Mengejar Mimpi

Mengejar Mimpi
Fake Friend


__ADS_3

Kami kenal saat tes kesehatan untuk masuk ke kampus ini, awal perkenalan dia yang menyapa ku dengan akrab dan kami pun berkenalan sampai akhirnya perkenalan itu berlanjut di dunia maya kami saling bertukar informasi dan bercerita beberapa hal. Dulu aku kira dia memang bebar-benar teman yang baik, waktu berlalu lambat laun kami mulai menjadi akrab setelah tinggal di asrama dan tak di sangka kami pun satu kelas saat pembagian kelas kala itu. Kami dua orang tersolid di kelas bahkan mungkin di angkatan ini menurut kamu, saat itu kami mulai bercerita banyak hal mulai dari diri sendiri, keluarga, pacar dan hal-hal yang tidak penting lain nya. Semua kami ceritakan tidak ada yang di sembunyikan di antara kami.


Dia yang aku anggap wanita kuat kala itu, dia yang cantik dan wanita yang kuat sebab dia terlahir dari keluarga broken home yang kebanyakan dari mereka melarikan diri ke dunia yang gelap karena mereka kesepian dan kurang perhatian, tapi dia berbeda dia malah memilih masuk ke salah satu pesantren saat SMP dan melanjutkan ke salah satu MAN setelah itu. Dia selalu mengerti aku dulu, dia selalu mendengarkan semua keluh kesahku menuruti apapun yang aku mau, bagiku dia sosok sahabat terhebat disini.


Kebetulan dulu dia itu sangat pendiam dan baik menurutku cocok untuk ku jadikan teman dekat. Kami duduk beresebelahan, saling memberi tahu saat ujian datang, saling membantu bila ada masalah, mengobrol saat dosen yang membosankan memberikan materi, makan bersama di luar, jalan-jalan bersama saat pesiar, membuat onar bersama.


Saat itu dia menyukai salah satu teman sekelas kami tapi sayangnya lelaki itu berbeda agama dengan kami, dia selalu membicarakan lelaki itu. Tapi entah mengapa lelaki itu malah dekat dengan ku, yaa aku menganggapnya hanya teman biasa tak ada perasaan lebih. Aku dan lelaki itu sering bercerita, chat, dan bermain-main bersama entah dia suka atau tidak kepada ku dulu yang jelas aku tidak ada perasaan apa-apa terhadapnya. Tapi ternyata dia cemburu dengan kedekatan aku dengan lelaki itu padahal aku sudah menjelaskan bahwa aku tidak menyukai lelaki itu, kami hanya sekedar teman.


ahh.. rasanya ini adalah hal indah yang pernah kami lakukan bersama, susah dan senang, tangis dan tawa, rasa cemburu dan masih banyak lagi. Selama 3 bulan kami lewati bersama tanpa ada masalah. Setelah uas selesai kami pun mulai renggang dan mulai melepaskan diri masing-masing, setelah berjalan beberapa bulan barulah kelihatan seperti apa dia sebenarnya.

__ADS_1


Dia yang selalu ingin terlihat perfect di depanku, yang selalu mendapatkan perhatian lebih dariku membuat satu kesalahan yang fatal. Karena dia membatasi aku untuk berinteraksi dengan semua teman-temanku, padahal aku tak pernah sekali pun untuk membatasi dia berkomunikasi ataupun bertemu temannya. Saat itu jam bermalam dan kebetulan sahabatku saat SMK dulu adalah alumni di kampus ku ini dia sedang ada keperluan untuk acara UKOM besok harinya, sahabatku ini menghubungi aku dan ingin memberikan aku tumpangan ke rumah saat itu tapi dia malah melarang aku untuk menemui sahabatku ini. Saat itu dia berkata kepadaku "pilih dia atau aku?" aku pun terdiam sejenak untuk berpikir, tapi tanpa pikir panjang aku langsung beranjak pergi meninggalkannya untuk bermalam di rumah karena bagiku sikap nya ini sudah sangat keterlaluan.


Mulai saat itu kami sering bertengkar dan berkelahi padahal cuma gara-gara sepele. Kala itu dia lebih memilih teman yang lain dari pada aku, saat aku sedang sakit dia malah pergi ke salah satu mall bersama orang lain. Padahal waktu dia sakit dulu aku selalu ada bahkan 24 jam aku di samping nya dan merawatnya, tapi apa mau dikata kita tak pernah bisa menuntut seseorang untuk membalas apa yang pernah kita berikan atau yang kita lakukan.


Aku mulai perlahan menjauh dari nya, memulai semuanya sendiri lagi seperti awal dulu. Memang tidak mudah, memang berat tapi harus tetap di lakukan. Aku tak mau berteman dengan orang seperti dia, dia yang ternyata lebih mementingkan egonya tanpa memikirkan perasaanku, dia yang ingin selalu di mengerti tapi tak pernah mau mengerti tentang apapun yang aku katakan.


Berteman boleh dengan siapapun tapi ingat tidak untuk berteman baik apalagi sampai kejadian ini terulang kembali, kamu boleh berteman tapi jangan sampai terkekang, kamu boleh sayang tapi jangan sampai terbohongi, kamu boleh menceritakan tentang hidupmu tapi dengan orang yang tepat, kamu boleh melakukan banyak hal dengan orang yang menyayangimu.


Hidup kita bukan cuma tentang teman, hidup kita tentang segala hal yang ingin di capai. Jika kamu merasa bahwa temanmu ini akan membuatmu lebih buruk maka lebih baik akhiri lebih baik tidak mempunyai teman dari pada harus terkekang dan tertekan.

__ADS_1


Aku berharap di esok hari walaupun kita tidak menjadi teman baik lagi, ku harap kamu bisa menyimpan semua rahasia kita dan aku pun akan begitu jiak kamu bisa menjaganya. Ingat kita pernah bersama menghabiskan waktu dengan hal-hal bodoh yang tak penting, kita pernah bersama dalam segala hal baik susah ataupun senang.


Aku memang menyayangimu dulu, aku tak ingin kau terluka, tapi maaf inilah pilihanku sebab kamu lebih mementingkan egomu tanpa memikirkan perasaanku. Hidup harus terus berlajut, aku menjalani hari-hari sendiri tanpa ada nya teman dekat lagi dan hari beradaptasi kembali dengan lingkungan ini walaupun sudah lama tapi terasa asing karena dulu kami hanya sibuk menghabiskan waktu berdua.


Dan aku takkan mengusikmu jika kamu tak mengusikku lebih dulu, jangan jadikan rasa sayang kita menjadi boomerang bagi diri kita masing-masing di kemudian hari. Kamu lebih paham tentangku dan ku harap kamu tak lagi mencampuri segala urusan hidupku.


Aku tak bisa mempercayai siapapun lagi sejak itu, aku menikmati kesendiran ini yang perlahan nyaman akan hal itu.


i love you but i hate you more

__ADS_1


__ADS_2