Mengejar Mimpi

Mengejar Mimpi
Bab 67


__ADS_3

rendi yang sudah bangkit hasratnya dengan wangi di tubuh leni, di tambah handuk yang hanya melilit sedada dan setengah paha leni menjadi maniak seketika.


" rendi ?, hentikan ciuman kamu, pergi mandi sana ! entar kita terlambat loh !. " leni mencoba menghentikan gerakan tangan rendi di tubuhnya


rendi yang sudah terlanjur tidak terkontrol, ia tidak menghiraukan perkataan leni barusan malah melepaskan handuk yang terlilit di pinggangnya sehingga tinggal bokser dan menyeret leni kearah tempat tidur. " leni, kamu harus bertanggung jawab atas perbuatanmu sendiri ? " rendi dengan nada menggoda meminta pertanggung jawaban leni terhadap dirinya yang dibuat kehilangan akal.


" rendi, kamu jangan bercanda kek gini ! gak lucu tau ! " leni mulai kewalahan, lehernya terus dicium oleh rendi semakin penuh gairah apa lagi rendi menjatuhkan dirinya di atas kasir dan ditindih rendi dari atas. handuk leni hampir lepas lepas dari tubuhnya dibuay rendi ttp leni menarik kembali sehingga masih menutupi sedikit dadanya.


rendi yang tidak menghiraukan perkataan leni,


ia mulai reaksinya, mencium leher leni hingga selurub wajah leni hingga titik akhir di bibir leni. " oukhhh " suara dari leni yang dicium paksa oleh rendi sehingga leni dibuat sesak.


leni yang melihat rendi sudah benar benar tidak terkontrol lagi, apa lagi leni merasahkan sesuatu yang gerak gerak dibawahnya sangat keras. dengan sekuat tenaga ia mendorong rendi terus menerus, hingga akhirnya berhasil

__ADS_1


membuat rendi berhenti dari kegiatannya.


" rendi kamu sudah gila ya ? " bentak leni setelah dirinya selesai memperbaiki handuk ditubuhnya.


" maaf sayang, melihat kamu dekat begini aku tidak tahan untuk memiliki kamu seutuhnya. aku akan bertanggung jawab ?" jawab rendi sambil mengingat kejdian waktu di acara sekolah, ia tidak mau kehilangan leni.


" kali ini aku maafkan, lain kali gak akan ! " jawab leni jetek ( bagaimana pun aku yang salah dalam hal ini, aku yang membuat rendi hilang kendali ), batin leni.


rendi bangkit dari tempat tidur dan mencium kepala leni, baru beranjak kedalam kamar mandi. di dalam kamar mandi, rendi terus kepikiran dengan keanehan pada dirinya rasanya tidak mau jauh dari tubuh leni, bahkan hingga sekarang ini di dalam dirinya terus meronta ronta meminta sesuatu dari leni melebihi ciuman.


leni yang sudah


rapi, ia keluar kamar turun kelantai bawah menuju meja makan untuk sarapan.

__ADS_1


tak lama kemudian rendi menyusul untuk mkaan setelah dirinya sudah siap rapi rapi.


Riko dan istrinya sedang keluar kota urusan bisnis, dirumah cukup sepi. setelah sarapan leni dan rendi berangkat kesekolah, dipertengahan jalan rendi memulai membuka percakapan dengan leni yang sedari tadi dalam perjalanan diam tak ada satu katapun terucap dari mulutnya.


" leni,," panggil rendi.


" em" jawab leni hanya menggumam dari belakang rendi


" aku sungguh minta maaf, aku tahu perbuatan aku tadi itu bodoh dan melukai hatimu. " sahut rendi penuh rasa bersalah


" aku yang salah, karna aku keluar dari kamar mandi dengan tubu yang sedikit terekspos. setiap laki laki yang melihatku seperti tafi pasti tidak akan tahan dengan dirinya. jadi kamu jangan merasa bersalah lagi, aku juga bersalah intinya kedepan jangan begitu lagi, kamu hatus lebih bisa mengendalikan dirimu. " leni merasa dirinya yang pantas bersalah di situasi tadi


" makasih len, berarti sekarang kita sudah baikan kan ? " rendi masih ragu ragu dan memastikannya lagi dengan mengajukan pertanyaan

__ADS_1


" ia, lagian gak terlalu keterlaluan juga kok, karna saya sudah mencegah kamu. " leni menjawab singkat mencoba menyembunyikan rasa malunya atas kejadian tadi supaya rendi tidak merasa bersalah lagi.


" nanti makan siang bareng ya ? " ajak rendi penuh semangat. leni hanya memberikan respon bahwa ia menerima ajakan rendi.


__ADS_2