
drekkk...drekkk getaran hape rendi berhasil membuyarkan pikirannya yang sedang kacau gara-gara kejadian tadi pagi.
rendi mengangkat hpnya ternyata mamanya yang menghubunginnya memberikan informasi kepada rendi klo mereka gak bisa pulang dikarenakan urusan bisnis mungkin besok baru bisa.
setelah rendi selesai dengan telponnya dia langsung keluar mengambil minum. rendi melihat sekilas pintu leni yang masih tertutup baru dia menuruni tangga.
sambil minum rendi terus dipenuhi dengan pikirannya bagaimana caranya supaya leni memaafkannya, apakah dia harus memberikan bunga seperti dalam drama-drama di TV ? bisanya cewek suka bunga pikir rendi pada dirinya.
tak terasa sudah malam karena cinta belajar leni lupa waktu sehingga bi imah langsung mengetuk pintu kamar leni untuk makan malam, leni membuka pintu langsung mengikuti bi imah menuju ruang makan yang letaknya didapur.
rendi menuruni tangga menuju dapur ketika ia melihat leni sedang menikmati makanannya ia tersenyum sampai dimeja makan. sayang sekali leni tidak menghiraukannya apakah karna leni terlalu menikmati makanannya atau karna leni mengacuhkannya ? batin rendi dengan kecewa.
rendi mulai makan dan gak berani angkat bicara ditas meja karna suasananya menyeramkan. rendi hanya memperhatikan leni sambil makan tetapi dirinya tidak tahan diperlakukan seperti itu rendi langsung memberanikan diri untuk menegur leni
teguran rendi tidak dihiraukan oleh leni hanya diam dan melanjutkan makanannya.
tiba-tiba ada panggilan masuk di hp leni
leni menghentikan makanannya dan menjawab panggilan itu,
malam ada apa hans, tanya leni kepada hans lewat ditelpon
kamu lagi ngapain, tanya hans kepada leni
aku lagi makan ada apa, lanjut tanya leni
wah aku mengganggu ya ? gak jadi deh kamu makan aja dulu hans jadi merasa bersalah
__ADS_1
gak apa-apa aku spiker kok jadi gak mengganggu lagian saya sudah mau selesai makannya, leni menghabiskan makanannya dan pergi meninggalkan rendi yang masih memperhatikannya leni pergi keruang tamu duduk santai sambil ngobrol kepada hans.
rendi yang sudah geram melihat hans menggombal leni lewat telfon kelihatan dari setiap perkataan leni terhadap hans ditelpon.
kecemburuan dalam diri rendi sudah tidak bisa dikontrolnya lagi sampai nafsu makannya hilang seketika dan mengikuti leni sejak tadi.
saatnya rendi beracting.....
leni masih lama nelponnya ? tanya rendi dengan sengaja membesarkan suranya supaya kedengaran kepada hans tetapi leni tidak menghiraukannya
lagi-lagi rendi beracting kembali mengganggu leni
leni aku sudah ngantuk ayo tidur, rendi bermanja-manja sambil tidur dipangkuan leni dan terus mengganggu leni. kali ini rendi berhasil membuat fokus leni terahlihkan
rendi kamu apa-apaan sih aku lagi ngomong sama hans.
leni ada apa kok rendi bisa disitu ? tanya hans dari telpon
gak apa-apa aku lagi dirumah rendi belajar bersama, leni menjelaskan supaya hans tidak salah paham terhadapnya
leni mengakhriri obrolannya dengan hans ditelpon dan mengurus rendi yang cari masalah dengannya.
rendi stop ! sekarang kamu bangun
wajah leni dipenuhi dengan amarah
rendi yang meliht amarah dari muka leni langsung duduk
__ADS_1
kamu jangan ganggu aku lagi, karna kamu hans salah paham terhadapku
leni membentak rendi
aku sadar aku salah tetapi aku lakukan ini semua karna aku cemburu dan aku gak suka kamu abaikan aku seperti ini ? rendi meluapkan semua apa yang ada dalam hatinya kepada leni
kamu bukan anak kecil lagi tolong jaga sikapmu terakhir tolong jangan membuat sikap seperti tadi sehingga orang lain bisa salah paham terhadap aku khususnya hans karna aku gak mau dia berpikiran yang gak-gak.
apa ? kamu lebih mementingkan perasaan orang lain terhadap aku kamu begitu menjaga perasaan hans dari pada aku kamu benar-benar tega ya len, aku baru sadar klo apa yang kamu katakan kepadaku ditaman sekolah semuanya hanya bohong
kamu hanya mempermainkan perasaanku dan memberikan sejuta harapan yang penuh dengan kebohongan. jawab aku atau itu pikiranku itu benar tanya rendi dengan emosi
leni hanya diam dan gak mau menanggapi rendi, dia fokus melihat hpnya
rendi semakin dibuat marah oleh sikap leni yang mengacuhkannya sehingga ia semakin hilang kendali
ternyata kamu pinter mengelabui orang sehingga aku baru sadar klo kamu ternyata jauh dari apa yang kupikirkan selama ini, ternyata saya salah kamu gak jauh beda dari perempuan yang lain yang gak punya perasaan dan hanya suka menyakiti hati orang. rendi bangkit dari duduknya berdiri setelah ia selesai berbicara
mendengar semua perkataan rendi leni berdiri sehingga keduanya sama-sama berposisi berdiri
kita sudah lama berteman pasti kamu sudah tau bagaimana perasaanku ke kamu apakah aku benar menyukaimu apa tidak,
aku memang menyukaimu tetapi aku gak bisa
mebuktikannya semua terserah kamu apakah kamu percaya apa tidak, jujur aku sangat kecewa
leni meninggalkan rendi dan tidak menghiraukan rendi yang menahannya dia tetap pergi kekamarnya.
__ADS_1