
Hari ini Aisyah memiliki kesibukan yang sangat menyenangkan baginya, Kenzo ternyata anak yang tidak rewel, mungkin karena faham akan keadaan, sehingga ia menjadi anak yang anteng, bahkan terbilang sering tertawa, membuat Aisyah tambah menyukai anak ini.
"Sekarang, saat nya Kenzo minum"ucap Aisyah dengan tangan nya yang sudah memegang botol berisi susu nya Kenzo,
Di raih nya Kenzo dalam pangkuan nya, anak itu minum susu dengan sangat lahap, saat Aisyah sedang sibuk bermain dengan Kenzo, suara ketukan pintu membuatnya harus bangun dan menggendong Kenzo
"Assalamualaikum"ucap seseorang dari balik pintu, yang mana suara itu sangatlah familiar bagi Aisyah
Di bukanya pintu rumah itu, betapa bahagia nya Aisyah saat melihat beberapa orang yang datang,
"Ibu.. bibik, Rasi..."ucap Aisyah seraya menyalami mereka semua
"Mari masuk bu ..."ucap Aisyah
Sedangkan ketiga wanita beda generasi itu masih terkejut dengan apa yang ia lihat saat ini, wanita yang masih berstatus menantu mereka kini sedang menggendong seorang balita
"Kenapa ibu sangat terkejut, apa karena kenzo, silahkan duduk Bik, kak, ibu..."ucap Aisyah dengan masih tersenyum kearah mereka.
"Aisyah, anak siapa itu, setahuku di sini tidak ada___"
"Dia anaknya seorang kurir kak, kasian jika anak se kecil ini harus di bawa keliling apalagi dengan cuaca seperti sekarang"ucap Aisyah
"Bentar ya Bu ..."ucap Aisyah ke belakang untuk memanggil bibinya, dan segera kembali dengan nampan yang ada di tangan nya, sedangkan Kenzo sudah di gendong oleh Bibinya,
"Assalamualaikum nyonya"ucap Bibinya Aisyah,
"Susi... kau pasti sangat terluka dengan kejadian ini"ucap Ibu mertua Aisyah pada bibinya Aisyah
"Saya mengerti nyonya, tapi... saya tidak bisa berbuat apa-apa, saya hanya bisa berdoa untuk kebaikan mereka berdua"ucap bibinya Aisyah dengan senyum yang menyakitkan
"Kami minta maaf atas sikap yang Aditya lakukan, sekarang Aditya sudah benar-benar menyesali nya, masalah Aisyah tidak ingin lagi dengannya, itu adalah hak Aisyah "ucap sedih Ibunya Aditya
__ADS_1
"Di sini memang salah Aditya tidak bisa menjaga perasaan Aisyah, ibu sangat menyesali perbuatannya Aditya"imbuh ibunya Aditya,
"Ibu ... ibu jangan berkata seperti itu, mas Aditya juga tidak bersalah, ini hanya lah takdir, Aisyah juga salah dalam hal ini karena tidak menguatkan hati dan perasaan Aisyah, seharusnya Aisyah sebagai istri bisa memahami mas Aditya"Ucap Aisyah
"Apa kau ingin kembali menjadi ipar ku, soalnya mas Reyhan selalu memujimu, kalau kau benar-benar berpisah dengan Aditya, aku takut mas Reyhan akan berpaling padamu"ucap Rasi asal
"Rashi ... jaga ucapan mu!!" teriak Ibunya Aditya pada menantu nya itu
Seketika Rashi terkejut dan menyadari apa yang ia katakan
"Maaf, maaf bukan itu maksud ku, Ibu ..."ucap Rashi menatap ibu mertuanya dengan penuh iba,
"Rashi ... "ucap Rosa seraya menggelengkan kepalanya, kenapa ia memiliki menantu sepertinya, terlihat Rosa yang menghela nafasnya,
"Kak rashi jangan khawatir, bagaimanapun status ku nanti, aku tidak mungkin merayu kak Reyhan, aku dan dia sudah saling kenal dari dulu"ucap Aisyah
"Ibu...bibik, kak Rashi silahkan di minum teh nya"ucap Aisya seraya tersenyum pada mereka semua,
"Susi... sekali lagi maafkan aku, karena tidak bisa menjaga putrimu dengan baik"ucap Ibu mertua Aisyah,
"Apa yang kau katakan memang benar Sus, semua sudah ada yang mengatur nya hanya saja, kami sudah terlanjur sayang pada Aisyah"ucap Rosa seraya meletakkan gelas yang ia pegang,
"Aisyah memang kesayangan semua orang di sini nyonya"ucap Bibinya Aisyah merasa bangga karena memiliki keponakan yang cantik hati dan rupanya, Bik susi membelai kepala Aisyah yang mana Aisyah sedang menggendong Kenzo,
"kau sangat menyukai anak kecil?"tanya Rashi saat mereka berkeliling di sekitar rumah Aisyah,
"Ya, bagiku mereka sangat menggemaskan"ucap Aisyah seraya tersenyum kearah Rashi,
"Apa mereka tidak merusak penampilan mu?"ucap Rashi
"Mana ada seperti itu, kak rashi ada ada saja, " ucap Aisyah,
__ADS_1
"Seperti yang tadi Kenzo lakukan padamu, ia selalu menarik hijab mu"ucap Rashi,
"Itu karena Kenzo mengantuk kak, balita kan tidak bisa bicara, jadi kita nya yang harus pinter untuk mengerti bahasa nya"ucap Aisyah menjelaskan panjang lebar pada rashi,
"Eh,...apa itu ada kelasnya, aku mau dong belajar bahasa bayi itu, karena setiap aku gendong bayi, mereka selalu menangis padaku, kata mas Reyhan mereka tidak ada yang mau padaku, padahal mas Rey tidak tahu apa yang mereka katakan"ucap Rashi mengingat saat ia dan Reyhan berkunjung ke rumah temannya yang telah lahiran, Aisyah tertawa mendengar penuturan itu, mana ada kelas bayi, itukan hanya sepahaman saja
"Kakak ingin anak?"tanya Aisyah yang berhasil membuat langkah kaki rashi terhenti,
"Mau, tapi ... aku tidak ingin tubuhku menjadi gemuk, perut menjadi lembek dan juga..."
"Kakak itu juga bisa di jaga, bentuk tubuh akan tetap ideal jika kita merawatnya dengan baik, "ucap Aisyah
"Sok tahu kamu, apa kamu sudah pernah punya anak tidak kan?"ucap Rashi seraya tersenyum sendiri pada Aisyah
"Kau tidak lelah menjaganya terus?"tanya Rashi lagi,
"Tidak kak, malah aku bahagia, di saat kita tidak ada kegiatan apapun, aku merasa jenuh selama ini, "ucap Aisyah,
"Kalau bapaknya Kenzo ganteng, kau embat saja, toh anaknya wes nempel kayak gitu ke kamu"ucap Rashi, membuat Aisyah tertawa lagi,
"Kakak, tidak semudah itu menjalin hubungan kak,"
"Kalau Aditya minta balikan, apa kau masih mau?"ucap Rashi yang sudah tahu kalau Aditya akan mengejar kembali Aisyah,
Aisyah terdiam, ia terlihat menatap lurus, seraya berkata
"Itu sudah di bahas tadi kak, aku mohon jangan bahas itu lagi aku hanya ingin mas Aditya bahagia tanpa melukai hati ibu lagi"ucap Aisyah,
"Oke ...oke baiklah, padahal kau menjadi menantu kesayangan "ucap Rashi dengan sedikit lirih
"Kakak juga menantu kesayangan dan istri kesayangan buat kak Rey, Aisyah titip ibu,mungkin ibu keras orangnya, tapi kakak pasti tahu, kalau ibu orang nya sangat peduli"Ucap Aisyah seraya mengingat semua kebaikan mertuanya,
__ADS_1
"Oke baiklah, kau tenang saja, orang yang suka marah biasanya akan hidup dengan sehat"ucap Rashi yang mana hanya di balas isyarat matanya yang ia tampilkan
Kini Aisyah dan Rashi sudah berada di teras rumah bibik nya Aisyah.