Mengejar Mimpi

Mengejar Mimpi
Bab 34


__ADS_3

Rendi masih frustasi lagi-lagi dia buat leni semakin menjauh darinya semua karna dirinya yang gak bisa mengontrol diri. Tetapi leni bisa mengendalikan perasaannya dalam keadaan seperti ini dia tetap bisa fokus belajar mungkin karna dia tetap pada tujuannya untuk menjadi murid yang baik sehingga apapun masalah yang dihadapinya itu tidak akan mempengaruhi cara belajarnya.


Itulah perbedaan diantara mereka berdua semuanya disebabkan karna latar belakang yang berbeda dengan kondisi keluarga leni membuat dirinya terbentuk seperti sekarang ini begitupun dengan rendi menjadi yang sekarang ini karna pengaruh kondisi keluarganya.


-------------


Setelah selesai sarapan leni bersikap profesional sebagai seorang mentor rendi ia memisahkan masalah pribadi dan masalah pekerjaannya sehingga ia belajar bersama rendi dengan tenang.


Mungkin orang yang tidak mengenal leni pasti dibuat kebingungan dengan sikapnya itu seolah-olah tidak terjadi sesuatu diantara mereka. Keduanya belajar bersama walaupun rendi tetap gak fokus karna masih memikirkan kejadian semalam, rendi memperhatikan leni serius belajar dan bersikap seeprti biasa


Tak terasa sudah siang, mereka berdua fokus belajar khususnya leni karna tinggal beberapa hari lagi akan ikut LCC, bi imah mengetuk pintu kamar rendi memanggil keduanya untuk makan siang leni langsung beranjak dari tempat duduknya dan mengikuti bi imah begitu juga dengan rendi.


Keduanya menikmati makan siangnya masing-masing dengan suasana dingin dan itu membuat rendi sedikit terganggu


Leni saya minta maaf ya, aku sadar aku salah dan gak bisa mengontrol emosi saya, rendi angkat bicara mencoba memecahkan kesunyian diantara mereka berdua.


em Makanlah, saya gak suka diganggu ketika makan


Leni menjawab rendi dengan dingin

__ADS_1


Baiklah, dengan suara lemah rendi lanjut makan


------------


Leni kamu bisa marah kepada ku tetapi jangan mengabaikanku seperti ini aku benar-benar gak sanggup. Sahut rendi ditengah-tengah kegiatan belajar mereka


Jangan banyak bicar harus fokus belajar, jawab leni santai tanpa menoleh sedikitpun terhadap rendi


Aku gak bisa len, mungkin kamu bisa bersikap seperti itu merasa semuanya baik-baik saja tetapi aku gak bisa pikiranku terganggu sehingga membuat aku gak bisa fokus saya sudah berusaha semampuku tetapi aku gak bisa, rendi menatap leni berharap leni mau menyelesaikan masalah diantara mereka sehingga kondisi seperti ini tidak terjadi lagi


Jika kamu gak bisa fokus kamu boleh istrahat dulu, kamu bisa kembali jika kamu sudah merasa baikan dan bisa fokus. Leni tetap memberikan ekspresi datar


Karna semalam rendi gak bisa tidur dia langsung pules tidurnta pas tubuhnya rebah dikarpet.


Leni yang sudah pegal belajar menghentikan kegiatannya ia memandang rendi yang sudah tidur nyenyak disampingnya. Ia menatap muka rendi dan mengelus kepala rendi pelan supaya rendi tidak bangun. Leni mengambil bantal dan selimut mengenakan ditubuh rendi


Rendi yang sudah sadar sejak awal ketika leni mengelus kepalanya ia terus pura-pura tidur melihat leni mengangkat dan meletakkan bantak di kepalanya dan menyelimuti tubuhnya.


Leni melanjutkan belajarnya, beberapa menit kemudia dirinya merasa ngantuk ia berusaha bangkit dari kantuknya tetapi matanya tidak bisa diajak kompromi sehingga ia terpaksa membaringkan dirinya juga dikarpet bersama rendi.

__ADS_1


Dirinya yang begitu ngantuk leni langsung nyenyak tidurnya, rendi yang dari tadi diam-diam memperhatikan leni hingga terlelap ia mendekatkan dirinya disamping leni dan memeluk tubuh leni pelan supaya leni tidak bangun


Keduanya terlelap tidur tanpa disadari oleh mereka kedua orang tuanya sudah pulang, seperti basanya kedua orang tua rendi yang selalu memantau keadaan mereka berdua.


Kedua orang tua itu begitu kaget melihat keadaan putra mereka tertidur dikarpet berdua dengan leni dengan keadaan pelukan.


Pah, begitu senangnya melihat pemandangan seperti ini, bisik yanti kepada suaminya


Ia mah, mudah-mudahan hubungan mereka tetap baik ayo kita jangan membuat mereka bangun. Ajak Riko kepada istrinya


Beberapa jam kemudian leni tersadar dari tidurnya dan meraih hp di sampingnya ia melihat jarum jam menunjukkan sudah malam. Leni yang setengah sadar mencoba bangun tetapi badannya terasa berat, ia merasa tubuhnya susah bergerak karna belum sepenuhnya sadar dari tidurnya leni berpikir dirinya ditindih oleh makhluk halus, karna rasa ketakutan pada dirinya membuat kesadarannya kembali utuh dari kantuknya sehingga matanya jelas melihat dan menyadari dirinya sedang dalam pelukan rendi.


Ternyata bukan hantu hampir aja jantungku copot, batin leni dan berusaha melepaskan dirinya dari pelukan rendi, semakin ia berusaha melepaskan pelukan rendi tubuhnya semakin ditarik kembali kedalam pelukan rendi.


Apa-apan sih anak ini gak sadar-sadar dari tidurnya, batin leni dalam hatinya


leni mencoba lagi melepaskan tangan rendi dari tubuhnya.


Ehm,,,, jangan ganggu aku

__ADS_1


Aku masih mau tidur, tiba-tiba dengan suara berat rendi menarik leni semakin dalam dipelukannya dipikirnya guling


__ADS_2