
Waktu terus berlalu, Rian yang sudah mendapatkan informasi itu, langsung menutup ke tempat Aisyah berada. Tidak butuh waktu lama untuk mencari nama Misnawati di kampung yang tak begitu luas itu, dan ternyata nama Misnawati hanya ada dua, dan yang satu masih remaja.
'Kenapa dunia sesempit ini, ah ....tidak mungkin aku bisa melakukan apa yang Nenek dan pak Rustam minta, dia sudah bersuami,aku bukan lelaki bejat yang tega mengambil istri dari pria lain,' bathin Rian saat berada dalam mobil nya.
"Tuan, Istirahat lah, perjalanan masih cukup 0anjang, kemungkinan kita akan sampai saat Maghrib tiba," ucap sopir Rian
"Aku tahu itu, percepat saja laju mobilnya," ucap Rian
"Tuan, apakah anda sudah menemukan siapa gadis yang di maksud Nenek,?" tanya Assisten Rian
"Ya, tapi ... aku tidak bisa melakukan apa yang mereka minta," ucap Rian
"Kenapa? Apa karena wanita itu jelek, atau ada alasan lain?" rabat Assisten itu
"Hahahha dia bahkan sangat cantik, cantik hati dan wajahnya," ucap Rian
"Lalu?" tanya sang Asisten
"Dia sudah bersuami," ucapan Rian mampu membuat Assisten dan sopir nya juga ikut terkejut.
Bersuami? Tidak mungkin kan kalau Nenek sampai memaksa Tuan untuk merebut istri orang? begitulah isi pikiran Asisten dan sopir itu.
"Semua yang kalian fikirkan, itu tak akan terjadi, dan aku yang akan menjelaskan semua pada Nenek dan Pak Rustam, dan seharusnya ... Pak Rustam dan istrinya akan bahagia saat mendengar kabar, bahwa putri mereka sudah menikah, dan suaminya adalah orang yang terpandang dan memiliki status yang bagus, suaminya seorang dokter," ucap Rian yang bangga pada Aditya.
"Wah, bahkan Tuan tahu tentang suaminya juga," ucap sang sopir
"Karen kami sudah saling mengenal, Pak. Dia wanita yang kini merawat anakku, Aisyah," ucap Rian yang semakin membuat Kedua pria di dalam mobil itu makin terkejut.
*****
"Mari masuk," ucap Karizza saat melihat Naura hanya berdiri menatap rumah yang sudah setahun ia tinggalkan, tetap sama, dan tidak ada yang berubah sama sekali, bahkan aromanya pun sama.
"Baik, silahkan duluan. Aku tidak akan tersesat disini," ucap Naura pada Karizza
Karizza tersenyum karena ia tahu, ada Yusuf di belakang nya saat ini.
__ADS_1
"Ya sudah, kau pasti ingin mengingat masa laluku, tapi ... aku yakin, semuanya sudah berubah, seperti hati Yusuf, kini juga pasti sudah berubah, Iya kan, Mas?" ucap Karizza yang kini menggandeng lengan Yusuf.
"Aku tahu itu, dan memang manusia butuh berubah, Kalian masuklah duluan, aku tidak akan kabur," ucap Naura dengan acuh.
Karizza puas, Karena Naura bisa melihat, bahwa Naura benar-benar tidak tertarik pada Yusuf.
'Baguslah, kalau begini ... aku tidak harus susah payah berperang denganmu, Naura ... aku akan baik padamu jika kau begini terus, jangan ganggu Yusuf ku,' bathin Karizza.
Benar saja, Kini Karizza menarik lengan Yusuf untuk masuk terlebih dahulu, sedangkan Naura meluaht sekeliling, benar ... tidak ada yang berubah, bajakan cat warna rumah itupun sama, Warna kesukaan Naura. letak perabotan, semuanya sama, yang berbeda hanyalah, foto pernikahan nya dengan Yusuf telah tergantikan dengan foto Karizza dan Yusuf. Memang begitu seharusnya.
'Aku tahu, kau yang mengatur semuanya, Yusuf. Sehingga aku merasakan ada dalam kehidupan masa lalu' bathin Naura seraya mengusap air matanya lalu, masuk kedalam rumah mewah itu.
"Selamat datang kembali, Nona Naura" saa beberapa pelayan yang memang sudah di tugaskan oleh Yusuf
"Kalian masih kerja disini,?" Tanya Naura.
"Mari kami tunjukkan kamar, Nona" ucap wanita yang duku setia pada Naura.
"Naura mengikuti langkah dua pelayan yang membawa nya, sedangkan yang lain kini sudah kembali dengan tugasnya.
"Loh, bik. ini kan menuju ke kamar utama,?" Tanya Naura bingung.
"Silahkan masuk, Nona" ucap pelayan itu seraya membukakan pintu kamar Naura. Naura makin tak percaya, bahwa semuanya masih sama, tidak ada yang berubah sama sekali, dan lebih terkejut nya, ada gambar dirinya di dekat ranjang tidur nya, gambar yang dulu selalu ada di tempat itu.
"Bibi, ini semua _"
"Tuan yang meminta Nona, Tuan ingin, anda tetap merasa nyaman di rumah ini pada masa dulu, Tuan tidak ingin ada yang berubah sama sekali" ucap pelayan itu.
"Lalu Karizza dan Yusuf_?"
"Mereka tinggal di kamar takut yang mana Tian Yusuf mengatakan kalau itu adalah kamar utama, dan Tuan Yusuf mengatakan kalau kamar itu adalah kamar kesukaannya, sehingga membuat Nona Karizza juga menyukai nya" ucap pelayan itu.
"lalu, Dimana anakku tinggal?" Tanya Naura
"Akhirnya, Nona menanyakan Tuan muda, dia ada di kamarnya, Nona. tapi ... kemungkinan besar, Nyonya tidak menyukai Nya," ucap pelayan itu.
__ADS_1
"Aku tahu itu,Bi. Lalu ... kalau aku mau bantu jaga, Bi?" tanya Naura
"Itu adalah alasan yang bagus, Nona" ucap pelayan itu
"Baiklah, terimakasih ya, Bi. Kalau begitu ... bibi bisa pergi sekarang" ucap Naura
"Baik, Nona. Jika butuh sesuatu ... panggil saja Bibi" ucap pelayan itu.
"Pasti, Bibi" jawab Naura seraya merebahkan tubuhnya yang terasa lelah, sangat lelah.
Dimana bayang- bayang Aditya masih terus menghantuinya. Ia mengambil ponsel nya dan melihat pesan, sayangnya ..m tidak ada pesan dari Aditya sama sekali.
'Apakah sebegitu tidak sukanya kau padaku, Dit' bathin Naura seraya menatap foto Aditya dari layar ponselnya.
*****
"Tuan Rian, akhirnya kau sampai juga, tidak kesulitan kan mencari apartemen ku,?" tanya Aditya yang ternyata sudah berdiri di depan pintu hendak membeli sesuatu
"Semuanya sudah serba bisa di lakukan sendiri, Tuan ... saya minta maaf atas keterlambatan saya," ucap Rian
"Tidak masalah Tuan, mari masuk" ucap Aditya yang masuk kedalam apartemen nya.
"Sayang, lihat siapa yang datang," teriak Aditya pada Aisyah yang kini berada di dapur untuk makan malam.
Saat Aisyah keluar, ia bisa melihat Rian dan yang lainnya tidak bisa di alihkan pandangan nya. terutama Rian.
"Ayah sudah datang sayang, Tante pasti sudah lelah karena menggendong mu," ucap Rian seraya mengambil Kenzo dari gendongan Aisyah.
"Sayang, Ayah datang, Nak. Ayah kangen banget sama kamu, kamu gak nakal kan,?" ucap Rian seraya mencium pipi anaknya.
"Kenzo anak yang baik, Mas Rian. Aku pasti akan sangat merindukan nya jika dia di bawa pergi," ucap Aisyah
"Mbak bisa datang kerumah kami ataupun kami yang akan berkunjung kerumah Mbak," ucap Rian
"Silahkan duduk dulu, Mas. Mas Rian pasti sangat capek" ucap Aisyah
__ADS_1
"Mbak Aisyah, Tuan Aditya terimakasih ya" ucap Rian seraya duduk dan memangku Kenzo.
Di tatapnya Aisyah oleh Rian dari balik punggung Kenzo, sehingga membuat Aditya tidak menyadari akan tatapan itu.