Mengejar Cinta Istri

Mengejar Cinta Istri
Bab 40 Mengejar Cinta Istri


__ADS_3

Dalam gelapnya malam, Naura masih belum bisa tertidur, Memikirkan banyak hal yang sudah ia alami, tiba-tiba terlintas bayangan saat ia berjuang melahirkan sang anak dengan lahiran normal. Naura tidak bisa memungkiri ... bahwa ia merindukan putranya, hanya saja ... hatinya yang egois lebih memilih mengejar cinta Aditya yang seharusnya tidak ia lakukan sama sekali.


Ia tatap langit yang tak berbintang,mungkin karena hujan. Naura memeluk tubuh nya sendiri karena hawa dingin yang menyeruak di ruangannya.


Matanya terus menatap langit itu, Sehingga air matanya jatuh bersamaan dengan jatuhnya air hujan.


'Aku mencintai Aditya dengan seluruh hidupku, tapi balasannya adalah luka yang sangat dalam, Aku meninggalkan anakku dan suamiku berharap balasan cinta yang aku dapatkan, tapi ternyata ... sebuah kehancuran baru yang aku dapatkan. Aku sudah melakukan semua cara untuk mendapatkan Aditya, dari hal yang baik bahkan dengan hal yang memfitnah nya juga, Tapi hasilnya ... Aditya semakin jauh dariku, 'bathin Naura dengan mata sembab dan merah karena seringnya menangis.


'Tapi apa arti dari ucapan Yusuf, Bukankah ia sangat mencintai Karizza itu? Kenapa dia malah menyuruh ku untuk merebut gelar Ibu yang anakku ucapkan padanya ?Bukankah bagus jika Abidzar memanggil nya Ibu dan tidak mengenaliku, dengan begitu ... mereka akan menjadi Keluarga yang lengkap kan?' bathin Naura seraya mengusap bekas air matanya.


Malam telah berlalu, Semua insan melewati setiap waktu dengan takdirnya masing-masing. Raut wajah Aditya dan Aisyah terlihat berbeda pagi ini. Aditya yang merasa dirinya seakan baru mendapat kan kehidupan baru selalu menggenggam tangan Aisyah yang man Aisyah sedang menggendong Kenzo


"Aisyah, dengarkan ibu, Nak. Ujian dalam hidup itu beraneka ragam, begitu juga dengan kamu Aditya. Rumah tangga kalian baru saja melewati badai besar, tidak kemungkinan besar badai akan menimpa lagi, hanya saja ... kuatkan, sabar kan hati kalian, Jika masih bisa di perbaiki, maka perbaiki lah, Perceraian itu bukanlah jalan satu-satunya untuk menyelesaikan masalah, Aditya ... kau bukan hanya sumpah pada bibi tapi pada sang illahi" ucap Bibinya Aisyah memberikan nasehat pada pengantin lama namun masih baru cetak gol itu.


"Maafkan Aditya sebelumnya, Bi. Aditya benar-benar bodoh saat itu, Aditya akan setia selalu pada Aisyah " ucap Aditya seraya melihat kearah Aisyah.


"Baiklah, Kalau begitu kalian hati-hatilah, Salam kan pada keluargamu dan juga salam pada Nak Rian" ucap Bibinya Aisyah


"Baik, BI. bibi disini hati-hati juga dan jaga kesehatan, jika ada sesuatu yang terjadi, segera kabari kami" ucap Aisyah


"Tentu, Pergilah. Carilah kebahagiaan untuk kalian" ucap sang bibi


"B!eibi, kami akan kembali lagi" ucap Aditya


"Aditya, Bibi tahu ... kalian akan kembali lagi, Tapi ... jika kalian sudah bahagia di sana, janganlah kembali, buatlah Aisyah bahagia " ucap sang bibi seraya menatap Aisyah


Aisyah memeluk sang bibi dengan Kenzo dalam pelukannya

__ADS_1


"kalau begitu kami pamit dulu ya Bi ... Assalamualaikum " ucap Aditya dan Aisyah secara bersamaan


"Waalaikumsalam" jawab sang Bibi


"Kalau sudah sampai di kota, jangan lupa kabari bibi, Nak" ucap Sang bibi seraya mengantar kan mereka sampai ke depan. Terlihat mobil yang sudah menunggu Aditya dan Aisyah. Mobil Aditya yang di bawa oleh temannya yaitu Reno


"Assalamualaikum, Tante. Kenalkan aku adalah temannya Aditya yang super super perfeck," ucap Reno seraya mencium punggung tangan Bibinya Aisyah


"Waalaikumsalam, Nak. Gak masuk dulu ?"bajak Bibinya Aisyah


"Lain kali aja ya Tante, kami sedang terburu-buru, ada pasien yang sudah menunggu Aditya " ucap Reno


"Oh, Kalian hati-hati lah jangan terlalu cepat juga" ucap sang bibi seraya menatap Aisyah dan juga Kenzo.


Aisyah juga membalas tatapan sang Bibi saat ia susah berada di dalam mobil, Kacanya di turunkan, Aisyah melambaikan tangannya pada Bibinya


"Semoga tidak ad masalah lagi dalam rumah tangga kalian, Syah. semoga kau bahagia " ucap bibinya yang terus menatap hingga mobil yang ditumpangi Aisyah dan Aditya tidak terlihat oleh bibinya Aisyah.


*****


"kau yakin kalau Aisyah akan datang hari ini?"tanya Rosa pada Martha


"Ramdan yang mengatakan itu aku yakin anak itu tidak akan berbohong jika masalah Aisyah dan Aditya" ucap Martha seraya terus memasak makanan kesukaan Aditya dan juga Aisyah.


"Martha Aku tahu kamu, kau pura-pura bahagia untuk menyambut kedatangan mereka, sedangkan Mereka ingin hidup mandiri dan berpisah dengan kita, aku tahu perasaanmu Martha, kau begitu mencintai Aditya dan Aisyah, tapi percayalah itu yang terbaik untuk mereka" ucap Rossa yang mengerti akan perasaan Martha.


Martha tidak menjawab akan ucapan Rosa,Karena apa yang dikatakan Rosa itu benar,memang seharusnya aturan-aturan dalam keluarga ini sudah diubah, apalagi dengan zaman yang sekarang sudah serba modern,anak-anak sudah tidak ingin terkekang dengan aturan-aturan orang tua,mereka ingin hidup mandiri dan memiliki kebebasan, hanya saja sebagai orang tua selalu menginginkan yang terbaik untuk anaknya.

__ADS_1


*****


"Apakah Tuhan yakin ingin ke kampung terlebih dahulu?"tanya asisten Rian


"aku yakin, mencari tahu tentang anak Tuan Anwar itu juga penting bagiku, karena ... Biar bagaimanapun Tuan Anwar sangat berjasa dalam hidupku" ucap Ryan


"Seperti yang diceritakan nenek, anak Tuan Anwar diyakinkan masih hidup, karena sampai saat ini mereka tidak menemukan jasadnya bahkan tidak ada orang yang melihat jejak sedikitpun kematian anak itu, yang perlu kita cari tahu pertama adalah Pak Mandala,dia kunci satu-satunya agar kita bisa menemukan anak itu"ucap Rian seraya terus menatap arah jendela.


"Baiklah, Tuan. anak buah kita juga susah mencari tentang Tuan Mandala" ucap Assisten Rian.


"Aisyah dan Kenzo masih ada di jalan, berarti masih ada banyak waktu untuk kita mencari tahu berita tentang mereka secepatnya" ucapkan dengan terus menatap arah jendela.


*****


Bagaikan bunga harum mewangi, Namun ... jika layu di campakkan. Seperti bunga mawar, yang harum mewangi, semua orang akan memuji kecantikan nya.


'Tiada harganya diriku ini, apakah aku benar-benar bagaikan sampah di matamu, Dit?' bathin Naura yang kini ada di dalam mobil dengan Karizza di sampingnya. Sedangkan Yusuf ... ia duduk di depan dengan pak Sopir.


Karizza tersenyum melihat Naura yang melamun.


Karizza langsung melihat keluar Jendela. Berharap ... Naura akan seperti ini terus, linglung dan hanya berfikir tentang Aditya dan Aditya.


Tanpa di sadari, Mereka sudah sampai di Bandara.


"Naura, kita turun yuk,?" ucap Karizza menyadarkan lamunan Naura.


Naura yang terkejut dengan sentuhan tangan Karizza, tersadar akan lamunannya. Berusaha tersenyum pada Karizza.

__ADS_1


[Kamar itu seharusnya sudah selesai di buat seperti dahulu] pesan yang Yusuf kirimkan pada anak buah di kediamannya.


__ADS_2