
Rendi baru saja selesai makan siang, ia kembali kekamarnya melanjutkan aktifitas yang sempat terhentikan karna lapar dan harus makan untuk mengisi perutnya yang terus memberontak.kepada tuannya atau lebih tepatnya kepada pemiliknya. Sebelum memulai kembali kegiatannya, Rendi meraih hpnya dan membuka sosmednya, ketika pertama membuka IG nya, foto leni yang pertama muncul, hanya saja kali ini rendi tidak bersemangat melihat foto leni tersebut yang barusan di posthing oleh leni.
Yang membuat rendi hilang semangat melihat postingan leni yaitu karna di dalam foto yang diposting leni bukan hanya dirinya sendiri tetapi bersama kedua laki-laki dalam foto itu.
Hal ini, pasti bukan hanya author yang tau masalah rendi, tetapi para pembaca setia novel yang bijak juga pasti tau klo masalah rendi ini adalah sedang dibakar oleh rasa cemburu tingkat dewa.
Rendi menjadi hilang kendali sehingga tidak bisa menahan dirinya dan langsung menghubungi no leni.
Dringggg.....dringggg
Panggilan terhubung, tanda no yang dihubungi telah menjawab panggilan telpon rendi.
Komunikasi telpon mulai...
" halo, selamat siang rend. " sapa leni lewat telpon
" siang, kamu lagi ngapain. " rendi tidak mau basa basi lagi, dia langsung keintinya
__ADS_1
" apakah kamu sedang bersama pacarmu !. "
" kamu ngomong apaan sih rend, gak usah ngawur deh. Siapa yang kamu maksud bersama pacarnya.! " leni jadi kesal mendengar tuduhan yang nggak-gak rendi terhadap dirinya
" kamulah, siapa lagi ! Kamu sedang jalan sama pacar baru kamu kan ?, pantesan kamu belum mau kembali ternyata karna laki-laki itu. " rendi benar-benar hilang kendali
" rendi ! kamu jangan ngomong sembarangan ya, ! saya masih tinggal di kota B, karna om dan tante yang minta. Rendi, satu hal yang harus kamu ingat, aku bukan perempuan gampangan yang mudah menerima laki-laki menjadi pacar saya " leni benar-benar kesal dengan rendi
" kli bukan pacar kamu, siapa laki-laki yang sednag bersama kamu. Kenapa hubungan kalian sedekat itu. " kecemburuan mengubah jalan berpikirnya rendi
" mereka berdua itu teman saya,! Rendi, kenapa kamu jadi posesif gini. Jujur saya paling gak suka dengan sikapmu barusan. Klo kamu begini terus, saya pikir kita berhenti sampai disini saja. " setelah mengakhiri kalimatnya, leni tanpa menunggu penjelasan dari rendi ia langsung mematikan panggilan telpon rendi dihpnya dan kembali bergabung bersama kedua temannya untuk makan
" Len, kamu kenapa ? Siapa yang menghubungi kamu
Sehingga membuat kamu marah begitu. " dengan hati-hati, Yoksan bertanya kepada leni apa yang telah terjadi ditelpon itu
" gak ada apa-apa, cuma kesalapahaman antara teman. " jawab leni dengan singkat.
__ADS_1
Baru saja leni menyelseaikan ucapannya, hpnya ada telpon masuk. Di layar hpnya tertera nama Rendi, leni terus menutup panggilan dari rendi dan gak mau menjawabnya sama sekali malah didiamkan Hpnya supaya tidak mengganggu dirinya.
" leni, kenapa gak diangkat ? ". Tanya Yoksan yang melihat leni mematikan panggilan masuk di hpnya bahkan mengubah mode hpnya menjadi mode diam
" gak apa-apa, biarkan saja.! " leni menjawab dengan singkat perkataan Yoksan
" klo ada apa-apa kamu harus menyelesaikannya dengan baik, supaya pertemanan kalian tidak ada kesalapahaman yang lebih buruk lagi. " Yoksan mencoba menasehati Leni
Zede yang melihat suasananya kurang baik, ia mencoba menetralkan kembali suasana. Ia membuat rekaman Video yang memaksakan semua orang yang ada di meja makan perlua senyum dan mengutarakan kalimat-kalimatnya.
Usaha Zede tidka sia-sia, mereka bertiga kembali bercanda dan tertawa satu dengan lain, sehingga keadaan kembali seperti semula seakan-akan tidak ada terjadi sesuatu .
Setelah makan siangnya telah usai, ketiga anak muda itu memilih melanjutkan kembali menikmati keindahan wisata dikota itu, dengan berpergian melihat keindahan pinggir laut yang ada di kota tersebut. ada beberapa tempat wisata lainnya yang mereka kunjungi.
********
hay..😊👋... jangan lupa di like, coment, dan juga di vote yang ikhlasnya saja.
__ADS_1
makasih🌹🌹🌹