Mengejar Mimpi

Mengejar Mimpi
Bab 28


__ADS_3

vina,,, leni bentak vina sambil menghentakkan tangannya supaya lepas dari cengkraman tangan vina


ngapain kamu narik-narik aku begitu keras kamu mau cari masalah lagi, ha ? tanya leni kesal karna vina tidak bosan-bosannya gangguin hidupnya


dasar kamu perempuan penggoda ya, kamu beraninya merebut rendi dari aku, vina menarik rambut leni dengan keras hingga leni kesakitan dan tidak bisa bergerak melawan vina


vina tolong lepasin tanganmu dari rambutku, leni kesakitan pada kulit kepalanya


itu akibatnya klo kamu berani macam-macam sama sama ku, mulai sekarang saya peringati jauhi rendi klo gak kamu akan menyesal. ancam vina dan semakin kuat menarik rambut leni sehingga leni teriak kesakitan


plakkkk,,, tamparan tiba-tiba dipipi vina


aow, tangan vina lepas dari rambut leni karna menahan pipinya yang kesakitan kena tamparan.


kamu siapa ikut campur dengan urusanku. teriak vina yang belum kenal siapa orang yang sedang berhadapan dengannya


kamu gak perlu tau siapa saya, saya ingatkan kepada kamu jangan berani macam-macam dengan leni klo kamu ketahuan menindas dia maka kamu akan menyesal, orang itu memberi peringatan kepada vina


he ternyata kamu om-om yang dilayani oleh dia ya, bukan hanya dapat barang mewah juga tetapi perlindungan juga tetapi saya tidak takut akan hal itu malah hal ini akan membantu saya menendang dia keluar dari sekolah ini, vina menghunjuk leni dengan sinis.

__ADS_1


leni hanya terdiam walaupun dirinya dibuat kaget akan kedatangan orang itu


orang itu meraih hpnya dan menelpon seseorang. ketika terhubung kepada nomor tujuan ia memerintahkan supaya orang itu segera datang kelokasi dimana ia berada.


tidak menunggu waktu lama orang yang ditelpon oleh orang yang membantu leni tiba didepannya.


selamat datang pak Wira maaf saya gak tau klo bapak sudah sampai disini, sapa pak Tomi dengan ramah sebagai kepala sekolah


saya baru datang di sini dan saya sudah melihat sikap murid yang tidak sopan bahkan lebih parahnya dia menindas temannya dengan main tangan dan membeberkan rumor yang gak benar disekolah ini.


sekarang saya gak mau melihat dia disekolah ini perintah pak Wira.


gak apa-apa om, leni membalas dengan senyum


orang itu yang dipanggil om Wira oleh leni merangkul leni menuju kantor dan meinggalkan pak Tomi dan vina


setelah pak tomi melihat pak wira sudah masuk kantor baru ia berurusan dengan vina


vina kamu buat ulah apa lagi sekarang, tanya pak Tomi dengan penuh amarah karna dirinya merasa malu didepan pak Wira

__ADS_1


aku gak buat kesalahan apa-apa, vina mencoba membela dirinya


kamu jangan keras kepala, gak mungkin pak Wira bicara seperti itu tanpa dia lihat


semua itu karna leni, leni sudah menggoda om om itu makanya dia dibela


aisss, saya gak tau lagi apa yang harus saya lakukan untuk bisa mempertahankanmu disekolah ini, sekarang kamu gak ada kesempatan lagi kamu akan dikeluarkan dari sekolah ini. pak Tomi sudah menyerah


maksud paman apa ? masa hanya gara-gara ini paman keluarin aku dari sekolah ini


tanya vina gak percaya


vina bukan paman yang mengeluarkan kamu dari sekolah ini tetapi kamu sendiri, kamu berani cari gara-gara dengan Pak Wira orang itu tidak suka melihat murid yang melakukan tidakan kekerasa disekolah ini dan juga gara-gara sikapmu ini itu akan membahayakan nyawa kami semua guru-guru disini. pak Tomi benar-benar emosi kepada vina karna akibat perbuatannya itu bisa saja dia digeser dari jabatannya dan juga guru-guru lain


maksud paman apa ? gak mungkin orang itu mampu melakukan hal itu emang dia siapa berani ngancam sekolah ini, tanya vina masih dengan sombongnya


orang yang barusan menolong leni dia adalah pemilik sekolah ini dia bukan hanya bisa ngeluarin kamu dari sekolah ini tetapi kami semua guru jika berbuat kesalahan fatal kami bisa dipecat olehnya dia orang yang tidak toleran dengan siapapun yang berbuat kesalahan.


sekarang kamu jangan banyak bertanya lagi kamu persiapkan diri kamu menerima kenyataan bahwa kamu sudah dikeluarkan dari sekolah ini. pak Tomi meninggalkan vina yang mematung mendengarkan ucapannya menuju kantor menemui pak Wira

__ADS_1


gak mungkin, aku gak mungkin dikeluarkan dari sekolah ini. vina meraih hpnya dan segera menghubungi papanya


__ADS_2