
Ditengah-tengah obrolan mereka setelah usai makan, leni mengungatkan waktu kepada kedua temannya.
Leni mengecek ketujuh orang yang bersama-sama dengan mereka yaitu oengawal dan supir, apakah mereka sudah selesai makan apa belum?. Setelah sudah yakin sudah selesai, ia menyuruh supir dan lainnya duluan kemobil siap-siap untuk pulang.
Lorhad yang baru menyadari pengawal yang didatangi leni dimeja sebelah yang tidak jauh dari mereka, ia bertanya kepada Zede tentang apa yang dilihatnya. Setelah Zede menjelaskan semuanya kepadanya, ia baru mengerti walaupun masih ada sejuta pertanyaan misterius tentang leni dipikirannya.
Setelah leni kembali ketemoatnya, ia mengajak Zede dan Yoksan untuk segera pulang karna jam sudah menunjukkan jam delapan malam. Ia tidka mau melanggar apa yang dikatakan om Wira kepadanya, ia harus tiba dirumah sebelum jam sepuluh malam.
Zede mdan Yoksan mengerti situasi Leni, mereka langsung meminta diri kepada lorhan
" lor, kami harus balik sekarang, leni gak boleh pulang malam. Om dan tante akan marah kepada kami jika leni pulang terlambat. " sahut Yoksan kepada Lorhad
" ok bro, aku ngerti maksud kalian. Gadis kecil ini dalam penjagaan kalian, lain kali klo aku kekota kalian masing-masing, aku akan menghubungi kalian supaya kita bisa ketemu lagi. " lorhad mengucapkan salam perpisahan kepada ketiga teman yang baru ia kenal di acara konsernya malam ini.
Situasi dirumah Wira .....
Leni dan kedua temannya sampai dirumah jam setengah sepuluh, yoksan dan juga zede menyapa dan menyerahkan kembali leni kepada om Wira dan tante jeni yang sudah duduk menanti kedatangan mereka.
__ADS_1
" malam om, kami sudah pulang leni baik-baik saja. Sekarang kami mau pamit pulang, sudah malam soalnya. " Yoksan dengan sopannya menyapa dan memohon diri
" terimakasih kalian sudah menjaga leni, kalian hati-hati dijalan. " balas Wira terhadao Yoksan
Zede dan Yoksan pamit, keduanya langsung kembali ketempat mereka dihotel yang sudah disediakan oleh sekolah untuk mereka.
Setelah leni berbincang-bincang menceritakan perjalann mereka hari ini kepada Om dan tante Jeni, ia juga memohon diri untuk istirahat karna dirinya sudah kelelahan.
makan malam dikeluarga rendi....
beberapa waktu kemudian setelah bi imah memanggil rendi dikamarnya, rendi keluar dan bergabung bersama kedua orang tuanya di meja makan. Riko dan Yanti mulai menikmati makanannya, setelah rendi sudah duduk bareng bersama mereka di meja makan. tetapi sayangnya rendi hanya mengotak atik isi dari piring yang ada didepannya itu, Yanti yang melihat sikap aneh rendi langsung mencari tahu, apa yang menyebabkan rendi gak mau makan.
" rendi, ada apa ? kenapa kamu gak makan. dari tadi hanya bengong saja ?. tanya Yanti dengan penuh perhatian
" gak apa-apa ma ?. " jawab rendi lesu
" gak usah bohong sama mama, mama tau kamu sedang mengalami masalahkan. " tanya Yanti memastikan. sebagai seorang ibu yang sudah mengandung rendi dan membesarkannya, rendi gak bisa membohongi wanita baya tersebut. buktinya, Yanti mengetahui klo rendi anak satu-satunya itu sedang mengalami masalah pribadi.
__ADS_1
" ia aku gak bisa menyembunyikannya dari mama, " Rendi nyerah menghadapi mamanya, yang selalu mengetahui kebohongannya. Rendi memilih menceritakan semuanya tentang hubungannya yang sedang gak bagus dengan leni dan bagaimana leni memutuskannya dan tidak mengangkat telponnya sejak dari siang tadi kepada mamanya.
" pantes saja leni seperti itu, sumber masalahnya dari kamu. dimana-mana perempuan itu gak suka cowok yang terlalu posesif dan emosian, apa lagi suka nuduh yang gak-gak. itu namanya, kamu egois rend dan tidak mengerti perasaan leni. " Yanti membela Leni dan memilih menyalahkan rendi setelah rendi menceritakan semuanya kepadanya.
" ia rend, sebagai laki-laki kamu harusnya bisa mengerti kondisi leni. bukan malah ngatain dia yang gak-gak seperti itu, kamu harusnya bersikap lembut dan dengarkan dulu penjelasannya sebelum mengeluarkan kata-kata yang menyakiti dirinya. " sambung Riko kepada Rendi
" terus bagaimana dong ma, klo aku mau memperbaikinya dan meminta maaf, leni pasti tidak mengangkat telpon dari ku. " muka rendi frustasi karna merasa bersalah dengan leni
" kamu tenang saja, mama akan menghubungi tante Jeni, supaya ia membujuk leni mengangkat telponmu. sehingga kamu nisa bicara kepadanya dan menyelesaikan masalah kalian berdua dengan baik. " Yanti mencoba membantu Rendi supaya tidak mogok makan.
" sekarang kamu makan ya, biar ada tenaga ketika menghadapi leni nnatinya.. " tambah Yanti
" makasih mah, mama memang thebest buat rendi. sekarang rendi akan makan, rendi sudah lapar soalnya." Rendi menggoda mamanya sambil melirik papanya yang sudah
memasang muka ngambek.
" hahahahahhahah " rendi dan Yanti tertawa menyaksikan ekspresi yang dipasang Riko terhadap mereka
__ADS_1