Mengejar Mimpi

Mengejar Mimpi
Kamu


__ADS_3

Kebahagiaan tidak selalu tentang pacar kan? memiliki keluarga yang saling menyayangi dan hangat itu juga adalah kebahagiaan serta


memiliki seorang sahabat yang sudah seperti keluarga itu jauh lebih berharga dari pada mempunyai pacar yang tak dapat di percaya. yaa disini aku merasa bahagia bisa mengenal dirinya dan aku mulai menyadari bahwa tiap orang yang hilang dalam kehidupan kita akan di gantikan dengan orang yang baru dan mungkin orang baru ini lebih baik dari pada orang sebelumnya. Sebelumnya aku salah memilih teman dan malah menjerumuskan aku, semoga kali ini aku tak salah memilih lagi dan semoga dia adalah sahabat yang akan menemaniku hingga sukses kelak dan akan melewati masa sulit bersama. Aku berterima kasih saat kamu memilihku untuk menjadi sahabatmu dan aku bersyukur atas hadirnya kamu dalam hidupku.


Aku duduk di depan kelas sambil melihat beberapa orang menangis, aku melihatmu duduk bersama temanmu kala itu tapi aku tak berani untuk menyapamu. Aku tak mengenalmu dan kamu tak mengenalku, entah apa yang telah Tuhan rencanakan tiba di suatu hari saat kamu memposting waktu liburanmu bersama seorang teman dan aku memberanikan diri untuk menanyakan hal-hal yang menarik perhatianku kala itu, ku kira percakapan kita akan berakhir setelah itu. Namun kamu menjadi sangat care dan peduli terhadapku, dalam pikiranku aku takut untuk memulai persahabatan dan takut untuk mempercayai orang lagi dalam lingkungan kampus ini dan aku pun tak berharap banyak padamu waktu itu. Yaa benar dia adalah orang yang aku lihat menangis dengan beberapa temannya saat pembagian nilai kemarin, jujur saja saat melihatmu kemarin aku bertanya-tanya dalam hati mengapa nilaimu bisa jelek padahal kamu berusah mati-matian dalam belajar.


Pertemuan yang tak pernah di harapkan namun bisa sangat berkesan, saat itu kamu sedang bersedih sebab tiba-tiba di jauhi oleh teman dekatmu yang kamu ajak berlibur tanpa tahu apa alasan dia berbuat seperti itu, dan aku masih juga terlihat sedih akibat kejadian dengan teman palsu yang sangat tidak tahu malu itu. Kamu yang memberanikan diri untuk terus mendekat kepadaku dan menanyakan banyak hal kepadaku perihal mengapa aku tak lagi dekat dengan orang itu (penghianat), aku hanya menjawab tidak apa-apa kok cuma bosan saja, pengen cari teman yang benar-benar teman bukan malah cari musuh hehe begitulah jawaban aku dulu.


Hari-hari berlalu, kamu yang terus berusaha mengembalikan kepercayaanku dengan terus peduli kepadaku, ternyata memang benar adalah orang baik. Dan di saat itu aku tak berharap banyak, aku tak ingin mempunyai teman dekat dalam kampus ini lagi aku hanya menghargai kepedulianmu saja.


Hari ini adalah hari ulang tahunku, tak ku sangka kamu memberiku ucapan dan doa serta kejutan juga. Ku kira kamu bermain-main dengan ucapanmu yang akan memberikanku kue sebelum hari ulang tahunku ini, dalam hatiku tak pernah berharap agar kamu melakukan ini sebab kita tak dekat. Sejak hari perayaan ulang tahun itu kita menjadi dekat dan akrab, kamu ingin sekali main ke rumahku dan menginap disana namun aku tetap dengan ketakutanku akibat penghianat itu. Aku selalu menolakmu aku selalu banyak alasan saat kamu meminta untuk diajak kerumah, sampai akhirnya aku luluh juga dengan kesabaranmu dan aku mengajakmu untuk pulang kerumahku dan mengenalkan kamu dengan keluargaku walaupun kamu sudah aku kenalkan kepada keluargaku aku tetap belum bisa percaya 100% terhadapmu. Kamu dengan bigitu cepatnya akrab dengan adikku dan begitu juga ibuku, itu membuatmu terlihat berbeda dari dia (penghianat), kamu care dengan keluargaku, selama 2 malam kamu tinggal disini rasanya semua yang ada dirumah telah beradaptasi denganmu.


Sempai pernah pada suatu ketika keluarga ku mengadakan acara aqiqah untuk 2 keponakanku yang mereka semua akrab denganmu, padahal pada hari itu kita sedang bertengkar tapi ayahku malah menyuruhku untuk mengajakmu pada acara itu. Akupun harus bisa membujukmu dan menurunkan ego ku pada hari itu sampai akhirnya kamu mau untuk aku ajak kesana yang jaraknya sekitar 1 jam dari rumahku, sebab acaranya di adakan di rumah kakakku di desa sana. Kata orang tuaku kami akan menginap dan besok pagi baru pulang, tanpa pikir panjang pada pagi itu kita langsung mandi dan bersiap2 untuk pergi kesana menggunakan motor yang biasa kita pakai sehari-hari. Rasanya hari itu hilang semua masalah saat kamu duduk di belakangku dan kita menikmati tiap jalan yang kita lewati, dengan hamparan pegunungan yang sejuk hati kami langsung berubah seketika itu dan kami mulai bercanda lagi di atas motor itu dan melupakan masalah yang sedang menerpa kami. Setibanya di rumah kakak ku kami langsung beristirahat dan tak lama kemudian kami keluar untuk makan karena jam makan siang sudah tiba, setelah selesai makan kamipun istirahat lagi di kamar hehe sebab sudah banyak orang yang membantu untuk keperluan aqiqah itu, setelah kami bangun tidur di sore itu kami hanya menyiapkan bendera dan wewangian untuk di berikan kepada undangan yang hadir nantinya. ahh sungguh hari yang lumayan melelahkan, namun menyenangkan juga. Setelah acara berlangsung pada malam itu tiba-tiba orang tuaku berkata bahwa malam ini juga kita akan pulang, sontak kamipun terkejut dan akhirnya kami pulang dengan mobil kakakku sedangkan motorku kakakku yang membawakannya untuk pulang kerumah. Kamu yang pada hari itu kali pertama aku ajak berkumpul dalam acara keluargaku langsung akrab dengan mereka semua, dan semua anggota keluargaku pun sangat sayang terhadapmu seperti kamu adalah anggota keluarga kami yang sungguhan. Hari terus berlalu dan kita semakin akrab dan kamu semakin sering menginap di rumah ini, itu membuat kita dan kamu menjadi akrab dengan semua anggota keluargaku. Bertambah satu lagi anggota keluarga itu ucapku dalam hati saat itu.


Waktu terus berlalu sampai tiba saatnya kita untuk UTS dan kamu seketika menangis di hadapanku dan menceritakan betapa susahnya kamu belajar pada semester lalu namun tetap mendapatkan nilai yang jelek, dan aku hanya terdiam melihatmu berkata seperti itu aku berusaha mencari cara dan memutar otak agar kamu berhenti menangis dan tetap semangat belajar kala itu sampai dalam hatiku bertekad akan membantu menaikkan nilaimu yang jelek itu, kamu berhenti menangis saat aku mengatakan "sudah jangan menangis lagi, kita belajar sama-sama ya. Aku akan membantumu mendapatkan nilai yang bagus, kita berjuang sama-sama ya" itu yang aku katakan kepadanya. Dan selang beberapa jam kami mulai menghabiskan waktu belajar sampai tengah malam bersama di kamarku (di asrama) sampai akhirnya kita kelelahan dan tidur bersamaan, ini adalah belajar bersama kali pertama yang kami lakukan.


Waktu terus berlalu dan terus berjalan ke depan, aku yang perlahan mulai membuka diri dan dia pun banyak menceritakan tentang dirinya serta masa lalunya juga. Hari-hariku perlahan menjadi ceria lagi, tapi aku hanya manjadi ceria di depan dia saja tidak dengan orang lain. Sebab aku percaya dengan dirinya saja, tidak dengan yang lain. Perlahan rasa sayang seperti keluarga pun mulai timbul, dia yang sedari awal dekat memang sudah menyayangi aku. Bukan aku membual tapi memang kenyataannya bahwa dia memang sayang terhadapku dari sejak awal kami dekat, sedangkan aku baru beberapa hari belakangan ini menyayanginya.

__ADS_1


Sekarang kami mulai berkeluh kesah satu sama lain, saling perduli satu sama lain, aku merasakan seperti memiliki saudara kembar yang dimanapun aku berada akan selalu ada dia, perlahan aku membantunya memperbaiki nilai dan mengajarkan beberapa hal yang belum dia ketahui, dia yang selalu terbuka, dia yang selalu ceria, dia yang selalu cerewet tentang banyak hal yang aku lakukan. Tibalah saat UAS pada semester ini, sama seperti UTS kemarin dia mulai menangis lagi, mulai takut lagi dan aku mencoba untuk membangkitkannya dan membuat dia semangat lagi, dan lagi-lagi itu berhasil membuatnya semangat belajar. Hingga saat pembagian nilai dan ternyata nilainya masih tetap kecil diluar dari dia dan aku harapkan, di titik ini aku benar-benar sedih mengetahui ini, rasanya sia-sia saja, aku merasa malu akan diriku sendiri. Sedangkan nilaiku tetap sama seperti biasa masih cukup memuaskan, perasaanku bercampur aduk saat itu aku merasa tidak enak terhadap dia yang nilainya tidak sesuai dengan apa yang sudah kami lakukan.


Waktunya kami untuk dinas/praktek lapangan tiba, kami berdua yang berbeda kelas sangat susah untuk menyamakan jadwal dinas sebab kami dinas di tempat yang berbeda, dengan keterbatasan waktu kami untuk bertemu saat itu kami tetap menjalin komunikasi yang baik dan walau hanya bertemu saat tidur atau malah tidak bisa bertemu seharianpun rasanya tetap sama tak ada yang berubah dari kami. Saat dinas ini kami menyelesaikan semua laporan dengan sempurna, kamu yang baru kali ini sangat terkejut dengan semua hal yang harus di lakukan dan aku hanya bisa membantumu sedikit aku tak bisa berbuat banyak sebab posisiku saat ini sama saja seperti kamu yang membedakan kita hanya pengalaman saja


Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di waktu mendatang, dan benar saja kali ini adalah kali ke 2 kita mendapatkan pembagian nilai semester. Betapa bahagianya kamu mengetahui bahwa nilaimu naik dan menjadi memuaskan, begitupun dengan aku yang tak hentinya memuji kerja kerasmu selama ini. Hari itu adalah hari yang paling bahagia bagi kami sebab apa yang kami inginkan benar terwujud, ternyata tak sia-sia selama ini keeja keras dan usaha kami terutama semangat dia untuk mengubah nilainya menjadi lebih besar.


Aku berharap dia takkan pernah berubah walaupun suatu saat nanti dia ataupun aku kelak sudah mempunyai pacar masing-masing, Ku harap kami bisa tetap kompak seperti sekarang. Dan semoga apapun yanh terjadi di depan sana dia tak meninggalkan aku dan tidak memfitnahku seperti yang telah terjadi dulu.


Pada tahun yang sama aku pernah mengalami sakit yang cukup memprihatinkan, ada gumpalan semacam tumor di kepalaku yang menyebabkan aku sering mengalami sakit kepala, susah tidur, dan tidak nafsu makan. Sebelum aku periksa ke dokter aku kira aku baik-baik saja, mungkin hanya kecapekan pikirku dalam hati, namun saat aku mimisan dan aku sering sekali mengalami sakit kepala aku mulai curiga. yaa benar saja ada tumor di kepalaku itu yang menyebabkan sakit kepala yang begitu sakitnya ini, aku yang memeriksakan diri sendiri tanpa membari tahu orang tuaku karena aku takut menambah beban pikiran mereka. Saat aku memberi tahumu bahwa ada tumor kecil di kepalaku, kamu langsung meneteskan air mata dan langsung memelukku dan berkata "kamu akan baik-baik saja, kamu pasti sembuh" aku yang saat itu sedang stress saat mengetahui bahwa ada tumor itu hanya terdiam dan menangis sambil memelukmu. Dan katamu lagi "kita akan sama-sama melewatinya dan kita akan berobat nantinya" itu adalah ucapan yang kamu bilang kepadaku saat itu, apakah kamu ingat?


Tempatku mengadu hanya pada kamu, kamu mengetahui segala tentang penyakitku ini dan kamu dengan telatennya merawat dan menjaga ku agar tak terjadi suatu hal yang mengerikan padaku. Dulu aku sempat tak sadarkan diri selamaa kurang lebih satu jam pada tengah malam, kamu dan seorang teman di kamar (asrama) rela menunggui aku sampai sadar dan rela todak tidur semalaman demi aku. Jika di pikir-pikir dan di ceritakan semuanya takkan pernah habisnya aku bersyukur dan berhutang budi kepadamu, saat aku sakit ini kurang lebih 3 bulan lamanya kamu sangat telaten dalam mengingatkan aku makan dan meminum obat. Rasanya kamu menjadi ibu keduakunsetelah ibu kandungku, kamu yang dulu rela menunggu aku tidur terlebih dahulu barulah kamu tidur, kamu rela mengurusi aku yang sedang sakit sampai tengah malam, dan kamu rela menemaniku serta berusaha mengurangi rasa sakitku saat kepalaku benar-benar sakit dan aku tak bisa tidur. Setelah 3 bulan penuh aku minum obat dan selalu makan dengan teratur akhirnya aku sembuh, walaupun masih dalam pengawasan dan banyak pantangan untuk makanan yang tidak boleh di makan.


Hari ini adalah hari terakhir aku konsul dengan dokterku, sebab waktu terakhir aku rongent tumor itu sudah tidaj ada lagi di kepalaku aku senang saat itu dan tak sabar memberi tahukan kabar baik ini kepadamu. Dan lagi-lagi kamu menangis saat aku memberi tahu bahwa aku sembuh dan tumorku dinyatakan hilang kali ini tangis bahagia katamu, walaupun aku masih harus tetap meminum beberapa vitamin dan masih butuh banyak istirahat. Selama 3 bulan aku sakit, hanya kamu yang tahu dan hanya ada kamu yang mengurus semuanya. Aku sangat berterima kasih karena Tuhan telah mengirimkan kamu untuk aku, dan aku tak kan pernah bisa sembuh seperti sekarang jika kamu tak telaten dalam mengurusku waktu itu.


Seketika aku berpikir lagi, bagaimana jika dia tak ada dalam hidupku? apakah aku bisa sembuh seperti sekarang, apakah aku mampu menyemangati diriku sendiri. Jawabannya, pasti aku takkan sanggup menopang ini sendirian, jika tidak ada dia tak akan ada semangat aku untuk sembuh, jika tidak ada dia mungkin aku sering lupa meminum obat, jika tidak ada dia mungkin aku tak akan makan tepat waktu, jika tidak ada dia waktu istirahatku pasti akan sangat kurang dan jika tidak ada dia mungkin aku sudah kalah dengan penyakit itu, mungkin aku sekarang sembuh karena kamu ingin aku sembuh bukan karena aku benar-benar sembuh.


Terima kasih atas waktumu selama ini, terima kasih selalu ada, terima kasih sudah meluangkan waktumu untuk merawatku, terima kasih untuk semua yang pernah kamu lakukan, terima kasih telah menjadi sahabat, teman, adik, kakak, musuh, ibu, dan kamu segalanya bagiku. Maafkan aku jika aku banyak egois terhadapmu, maafkan aku banyak merepotkanmu, maafkan aku atas segala kesulitan yang kamu alami gara-gara aku. Kuharap persaudaraan dan persahabatan ini akan berjalan lama aku ingin menghabiskan banyak waktu bersamamu, aku ingin kita sama-sama sukses nantinya, aku ingin mewujudkan semua hal yang telah kita rencanakan bersama itu.

__ADS_1


Semoga Allah memberiku banyak waktu untuk membuat orang yang sayang terhadapku bangga akan diriku ini termasuk kamu, aku ingin kamu bangga memiliki sahabat seperti aku. Tapi jika di masa depan aku tak bisa untuk hidup lebih lama bersama kalian terutama kamu, ku harap kamu bisa tegar menerima semua itu sebab dokter berkata tumor ini memang hilang, tapi sewaktu-waktu bisa kembali dan mungkin lebih parah dari pada ini. Semoga doamu untuk kesembuhanku di kabulkan oleh Allah.


Setelah sembuh dari tumor, lagi-lagi kita mendapat ujian. Saat itu aku mengantarmu pulang ke asrama dan waktu di jalan pulang aku tak sengaja terjatuh akibat hujan dan jalanan licin sekali dan kepalaku terbentur cukup kuat ke aspal pada malam itu. Aku yang saat itu menganggap hal ini biasa dengan santainya kembali kerumah tapi setelah seminggu berlalu aku tiba-tiba pingsan tak sadarkan diri dan saat bangun aku tak mengingat apapun selain dari tahun 2015, bahkan aku tak mengingatmu, kamu yang mendengar bahwa aku tak mengingatmu langsung menangis, kamu kira aku akan sembuh setelah beberapa jam tapi sayangnya aku tak kunjung sembuh, kamu bingung mau melakukan apa. Akhirnya kamu mengantarkan aku pulang kerumah lalu memberi tahu orang tuaku bahwa saat di kampus aku pingsan tak sadarkan diri lalu aku hilang ingatan. Saat aku lupa ini lumayan lama yaitu 2 hari kamu mengajak aku ke rumah sakit tempat aku bekerja dulu, benar saja semua isi rumah sakit itu histeris melihat keadaan aku yang seperti ini. Aku tak mengenali mereka, saat itu aku konsul dengan salah satu dokter yang ada disana dan kamu menemaniku saat itu yang pada akhirnya dokter itu meresepkan obat penenang dan memberikan aku surah izin agar aku beristirahat di rumah selama 3 hari. Selama aku di beri izin untuk beristirahat itu kamu selalu datang ke rumahku dan mencoba mengingatkan aku akan kenangan kita saat kita bersama, tapi aku tetap saja belum mengingatmu dan aku anggap semua omonganmu itu hanyalah candaan semata sebab aku merasa kita tak sedekat seperti yang kamu bicaran. Setelah meminum obat itu secara rutin Akhirnya pada hari ke 3 aku perlahan ingat tentang kamu walaupun belum selurunya aku ingat tentang kita. Saat aku perlahan ingat kamu pura-pura marah dan berkata kepadaku "selama kamu lupa ingatan aku jadi tak semangat untuk berbuat apapun, mandi lupa pakai sabun, tidak nafsu makan, dan tidurpun aku tak nyenyak" dan aku hanya berkata "maafkan aku" tapi sekarang aku sudah ingat jadi jangan sedih lagi. Dan kamu langsung memelukku sambil berkata "jangan lupakan aku lagi dan mulai sekarang kamu harus banyak hati-hati lagi dengan tindakanmu agar tak terjadi apa-apa lagi".


Sedangkan si penghianat, mengetahui aku lupa ingatan dia seolah mengejekku dan seolah tak percaya bahwa aku benar-benar lupa ingatan. Mungkin bagi sebagian orang ini hanyalah bohongan, tapi ini benar-benar terjadi padaku. Entah apa penyebab yang sebenarnya sampai aku bisa hilang ingatan seperti ini.


Satu hal yang harus kamu tahu bahwa aku sangat menyanyangi kamu seperti diriku sendiri, kamu berharga bagiku, kamu sangat baik, dan sudah banyak hal yang kita lewati bersama mulai dari perbaikan nilai untukmu, saat aku sakit, dan saat aku hilang ingatan, sampai semua hal yang tak penting telah kita lewati. Semoga kamu tak melupakan semua ini nantinya.


Kita berencana untuk sukses, kita berencana untuk bekerja bersama, merantau bersama, bahkan kamu ingin kita memiliki rumah yang bersebelahan katamu biar kamu tidak kesepian dan kita tetap dekat. Saat bersamamu aku menjadi orang yang konyol, kadang menyebalkan tapi denganmu aku belajar bahwa tak semua yang indah akan indah di akhirnya. Selalu berusaha tanpa kata lelah adalah sebuah hal yang menyulitkan tapi itu membuat kita tahu bahwa tak ada sukses yang instan semua butuh proses dengan segala kesulitan di dalamnya. Darimu aku belajar bahwa tiap proses takkan pernah menghianati ataupun menipu hasilnya, darimu aku belajar kesabaran untuk mendapatkan apa yang ingin kita capai, darimu aku belajar bahwa ketulusan hati mampu merobohkan ego yang kuat, darimu aku belajar menghargai tiap hal yang terjadi baik susah atau pun senang.


Terima kasih sudah menjadi bagian dalam hidupku, aku tahu bahwa kita tak selamanya bersama, aku hanya berharap kelak kamu tak melupakan kita, aku harap kamu akan menceritakan pada anakmu kelak bahwa kamu mempunyai sahabat seperti aku, walaupun mungkin aku sudah tidak ada lagi di dunia ini bersamamu, ku harap kamu menjalani hidupmu dengan baik. Terima kasih sudah merawat ku saat aku sakit, darimu aku belajar kesederhanaan.


Tak perlu mengejar sesuatu yang lebih sebab kamu akan terlihat rendah jika terus-terusan seperti itu. Ingat, suatu hal yang sempurna itu tak harus lebih. Ketulusan hati akan meluluhkan segalanya, ketulusan hati akan menunjukan siapa yang baik dan siapa buruk.


Semoga kelak kita dapat mewujudkan segala yang kita impikan dan semoga aku di beri waktu yang banyak untuk bersama denganmu.


Tetap semangat dengan apapun yang terjadi, aku menyayangimu.

__ADS_1


__ADS_2