
Semua yang kita inginkan kadang tak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Naura terus saja bercanda dengan putranya, Ia sedikit bisa tenang, Ia sedikit bisa melupakan perasaan nya pada Aditya.
Naura juga bingung, mengapa Yusuf menikah dengan Karizza jika Yusuf tidak menginginkan nya? Bukankah itu aneh? Apa Yusuf terpaksa seperti yang Aditya alami dan akhirnya Yusuf akan jatuh hati pada Karizza, begitu kah?
Namun ... kini Naura tidak ingin tahu tentang hal itu, baginya itu bukan urusannya, Dia tidak mencintai Yusuf, ia juga tidak ingin ikut campur lebih dalam lagi.
Hatinya lebih tenang saat melihat senyuman yang sudah ia tinggalkan demi seorang Aditya, sayangnya ... ia gagal.
"Kamu tahu sayang, Ibu sudah berjuang, tapi ibu gagal, ternyata cinta menyakitkan begini, Pasti seperti ini yang Ayahmu rasakan saat Ibu meninggal kan nya, Apakah ini karma bagi Ibu sayang, Ayahmu mencintai Ibu, Tapi Ibu mencintai Om Aditya, sekarang ... Ibu mengalami apa yang Ayah alami. Ibu mencintai Om Aditya sedangkan Om Aditya mencintai Tante Aisyah.Bukankah ini adalah lelucon yang hebat," ucap Naura pada putranya yang kini ada di dalam kamar nya, Ia menidurkan Putranya di sisinya. memberinya susu seraya mengelus keningnya dengan lembut, berbicara seolah balita itu faham akan apa yang ia ucapkan.
"Tidur lah sayang, pejamkan matamu ya, nak. Ibu sekarang ada di dekatmu, Ibu nyanyi kan lagu, Mau ya ..." ucap Naura pada Ghifari.
__ADS_1
'Ku timang-timang, anakku sayang, buah hatiku, Oh ... si Biran Tulang. Ku dendang kan lagu ... pejamkan matamu, tidurlah sayang, hati sudah malam.
'Kelak.kau dewasa, bantulah Mama dan Papa, jadilah engkau, anak yang berguna.
Ya Illahi Robby, bimbinglah anak kami, agar dia menjadi ... anak yang berbakti
Naura tersenyum seraya meneteskan air maat kala menyanyikan lagu untuk anaknya. Lagu yang sering kali ia dengar di ponselnya.
"Mudah sekali menidurkan mu, sayang ... Bunda Karizza baik kan sama kamu, makanya kau tumbuh sehat begini," ucap Naura seraya menatap wajah putra nya
Waktu berlalu dengan begitu cepat, Reno dan Ramdhan serat Aditya dan Aisyah kini sudah duduk di taman rumah sakit.
__ADS_1
"Sebaiknya kalian pergi bulan madu deh, biar cepat dapat momongan, dan bisa buat Nenek sembuh," Ucap Ramdhan setelah lama mereka terdiam
"Aku setuju dengan Ramdhan, biar bagaimanapun kalian adalah pengantin baru yang tertunda, bukan kah begitu, Ramdhan," goda Reno dan Ramdhan
"Yo'i, jika kau hanya sibuk kerja, kapan mau Ehem-ehem nya,"goda lagi Ramdhan
"Aku pasti membawa nya bulan madu, tapi tidak untuk saat ini, masak iya, aku akan pergi bulan madu saat Nenek berada di rumah sakit," ucap Aditya
"Nenek masih ada aku yang Kana merawat nya, bawa saja istrimu ke Cappadocia kek, ke ... Swiss kek,atau manalah,"ucap Reno saat tahu siapa Rian yang selalu di bantu oleh Aisyah dan Aditya.
Sosok Rian masih menjadi misteri, Hanya saja ... Reno sedikit mendapatkan info dari orangnya untuk membuat Reno tercengangnya.
__ADS_1
Satu sisi Reno mencari tahu tentang Karizza, satu sisi ia mencari tahu tentang Rian.
Siapa kedua manusia itu?