
rendi sedang sibuk mempersiapkan dirinya untuk pergi kesekolah sedangkan leni duduk di meja makan untuk menunggu sarapan pagi selesai dan kedua orang tua mereka masing-masing belum keluar kamar karna masih pagi.
leni asyik memainkan hp barunya yang dibelikan kedua orang tuanya walaupun hal itu dia belum mengetahunya namun tetap saja mereka adalah orang tua kandungnya sahabat dari kedua irang tua rendi.
wira dan istrinya serta Riko dan istrinya menuju meja makan untuk sarapan seperti biasa dimeja makan mereka hanya melihat leni yang sedang santai menunggu sambil memainkan hpnya.
pagi leni, sapa jeni kepada leni putrinya dan duduk dikursi yang sebelahan dengan kursi leni diikuti suaminya wira duduk disebelah kursi leni sehingga leni ada ditengah-tengah mereka
pagi juga tante, leni membalas sapaan dengan senyum ramah dan pastinya perasaan aneh dan tanda tanya tidak luput dari pikiran leni dia merasa ada yang berbeda dari sikap kedua orang tua yang ada didepannya ini karna dia belum tahu klo dirinya adalah anak mereka jadi wajar saja dia
heran dan bertanya-tanya
rendi dimana leni apakah dia sudah bangun ? tanya yanti yang tidak melihat rendi dimeja makan sambil duduk dikursi yang berhadapan dengan jeni
sudah bangun tante, tapu taulah rendi itu orangnya berbeda dari cowok lain jawab leni simpel
maksud leni ? tanya jeni sedikit mengkerutkan keningnya tanda tidak mengerti maksud leni
biasanya perempuan yang paling lama klo siap-siap pergi tapi malah kebalik dia lebih lama dari aku jadi kemungkinan besar dia lagi menata riasan yang cukup tebal sebagai senjata untuk menggoda cewek-cewek disekolah, leni geli sendiri membayangkan ucapannya itu seakan-akan itu benar-benar rendi melakukannya
hahahhahahaah, suara tertawa memenuhi ruangan itu karna merasa lucu dengan kata-kata leni
leni merasakan pipinya ada tangan yang sedang mencubitnya dan langsung menoleh kearah tangan itu ternyata benar orang yang mencubitnya dan itu adalah rendi bukan hantunya
rendi sakit tau, leni pura-pura merengek kesakitan pada hal cubitan rendi gak sakit juga
ini hukumannya klo berani ngaduin aku yang nggak-gak sama mereka, rendi pergi duduk dikursi sebelahan dengan mamanya
kenapa kamu lama sekali rend, apa aja yang kamu lakukan diatas sana ? tanya riko kepada putranya
gak ngapa-ngapain pa hanya siap-siap saja, jawab rendi dengan memasang senyum kepada papanya itu takut kena omelan didepan tamu khususnya leni
rendi mestinya kamu harus bnyak belajar dari leni bukan hanya pintarnya tapi gaya hidupnya juga, masa perempuan lebih cepat dari pada kamu. ternyata harapan rendi untuk tidak kena omelan papanya tidak terkabulkan malah sebaliknya
ia rendi akan belajar lebih bnayak lagi dari leni, rendi memasang muka ngambek
semuanya menikamti sarapan hingga selesai.
sebelum rendi dan leni mau pamitan untuk pergi kesekolah wira dan jeni menasehati leni dan rendi supaya sekalah baik-baik
jeni dan wira bergantian memeluk leni karna hari ini mereka akan kembali kekota setelah bertemu dengan orang tua asuh leni.
rendi dan leni berpamitan untuk pergi kesekolah,
__ADS_1
baru saja mereka melangkah om wira memanggil leni untuk kembali berbailik
leni tunggu, panggil om wira tiba-tiba
ia om ada apa ? tanya leni sambil membalikkan tubuhnya yang membelakangi om wira
mungkin kita akan lama bertemu kembali, ini uang jajan untukmu selama satu bulan. om wira memberikan beberapa lembar uang kepada leni mungkin klo dihitung lebih dua juta
makasih om tapi ini jumlahnya banyak untuk uang jajan, tolak leni dengan sopan
terimalah ini gak seberapa om hanya punya uang tunai segini dan om memberikan ini supaya orang tuamu tidak lagi memberikan uang jajan kamu selama sebulan
makasih om, leni mengambil uang yang diberikan om wira kepadanya dan meletakan didalam dompet yang dibelikan tante jeni kepadanya setelah itu mereka kembali pamitan dan berangkat kesekolah
hemmmm, heni menghela napas berat karna leni sudah tidak ada bersamanya lagi pasti lama lagi untuk bisa bertemu dengan leni
mah pagi ini kita akan kerumah leni untyk mengantarkan semua barang-barangnya dan juga untuk bertemu dengan orang tuanya serta membicarakan sesuatu yang penting dengan mereka. wira menyampaikan kepada istrinya apa yang akan mereka lakukan sebelum kembali ke kota
jeni hanya menganggukan kepalanya dan mengikuti suaminya kekamar untu siap-siap ketemu orang yang mereka maksud.
tidak butuh waktu yang lama kurang lebih 30 menit setelah mereka berangkat dari rumah riko sahabatnya wira dan jeni istrinya sampai di depan sebuah rumah dan memarkirkan mobilnya sudah pastinya rumah kecil yang sederhana. wira dan jeni mengetok pintu rumah itu dan tak lama kemudian pemilik rumah itu membukakan pintu untuk mereka
selamat pagi kalian mencari siapa ? tanya seirang perempuan yang keluar dari rumah itu kepada wira
apakah benar ini rumah pak sofi ? tanya wira memperjelas alamat rumah yang diberikan oleh riko kepadanya
sambil mempersilahkan mereka masuk
ada perlu apa bapak mencari saya ? apakah saya mengenal bapak ? tanya pak sofia dengan sopan kepada wira sebagai tamu dirumahnya
sebelumnya kami minta maaf sudah mengganggu waktu bapak, kami datang kesini mau membicarakan hal penting kepada
pak sofi dan ibu ririn sebagai irang tua leni, wira mencoba menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan mereka kepada pak sofi
ada apa dengan anak kami, apakah dia buat kesalahan ? tanya pak sofi sedikit kuatir karna nama leni disebut pikirnya pasti ada masalah besar
leni tidak membuat kesalahan hanya saja kedatangan kami berhubungan dengan leni, jawab wira
maksud pak wira apa ? tolong langsung keintinya saja, pak sofi semakin kuatir terlihat dari ekspresinya
gini pak sofi kami sudah tau leni bukan anak bapak dan ibu, leni sebenarnya adalah... wira belum selesai bicara langsung dibantah oleh pak sofi
stop ! apa maksud pak wira leni adalah anak kami dan kami mencintai anak kami jadi bapak jangan sembarangan bicara. pak sofi sudah emosi sehingga nada suaranya naik
__ADS_1
maaf jika kami harus melakukannya, ini surat DNA yang kami lakukan terhadap leni dan itu membuktikan leni adalah putri kami yang hilang 14 tahun yang lalu, wira memberikan sebuah kertas kepada pak sofi
jadi maksud kedatangan kalian mau mengambil leni dari kami ? tanya ririn sebagai istri pak sofi
kami datang kesini bukan untuk mengambil leni dari kalian tetapi kami hanya memberitahukannya dan memberikan waktu kepada kalian untuk bersama leni hanya saja kami akan mengambil leni ketika dia sudah lukus SMK karna kami tidak bisa memberitahukan kepadanya bagaimanapun kami tau ini sulit bagi kalian menerima kenyataan ini apa lagi leni pasti sangat sulit jelas pak wira
sejunurnya kami tidak mau kehilangan leni dia sudah kami anggap sebagai anak kandung kami, walaupun begitu suatu saat pasti dia akan tau juga klo kami bukanlah orang tua kandungnya. sekarang kalian ada rencana apa tentang leni
kami mau ibu dan pak sofi memberitahukan kepada keni setelah ia selesai ujian akhir kelulusan kenyataannya bahwa kalian bukan orang tua kandungnya dan memberitahukan kepadanya bahwa kami orangtua kandungnya.
kami juga mau mengambil alih tanggung jawab terhadap leni sperti kebutuhannya dan juga keperluan sekolahnya serta uang jajannya pokoknya semua yang berhubungan dengan keperluan leni kami yang akan bertanggung jawab tetapi jangan dia mengetahui hal ini. saran wira kepada pak sofi
baiklah karna ini demi leni kami akan melakukan yang terbaik untuknya, tetapi jika dia bertanya apa yang harus kami lakukan karna dia tahu sendiri kondisi kami yang susah ini tiba-tiba berubah kami bisa mencukupkan kebutuhannya, pak sofi takut leni curiga terhadap.perubahan mereka
kalian tinggal mengatakannya bapak naik jabatan atau sedang banyak berkat mungkin itu cukup baginya, saran wira kepada pak sofi
klo soal naik jabatan gak mungkin karna saya kerja di pembangunan dan oendidikan saya juga rendah jadi gak mungkin naik jabatan
bapak bisa mengatakan kepadanya sedang banyak proyek yang bapak tangani jadi itu bonus bapak, wira memberi saran lain lagi yang masuk akal
menurut saya itu baru masuk akal untuknya, baiklah kami akan melakukan semampu kami sebagai orang tua leni hanya saja kami tidak bisa menjamin bisa meyakinkannya untuk bisa menerima kenyataan ini, pak sofi sedikit cemas dengan rencana mereka ini
tidak masalah pak sofi dan ibu bisa membantu kami menjaga leni itu sudah cukup dan kami sangat berterimakasih karna kalian memperlakukan anak kami dengan baik.
semenjak kami kehilangan leni kami sangat terpukul terutama istri saya ini. wira menjelaskan riwayat kehilangan leni sampai pada usaha pencarian yang mereka lakukan sampai pada titik terakhir mereka menyerah dan tidak melakukan pencarian putri mereka namun setelah dua tahun setelah mereka menyerah mencari tiba-tiba mereka mendapatkan informasi kembali tentang putri mereka itu padahal butuh puluhan tahun mereka mencarinya tetapi tak kunjung ada hasil.
sebenarnya kami pernah mendengar tentang informasi itu, namun kami sengaja tidak meberitahukannya karna kami takut dituduh menculik anak orang makanya kami merawat leni dengan baik sebagai tebusan atas kesalahan kami karna tidak berani mengembalikannya, istri pak sofi merasa bersalah dan meminta maaf kepada jeni istri pak wira
gak apa-apa kami beruntung leni ditemukan oleh orang baik sehingga leni tumbuh dengan baik, jawab jeni kepada ririn dengan penuh kelembutan
pak sofi dan ibu ririn kami berterimakasih kepada kalian karna membesarkan dan merawatnya dengan baim, disini ada sedikit uang 10 jt untuk biaya hidup anak-anak bapak dan leni, klo soal keperluan leni disekolah bapak gak usah mengeluarkan uang pribadi bapak kami akan kirim uang setiap bulan khusus biaya hidupnya. didalam mobil ada barang-barang leni yang kami belikan kami mau meletakkannya dimana ? tanya wira kepada pak sofi
itu kamar leni, dia punya kamar sendiri karena dia harus fokus belajar dan tidak diganggu oleh adik-adiknya, pak sofi menunjukkan kamar leni yang tidak jauh dari tempat duduk mereka hanya llima meter jauhnya
pak wira dan jeni istrinya mengantar semua barang-barang leni ke dalam kamar yang dituju pak sofi kepada mereka. betapa kagetnya mereka ketika melihat kamar leni yang kecil dan ditata rapi rak buku yang rapi dan itu suatu kebahagiaan buat mereka karna putri mereka diajar mandiri dan hidup rapi
setelah semua barang diletakkan dikamar wira dan jeni keluar
apakah leni selalu rapi seperti itu setiap hari ? tanya jeni penasaran kepada ririn ibu asuh leni
leni dari kecil sudah melakukan hal itu, dia tidak suka berantakan bahkan pernah dia menangis ketika tempat tidurnya diberantakin oleh adiknya, jawab ririn sambil tersenyum mengingat sikap lucu leni waktu kecil ketika ia mulai merapikan kamarnya
hahahaha, semua tertawa mendengar sikap lucu leni
__ADS_1
anak yang pintar, jawab jeni
setelah selesai membicarakan banyak hal kepada keluarga pak sofi, wira dan jeni pamit pulang karna harus balik kekota