Mengejar Cinta Istri

Mengejar Cinta Istri
Bab 51 Mengejar Cinta Istri


__ADS_3

Di malam hari, Rian kini memeluk sang Outra yang baginya adalah bayangan dirinya saat masih kecil, sayangnya ... putranya harus kehilangan sosok seorang ibu .


'Rizz, Kenapa kau tega, bukankah harta visa kita cari, bukankah aku masih bisa membujuk orang tua ku untuk menerima ku kembali, sehingga kondisi ekonomi kita bisa terbantu, tapi kau menghilang dengan begitu cepat, Benarkah kau lari dengan pria lain, Apakah sekarang kau bahagia ?' bathin Rian


'Saat hatiku begitu mencintaimu, kau malah pergi meninggalkan ku, kau aku terluka dan merana,Rizz. Semua yang kau katakan saat itu hanyalah dusta, akan bertahan denganku dalam keadaan apapun, aku rela meninggalkan semuanya harta dan keluarga hanya demi kamu, tapi kau tega meninggalkan aku dan buah hati kita, Kenzo ... maafkan Ayah sayang, karena tak bisa menjadi suami yang baik untuk Ibumu, sehingga ia memilih untuk pergi meninggalkan kita,' bathin Rian lagi


Tiba-tiba bunyi ponsel nya berbunyi ada pesan masuk


[Panggil saja aku Rara, aku dapat nomor ini dari seorang wanita yang bernama Karizza, kau mengenal nya, dia bilang ... kalau kita akan cocok berteman,] pesan itu dari Naura


Tentu Rian membaca nya merasa heran, karena dia tidak punya teman yang bernama Karizza, Beberapa saat kemudian, ia baru sadar bahwa Marizza punya kembaran bernama Karizza, Tapi Karizza tidak punya nomornya selama ini, bahkan Rian sangat ingat kalau dia dan Karizza hanya 1 kali bertemu dan saat itu pas ia dan Marizza menikah. Rian langsung bangun dari duduknya dan menyelimuti putra nya yang sudah terlelap.


Rian langsung berjalan menuju balkon kamara anaknya. Ia menekan nomor itu dan langsung terhubung.


"Assalamualaikum,Nona" ucap Rian dengan perasaan gugup, ternyata ia masih berdebar saat menyebut nama istrinya, tepatnya mantan istrinya


"Waalaikumsalam, Tuan" jawab Naura


"Ini sudah bukan waktunya orang untuk menelfon, tapi ... nona, Siapa yang telah memberikan nomor ini pada anda ?" tanya Rian ingin memastikan


"Nona Karizza, Tuan. Saya juga gak tahu motif nya apa, tapi saya tahu niatnya baik," ucap Naura


"Karizza, Ya ... aku ingat, Nona Rara ... bisakah aku minta bantuan mu," ucap Rian


"Tentu,Tuan. bantuan apa yang anda inginkan?" tanya Naura


"Bisakah kau ikuti apa yang Nona Karizza katakan, misal jika ia bertanya apakah kau dan aku saling kontak, kau bilang saja ia, " ucap Rian

__ADS_1


"Baiklah, aku mengerti itu, Maaf ya Tuan Karen mengganggu Tuan," ucap Naura


"Tidak masalah,Nona. malah saya senang karena dengan begini aku menemukan kebenaran, " Ucap Rian yang tidak di mengerti oleh Naura.


"Baiklah, sudah malam Tuan, kalau begitu ... kita lanjutkan lain hari, Assalamualaikum," ucap Naura


"Waalaikumsalam," jawab Rian


Sejenak Naura terdiam menatap layar ponselnya, Ia teringat kaan Aditya, Semua kebersamaan dengan Aditya kini bermain dalam ingatan nya.


'Maafkan aku Dit, Karena sikapku ... kau sekarang malah semakin jauh dariku, Kau mencintaimu Aditya, sangat mencintaimu,' bathin Naura seraya menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


Naura benci akan Aisyah, tapi sekarang ia baru menyadari ... semua cinta ada pemiliknya, dan cinta Aditya bukanlah miliknya.


Hanya saja ... sakit yang Naura rasakan sangatlah terasa, Apalagi dengan perjuangan nya yang melewati pemerkosa saat itu. Naura baru ingat akan pemerkosaan itu, hanya saja ....ia tak bisa berbuat apa saat ini, ia berharap .. ia tak hamil anak bajing*n itu.


Pagi ... terlihat cerah, Aisyah sudah berkutat dengan peralatan dapur, Ia memasak masakan kesukaan suaminya, Namun ... saat Ia akan mengangkat ikan yang sudah ia goreng, ada sepasang tangan yang melingkar di perut nya.


"Harumnya sampai ke kamar, kau pandai sekali memasak, Sayang " ucap Aditya yang mana ia mencium cengkeruk leher istrinya dari belakang.


"Mas, aku kaget lih, bagaimana kalau tadi aku malah memukul mas dengan alat ini, pasti akan panas nanti nya," ucap Aisyah seraya menunjukkan Sutil yang ia pegang.


"Maaf sayang, kau sih yang terlalu serius, sampai gak dengar langkahku," ucap Aditya yang masih mengeratkan pelukannya.


"Sudah yaz biar mas yang lanjutkan," ucap Aditya,


"Tidak usah Mas, ini bentar lagi udah matang kok, tinggal menyajikan saja," ucap Aisyah

__ADS_1


"Biar aku saja ... kau mandilah," ucap Aditya


"beneran ?" tanya Aisyah


"Iya sayang," ucap Aditya seraya mencium kening Aisyah yang kini menatap kearah nya.


"Baiklah kalau begitu,hehhe. Aku mandi dulu ya,Mas" ucap Aisyah seraya mengusap tangannya pada celemek yang ada di dekat kompornya. Di saat Aisyah sudah menuju ke kamarnya, Aditya pun menyajikan beberapa masakan yang Aisyah masak, setelah itu ... Aditya mencuci semua peralatan dapur yang ada di wastafel. Hingga saat Aisyah turun semua nya sudah rapi, dan masakan sudah ada di meja makan.


"Mas sudah mencuci semuanya?" tanya Aisyah tak percaya


"Kenapa sayang?" tanya balik Aditya


"itukan tugasku,Mas" icao Aisyah seraya duduk di meja makan


"Bukan sayang, itu tugas suami, Sekarang ayo kita sarapan, rasanya ... aku akan gemuk jika setiap hari malam banyak seperti ini," ucap Aditya yang membuat Aisyah tersenyum


. Membahagiakan pasangan itu sangatlah mudah, pujilah setiap apa yang ia lakukan untukmu, katakan hal yang romantis padanya, dan katakan yang baik-baik tentang nya, pasti pasangan kita akan merasa bahagia dan di hargai. sejatinya ... wanita itu tidak mau apapun kecuali di mengerti. Di mengerti akan segala hal, Saat ia sedih ... ia butuh bahu mu untuk bersandar, Saat ia bahagia ... ia butuh telingamu untuk mencurahkan segala rasa bahagia nya, Saat ia marah dan sedih, ia hanya butuh pengertian dan perhatianmu. itulah wanita, wanita hanya ingin di mengerti.


"Setelah ini kita kerumah Ibu, kita akan pamitan pada mereka untuk bulan madu kita sayang," ucap Aditya saat makanan yang ada di piring nya sudah habis.


"Apakaah tidak apa-apa,Mas?" tanya Aisyah


"Ibu sudah sangat menginginkan cucu dari kita, siapa tahu ...usaha kita akan cepat dapatkan hasil, selain itu ... kita tidak pernah pacaran, kita akan menikmati masa berdua dengan bahagia, setelah ini ... jika kita susah di karuniai anak, Mas yakin .... waktu kita akan hanya untuk anak kita," ucap Aditya


"Anggap saja ini liburan, " ucap Aditya seraya memegang tangan Aisyah dan tersenyum padanya.


Air hujan tetesi bumi, menyejukkan hati yang sedang gersang, Begitu juga dengan Aditya, ia ingin sekali menebus segala kesalahannya pada Aisyah di masa lalu. Masa Diaman sakit dan luka yang ia berikan pada Aisyah.

__ADS_1


Kebenaran apapun akan selalu terungkap, meskipun itu datangnya terlambat, karena kebenaran akan selalu menang dari semua kejahatan apapun.


__ADS_2