Mengejar Mimpi

Mengejar Mimpi
bab 65


__ADS_3

vina tidak keberatan seperti biasanya, karna semua sesuai dengan rencananya. sinta melakukannya dengan baik, tanpa memberikan kecurigaan kepada Rendi.


" ngomongnya lain kali saja, aku ada urusan ! " sahut Rendi dengan muka penuh amarah. vina yang melihat ekspresi rendi, berteriak kemenangan dalam hatinya.


" ok, besok aja kita bicara ? " jawab vina penuh pengertian. rendi dan vina pergi meninggalkan tempat itu, dimaan Leni dan lorhad masih berada di situ.


lorhad melepaskan leni dari pelukannya dan memeriksa leni untuk memastikan klo leni tidak kebapa-kenapa. setelah lorhad sudah benar-benar memastikan kondisi leni, ia berbalik dan melihat siapa orang yang mendorang tubuhnya dari belakang.


" apakah kamu yang mendorong aku dari belakang ! " tanya lorhad dengan nada tinggi


" saya minta maaf, saya gak sengaja ? tadi saya terpeleset hampir jatuh. " jawab sinta takut melihat ekspresi marah lorhad kepadanya


" sekarang, kamu minta maaf kepada leni ! cepat !!! " bentak lorhad pada sinta


duduk di kursinya. rendi yang melihat leni semakin kesal karna leni tidak memberikan penjelasan, penyebab dia lama dari toilet.

__ADS_1


" rendi, rendii ! dari tadi bengong terus. vina bicara hal penting apa sama kamu ? " tanya Hans pada rendi.


" gak ada apa-apa ?, " jawab Rendi singkat


" klo gak ngomong apa-apa, kena sikap kamu berubah setelah selesai bicara berdua vina ? " Hans tanya lagi


" kamu gak usah kepo ! " rendi tidak menghiraukan pertanyaan Hans malah menatap leni dengan tatapan menginterogasi


" kenapa kamu lama ditoilet ? " tanya rendi mengintimidasi leni


" oh begitu, baguslah aku pikir kamu kenapa-kenapa di toilet ! " sahut Rrendi cuek


masih dengan perasaan marah


mereka berempat melanjutkan kegiatan game mereka dan juga diselipkan dengan pembicaraan-pembicaraan konyol sehingga membuat mereka tertawa bahagia.

__ADS_1


tak terasa acaranya sudah usai, satu persatu meninggalkan tempat itu. nita dan hans pamit duluan kepada leni dan rendi, sedangkan leni pergi menghampiri om Wira dan tante Jeni yang masih ngobrol dengan kepala sekolah beserta staf dan guru-guru. rendi menyusul leni dari belakang mengikuti leni meng hampiri om Wira dan tante jeni.


" om, saya pulang dulu ya ? soalnya sudah malam. " pamit leni dengan sopan


" kamu naik apa ? biar om dan tante anterin kamu ya. " ajak wira kepada leni penuh kuatir


" gak usah om, aku naik Taxi saja ? " tolak leni dengan sopan.


" ini sudah tengah malam, gak aman kamu naik Taxi, biar om dan tante anterin kamu ya ? " sahut Jeni yang sama kuatirnya dengan suaminya terhadap leni


" om dan tante gak usah kuatir, leni ikut aku saja, kebetulan saya bawah mobil kesini. " rendi angkat bicara mengambil alih.


" ya sudah klo kamu yang antar leni, om gak kuatir lagi, ya sudah kalian pulanglah dan hati-hati " wira mempercayakan leni kepada rendi, karna dia sudah mengenal rendi dengan baik.


keduanya meninggalkan tempat itu menuju parkiran dimana mobil Rendi terparkir. keduanya masuk kedalam mobil, rendi melajukan mobilnya dan meninggalkan gedung itu. diantara mereka berdua gak ada yang memulai angkat bicara, leni yang melihat situasi canggung diantara mereka, ia memilih untuk tidur kebetulan dia tubuhnya kecapean. rendi hanya melirik leni diam-diam, dirinya masih marah dan kesal terhadap leni atas apa yang dia saksikan tadi.

__ADS_1


__ADS_2