
perjalanan dibandara.....
hari ini leni dan Wira beserta istrinya akan kekota asal leni, mereka bertiga naik jet pribadi yang dimiliki oleh Wira.
" leni,,, apakah kamu sudah siap sayang. sarapan dulu klo, biar kamu tidak masuk angin perjalaanan ? " teriak jeni dari meja makan
" lima menit lagi tante, " teriak leni dari dalam kamarnya dan mempercepat merapikan rambutnya. setelah selesai rapi-rapi, ia keluar dari kamar dan bergabung dimeja makan bersama Wira dan Jeni
" ehm, morning Kissnya gak ada nih ? Jeni berdehem ketika leni duduk dikursi setelah selesai menyapanya. leni mengerti maksud perkataan jeni dan segera bangkit dari duduknya dan mencium kedua pipi Jeni
" ummah, ummah ! kissnya sudah ? " leni kembali duduk. tiba-tiba Wira juga memberi kode cemburu ketika melihat leni hanya mencium istrinya
" nasib, nasib, diriku selalu diabaikan. selalu diperlakukan tidak adil, Jeni doang yang selalu beruntung mendapatkan Kiss ? andaikan ada yang memberikan morning Kiss juga kepadaku. ? " Wira ngoceh sambil memasang muka sedih. leni yang melihat Wira yang sedih, ia langsung menghampirinya memeluk dan mencium Wira.
" om jangan sedih, sini leni peluk dan kasih Morning Kiss, " ummahhhhh " ? " leni mencium kedua pipi Wira dan memeluk Wira erat layaknya sebagai orang tuanya. wira kembali membalas ciuman leni
" wah, saya dapat kiss dari leni. papa senang banget, maunya setiap hari dapat kiss dari leni. " Wira bahagia sekali melihat leni menciumnya, sesuai harapannya sebagai ayah yang selalu mendapat ciuman dari putrinya
__ADS_1
" ia pah, maunya seperti ini terus. betapa bahagianya kita jika mendapat kiss dari leni setiap harinya " tambah jeni penuh harapan sebagai ibu yang lainnya
" tenang aja, mulai sekarang saya akan selalu memberikan kiss kepada tante dan om. klo leni lupa, om dan tante bebas mencium leni kapan saja untuk mengingatkan leni. " melihat
wajah Jeni dan wira yang menunjukkan harapan besar memperoleh kasih sayang seorang putri, leni berjanji memenuhi harapan itu, baginya membalas kebaikan mereka berdua hanya dengan memenuhi kerinduan mereka terhadap putri mereka yang jauh dari mereka.
" benara ! ? " mereka berdua kompak setelah leni berjanji kepada mereka bersua.
" kamu jangan ingkar janji ya ?, tante dan om senang banget mendengarnya. " Jeni memastikan lagi dengan perkataan leni yang barusan mereka dengar
mereka bertiga pergi kebandara di antar oleh supir bribadi keluarga Wira, setiap orang yang melihat hubungan mereka bertiga selalu mengira hubungan meraka antara anak dan orang tua. ketika wira dan jeni mengajak leni menemani mereka menghadiri pesta rekan kerjanya, semua rekan kerja mereka mengira leni adalah anak mereka, bahkan teman-teman mereka terang-terangan memuji dan menyatakan didepan leni bahwa leni adalah anak Wira dan Jeni.
leni hanya merespon dengan senyum ketika dia mendengar pernyataan semua orang tentangnya. pikirnya mungkin karena om dan tante selalu memperlakukan dirinya seperti anak mereka sendiri didepan semua orang, jadi gak salah orang beranggapan demikian.
ditengah perjalanan mereka menuju bandara, mobil itu dipenuhi dengan canda dan tawa. entah karna leni sanggup memberikan kehangatan kepada kedua orang tua itu atau mungkin juga karna hubungan darah yang membuat hubungan mereka sehangat itu.
" leni, apakah kamu sudah memiliki rencana melanjut dimana setelah lulus SMA ? " tanya Wira dari depan yang duduk disamping supir
__ADS_1
" ehm... sudah om, bahkan dari SMP saya sudah memikirkan dimana saya harus kuliah. " leni menjawab pertanyaan Wira
" kamu rencananya kuliah di universitas mana ? " Wira melanjutkan bertanya penasaran
" saya juga kurng tau om universitas mana, intinya tujuannya di luar negri gitu. biar Tuhan yang ngatur semuanya, universitas manapun saya akan terima selama masih di luar negri. walaupun harapan saya di Amerika, tetapi kembali kepada pilihannya Tuhan. " leni memberitahukan tujuan kedepannya kepada Wira dan Jeni.
" apakah kamu tidak memiliki keinginan melanjut di sini negara ini ? " wira masih berusaha, supaya leni tidak melanjut diluar negri, hal itu berat baginya dan juga istrinya. mereka berdua tidak mau jauh lagi dari leni
" gak om, tetapi semuanya saya serahkan kepada Tuhan. banyak manusi merancang sesuatu, tetapi Tuhanlah yang menentukan. " jawab leni singkat
mendengar keputusan leni, Wira dan Jeni terdiam. belum bisa menerima keputusan yang dibuat leni, apa daya mereka belum bisa melarang leni kuliah diluar negri dengan status mereka saat ini.
*******
hay jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian para pembaca buat author ya ?
supaya authornya semakin semangat😊💪
__ADS_1