagia, '' ucap Ibu mertua Aisyah seraya mengelus Kepala Aisyah


''Terimakasih Ibu, Karena doa mu, kami bisa melewati semua ujian ini, Ibu adalah ibu yang terbaik, '' ucap Aisyah


Mereka bergantian memberi ucapan selamat untuk Aisyah.


''Kalian berhak bahagia, Semoga ibu dan anak nya sehat selalu, '' ucap Bibinya Aditya.


''Selamat nya adik ipar, kau ternyata hamil duluan dari pada aku, " ucap Rashi


''Semoga mbak Rashi segera hamil juga, " ucap Aisyah membalas pelukan Rashi.


kebahagiaan yang keluarga Aditya kini telah mereka rasakan, Terlihat jelas dari wajah Aditya, Ia menatap penuh cinta pada istri nya.

__ADS_1


__ADS_2