
Perjalanan Aditya dan Aisyah terasa menyenangkan karena ada Kenzo yang sellau membuat Aisyah tertawa.
"Gimana? Kau sudah bisa merebut hatinya kan?" tanya Reno pada Aditya
"Alhamdulillah, Aisyah sudah memaafkan ku, Ren. Terimakasih untuk mu dan Ramdhan, Dan juga ... aku minta maaf atas sikapku saat itu " ucap Aditya
"Tidak masalah, itu gunanya sahabat, Suami Naura tidak sejahat yang Naura cerita kan padamu, malah dia sangat baik, lebih parahnya ... Aisyah meninggalkan suaminya dan juga anaknya" ucap Reno
"Ya, aku sudah dengar itu. Aku merasa kasihan pada Naura, aku kenal banget Bagaimana Naura, dia wanita baik sebenarnya, Apa karena cinta dia berubah ?" tanya Aditya
"Menurutku itu bukan cinta, Dit. tapi obsesi yang Naura rasakan, seharusnya kalau dia cinta sama kamu, bukan kayak ini ceritanya, dia pasti akan memberi arahan yang baik untukmu, bukan sampai memfitnah mu kayak gitu" ucap Reno yang di benarkan juga oleh Aditya
"Sudahlah, aku berharap ... dia baik-baik saja, dan bisa menemukan kebahagiaan nya sendiri nantinya" ucap Aditya seraya menatap arah lurus depannya.
Ya ... Aditya duduk di depan dengan Reno, sedangkan Aisyah di belakang bersama Kenzo. Aisyah menidurkan Kenzo di kursi Agara Kenzo tidak merasakan lelah selama dalam perjalanan.
"Aku manggilnya apa ya ke istrimu itu, Aisyah saja ya, gak usah kakak ipar gitu " tanya Reno
"Terserah kau lah, Asal jangan panggil sayang sih, Hahahah" ucap Aditya dengan di selingi tawanya, tentu Aisyah bisa mendengar kata itu, ia tersenyum melihat dan mendengar candaan antara suami dan Reno.
__ADS_1
Aisyah bahagia karena akhirnya dia bis masuk dalam dunia Suaminya.
"Kita berhenti dulu ya, aku lapar" ucap Reno saat sudah sampai di pinggir kota
"Dek, tidak apa-apa kan kalau kita berhenti ?"tanya Aditya
"Tidak apa-apa, Mas. Kak Reno juga sedang lapar, aku juga ingin memberi Kenzo bubur " ucap Aisyah yang melihat jam sudah menunjukkan pukul 8. Dan itu sudah waktunya Kenzo sarapan pagi.
Akhirnya mereka pun berhenti di sebuah rumah makan. Beruntung nya rumah makan tersebut berdekatan dengan penjual bubur ayam dan lainnya. Sehingga Aisyah dan Aditya membelikan Kenzo bubur di situ sedangkan Reno menikmati sarapan paginya yang tertunda.
Aditya selalu menemani Aisyah, bahkan Aditya juga membantu mengasuh Kenzo.
"Semoga kita di beri kesehatan dan kepercayaan untuk menjadi seorang Ibu dan Ayah ya, Dek" ucap Aditya pada Aisyah
"Tapi kita tak bisa menahannya, Dek. Keluarga nya pasti sangat ingin bertemu dengan nya" ucap Aditya seraya mengelus pipi Kenzo.
"Mas benar, Sayang ... Tante pasti sangat merindukan mu" ucap Aisyah seraya mencium kening Kenzo.
"Jangan terlalu sedih jika ada waktu ... kita bisa menemuinya kan? Rian pasti memberikan izin nya" ucap Aditya yang menyentuh kepala Aisyah yang mana Aisyah mencium kening Kenzo.
__ADS_1
"Benarkah ? Nanti aku akan mengatakan dan akan menanyakan Di mana tempat Tuan Rian tinggal"ucap Aisyah dengan girang.
"Kenzo, kau jahat sama paman, kau jangan sampai merebut Tante Aisyah dari paman, oke. Paman begitu mencintai Tante Aisyah"ucap Aditya seraya memegang tangan Kenzo.
Aisyah tersenyum mendengar ucapan itu, ia mengetahui kalau ternyata Aditya juga menginginkan anak darinya.
*****
"Naura, apa kau merindukan Aditya, sabarlah ... suatu saat kau pasti akan bertemu dengannya" ucap Karizza yang entah kenapa, Naura seakan ingin menampilkan bahwa ia bahagia dan baik-baik saja.
"Kenapa gak jawab?" tanya Kariz pada Naura
"Jawab apa? bukankah setiap orang akan merasakan apa yang aku rasakan? hanya saja ... merindukan Aditya adalah hal yang benar, aku emang merindukan nya" ucap Naura seraya tersenyum masam pada Karizza.
Tentu Karizza tersenyum puas mendengar ucapan Naura, yang entah apa yang rasakan dan apa yang Karizza rencanakan untuk Naura.
"Apa kau merindu anakmu?" tanya Kariz lagi
"Tentu, Ibu mana yang tidak merindukan putranya, hanya saja ... aku sudah punya banyak gambar dia yang di berikan Yusuf padaku setiap hari" ucap Naura seraya menatap kosong pada arah depannya.
__ADS_1
"Bagaimana jika nanti Abidzar tidak mau sama kamu? Maaf ya Na, tapi Abidzar sangat dekat denganku, ku harap kau memaklumi" ucap Karizza
"Kau tidak usah cemas, aku adalah ibu yang tega meninggalkan anak nya, hanya saja ... ikatan seorang Ibu dan anak pasti masih terjaga, Karizza ... kau jangan terlalu mencemaskan aku" ucap Naura pada Karizza