Mengejar Mimpi

Mengejar Mimpi
Bab 37


__ADS_3

Terpaksa leni mengancam rendi lagi supaya dia minum air, Walapun sedikit penolakan leni berhasil membuat rendi banyak minum.


akan tetapi meski rendi berencana menyiksa leni tetapi akhirna mulutnya pelan-pelan menerima air yang disendokkan leni terus menerus ke dalam mulutnya,.


hingga sampai selesai, rendi tidak melepaska Leni begitu saja, rendi terus bermanja manja meskipun leni menunjukkan tanduknya kepada rendi bukti leni sudah geram melihat tingkah kekanak kanakan rendi.


leni sangat perhatian terhadap rendi sampai leni terus memyuruh rendi munim air supaya rendi cepat pulih.


"rendi kamu minum lagi ya biar kamu cepat bertenaga,?" saut leni


"Kamu taruh aja disitu nanti saya minum," jawab rendi dengan membelakangi leni.


"Baiklah, ketika saya kembali kamu harus sudah menghabiskan minumannya !.,


Leni pergi keluar membawah mangkok kosong untuk diletakkan didapur, Yanti yang melihatangkok kosong jadi sennag karn leni berhasiil membujuk rendi putranya. Dirinya tidak tau pengorbanan yang dilakukan leni leni yang begitu nekat yang dia tahu buburnya habis.


"Makasih ya leni, kamu sudah membantu tante. Kamu tinggal disini saja ya ? besok pagi kamu akan dianter sopir kesekolah". tante yante begitu senang.


"Maaf tante saya gak bisa, mama pasti tidak menguzinkannya," tolek leni penuh alasan


"Tante akan menghubungi orang tuamu minta ijin mereka, karna rendi harus makan lagi satu jam kedepan", bujuk yanti kepada leni


"Baik tante,"


leni tidak bisa menolak lagi dia dia hanya mengiakan permintaan tante yanti pada dirinya untuk tetap tinggal.


Karna jam makan siang, leni makan dirumah tante yanti sekaligus mengganti pakaiannya yang sudah tersedia dikamarnya seperti biasa.


Leni menjaga rendi sambil belajar,


Ketika sudah tiba waktu rendi untuk makan leni mengambil bubur untuk rendi. begitu seterusnya yang dilakukan leni terhadap rendi , setiap dua jam kedepannya. Rendi selalu nurut dengan perkataan leni apapun yang disuruh leni pasti dia lakukan


Kedatangan leni membuat dia semangat lagi dan tidak menyiksa dirinya dengan mengurung diri didalam kamar.

__ADS_1


Rendi memperhatikan leni yang sedang serius dengan bukunya,


"jujur aku gak bisa jauh dari kamu, dan aku gak mau dicuekin oleh kamu. rasanya seperti kehilangan harapan serta semangat untuk hidup, Aku harap kamu tetap disampingku ?". Batin rendi dalam hatinya


Leni yang merasa dirinya diperhatikan terus dari tadi oleh rendi fokus belajarnya jadi terbagi.


"Rendi kamu harus tidur, kata dokter kamu harus banyak istirahat biar cepat pulih tenaganya, nanti aku bangunin lagi klo sudah jam makan kamu."


Leni kembali fokus mengarahkan pandangannya kepada buku cetaknya.


Tak terasa sudah malam, leni kembali kekamarnya membasuh diri kurang lebih tiga puluh menit leni selesai. Ia keluar kamar bergabung dimeja makan karna tadi bi imah memanggilnya untuk makan karna dirinya sedang ditunggu oleh om dan tante yanti dimeja makan.


Dimeja makan orang tua rendi membangun pembicaraan yang hangat sehingga leni nyaman bersaam mereka.


"Leni tante minta tolong kamu untuk jagain rendi ya malam ini ?, Soalnya klo tante sama om dia gak mau"


"Ia tante saya akan rutin lihat dia dikamar," jawab leni dengan senyum penuh kepolosan


"Maksud tante kamu tidur dikarnya saja, biar kamu tidak mondar mandir, tante juga gak ijinkan kamu kecapean dan kekurangan jam tidur karna bolak balik kekamar kamu. Klo kamu tidur dikamar rendi maka, kamu hanya bangun ketika dia panggil kamu untuk membantunya". tante yanti penuh dengan rencana liciknya sebagai orang tua


"Baik tante saya akan tidur dikamar rendi malam ini".


Setelah selesai makan leni kembali kekamarnya untuk membawah bantal dan selimut mau tidur disofa yang ada di dalam kamar rendi


Rendi yang melihat leni masuk kedalam kamar membawah selimut dan juga bantal langsung menanyakan kenapa leni membawah itu semua


"Rend malam ini saya akan menjagamu jadi saya akan tidur disofa, klo ada perlu apa-apa kamu panggil aku aja ya ?"


Saran leni


"Leni kamu jangan tidur disofa itu terlalu jauh untuk saya minta tolong nantinya, tenaga aku belum cukup teriakin kamu disana lebih baik kamu tidur di sini saja biar aku tinggal bangunin kamu klo aku perlu bantuanmu". anak sama ibu sepertinya sama sama punya pikiran licik dalam mencari keuntungan hehehhe


"Baiklah saya akan tidur disampingmu jika kamu tidak merasa terganggu nantinya, mungkin tidurku cukup lasak". Leni memberitahukan sebelum nantinya rendi menyesal dan menyalahkan dirinya

__ADS_1


"Gak apa-apa, lagian kasurnya lumayan luas jadi saya bisa menghindari kamu ketika kamu mengganggu tidurku",. rendi sedikit terkekeh


Seperti biasanya rendi pasti selalu memanfaatkan situasi ketika leni ada disampinya.


Ia mendekatkan tubuhnya kepada leni dan memeluk leni pelan hingga dirinya juga terlelap tidur seperti leni.


Karna keduanya sama2 tidak sadar posisi tubuh leni sekarang membalas pelukan rendi terhadapnya sehingga tubuh mungilnya itu ada dalam pelukan tubuh rendi.


sungguh romantis posisi tubuh mereka berdua jika ada yang melihatnya pada mati rasa.


Tante yanti bangun melihat kondisi rendi dan leni.


"karna sudah jam tiga pasti mereka berdua sudah terlelap tidur", yanti bicara pada dirinya sendiri dengan gembira dan buru-buru masuk kamar rendi merasa rencananya berhasil


Memang benar apa yang dipikirkannya, ternyata rencananya berhasil ia melihat leni yang begitu diam dalam pelukan hangat putranya, ia begitu semangat dan mengambil satu gambar posis kedua anak muda didepannya.


"Saya harus menyimpannya, besok-besok aku tunjukin Kepadanya (rendi), mau lihat bagaimana ekspresinya".


Yanti keluar dari kamar rendi setelah ia sudah memastikan keadaan sesuai rencananya.


Keesokan paginya leni bangun dan melihat rendi ada disampingnya dan langsung menggerutu


"Ternyata anak ini yang tidurnya lasak sampai ia kesini". Leni melepaskan tangan rendi dari atas perutnya dan pergi kelamarnya untuk siap-siap sekolah.


Rendi ikut kebangun ketika leni bangun, ia menyusul bangun dan langsung kekamar mandi karna hari ini ia akan pergi sekolah.


"Rendi apakah kamu yakin kamu sudah bisa pergi kesekolah" ? Tanya yanti kepada putranya yang bargabung sarapan dengan mereka.


"Ia mah, rendi sudah sehat kok cuma rendi belum bisa bawah motor jadi suruh supir aja anter kami kesekolah". Jawab rendi


"Baiklah", "leni tante titip rendi sama kamu ya tolong perhatikan makan dan minumannya, Jangan biarkan dia melewatkan makan siangnya. Tante hanya bisa minta tolong sama kamu saja"


"Baik tante serahkan kepada saya, tante gak usah khawatir saya jamin makan siang rendi." Leni mencoba meyakinkan tante yanti supaya tidak kuatir lagi

__ADS_1


Keduanya berangkat kesekolah setelah menyelesaikan sarapannya dengan diantar oleh supir.


__ADS_2