Mengejar Cinta Istri

Mengejar Cinta Istri
Bab 36 Mengejar Cinta Istri


__ADS_3

Malam kini terasa sunyi, sedangkan bulan pun seakan enggan menampakkan wujudnya, ia hanya mengintip di balik gelapnya langit.


Aisyah dan Aditya sama-sama merasa salah tingkah saat berada dala satu selimut.


"Apakah kau kedinginan tanya Aditya Seraya menatap langit-langit kamarnya,


"Apakah mas kedinginan, kalau dingin ... biar ku matikan kipasnya " ucap Aisyah pada Aditya


"Tidak bukan begitu maksudku, kau ingin bangun dan melihat bulan dengan ku?" tanya Aditya yang kini memiringkan tubuhnya pada arah Aisyah.


"Apakah sangat indah?" tanya Aisyah


"indah tapi jauh lebih indah dirimu daripada bulan itu"


mendengar ucapan aditya aisyah sedikit menarik sudut bibirnya, iya pun menoleh ke arah aditya seraya mengganggu kan kepalanya. Aisyah menyadari bahwa ia terlalu cepat untuk memaafkan aditya tapi hatinya berkata Aditya tidak terlalu bersalah dalam hal ini,dia terlalu mementingkan persahabatan yang dengan Naura hingga dia bisa dimanfaatkan oleh Naura,yang mana Ia terlalu obsesi akan dirinya. Aditiya juga tersenyum melihat anggukan kepala Aisyah. Lalu iya turun dari ranjang bersamaan dengan Aisyah. berjalan menuju jendela kamar yang kini telah terbuka lebar oleh Aditya.


"Bintang tidak ada sedangkan rembulan hampir tidak terlihat"ucap Aisyah seraya menatap langit yang gelap.


"Tapi keindahan malam ini sungguh sangat indah Aisyah, karena ada kau disisiku saat ini"ucap Aditya seraya menetap kearah Aisyah.


"Aku baru menyadari bahwa seorang Aditya pintar juga membuat kata-kata" ucap Aisyah


"Tapi ini kenyataannya Aisyah, aku sungguh sangat menyesal karena telah mengabaikan selama ini, setelah kepergian mu, aku baru menyadari bahwa kau adalah wanita terpenting dalam hidupku" ucap Aditya seraya terus menatap Aisyah. Ia ingin meraih tangan Aisyah, namun ... ia gugup dan takut jika Aisyah akan marah.


"Indahnya bulan, tak seindah wajahmu, Aisyah. Bahkan manisnya madu, jauh lebih manis senyaman mu," ucap Aditya seraya memberanikan diri untuk menyentuh tanah Aisyah. awalnya Aisyah terkejut, Namun ... melihat kegugupan Aditya Aisyah pun diam dan memilih untuk melihat kearah berlawanan dengan tatapan Aditya.


"Aisyah, ijinkan aku menjadi suamimu seutuhnya, Maafkan segala kesalahan ku, dan ... izinkan aku untuk menunaikan kewajiban ku sebagai suamimu" ucap Aditya menggenggam tangan Aisyah

__ADS_1


"Aku tidak pernah melarang mu untuk melakukan kewajiban itu, Mas. Kau yang menolak itu" ucap Aisyah yang kini membalas tatapan Aditya


"Aku bodoh, menolak surga demi neraka" ucap Aditya seraya menundukkan kepalanya, tak berani melawan tatapan Aisyah


"Kau sudah menyadari itu, aku sudah bahagia, Mas. jangan ulangi kesalahan yang sama, dan juga ... Jika suatu saat, kau mencintai wanita lain, katakan jangan main belakang" ucap Aisyah yang berhasil membuat Aditya mendongakkan kepalanya.


"Apa yang kau katakan, Aku tidak mungkin melakukan itu, Aisyah ... aku mencintaimu" ucap Aditya yang langsung menangkap wajah Aisyah dengan kedua tangannya. Membuat wajah keduanya semakin dekat dengan tatapan saling terkunci.


"Aku mencintaimu, Ya Aisyah istriku" Aditya terus mengucapakan kata itu


"Aku mencintaimu, aku sangat mencintaimu,Tapi cinta tidaklah cukup untuk membuatmu bahagia" ucap Aditya


"Aku akan membuktikan cintaku ini nyata bukan karena aku merasa bersalah padamu" Aditya menatap Aisyah


"Aku tahu, dan aku sudah melupakan semua itu, Jadi ... aku harap, Mas tidak mengungkit hal itu kembali, buktikan padaku, tentang cinta yang kau ucapkan" ucap Aisyah yang mana Aditya langsung memeluk tubuh Aisyah dengan begitu erat. Pelukan pertama yang Aditya lakukan pada Aisyah. rasanya ... pelukan itu tidak akan pernah bisa mengungkapkan rasa yang Aditya punya. Bahkan Aditya sampai menetas kan air mata saat berada dalam pelukan Aisyah.


*****


Kini Naura benar-benar sendiri, Yusuf, mantan suaminya kini sudah masuk kedalam kamar hotel yang sudah ia pesan bersama dengan istrinya, Karriza. Sedang kan ia berada di kamarnya sendirian.


Naura menangis di atas ranjangnya. Merindukan Aditya yang kini sudah abai padanya .


'Cintaku salah? dimana letaknya? Aditya ... aku sudah kehilangan semuanya demi kamu, Apa kau tidak kasihan dan iba padaku, setidaknya ...beri aku kabar, kalau kau masih perduli padaku' bathin Naura dalam Isak tangisnya.


Ia memeluk lututnya dengan menenggelamkan wajahnya di antara kedua lututnya.


Isak tangis semakin ia luapkan hingga ia merasa lelah dan tertidur dalam keadaan meringkuk. Saat Naura tertidur, pintu kamarnya terbuka, Langkah seseorang masuk semakin dekat dan semakin dekat. Lampu kamar yang sudah dimatikan hanya menyisakan lampu kecil yang menyala.

__ADS_1


Sosok itu duduk di samping tubuh yang meringkuk itu dan menyelimuti nya.


"Naura, andaikan kau tahu, bahwa aku hanya lah sebagai pengganti mu, dan sebagai ibu asuhnya putramu, kau pasti akan sangat beruntung. Yusuf hanya menikahi ku secara Sirri, ia tak pernah mempublikasikan aku sebagai istrinya, karena aku tahu ... lelaki baik itu hanya cinta padamu, Tapi ... kau tenanglah, aku akan terus mengabdikan diriku pada Yusuf, aku akan memberikan seluruh cinta ku padanya, bahkan pada anakmu dan anaknya. tetaplah seperti ini dan jangan mencintai suamiku lagi, maka aku akan baik padamu, tapi ... jika kau berani mencintai Mas Yusuf kembali, Maka jangan salah kan aku jika aku akan bersikap lebih kejam dari siapapun yang kau kenal, aku baik pada orang yang baik padaku, tapi aku akan lebih kejam pada orang yang kejam padaku" ucap orang itu yang tak lain lagi adalah Karriza.


Setelah mengatakan semua yang ingin dia katakan, Karizza keluar dari ruangan Naura dan menutup nya dengan rapat. Karizza menatap tajam pada arah, dimana Naura tertidur.


*****


"Kami akan sampai besok malam, Jaga anakku dengan baik, Bundanya akan segera kembali" ucap akhir Yusuf pada seseorang yang masih bisa Karizza tangkap.


'Mas, kau sudah berjanji padaku, bahwa hanya aku yang akan menjadi Bundanya, ku harap kau masih memegang janji itu, Mas,' bathin Karizza yang kini sudah berdiri di belakang tubuh Yusuf


Menyadari akan adanya seseorang, Yusuf mematikan ponsel nya, Tentu Karizza langsung memeluk tubuh Yusuf dari belakang.


"Belum tidur?" tanya Karizz


"Apakah dia sudah tidur,?" tanya Yusuf


"Ya, dia sudah tidur, aku sudah menyelimuti nya," ucap Karizza. Yang mana membuat Yusuf langsung membalikkan tubuhnya, sehingga membuat mereka kini berpelukan secara berhadapan.


"Terimakasih, Kariz. Kau selalu memberikan yang tebaik padaku dan juga anakku" ucap Yusuf


"Aku akan selalu memberikan yang terbaik untukmu, Mas" ucap Karizza seraya bergelayut manja di tubuh Yusuf.


Tentu Yusuf tahu, bahwa Karizza sangat mencintainya, tapi dirinya ... hanya bisa memberikan nafkah lahir bathin nya tidak dengan hatinya. Hatinya masih tertahan dengan hati orang yang tak menginginkan nya. Namun sudah memberi kan nyawa untuk melahirkan anak pertama nya.


Untuk hari ini hanya 1 bab ya kak, insyaallah besok akan dua bab, sambil menunggu Up karya ini, mampir yuk di karya teman ku.

__ADS_1



__ADS_2