Mengejar Mimpi

Mengejar Mimpi
Langkah awal


__ADS_3

Aku hanya orang biasa yang sering di panggil sayang (pengennya, hehe) yaa itulah sebutan orang-orang kepadaku.


Aku hanyalah anak biasa yang tumbuh dilingkungan keluarga sederhana, yang sedari kecil menginginkan sebuah cita-cita yang tinggi untuk membuat orang disekitarku bangga akan diriku.


yaa... semuanya berawal semenjak aku lulus SMK dan mulai mengenal yang namanya dunia nyata, dan benar saja banyak hal tak terduga yang terjadi setelahnya.


Dulu ku akui jika banyak kurang pengetahuan tentang dunia luar yang amat kejam, sehingga sempat membuatku hilang arah dalam mencari jati diri. Aku mencoba suatu tes untuk menjadi anggota TNI tapi sayangnya umurku belum memenuhi kriteria masih kurang beberapa bulan lagi baru bisa mengikuti tes tersebut.


Di tahap ini aku merasa patah semangat, sebab aku sudah sering berlatih waktu itu tapi saat itu aku bisa kembali semangat saat keluargaku selalu memberika semangat untuk mencoba kembali dilain waktu. sambil menunggu waktu tes selanjutnya aku sempat bekerja membantu "mbah" sebutan kami kepadanya, mbah ini adalah orang tua dari sahabat ibuku.

__ADS_1


Sebenarnya ada rasa takut untuk bekerja membantu mbah dirumahnya, sebab dia sudah orang lain bukan lagi keluarga yaa walaupun ibu dan anaknya itu bersahabat tapi tetap saja aku merasa takut. karena harus tinggal juga dirumahnya. Emang sih kerjanya cuma disuruh jagain warung gitu, tapi resikonya lumayan besar deh sebab disana semua barang dan uang dipercayakan kepadaku. Setelah aku bekerja disana semua dugaanku salah, mbah dan keluarganya benar-benar baik padaku.


Mereka memperlakukanku seperti anggota keluarga mereka sendiri. Setelah satu bulan bekerja disini aku mengetahui bahwa ada pembukaan pekerja kontrak disuatu perusahaan, aku iseng mencoba melamar disana. Ketika ingin melamar dan melengkapi berkas aku tak sengaja menghilangkan uang untuk belanja kebutuhan warung sebesar Rp. 700.000 waktu itu, nah pada saat ini aku tidak tahu ternyata uang itu dicuri dari bawah jok motor yang ak kendarai, sebab selama ini tak terpikirkan bahwa ada orang yang akan mencurinya.


Aku pun merasa sangat bersalah kepada mbah, dan baiknya mbah memaafkan semua kecerobohanku ini. Dan mulai saat itu juga aku mulai belajar teliti tentang apapun yang di amanahkan kepadaku. Mulai saat itu aku mendapatkan pelajaran bahwa segala sesuatu yang disepelekan akan sangat berarti jika sudah kehilangannya.


Dan pada saat itu aku bertekad akan membalas semua yang telah mbah berikan kepadaku selama ini, baik materi dan cerita-cerita nya dimasa mudanya dulu. Semua itu adalah pelajaran berharga bagiku. Pada saat akan pulang aku berpamitan sambil berterimakasih kepada mbah, sedih rasanya tapi aku harus melangkah untuk masa depan...


Setelah sampai dirumah aku mulai melakukan aktivitas seperti biasanya, hanya makan, tidur, berlatih, belajar psikotes, dan kadang menonton drama korea selama kurang lebih 3 bulan lamanya. Sebulan sebelum pendaftaran di buka aku mulai melengkapi berkas yang itu bagi sebagian orang ribet katanya, namun semua itu terlewati dengan banyak nya dukungan dari orang-orang terdekat dan orang-orang yang menyayangiku itulah yang membuatku semangat dan tidak merasakan lelah sedikit pun, yang ada semangat yang sangat membara pada saat itu.

__ADS_1


Dan akhirnya tibalah saatnya pembukaan untuk tes itu, aku memulai dari pendaftaran online saat itu akses internet di desaku agak susah karena dulu rumahku masih di desa yang lumayan jauh dari perkotaan, untuk melakukan pendaftaran online tersebut aku harus pergi ke desa tetangga yang mempunyai warung internet (warnet) yang waktu tempuh ke desa tersebut sekitar 15 menit dari desa ku. Hari itu aku melengkapi pendaftaran online dari tahap awal sampai akhir yang akan mendapatkan nomor amino untuk nomor saat tes nanti. Setelah mendapatkan nomor amino aku harus melakukan verifikasi berkas secara langsung ke panda masing-masing yang telah dipilih saat pendaftaran online kemarin dalam waktu yang telah ditentukan.


Nah sehari sebelum aku berangkat menuju panda tersebut untuk melakukan verifikasi berkas aku jatuh sakit selama kurang lebih 1 minggu tidak bisa bangun, sedangkan waktu untuk ku melakukan verifikasi tersebut hanya 1 minggu jika tidak melakukan verifikasi itu berarti pendaftaran hangus. Dan untuk ke dua kalinya aku kecewa lagi, pada saat itu aku menyadari apakah bukan disana jalanku lalu aku mengambil keputusan lain untuk berhenti dulu mengikuti tes tersebut sampai saatnya nanti tiba aku pasti akan melanjutkan perjalanan ini kembali.


Saat itu pada tahun yang sama ada lowongan pekerjaan dari teman kakak iparku, dan saat itu aku tidak tahu bahwa pekerjaannya itu seperti sales sistem nya. Saat itu aku pergi ke suatu daerah tempat perusahaan itu berada, waktu itu aku hanya terbuai akan indahnya dunia yang kacau balau tanpa memikirkan hal lain yang bisa mempengaruhi kehidupanku dimasa mendatang.


Selama kurang lebih satu tahun aku bekerja disana dengan banyal hal yang telah aku alami dan aku lakukan disana. Waktu itu aku tidak merasakan keganjilan disini tapi orang tua ku merasa aneh saat aku bekerja disana aku jadi tidak mementingkan keluargaku lagi, yang hanya aku pikirkan saat itu bekerja dan bekerja. Tanpa aku sadari ternyata aku dulu sangat bodoh bekerja disana aku tidak pernah di gaji saat bekerja disana dan uang yang dihasilkan itu yaa dari hasil kita berjualan sendiri.


Tapi entah mengapa dulu aku tetap bekerja disana dalam waktu yang lumayan lama. Disana katanya sistemnya akan naik terus sampai bisa jadi "manager" katanya dan aku percaya akan hal itu sebab dulu mereka selalu mengiming-imingi dengan hal yang menyenangkan, waktu terus berlalu dengan suka duka semua aku lewati disana (tapi bagiku banyak duka dari pada sukanya), banyak hal pahit yang aku alami, terlalu banyak air mata yang aku keluarkan saat disana terlalu banyak kecewa yang aku dapatkan disana, belum lagi tekanan dari berbagai pihak yang menuntutku untuk melakukan banyak hal.

__ADS_1


__ADS_2