Mengejar Cinta Istri

Mengejar Cinta Istri
Bab 57


__ADS_3

Tak semua apa yang kita ingin akan akan selalu kita dapatkan, Kadang ... semua yang kita rencanakan berjalan mulus adalah awal dari kehancuran kita. Karizza palsu yang memiliki nama Marizza mengira semua nya akan berjalan sesuai dengan rencana nya. Tanpa ia sadari ... ada sepasang mata yang menatapnya, Ia sangat mengenali tatapan tajam itu.


'Kau tamak hingga kau menghancurkan kehidupan orang lain, Marizza, Andai saja kau mau bersabar sedikit saja, apakah cinta yang aku berikan jauh lebih berharga dari pada harta,' bathin seseorang yang kini menatap Marizza yang duduk di depan taman rumahnya. Ya ... Rian lah yang menatap kearah Marizza. Ia tak menyangka ... jika ada orang yang kembar dengan sangat persis.


Rian pun mendapat kan nomor Yusuf dari Naura, Ia harus membicarakan ini pada Yusuf, Meski secara agama Marizza dan dirinya sudah bercerai tapi dalam hukum Negara Marizza masih berstatus istri nya, Dan juga harus mengatakan pada Yusuf jika Marizza bukanlah Karizza, Jadi tak sah pernikahan mereka saat itu.


"Aku tahu akan hal itu, karena itulah saat ini aku sudah berada di Bali, dari kabar yang aku tahu ... Karizza yang asli ad di Bali, Tuan Rian ... Maafkan saya ... Karena saya benar-benar tidak tahu Jika Karizza memiliki kembaran," ucap Yusuf


"Mereka seiras, akan sulit untuk membedakan mereka, Tapi yang paling utama saat ini, Keadaan Karizza yang asli, Tuan" ucap Rian yang tahu akan watak Marizza.


Ternyata di balik keramahan Karizza yang ia ucapkan pada Marizza hanyalah sebuah kebohongan Kecil, yang sudah pasti Marizza rencanakan untuk Karizza di sana.


Namun ... Marizza tidak tahu, bahwa sebagian anak buahnya sudah berbaik hati pada Karizza yang Asli karena kebaikan nya.


"Bagaimana ... Nona menyuruh kita untuk membunuh Nona Karizza," ucap salah satu anak buah Marizza


"Apa kita tega membunuh orang yang sudah sangat baik pada kita, Anakku bisa terselamatkan karena obat darinya, kau juga menerima donor darah darinya, Apa kita tega membunuh seseorang yang sudah baik pada kita, Biar bagaimanapun ... kita tidak bisa membalas kebaikan nya dengan kejahatan kita," ucap yang lain


"Kami setuju dengan kalian, Nona Marizza memang sudah mengirimkan banyak uang untuk kita, tapi dia mengirim kan uang dengan uang yang seharusnya menjadi milik Nona Karizza, bukan uang dia," ucap anak buah Marizza yang perempuan.


"Jika hanya mengurung nya disini aku masih bisa, tapi jika untuk membunuh nya ... kiat bukan penjahat pembunuh, hanya penculikan saja," ucap yang lainnya, yang ternyata sudah di dengar oleh Karizza. .


"Oh Tuhan, Marizza. Aku kira kau baik padaku tadi karena kau masih memiliki hati, tapi ternyata ... " ucap tangis Karizza yang asli, Ia Pergi dari tempat itu dan masuk kedalam kamarnya. Ia menatap suasana malam di luar melewati jendela.


Hidup dalam tempat yang tak boleh keluar selama kurang lebih 1 tahun ... membuat Karizza tak kenal siapapun, mengharapakan kebebasan dari Marizza ternyata hanyalah sebuah tipuan, Marizza ingin kematiannya.


...----------------...


Sedangkan Yusuf sudah berada di Bali, Ia juga sudah memesan hotel untuk mengistirahatkan tubuh nya yang lelah setelah tadi memutuskan panggilan nya dengan nomor baru yang ternyata kebenaran lain yang Yusuf ketahui tentang wanita yang kini menjadi istrinya itu.


"Huft ... siapa yang bisa aku mintai tolong," gumam Yusuf seraya menatap langit - langit kamarnya.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian ia baru teringat pada Reno, sahabat Aditya yang sudah membongkar sikap Naura.


"Dengan segera Yusuf menghubungi Nomor Reno dan memintanya untuk datang, Yang aman ternyata Reno sudah berada di Bali bersama dengan Ramadhan.


"Saya mengerti Tuan Yusuf, kebetulan saya juha berada di Bali saat ini, mungkin kita jodoh kali ya ... " ucap Reno dengan tawanya


"Maksudku ... jodoh dalam pekerjaan ini, Baiklah ... kirimkan gambar wanita yang ingin Tuan cari," ucap Reno


"Baiklah, Aku kirim gambarnya sekarang," ucap Yusuf lalu memutuskan panggilan itu.


Yusuf pun mengirim kan pesan gambar pada Reno, yang mana Reno sangat lah terkejut, bukankah itu adalah gambar istri nya sendiri, kenapa harus di cari, bukan kah Nona Karizza berada di rumahnya, Yang mana Reno berteman di Instagram nya.


"Tuan dia bukannya ... ?"


"Bukan, Mereka kembar dan aku mencari kembarannya," ucap Yusuf


"Jika kau menemukan di waktu yang singkat, akan ada hadiah besar untukmu," ucap Yusuf


"Identitas nya tidak ada disini, Karena semua identitas nya di pakai saudara kembar nya yang kini ada di rumah" pesan dari Yusuf, pantas saja ... Reno tak bisa melacak identitas, bahkan nomor ponsel pun tak ada.


"Seperti nya tidak semudah yang aku bayangkan," gumam Reno


"Apa ada Nomor yang bisa aku minta ?" tanya Reno pada Yusuf melalui pesan


"Ada, Nomor ini yang selalu Karizza palsu hubungi, " balas Yusuf


"Cepatlah kirimkan," pesan dari Reno.


Yusuf dengan segera mengirim kan pesan pada Reno perihal nomor yang bisa Reno gunakan untuk melacak keberadaan Karizza yang asli.


Benar saja ... Reno kini menemukan keberadaan pemilik nomor ponsel itu dan tempat nya ada di kawasan Bali ini juga.

__ADS_1


"Cari tahu tentang dia?" gumam Reno seraya mengklik tombol laptop nya. Disisi lain, Adityawarman dan Aisyah sudah terlelap karena lelahnya menjalankan ibadah ini.


Ibadah yang paling mengenakkan adalah berhubungan badan dengan sang suami.


"kau kelelahan kan, Istirahat lah sayang," ucap Aditya seraya mencium kening Aisyah lalu menyelimuti nya dengan sempurna.


Hingga pagi menyambut mereka dengan kecerahan, Aisyah yang sudah duduk di dekat jendela dengan tasbih digital di tangan nya, membuat Aditya tersenyum bangga.


Di saat Aditya terus menatap sang istri, Dering ponsel nya mengagetkannya dan ternyata itu dari Ibunya.


Ibunya melakukan panggilan video Call, Tentu Aditya mengerti ... bahwa Ibunya pasti akan menanyakan keberadaan menantu nya.


"Assalamualaikum, ibu"


"Waalaikumsalam, Aditya. Bagaimana kabar kalian di sana, semuanya baik-baik saja kan?" tanya sang Ibu.


"Semuanya baik, Bu. Kabar di sana bagaimana?" tanya Aditya yang kini berada di hadapan Istrinya.


"Siapa?" tanya Aisyah melalui tatapan matanya.


"Ibu sayang, ini bicaralah,!" ucap Aditya seraya menyerahkan ponsel nya pada sang istri.


"Assalamualaikum, Bu".


"Waalaikumsalam, Aisyah ... bagaimana kabar disana, nak ... ?" tanya Ibunya Aditya pada Aisyah.


"Alhamdulillah baik, Ibu. Kabar disana bagaimana?" tanya Aisyah


Lama mereka berbincang hingga kini Aisyah bisa melihat seluruh wajah keluarga.


Di sana ada semuanya yang sudah berkumpul di meja makan, tentu Aisyah bahagia dan haru melihat wajah-wajah orang yang pertama kali memberikan Aisyah kebahagiaan dan kehangatan dalam berumah tangga.

__ADS_1


__ADS_2