Mengejar Cinta Istri

Mengejar Cinta Istri
Bab 53 Mengejar Cinta Istri


__ADS_3

Setiap hari banyak kebenaran yang Yusuf temukan, Ia bisa tenang mencari tahu tentang Karizza, karena di rumah sudah ada Naura yang akan menjaga anaknya. yang mana Yusuf juga mencurigai bahwa Baby sitter yang di rumah adalah krang yang di bayar oleh Karizza.


Aditya kini sudah sampai di Bali, Mereka memilih tempat itu sebagai tempat bulan madu, karena Aisyah yang sangat ingin tahu akan tempat yang penuh dengan tempat-tempat yang indah itu.


"Sayang, kau mandilah lalu kita makan siang," ucap Aditya saat mereka sudah berada di dalam hotel dekat pantai.


"Baiklah, belum adzan ya,Mas?" tanya Aisyah


"Belum sayang, mungkin masih 1 jaman lagi," ucap Aditya seraya melihat jam yang melingkar di tangannya.


"Baiklah, lalu begitu aku mandi dulu ya,Mas" ucap Aisyah seraya membuka koper kecil yang ia bawa, di situ ia hanya mengambil baju dalamnya saja, hwkwkwk.


"Assalamualaikum, Aku sudah sampai, Salamkan ke Ibu dan yang lainnya," ucap Aditya pada Ramdhan yang menelfonnya.


"Waalaikumsalam, Alhamdulillah jika sudah sampai, aku dan Reno juga mau nyusul kamu ke Bali, ada proyek baru yang perusahaan ku terima, dan ternyata lokasinya ada di Bali, semoga saja, tempat nya tidak jauh dari tempat mu, Eh ... ada gadis cantik gak?" goda Ramdhan


"Mana aku tahu, aku baru sampai dan belum nge cek bagian wanita-wanita, tapi yang paling cantik tetaplah istriku," ucap Aditya


"Cih, tanpa kau beri tahu, aku juga tahu kali, ya sudah aku juga mau siap-siap, nanti aku share lokasi tempat ku menemui klien ya, siapa tahu kau tahu tempat itu," ucap Ramdhan


"Baiklah, aku mau makan dulu, dan kelaparan cacing dalam perutku ini," ucap Aditya tanpa di sadari Aisyah.susah keluar dari kamar mandi.


*****


"Kalian di bayar berapa untuk mengawasi ku disini, aku sudah mengatakan ... kalau aku sudah ikhlas dengan apa yang sudah ia lakukan terhadap ku, bisakah kalian melepaskan aku,"ucap wanita yang bagaikan seorang putri yang dikurung di sebuah kastil.

__ADS_1


"Maaf Nona, anda sudah sangat baik pada kami, tapi kami masih harus menjaga anda dan tidak membiarkan Anda keluar dari tempat ini," ucap pengawal yang berjaga di tempat itu


"Sudah 1 tahun lebih dan dia belum pernah kemari lagi, dia hanya mengirim kan kalian uang bulanan, bisakah aku melihat dunia luar sekali saja, aku janji tidak akan kabur, kalau kalian tidak percaya ... kalian bisa ikut denganku," ucap wanita itu


Terlihat para pengawal Nyang ada empat orang itu terdiam, dengan dua pembantu wanita yang ada di dekat wanita itu.


"Rara dan Tata, juga orang setia Nyonya kalian, bukankah kalian bisa percaya pada mereka, aku sudah tak punya keluarga, masa depanku identitas ku juga sudah tak ada, apa lagi yang akan kalian takutkan, jika aku pergi dari sini, bukankah aku akan kebingungan sendiri untuk makan?" ucap Wanita itu yang di benarkan oleh para pengawal dan Pembantu itu.


"Aku yakin ... kalian juga ingin menikmati hidup kalian, mari kita hidup bebas disini, aku janji tidak akan datang kesana dan menghancurkan rencana bos kalian," ucap meyakinkan wanita itu lagi.


Mereka semua terdiam, Sedangkan wanita itu terus menatap luar jendela, yang mana semua orang terlihat seperti semut.


"Nona, kau sudah sangat baik, bahkan saat kami sakit ... kau yang menolong dan merawat kami," ucap Rara


"Karena aku manusia, Ra. Apalagi menolong adalah kewajiban bagi kita yang mampu, pak Henri ... anakmu demam kan? Apakah sudah dibelikan obat yang aku resep kan?" tanya wanita itu


"Alhamdulillah jika demikian, baiklah ... ! kalian keluarlah, aku mau sholat" ucap wanita itu, Kalau sudah mengucapkan kata Sholat, mereka langsung keluar dari kamar wanita itu.


*****


"Makanlah yang banyak, lalu kita istirahat ... Setelah itu, kita akan jalan-jalan ke pantai, kau ingin melihat sunset kan?" tanya Aditya


"Memang nya Mas mau nemenin?" tanya balik Aisyah


"Tentu, kalau tidak aku temenin, nanti istriku ini bisa hilang, bagaimana coba" ucap Aditya seraya mengusap bibir Aisyah yang ada bekas makanannya.

__ADS_1


"Iya juga sih, aku kan belum tahu daerah sini, bagaimana kalau aku nyasar," ucap Aisyah seraya mengambil gelas yang ada di depannya, padahal ... bukan itu yang Aditya maksud, tapi Aditya takut ... Jika Aisyah akan di lirik oleh pria lain. Sayangnya ... istrinya ini belum peka.


"Mas sudah makannya ?" tanya Aisyah


"Sudah, yuk kita istirahat,!" ajak Aditya seraya mengulurkan tangannya


"Lalu ini ... ?" tanya Aisyah


"Akan ada pelayan yang akan datang nantinya," ucap Aditya seraya membawa Aisyah keranjang nya untuk istirahat siang, Aditya juga merasa ngantuk siang ini, entah apa yang merasuki nya, rasa lelah kini sangat ia rasa.


[Setiap kehidupan seseorang ada cobaan nya masing-masing, dan aku yakin ... cobaan hidup seseorang itu tidak sama, Nana ... bertobat lah, dan minta maaflah pada sang pencipta serta pada Nona yang sudah kau sakiti hatinya, terutama pada anak yang sudah kau telantarkan, aku juga mengalami hal yang sama sayangnya ... aku bukan meninggalkan nya, tapi aku yang di tinggal kan, bersama anakku, Kenzo,] pesan Rian kini masuk ke ponsel Naura yang sedang bermain dengan Ghifari Abidzar


Naura membaca pesan itu, ia tersenyum kala membaca pesan yang menyejukkan hatinya.


[ Kau benar, aku sudah salah dan hidupku sekarang hancur, aku minta maaf pada Putraku, mungkin ini juga karma buatku, karena meninggalkan yang tulus demi yang jauh menarik, Terimakasih Rian, karena kau aku punya teman saat ini] balas Naura


Setelah saling membalas pesan, mereka berdua kini sama-sama meletakkan ponselnya.


Naura sedikit merenungi kesalahannya, Ia terus menatap wajah putranya, wajah yang sudah ia sia-sia kan, bahkan sampai mengorbankan harga diri dan martabatnya, hanya demi seorang Aditya.


"Sayang, Mamamu ingin mengirim kan wanita lain ke tengah-tengah kita, tapi Ayah tahu, dia memiliki niat yang tak benar, baik untuk kita ataupun untuk tante Nana," ucap Rian pada Kenzo yang kini ia bawa ke perusahaan nya.


"Ayah sudah tahu keberadaan Mamamu, dan Ayah yakin ... kalau dia adalah Mamamu, bukanlah seorang dokter ," ucap Rian yang sudah menemukan istrinya lewat Naura


Meskipun Karizza mengubah penampilan nya berulang kali, tapi tetap saja ... ia masih sangat mengenali istrinya itu.

__ADS_1


"Kau sudah menggunakan identitas orang lain,Mar. kau tega sekali, apakah suami nya bisa memahami?


"Marizza dan Karizza? Apakah mungkin keduanya bertukar posisi " gumam Rian seraya terus menatap Kenzo, Putranya


__ADS_2