Mengejar Cinta Istri

Mengejar Cinta Istri
Bab 52 Mengejar Cinta Istri


__ADS_3

Waktu berjalan dengan sangat cepat, Kini sudah tiba waktunya untuk Aditya dan Aisyah pergi berbulan madu.


"Kalian baik-baik lah disana, ingat! Aditya, jaga Aisyah ... Semoga saat kalian pulang, kalian sudah memebrikan kabar baik buat kami semua," ucap Ibunya Aditya


"Ya ... bawalah kabar kehamilan Aisyah untuk kami," ucap Reyhan


"Seharusnya, Kakak duluan yang memberikan cucu untuk keluarga ini, kenapa malah Aditya yang di tuntut," ucap Aditya pada Reyhan


"Rashi, dia belum siap untuk menjadi seorang ibu, beda dengan Aisyah," ucap Reyhan seraya menggenggam tangan Rashi agar istrinya itu tak sakit hati dengan ucapannya


"Rashi, masih sibuk dengan dunia sosialita nya, Dia tidak akan siap, bahkan tidak akan pernah siap, jika dia belum berubah," ucap sinis Ibu Martha, ibunya Aditya.


"Ibu," ucap Aditya yang melihat raut wajah Rashi


"Tidak apa-apa, adik ipar. Kakak mu benar, aku masih belum siap untuk jadi ibu, Nanti jika kalian punya anak, siapa tahu ... aku jadi ketularan untuk punya baby sendiri," ucap Rashi dengan senyum jenakanya.


Dialah Rashi, meski selalu mendapatkan perkataan sinis dari bibi mertuanya, tapi dia tidak pernah ambil hati sama sekali, karena baginya ... cinta suaminya itu susah cukup untuk dirinya.


"Baiklah, Ayah, Paman, Kami berangkat dulu," ucap Aditya yang akan memasuki Bandara.


"Kalian hati-hatilah, kabari kami, jika sudah sampai," ucap Pamannya Aditya, yaitu Y


Ayah Reyhan.


"Kakek, kami berangkat dulu, do'akan kami," ucap Aditya seraya memeluk sang kakek


"Kakek sellau mendoakan kalian, berbahagia lah kalian," ucap sang kakek.


Aditya menggenggam tangan Aisyah setelah Aisyah berpamitan pada seluruh keluarga.


"Aisyah, kabari Ibu kalau sudah sampai ya,sayang. Jaga diri dan berbahagialah," ucap Ibu Mertua nya Aisyah.


"Baik,Bu. Ibu juga jaga kesehatan, jangan lupa minum obatnya," ucap Aisyah


"Pasti sayang," ucap Ibu mertunya

__ADS_1


"Aisyah, chat aku ya, kalau sudah sampai," ucap Rashi


"Siap,Mbak" jawab Aisyah seraya tersenyum pada Rashi.


Akhirnya Aditya dan Aisyah pun melambaikan tangannya pada keluarga besarnya. Senyum terlihat merekah dari semua wajah.


Tangan terus tergenggam antara Aditya dan Aisyah, hingga mereka duduk di kursi mereka.


"Kau lihat, betapa bahagia nya mereka, Apakah Allah akan memberikan titipan itu pada kita?" ucap Aditya saat mereka sudah berada di kursi pesawat.


"Kita hanya bisa berusaha,Mas. Allah yang maha mengabulkan, Jika Allah masih belum bisa memberikan, berarti ... kita harus banyak bersabar lagi dan berusaha lagi" ucap Aisyah seraya menyandarkan kepalanya di bahu suaminya yang duduk di samping nya.


Aditya bukanlah seorang CEO, yang memiliki ruangan pribadi, dia hanyalah dokter, yang kini berusaha menjadi suami yang baik untuk sang istri.


Aditya mengelus pipi lembut Aisyah yang kini bersandar di bahunya.


"Tidurlah, biar nanti tidak kelelahan," ucap Aditya


"Kau akan capek, jika aku begini terus," ucap Aisyah


*****


Ghifari Abidzar, adalah nama panjang dari anaknya Naura, Anak itu kini menjadi anak yang begitu tampan, Yusuf yang keturunan Indo-Turki sangat mirip dengan Putra nya.


Kebenaran yang Yusuf temukan lagi saat ini adalah, bahwa ... setiap pasien yang memeriksa kan giginya, itu bukanlah Karizza yang menanganinya, tapi dokter lain. Tentunya itu adalah suruhan Karizza.


"Katakan yang sebenarnya? Apa yang terjadi. di dalam ruangan saat pasien masuk,?" tanya Yusuf


"Tuan, ampuni saya. Saya adalah dokter gigi dari kota Probolinggo, saya di bawa kemari dan di suruh menjadi dokter disini, hanya saja dengan Nama Nona Karizza, Saat ada Pasien, kami akan bertukar, kami memakai baju yang sama dengan masker di wajah, dan kebetulan ... bentuk tubuh kami sama, saya tidak melakukan kejahatan apapun,Tuan. Saya benar-benar mengobati Pasien dengan benar," ucap wanita itu dengan ketakutan


"Apa alasan Karizza melakukan ini,!" bentak Yusuf


"Saya tidak tahu,Tuan. sumpah saya tidak tahu apapun, saya hanya menginginkan uang untuk keluarga ku, hanya itu yang saya tahu," ucap wanita itu yang bernama dokter Lilis.


"Baiklah, sekarang ... kembalilah ke tempat kerjamu, tapi kau menjadi orang ku, cari tahu alasan, Kenapa Karizza menyewa mu, bukanlah dia lulusan kedokteran ? Kenapa dia tidak memeriksa pasien nya sendiri," ucap Yusuf pada wanita itu

__ADS_1


"Tapi saya takut,Tuan" ucap wanita itu.


"Saya akan memberikan 3 kali lipat gaji mu saat bekerja dengan Karizza, bagaimana ? kalau kau tidak mau ... terpaksa aku akan laporkan semua ini pada pihak yang berwajib, atas dasar penipuan," ucap Yusuf dengan santai


"jangan Tuan, saya mohon jangan," ucap Wanita itu


"Saya beri waktu tiga detik, untuk kau berfikir," ucap Yusuf. Waktu apa yang Hanay 3 detik, tidak usahlah kasih waktu jika hanya 3 detik. pikir wanita itu.


"1,2 ... ti,"


"Oke, oke ... alam saya lakukan, Tuan. Tapi jangan laporkan saya ke polisi, anak saya masih kecil-kecil di sana,Tuan" ucap wanita yang bernama Lilis itu.


"Bagus, kau katakan ... Diaman kalian bertemu dan bagaimana pertemuan kalian berdua, apa yang Karizza lakukan di Kota Probolinggo, bukankah itu ada di jawa_"


"Jawa timur, Tuan," jawab Wanita itu


Tentu Yusuf tahu, itu adalah tempat yang jauh, dan apa yang Karizza lakukan disana.


Banyak pertanyaan yang ingin Yusuf utarakan, Hanay saja ... waktu istirahat sudah selesai, Yusuf tidak mau, jika Karizza mencurigai ketidak beradaan dokter Lilis ini.


Naura kini makin sering berbalas pesan dengan Rian, kadang Naura meminta gambar Kenzo, putra nya Rian.


[ Aku juga sudah memiliki Putra, Namanya Ghifari Abidzar, Usianya hampir sama.ya dengan usia anakku,] Pesan Naura setelah Rian mengirim kan gambar Kenzo pada Naura.


Sedangkan Naura membalas pesan Rian seraya menemani Ghiafri/ Abidzar.


Naura menceritakan bahwa ia bukanlah wanita baik-baik, Ia meninggal kan seorang suami dan anaknya demi lelaki lain, tapi ia tak berhasil. Rian menyamakan Naura dengan sang istri, hanya saja ... Naura tak seberuntung istrinya, yang hingga kini tak ada pesan sama sekali.


[Nona, saya rasa ... anda jauh lebih baik, karena anda menyadari ala kesalahan anda, jika masih di beri waktu, maka bertobat lah, minta ampunan pada sang pencipta, selalu berdoa, agar pekerjaan, jodoh dan rezeki kita selalu terjaga. Yang jauh lebih penting adalah ... Nona minta maaflah pada orang-orang yang sudah Nona sakiti,] Pesan Rian sungguh membuat Naura tersentuh.


Mereka nyaman saling berbalas pesan, dan itu di ketahui oleh Karizza, Karizza tersenyum meninggalkan depan kamar Naura, Naura yang menepuk - nepuk pelan tubuh anaknya yang tertidur, sedangkan tangannya yang satu lagi membalas pesan dari Rian.


Karizza sudah sangat yakin, Jika Naura bukanlah ancaman baginya, Apapun yang terjadi, ia akan menjadi Nyonya Seorang Yusuf.


'Mas, bukankah aku sudah sangat baik, Kau punya teman wanita saat ini, semoga langgeng dan jodoh,' bathin Karizza seraya meninggalkan depan kamar Naura.

__ADS_1


__ADS_2