
ketiganya berjalan keluar dari dalam ruang wawancara, hingga mereka tiba ditempat dimana guru pembimbing leni menunggu.
Jeni mengajaknya pulang kerumah mereka. ketika leni dan yang lainnya yang bersama-sama leni sudah pergi naik mobil, zede dan Yoksan kebingungan menebak-nebak status leni.
" kamu tau gak leni bercerita tentang keluarganya kepadaku tadi sebelum mulai wawancara, kondisi keluarganya sangat tidak memungkinkan untuk bisa datang kesini.
kedua orang tuanya petani, bahkan dia sekolah di sekolah mahal itu karna beasiswa. pertama saya gak percaya dengan ucapannya, karna saya melihat semua barang yang dipakainya bukanlah barang biasa yang sanggup dibeli oleh orang biasa seperti dia. tetapi, saya jadi percaya ketika dia menunjukkan semua foto-foto keluarganya dan juga rumahnya. " Yoksan kebingingan sendiri
" rasanya aneh bagiku,. apa lagi kedua orang tua tadi itu, aku pikir mereka adalah orang tua leni." tambah Yoksan
" aku juga mikirnya begitu, dia bukan orang miskin tetapi orang kaya. tapi biarlah, itu urusannya dia, kita akan mengetahuinya apakah dia irang kaya apa tidak ketika kita jadi jalan-jalan. " jawab zede sambil mengajak Yoksan meninggalkan tempat itu.
situasi dirumah Wira dan Jeni...
ketika mobil terparkir di depan sebuah rumah yang besar, semua para pelayan menyambut tuan dan nyonya turun dari mobil.
bagi pak guru hal ini sangat mengejutkannya sehingga ia terheran dan kagum melihat sekelilingnya, bukan hanya mobil mewah dan rumah megah tetapi penuh dengan pelayan puluhan orang. melihat situasi yang cukup langka ini leni pasti dibuat kaget sama dengan pak gurunya, hanya saja leni tidak terlalu menunjukkan ekspresi seperti yang ditunjukkan pak guru.
Wira dan istrinya mempersilahkan pak guru dan leni masuk kedalam rumah bersama mereka, leni mengikuti dan tidak banyak bertanya. keadaan didalam rumah lebih megah lagi, interior rumah yang begitu mewah, menunjukan kesan pemiliknya.
leni dan pak guru duduk diruang tamu bersama dengan tuan rumah, pelayan rumah mengantarkan minuman dan juga buah untuk disajikan didepan meja, dimana leni dan pak guru duduk. sambil menikmati minum dan juga buah, mereka mulai berbincang satu dengan yang lain, mereka membahas tentang sekolah, inti utamanya adalah membahas kesuksesan kompetisi yang dimenangkan oleh leni. setelah berbinacang-bincang, leni diantar kesebuah kamar yang sudah disiapkan oleh tuan rumah untuknya.
sedangkan pak guru, masih berbincang-bincang dengan tuan rumah itu.
__ADS_1
jeni menghampiri leni di kamar...
" leni, ini kamar kamu. disana sudah disiapkan pakaian ganti, kamu mandi dulu baru kita akan pergi makan malam. ? jeni menyambut kedatangan keni dengan hangat
" makasih tante, saya akan pergi mandi sekarang. " leni tersenyum dan langsung pergi kekamar mandi
diruang tamu yang besar...
" bagaimana perkembangan sekolah ?" , tanya Wira kepada pak guru. lanjutnya lagi
" apakah ada masalah dalam sebulan ini ? Wira memastikan kondisi sekolah dengan baik
" semuanya baik pak, tidak ada yang perlu dikuatirkan sama sekali. " jawab pak guru seadanya
" bagus klo begitu, ! oh ia pak, kemungkinan besik bapak akan kembali besok sendirian besok karna leni tidak akan ikut pulang. leni akan disini selama seminggu bersama kami, saya sudah memberitahukan kepada kepala sikolah tentang hal ini.! Wira memberitahukan kepada pak guru bahwa leni akan tinggal supaya besok tidak terkejut.
" bapak tenang saja, hal itu gak perlu dikuatirkan. " dengan yakinnya Wira menganggap leni akan setuju tinggal seminggu dengan mereka.
setelah leni selesai mandi dan ganti baju, ia keluar untuk melihat lihat sekelilingnya. tetapi dia tidak menemukan sesuatu yang ia cari, " kenapa foto keluarga gak ada ya, ? bukannya biasanya, orang kaya selalu ada foto keluarga yang besar yang akan terpapar ditembok. " batin leni dalam hatinya sambil meneruskan niatnya mencari tau tentang keluarga itu yang terus membuatnya penasaran.
dari belakang Jeni memanggil leni, " leni.. kamu sudah selesai ?, ayo kita makan malam ?." ajak Jeni kepada leni
leni tersenyum, walaupun sebenarnya, dia sedikit dibuat kaget akan kedatangan Jeni dibelakangnya. " ia tan, saya sudah selesai ganti". leni mengikuti Jeni yang menuju keruang tamu
__ADS_1
pak guru dan leni sudah berkumpul bersama tuan rumah dimana mereka menginap malam ini, mereka memulai menikmati makan malam yang mewah, yang sudah dihidangkan oleh para pelayan sesuai arahan tuan rumah.
karna leni suka saefood, sudah pasti dia akan menikmati makanan yang ada didepannya itu tanpa ragu lagi.
Pak guru mengangkat bicara ditengah tengah makan malam mereka...
" leni, besok bapak akan kembali. kemungkinan besar, kamu tidak akan ikut bersama bapak. " pak guru memberitahukan keberangkatannya besok pagi kepada leni
" kenapa bisa begitu pak ?, apakah masih ada yang perlu saya urus ?, tanya leni bingung
" kepala sekolah mengizinkanmu berlibur selama seminggu disini, om sama tante yang akan bertanggung jawab terhadap kamu selama kamu disini. " Wira mengambil alih dan menjawab pertanyaan leni yang dilontarkan kepada pak guru
" soal libur aku sudah memikirkannya sebenarnya dan meminta izin kepada kepala sekolah, soalnya besok, saya ada kepergian juga bersama teman baru merayakan keberhasilan kami bertiga. tetapi untuk satu minggu,,, saya rasa itu terlalu lama diberikan kepada saya oleh kepala sekolah, saya gak bisa berlama lama disini saya hanya bisa tinggal dua atau tiga hari lagi disini. " jawab
leni
" gak apa-apa leni, kamu kan jarang libur. jadi nikmati aja dulu, kesempatan ini jangan sia-siakan. lagian, ada tante sama om disini, kami akan membawahmu jalan-jalan keliling kota, waktu tiga hari itu gak cukup untuk kamu. " dengan keahlian jeni dalam membujuk akhirnya leni mengiakan untuk tinggal satu minggu lagi dikota itu.
*****
hay semua, π salam hangat π dari author ya untuk pembaca setia Novel...
baca terus ya cerita pertama author dan jgn lupa untuk meninggalkan jejak supaya thornya semakin semangat. makasih juga buat kalian semua yang sudah memberi suport selama ini kepada author.
__ADS_1
doa author kalian sehat semua dan diberkati oleh Tuhan.βΊ
love you allπΉπππ