Mengejar Cinta Istri

Mengejar Cinta Istri
Bab 26 Mengejar Cinta Istri


__ADS_3

Ibunya Aditya kini berpamitan pada Rosa untuk mengunjungi Ibunya. Hanya saja ... ia ada hal yang ingin ia lakukan di luar, tanpa sepengetahuan siapapun, termasuk Rosa.


" Ibu, bagaimana keadaan Ibu?" tanya Martha pada sang ibu


"Ibu tidak apa-apa, Martha ... kenapa kau membiarkan hal besar ini terjadi pada Aditya dan Aisyah? Kenapa kau tidak mengatasinya dari awal?" tanya sang Ibu


"Karena Martha tidak tahu, Bu. Kalau Martha tahu, apakah Martha akan diam saja," ucap Martha


"Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang?" tanya sang Ibu


"Naura harus benar-benar di jauhkan dari Aditya Bu, kalau tidak ... ia bisa saja melakukan hal gila" ucap Martha


"Tante tenang saja, sebentar lagi, suami maksud nya, mantan suami Naura akan datang dan akan membaw Naura jauh dari kota ini" tiba-tiba Ramdhan datang di antara Martha dan Neneknya.


"Maksud mu?" tanya Martha


"Maksud ku, Mantan suami Naura akan datang dan akan membawa Naura pergi" ulang Ramdhan


"Oh iya, Tante. Vanesa bagaimana kabarnya? terakhir aku dengar, dia sudah bekerja di sebuah perusahaan luar negri, benarkah itu?" tanya Ramdhan

__ADS_1


"Iya, hanya untuk pengalaman, ia akan kembali dan akan tinggal disini nantinya" ucap Martha


"Lalu apa yang akan Tante lakukan setelah ini?" tanya Ramdhan


"Ramdhan, bawa Tante ke tempat Aisyah, Tante juga ingin memastikan apa yang Aditya lakukan selama disana " ucap Martha


"Tapi tidak untuk saat ini Tante, ini sudah hampir Maghrib, besok pagi barulah kita akan ketempat Aisyah, semoga saja ... Aditya sudah melakukan tugasnya, " ucap Ramdhan.


"Ramdhan benar, Martha ... gak baik kalau datang saat ini, besok pagi barulah kau pergi" ucap Ibunya Martha.


"Baiklah,Bu. Kalau begitu ... Martha pamit dulu, Ramdhan ... Tante titip Nenek, Ya" ucap Martha sebelum pergi dari kediaman ibunya.


*****


"Alhamdulillah, akhirnya ... " ucap sang bibi pada Aisyah dan juga Aditya


"Sekarang kalian sudah bisa seatap, Nak Rian, Terimakasih karena sudah mau menjadi saksi akan pernikahan ulang antara Aisyah dan Aditya" ucap bibinya Aisyah


"Tidak masalah, Bi, Malah aku senang, Mbak Aisyah sudah sangat membantuku dalam menjaga Kenzo, seharusnya aku yang bilang makasih pada kalian, tanpa kalian, saya gak tahu akan nasib Kenzo" ucap Rian dengan air mata yang mengambang.

__ADS_1


"Nak, Rian. kau jangan cemas, Kenzo anak yang sangat lucu, menggemaskan, Kami malah terhibur dengan adanya dua disini" ucap bibinya Aisyah


"Bibi benar, Mas Rian gak usah merasa gak enak hati menitipkan Kenzo disini, kami senang kok" ucap Aisyah yang kini sudah keluar dari kamar nya, tepatnya kamar nya dan Aditya.


"Terimakasih banyak mbak, Semoga rumah tangga mbak Aisyah dan Tuan Aditya terus langgeng sampai maut memisahkan kalian " ucap Rian tulus, Namun ... sesaat kemudian dering ponsel Rina berbunyi dan itu dari nomor yang sama sekali tidak ingin Rian angkat. Namun ... panggilan dan suara dering ponsel itu terus berbunyi.


"Angkat saja, Nak. siapa tahu penting " ucap Bibinya Aisyah


"Bibi benar, angkat saja, tidak apa-apa kok " Aisyah mengambil Kenzo agar Rian leluasa mengangkat ponselnya


"Baik, Bi. kalau begitu aku pamit angkat telfon dulu " ucap Rian seraya menjauh dari Aisyah dan Bibinya. Rian mengangkat ponselnya di depan, berharap apa yang mereka bicarakan tidak di dengar oleh siapapun


"Hallo, ada apa- Kenapa kau selalu menelfon ku, aku tak bisa kembali, dan aku tidak ingin meninggalkan Putraku" ucap Rian dengan tegas.


"Tapi Tuan, kami memiliki kabar penting untuk Tuan, Kami sudah menemukan bukti akan perselingkuhan Nona dan pria lain, sehingga meninggalkan putra anda dengan pria lain, Tapi Tuan, ada kabar duka yang harusnya ini menjadi kabar utama bagi Tuan" ucap orang yang menghubungi Rian


"Apa?" tanya tegas Rian karena emosi .."


"Pulang lah, Nyonya besar sedang tidak baik-baik saja, beliau minta anda kembali dan menggantikan nya di perusahaan " ucap pelayan yang setia di sisi neneknya Rian. Seketika tubuh Rian membeku, ia tak pernah berfikir, bahwa nenek nya bisa sakit setalah puluhan tahun tak pernah merasakan sakit.

__ADS_1


__ADS_2