
Hari yang begitu menyakitkan sudah terlewati, Ibunya Aditya memberikan waktu 1 bulan untuk Aditya. Sedangkan Aisyah sudah menata diri,untuk melupakan masa dua bulan yang telah ia jalani di rumah suaminya.
"Sebenarnya apa yang terjadi nak, katakan yang jujur pada bibik"ucap Sang bibik seraya memegang kedua tangan Aisyah.
Aisyah menarik nafasnya dalam-dalam,ia tersenyum pada bibinya seraya berkata
"Mungkin tuhan tidak menjadi kan Aisyah dan Mas Aditya jodoh bik"ucap Aisyah dengan masih bibir tersenyum, namun terlihat jelas getaran di bibirnya.
" Dia selingkuh dari mu?"tanya Bibinya,
"Tidak bibik, tepatnya mas Aditya belum bisa mencintai Aisyah, bibik hubungan jika di dasari keterpaksaan, memang beginilah akhirnya, Pernikahan terpaksa Aisyah tak semanis cinta Tuan Adnan dan juga Nona Nanda, meskipun pernikahan mereka juga terpaksa, tapi Tuan Adnan memberikan seluruh cintanya pada Nona Nanda, ah so sweet banget bik"ucap Aisyah yang tidak di mengerti bibinya.
"Aisyah, Adnan siapa?Nanda siapa? hah"ucap bibinya yang membuat Aisyah tersadar jika yang ia bicarakan adalah kisah Novel yang ia baca
"Eh ... mereka ... mereka"ucap Gugup Aisyah.
"Pasti kebanyakan baca novel kamu"ucap Bibik nya Seraya menepuk tangan Aisyah.
Aisyah hanya tersenyum dengan perkataan bibinya.
"Intinya begitu bik, Aisyah yang salah dalam hal ini, Aisyah kurang bersabar,kurang melapangkan dada,dan juga kurang segalanya"ucap Aisyah seraya memeluk bibinya dari samping.
"Bibik tidak usah terlalu memikirkan hal itu, ibu mertua selalu baik dengan Aisyah, sangat di sayangkan karena Aisyah tidak di cintai oleh anaknya, padahal jarang banget loh, mertua baik sama mantu iya bik"ucap Aisyah, yang berniat untuk bercanda dengan bibinya, namun... saat ini hati bibik nya sedang terluka, meski Aisyah bukanlah anaknya, tapi Aisyah di besar kan oleh tangan nya sendiri, mana bisa ia tidak merasakan sakit yang Aisyah rasakan.
"Kau telah menderita selama ini nak, maafkan bibik, seharusnya bibik tidak memaksa mu untuk menikah degan tuan Aditya, seharusnya bibik menolak perjodohan itu, seharusnya...."
"Bibik, sudah jangan salahkan bibik, semua sudah ada yang atur, mungkin tuhan sedang menyiapkan Aisya jodoh yang jauh lebih baik dari mas Aditya, doa kan saja Aisyah"ucap Aisyah dengan bibir masih tersenyum ceria, seolah tidak ada beban yang ia pikul.
__ADS_1
"Baiklah, kalau begitu Aisyah mulai dari awal lagi ya bik, jadi menyusahkan bibik lagi ni"ucap Aisyah yang mana Bibinya malah langsung memukul lengan nya.
"Aww... sakit tahu bik"pekik Aisyah dengan nada menahan sakit,
Bibinya hanya melengos dan pergi meninggalkan Aisyah, membuat Aisyah tersenyum, namun sesaat kemudian senyum itu sudah menghilang
"Ia teringat akan semua aktifitas nya saat berada di rumah Aditya, sangat menyenangkan baginya, Aisyah tersenyum mendapati ingatan itu.
"Ibu... bibik... semoga kalian semua di sana selalu sehat"ucap Aisyah seraya menengadahkan kepalanya.
Aisyah pun beranjak dari duduknya, ia pamitan pada bibik nya untuk pergi berkeliling kebun, tentu Bibinya mengizinkan, namun sebelum Aisyah meninggalkan rumah nya, bibik berpesan agar menyembunyikan kasus perceraian nya dari orang kampung.
Tentu Aisyah mengerti
Benar saja, Aisyah banyak bertemu dengan warga kampung, yang sedang memetik.daun teh seperti dulu
*****
"Hai Nisa-, lagi apa di sini?tanya Aisyah .
"Biasa kerja syah, ya kamu sudah enak hidup kayak putri"ucap Anisa dengan terus mengambil daun teh, lalu menaruhnya di ranjang nya.
"Gak begitu juga kali Nisa, bagaimana? sudah banyak hasil nya! kalau boleh, aku mau bantu"ucap Aisyah.
"Beneran mau bantu, ayo .. biar cepat dan bisa dapat banyak uang aku" ucap Anisa
"Baiklah,"ucap Aisyah
__ADS_1
Aisyah pun membantu Anisa untuk mengumpulkan Daun teh di ranjang nya.
banyak mata yang melihat wajah Aisyah yang tentu jelas sudah banyak perubahan. kecantikan nya semakin terlihat saat Aisyah bersenda gurau dengan Anisa.
"Ais... coba kau lihat pria itu melihatmu terus dari tadi"ucap Anisa pada Aisyah.
"Nis, "ucap Aisyah dengan isyarat matanya yang di membelalakkan.
"Aiya, sorry lupa kalau sudah bersuami"ucap Anisa seraya tersenyum pada Aisyah.
"Suami mu gak ikut Syah"tanya Anisa.
"Emmm, dia sedang banyak pasien saat aku pergi, tapi nanti dia akan menyusul kesini kok" ucap Asal Aisyah.
"Ya ... begitulah seorang Dokter, pasien yang lebih utama kan, istri nomor kesekian kalinya"
ucap Anisa sok tahu.
"Baiklah lanjut kerjanya, katanya mau mencari banyak uang"ucap Aisyah.
yang mana Anisa hanya tersenyum seraya melanjutkan pekerjaannya.
Sedangkan Aditya sedang berada di rumah sakit, info tentang dirinya dan nona Naura sudah di ketahui oleh semua pihak rumah sakit.
"aneh benarkah berita itu? kalau Dokter Aditya melepaskan wanita sebaik nona Aisyah, rasanya tidak rela kalau Nona Aisyah yang pergi,kenapa bukan si dokter wanita itu saja yang pergi"ucap salah seorang suster yang lewat di depan ruangan dokter Aditya, namun tetap saja mereka tidak bisa apa-apa kecuali hanya diam dan diam .
"Gosip nya sudah beredar, nama baikku sudah hancur Aditya, tidak kah kau mengatakan yang sebenarnya?ucap Naura menahan marahnya.
__ADS_1
"Apa yang seharusnya aku katakan pada mereka? apa aku harus berkata: kalau aku mencintaimu Naura, mengertilah, status ku memang sudah suami nya dia, tapi setiap waktu kau malah didekat ku, Aisyah juga Punya perasaan Naura, kita harus menerima cacian dari mereka sebagai akibat dari kesalahan kita. Naura... ku harap kau bisa menjaga persahabatan kita dengan baik"ucap Aditya pada Naura.
Mendengar ucapan Aditya tentu Naura semakin geram, ia tak tahu ... jika ternyata, Aditya hanya menganggap nya sahabat saja, tidak lebih. Tapi kenapa ? Kenapa ia rela meninggalkan Aisyah malam itu demi dirinya?