
Banyak hal yang aku pelajari disini, yang tadinya aku tidak paham tentang obat jadi berangsur paham sekarang itu semu berkat banyak yang mengajari dan begitupun tentang sistem rumah sakit aku mulai paham juga, jadi tidak akan tersesat jika ada keluarga atau bahkan aku sendiri yang mengurus administrasi kalau ada saudara atau anggota keluarga yang lain masuk rumah sakit (tapi tolong di jauhkan yaallah, itu hanya perumpamaan saja).
Saat aku masuk kemarin rasanya rumah sakit ini baru beranjak dari sebuah klinik yang semuanya belum tertata rapih seperti sekarag, rasanya rumah sakit ini adalah milik kami bersama yang mana semua ikut berperan dalam membangun dan menata rumah sakit ini. Inlah mengapa aku tak pernah main-main terhadap pekerjaan ini, karena aku bahkan semua orang yang bekerja disini menganggap rumah sakit ini milik kami sendiri. Hanya saja yayasan yang sebagai pemilik aslinya, yang sebenarnya ini adalah milik kami bersama sebab dari awal berdiri kami semua berperan dalam membangun rumah sakit ini menjadi layak seperti sekarang.
Hari pun terus berganti dan aku tetap menikmati pekerjaan ini dengan sepenuh hati, sampai pada satu ketika aku merasa dibedakan oleh beberapa orang yang ada disana karena menganggap aku hanyalah anak kecil yang bodoh karena tidak setara dengan mereka yang telah mengenyam bangku kuliah katanya sih.
Walaupun aku telah banyak mendengar omongan mereka yang seperti itu aku pura-pura saja tidak tahu karena bagiku mereka terlalu sayang kepadaku sehingga mereka memperhatikan apapun yang aku lakukan.
Meskipun beberapa orang itu tak senang kepadaku aku tetap tak berubah sebab lebih banyak orang yang sayang terhadapku dari pada mereka yang tidak senang disini, dan untungnya lagi aku tidak satu ruangan dengan mereka itu. Teman-teman satu ruanganku ini sangat sayang kepadaku tidak seperti mereka itu.
__ADS_1
yaa.. disini langsung terpikirkan olehku untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih lagi agar tidak di anggap remeh lagi. Diam-diam aku mencari tahu dan menyiapan pemberkasan untuk menyambung kejenjang berikutnya tanpa sepengetahuan siapapun. Sampai tiba pada waktunya tibalah saat aku untuk mengundurkan diri dari rumah sakit itu karena aku telah diterima di salah satu politeknik kesehatan negeri. Sontak seluruh pegawai rumah sakit itu pun terkejut bukan kepalang karena selama aku bekerja alhamdulillah aku selalu gesit dan tak pernah berbuat kesalahan.
Sampai-sampai pihak rumah sakit spontan langsung ngin membiayai kuliah ku saat itu, tapi sayangnya aku harus tetap bekerja dan harus membagi waktu untuk kuliah. Dan juga kuliahnya di salah satu universitas swasta, sedangkan aku sudah di terima di politeknik negeri (gumam ku dalam hati). Saat itu aku berpikir betapa susahnya jika kuliah sambil bekerja dirumah sakit ini, belum lagi tekanan jika sedang banyak pekerjaan, Setelah berdiskusi bersama keluarga dan aku memutuskan untuk berhenti saja dari rumah sakit ini dan memilih untuk fokus kuliah di politeknik negeri itu tadi. Dengan berat hati direktur pun harus menyetujui keputusan yang aku ambil ini, Setelah aku mengajukan surat tersebut rupanya tak langsung di acc dan aku harus menunggu sampai satu minggu lamanya. Dan tak hentinya aku bersyukur karena tuhan selalu memberikan aku rezeki yang tak pernah terkira. Ku kira takkan mendapatkan pesangon jika mengundurkan diri seperti ini, eh malah dapatnya 2x lipat dari yang aku harapkan. Lumayanlah uangnya bisa buat beli kebutuhan kuliah dan perlengkapan asrama, yups benar aku melanjutkan kuliah keperawatan karena kuliah keperawatan ditempatku ini wajib asrama 1 tahun setelah itu boleh tinggal kembali di rumah.
Saat itu kurang lebih 1 tahun lamanya aku bekerja di rumah sakit ini sudah banyak hal yang aku pelajari dan dapatkan disini. Itung-itung ada bekal saat kuliah nanti pikirku, setidaknya aku paham akan dasar tentang obat-obatan dan sistem administrasinya.
Thank's and miss you guys
Doakan aku agar banyak mendapatkan ilmu dan bisa kembali berkumpul bersama kalian lagi yaaa...
__ADS_1
Aku bangga pernah menjadi bagian dari rumah sakit ini, mulai dari awal beranjak menjadi rumah sakit aku ikut berperan juga. Banyak hal yang telah aku dapatkan dan banyak pengalaman berharga yang telah dilalui, suka duka kami rasakan bersama tidak perorang. Semua yang pernah aku lakukan untuk rumah sakit ini semoga bisa membawa berkah bagi banyak orang nantinya.
Aku selalu berdoa agar bisa kembali menjadi bagian dari rumah sakit ini lagi agar bisa mengaplikasikan semua yang telah aku pelajari dan aku dapatkan selama kuliah nantinya, aku akan banyak bertanya kepada kakak-kakak yang ada disini saat aku kurang paham akan materi perkuliahanku. Sampai kapanpun aku akan tetap menjadi bagian dari kalian, walaupun raga ku tak disana tapi yakinlah semua yang aku lakukan sekarang masih untuk membanggakan kalian juga termasuk rumah sakit ini. Aku takkan pernah mengecewakan kalian yang telah mensupport aku untuk kembali melanjutkan sekolah ke jenjanh yang lebih tinggi, yakinlah aku akan bekerja keras. Aku pergi bukan hanya untuk bersenang-senang, tapi aku pergi untuk mencari lebih banyak ilmu untuk kita kembangkan bersama nantinya
Terima kasih untuk satu tahun yang sangat berharga ini, terima kasih untuk kasih sayang yang kalian berikan selama ini, terima kasih karena mengajarkan ku banyak hal tentang pendewasaan diri, semua yang pernah kalian berikan kepadaku akan selalu aku ingat dan aku berjanji untuk selalu membanggakan kalian tak akan pernah membuat kalian kecewa.
Takdir kita semua telah tuhan tentukan sejak dari kita lahir kedunia sampai nanti kita kembali lagi kepada-Nya, tinggal bagaimana cara kita menentukan takdir mana yang akan diambil, semuanya ada ditanganmu sendiri.
Jadi saat kamu gagal jangan pernag menyalahkan takdir sebab bukan takdir yang menjadikanmu gagal, tetapi dirimu sendiri yang membuat semuanya kacau. Entah itu karena pikiranmu yang pendek dan entah itu tentang hal lain semuanya ada di tanganmu, semua akan baik-baik saja saat kamu mencari takdir terbaikmu dengan cara yang baik tapi sebaliknya jika kamu mencari takdirmu dengan cara yang tidak baik maka yang kamu dapatkan hanyalah kesengsaraan yang tak akan pernah habisnya, dan itu akan kamu sesali selama hidupmu.
__ADS_1