Mengejar Mimpi

Mengejar Mimpi
Bab 66


__ADS_3

tanpa sadar, mobil Rendi menuju arah rumahnya. dia lupa klo dia mengantar leni kerumahnya, setiba di depan rumah besarnya,


ia baru sadar setelah memarkirkan mobilnya di depan rumah.


" akhhhh, gara-gara pikiran kacau aku melupa mengantar leni ! " Rendi mengacak-acak rambutnya, merasa kesala sendiri dengan sikapnya. karn gak ada pilihan lain, terpaksa rendi harus menggendong leni kedalam rumah.


rumah rendi sepi, kedua orang tuanya sudah tidur, juga semua orang yang bekerja dirumahnya terkecuali supir dirmuhnya karna menunggu kepulangan rendi untuk membuka pagar.


Rendi menggendong leni kedalam kamarnya, karna kamar yang biasanya leni pakai dikunci.


rendi meletakkan leni dikasurnya dengan pelan-pelan, setelah itu ia membersihkan dirinya sebelum tidur.

__ADS_1


jam menunjukkan sudah jam satu malam, rendi membaringkan tubuhnya di tempat tidurnya setelah ia sudah selesai mengganti pakaiannya. Rendi menatap muka leni dalam-dalam, dia mendekatkan mukanya ke arah muka leni dan mengecup bibir leni. lagi-lagi rendi gak puas dengan satu kecupan dibibir leni, ia semakin gemas melihat leni tidur pules dan menginginkan lebih dari kecupan. Rendi mulai mencium bibir leni pelan-pelan, rendi yang semakin ketagihan dengan bibir leni tiba-tiba dikagetkan dengan respon leni terhadapnya dan berhenti mencium bibir leni. rendi membuka matanya dan melihat leni ternyata masih tidur, sepertinya leni tidak terbangun.


" ini anak tidurnya pules banget ? " rendi tersenyum melihat muka polos adem leni ketika tidur dan melanjutkan mencium bibir leni. ciuman demi ciuman yang rendi dibibir leni, tiba-tiba rendi ciuman rendi diresponi Leni tanpa sadar dengan kondisi tidur ( nigo ), dan itu membuat rendi semakin ketagihan dengan apa yang ciumannya, setelah leni tidak ada respon lagi rendi menghentikan ciumannya dan kembali menatap muka leni.


" good night babby ? " Rendi mengecup kening leni dan membaringkan dirinya disamping leni, ia tidur sambil memeluk leni.


ke esokan paginya, leni duluan bangun dari rendi. dirinya dibuat kaget ketika, dibepakang punggunggnya ada orang dengan tangan memeluk perut leni. leni dengan hati hati melepaskan tangan yang memeluknya dari belakang dan melihat wajah rendi yang masih tidur terlelap, " rendi ? kenapa aku bisa tidur diranjangnya rendi ya ?, biasanya aku tidur di kamar ku. " kepala leni dipenuhi pertanyaan conyol. sambil berusaha mengingat kejadian semalam, leni mengambil handuk dilemari rendi dan pergi kekamar mandi.


pintu kamar mandi berkali kali. leni itu tidak suka diganggu klo sedang dikamar mandi.


beberapa menit kemudian, leni keluar dari kamar mandi dengan lilitan handuk di tubuhnya.

__ADS_1


" apaan sih rend, kamu ngetuk pintu terus !! " leni emosi dan marah marah kepada rendi yang berdiri di samping pintu kamar mandi ketika ia keluar dari dalam kamar mandi.


" sorry ya, aku hanya mau ketoilet ? " rendi minta maaf dengan suara lembut kepada leni


" kan kamu bisa pergi kekamar mandi di bawah atau disebelah ! " leni makin marah dengan alasan rendi barusan


" aku malu klo turun pakai beginian, kamar sebelah terkunci dan gak tau kuncinya dimana ? maafin aku ya ?" rendi melangkah cepat kearah leni dan memeluk tubuh leni dari belakang " maafkan aku kali iniiiii saja, aku gak akan mengulanginya lagi " ucap rendi


kepada leni dalam pelukannya.


" ia !! " leni menjawab masih marah " sudah lepasin, kamu mandi sana ! " perintah leni

__ADS_1


" leni, kamu tau gak ? tubuhmu sangat wangi. aku gak bisa lepas dari dari pelukan ini, apa yang harus aku lakukan ? " rendi mencium leher leni satu satu sehingga membuat leni merasa geli dengan ciuman leni yang menelusuri lehenya dan seluruh punggungnya.


__ADS_2