
setelah mengakhiri teleponnya, leni mulai mengenakan bajunya, karna tadi hanya pakai handuk saja sambil menunggu rambutnya untuk kering. setelah selesai berpakaian santai, ia keluar bergabung bersama om Wira dan tante Jeni yang sedang duduk di sofa ruang tamu.
" leni, nanti kamu sama teman kamu akan diantar oleh supir om ya,? biar kalian aman. takutnya kalian karna baru disini dan belum mengenal kota ini orang akan berniat jahat terhadap kalian. " Wira mengkhawatirkan keselamatan leni
" ia om ", oh ia om, leni mau nanya kenapa disini sepi banget ya ? emang anak om dan tante dimana ? " leni bertanya dengan kepolosan yang ia miliki
" anak om sekolah di Paris, makanya gak kelihatan di rumah ini. " Wira mencoba membuat alasan yang bisa dipercaya leni pada hal itu bukan anaknya tetapi anak yang mereka biayai sekolahnya
" ohh begitu, apakah dia kuliah..? " masih dengan rasa penasarannya leni terus bertanya
" dia bukan kuliah, dia masih sekolah seperti kamu hanya saja dia sudah kelas tiga, karena diluar negri itu akan naik satu tingkat klo pindahan. " Jeni menjelaskan dengan detil kepada leni tentang anak yang mereka biayai itu walaupun mereka ngakunya sebagai anak mereka kepada leni
" aku pengen banget ketemu sama anak om dan tante, karna aku juga punya cita-cita melanjut keluar negri nantinya, meskipun tujuanku bukan di Paris. setidaknya tukar pikiran saja untuk lebih mengenal budaya dan gaya hidup diluar negri. " leni menyampaikan niatnya untuk ketemu sama anak om Wira
" nanti liburan akhir tahun dia akan kembali, mungkin ada kesempatan untuk kalian bisa ketemu. " tawar Jeni mengambil kesempatan untuk mengajak leni liburan tahun baru serta natalan dirumahnya
" oh... begitu, kita lihat aja nanti tan, masih lama ini masih bulan september. " jawab leni singkat
tak terasa ditengah-tengah pembicaraan mereka bel rumah berbunyi, pelayan membuka pintu dan mempersilahkan kedua anak muda itu setelah pelayan itu mendapat penjelasan tentang mereka.
" pagi om, kami temannya leni. " sapa Yoksan ketika masuk dan tiba di ruangan tamu dimana leni dan tuan rumah sedang duduk ngobrol
__ADS_1
" silahkan kalian duduk, ? Wira mempersilahkan kedua anak muda itu duduk
" kalian tunggu sebentar ya, aku ganti baju dulu. " leni meninggalkan mereka dan pergi kekamar
" kalian kesini naik apa ? " tanya wira kepada kedua anak muda itu
" kami menyewa mobil om, jadi saya yang akan menyetir mobilnya " jawab Zede sopan
" om gak mau kalian mengemudi, takut kalian kenapa-kenapa apa lagi anak om... maksud ku leni ikut dengan kalian." ketika Wira melarang kedua anak muda itu menyetir hampir saja ia keceplosan
" terus om, klo kami gak boleh nyetir bagaimana kami bisa pergi ketempat tujuan kami ?. " tanya Zede antusias, Yoksan dari tadi hanya diam dan gak berani bicara karna takut salah ngomong
" kalian tenang saja, om akan suruh supir untuk antar kalian dan menemani kalian seharian ini, jadi kalian gak boleh macam-macam.! " tegas Wira kepada kedua anak muda itu
Yoksan colek zede supaya berhenti bertanya,
" kenapa zede gak peka sih, jelas-jelas om Wira gak akan biarkan Leni sendurian bersama kita. " batin Yoksan dengan geramnya.
" seperti itu, apakah kalian keberatan ? " tanya om Wira yang melihat ekspresi tidak senang dari anak muda itu
" gak om, itu malah lebih bagus. lagian kami tidak begitu mengenal kota ini, perlu orang yang sudah menguasai setiap jalan dikota ini"
__ADS_1
sahut Yoksab mengambil alih takut semakin parah keadaan
" baiklah, kalian tunggu disini dulu, saya dan istri saya mau kebelakang dulu. " pamit Wira mengajak istrinya pergi
kedua anak muda itu hanya diam dan menikmati minuman serta cemilan yang sudah dihidangkan untuk mereka.
" zede, apakah kamu gak kenal dengan papanya Leni..? " tanya Yoksan
" gak, lagian dia bukan papanya leni tetapi om, jadi gak usah takut gitu. " dengan entengnya zede bicara
" om itu pemilik perusahaan ditempat papa aku bekerja sebagai direktur, aku tau waktu ada acara diperusahaan, aku datang di acara itu. makanya pertama aku lihat dia kemarin, seperti samar-samar gitu. " Yoksan memberitahukan siapa om Wira
" ia ya, pantes aja sih, dilihat dari rumahnya itu masuk akal dan aku oercaya dengan perkataanmu. " Zede tiba-tiba meloncat kaget,
" klo begitu, jangan-jangan kita tidak bebas berpergian hari ini bersama leni, kemungkinan besar,,, akan ada pengawal kita. ? seru zede
" kurang tau juga, intinya kmu harus hati-hati ngomongnya. takut om itu tersinggung dan tidak mengizinkan kita bergaul kepada leni kedepannya. " dengan pikiran yang cerdas Yoksan memikirkan hal kedepannya, beda dengan Zede yang punya otak pinter, tetapi ceroboh dan tidak bisa membaca suasana.
beberapa menit, leni keluar kamar menghampiri kedua temannya. om dan tante jeni juga ikut bergabung dengan mereka, serta memberitahukan supir yang akan mengantar mereka sekaligus Wira memberitahukan bahwa akan ada beberapa pengawal yang akan ikut bersama mereka.
************
__ADS_1
hello.... permintaan hangat dari thor untuk pembaca jgn lupa untuk meninggalkan jejeknya ya😉. biar thor semakin semangat yang lebih pentingnya, biar author bisa mengenal kalian juga para pembaca yang setia.
😘😘😘🌹🌹🌹