Mengejar Mimpi

Mengejar Mimpi
Nilai


__ADS_3

Di balik semua kisah dan cerita yang selama ini di lalui, tak segalanya tentang sakit hati dan luka. Di baliknya terselip banyak kebahagiaan tanpa kamu ketahui, aku yang selama ini banyak merasakan segala kesulitan bisa menutupinya dengan nilai yang cukup memuaskan dan hitung-hitung tidak membuat orang terdekatku malu akan diriku. Walaupun nilai di kampus cukup memuaskan aku tak pernah berhenti untuk belajar banyak hal dari orang-orang yang ku kenal, aku bersyukur dulu aku pernah bekerja di rumah sakit dan aku bersyukur pula dulu sekolah di SMK Kesehatan itu. Itu membuatku mendapatkan banyak sekali pelajaran, semua dasar tentang pembelajaran di kampus sebagian besar aku paham. Saat bekerja di rumah sakit dulu pun aku banyak mendapatkan pelajaran yang bisa aku pakai di kampus ini.


Dari nilai akademik di kampus, nilai praktek, dan nilai dinas alhamdulillah semuanya lumayan memuaskan. Bukannya ingin sombong tapi memang kenyataannya seperti itu, tapi semua nilai dan kemampuanku saat ini bukannya ku dapatkan secara instan. Sama seperti yang lain, semuanya aku dapatkan dari melewati suatu proses juga malah proses yang lebih panjang dari kebanyakan orang.


Aku yang pernah pernah gagal fokus untuk belajar akibat kehilangan salah satu orang terpercaya di kampus ini tak menyangka bahwa nilai akademik masih memuaskan, memang tetap belajar sendiri walaupun tidak bersamanya, tekad tetap ada untuk melakukan hal yang lebih. Walaupun dia sudah jahat tapi tiap ujian saat dia bertanya aku selalu berusaha menjawab, masih ada rasa kasihan dalam diri ini tiap melihat dia kesusahan apalagi kami sekelas. Rasanya tiap masuk kelas yang terdapat dia di dalamnya aku seperti kehabisan napas, sejak aku memutuskan untuk menjauh darinya aku lebih sering sendiri dan lebih sering berada di luar kelas, aku tak ingin berlama-lama berada dalam satu ruang dengan dia tiap kali melihatnya rasa sakitnya selalu timbul kembali, walaupun aku coba melupakan tapi rasa itu tetap muncul. Aku memang bukan orang baik, tapi setidaknya aku tak melakukan hal negatif lagi seperti yang kamu bicarakan kepada banyak orang itu. Tenang saja posisimu akan tetap kamu dalam hidupku, tiap orang tak kan terganti dengan orang baru sebab kenangan di tiap momen pasti berbeda, tiap kali merasakan sakit selalu ada kamu yang terlintas rasa sakitnya begitu dalam sampai aku tak bisa melupakan bahwa kamu adalah yang paling baik dan paling jahat dalam hidupku.


Sebelum memutuskan untuk melanjutkan pendidikan ini, aku sempat iri di kala teman-teman satu sekolahku mengajakku kumpul atau sekedar nongkrong bersama. Sebab di kala itu aku susah sekali meluangkan waktu karena selalu bertabrakan dengan jadwal dinas di rumah sakit. Dulu sempat terbesit bahwa aku takkan sempat untuk melanjutkan pendidikan lagi, tapi lagi-lagi takdir membawa semua cerita mustahil untuk kita bayangkan dan kita pikirkan. Namun sewaktu takdir benar-benar telah membawa kita maju barulah kita menyadari bahwa semua hal bisa terwujud atau pun tak terwujud sama sekali.


Selama aku kuliah ini dari mulai semester awal sampai sekarang, aku rasa semuanya berjalan lancar tanpa ada hambatan. Aku belajar hanya mengikuti alur saja dan hasilnya memang cukup memuaskan, namun terkadang ada kalanya aku melawan alur ketika sedang ada rasa malas untuk belajar.


Ketika aku kehilangan teman yang aku anggap berharga disini ku kira akan berpengaruh juga akan nilaiku, tapi Tuhan terlalu baik padaku dengan memberikan aku nilai dan keterampilan yang sangan banyak dan bagus untuk aku di masa mendatang. Disinilah aku mulai menyadari bahwa tak semua kehilangan akan berakhir menyedihkan, ada juga kesedihan yang menghasilkan kebahagiaan yaa walaupun bukan kebahagiaan hati setidaknya bisa membuat bahagia orang-orang yang bersama kita saat ini.


Saat aku baru menjalani pendidikan ini, aku berpikir bahwa aku bukan gagal hanya saja dulu waktu membawaku berkelana sejenak agar aku mengerti akan dunia yang kejam dan penuh dengan kesengsaraan bukan hanya kesenangan saja. Aku hanya terlambat mengambil keputusan ini, dulu aku tak berniat untuk kuliah yang aku ingin hanya kebebasan di alam namun sampai sekarangpun belum terwujud. Akan ada saatnya aku mewujudkan itu untuk bebas berkelana lagi mengarungi setiap belahan dunia ini.


Seandainya saja dulu aku langsung melanjutkan pendidikan ini setelah lulus SMK, seandainya itu benar terjadi pasti semuanya tak akan berat seperti sekarang, seandainya itu terjadi pasti semuanya menjadi ringan sebab aku pasti menjalaninya dengan seorang sahabatku sejak saat SMK sampai dengan saat ini, yaa walaupun sekarang sudah jarang sekali berkomunikasi dengannya. Aku yakin dia pasti akan selalu menbantuku jika aku kuliah bersamanya dulu, pasti semua kami lewati seperti masa SMK kami dulu. Namun itu semua hanya andai-andaiku yang tak kan pernah terjadi, sebab waktu tak bisa kita putar kembali waktu hanya akan terus maju tanpa tahu dan mengerti dengan semua yang terjadi.


Aku mendapatkan nilai yang cukup memuaskan ini bukan hanya sekedar mendapatkannya ada banyak hal yang menyakitkan pula yang telah kulewati, bukan pula waktu yang sebentar untuk bisa mencapai ke titik ini aku mengahabiskan waktu 3 tahun untuk mencari jati diri dan akhirnya memutuskan kembali ke dunia medis dimana memang seharusnya aku berada, hal yang paling membekas adalah kamu yang hanya teman palsu yang tega memfitnah dan menjatuhkanku dengan begitu menyakitkan bahkan hingga sekarang masih terasa sakitnya, mungkin Tuhan ingin menguatkan aku dengan nilai ini. Bukan hanya nilai akademik yang aku dapatkan selama ini, tapi nilai-nilai kehidupan juga banyak aku dapatkan, nilai tata krama dan sopan santunpun aku dapatkan juga. Walaupun banyak sekali orang-orang yang tak sopan terhadapku padahal aku lebih tua dari mereka, itu tak masalah sebab banyak juga orang yang masih menghargaiku. Aku terlambat bukan gagal, aku banyak belajar bukan banyak omong. Aku hanya terlambat kuliah bukan berarti kalian yang jauh lebih muda dari oada aku bisa seenaknya, ingat tiap manusia memiliki batasan untuk menahan amarah dan emosinya.

__ADS_1


Memang benar bagi sebagian dan bahkan kebanyakan orang berpikir bahwa nilai akademik itu penting, tapi menurut sudut pandangku yang terpenting itu bukanlah nilai akademik melainkan keterampilan dan etika dalam tindakan nyata. Sebab nilai akademik itu bisa di manipulasi atau bahakan tiap orang bisa mendapat jawaban dari orang lain, tapi jika nilai keterampilan dan etika itu tak bisa di manipulasi apalagi mencontek nilai-nilai seperti ini memang murni dari dalam diri dan hasil dari proses pembelajaran selama ini.


Nilai memang berpengaruh saat kita di pendidikan tapi nilai tak berpengaruh untuk kesuksesan, percuma kamu mempunyai nilai yang sangat bagus tapi kamu tak berkeinginan untuk sukses dan kamu hanya menjalani alur hidupmu saja. Saat di pendidikan nilai berpengaruh untuk kita di kenal banyak dosen dan banyak teman, tapi yakinlah yang seperti itu takkan selamanya terkadang teman yang memandang orang hanya dengan nilai adalah mereka yang ingin memanfaatkanmu saja sewaktu-waktu jika mereka meninggalkanmu kamu tak bisa berbuat apa-apa kamu hanya bisa diam dan termenung saat sadar bahwa kamu telah di manfaatkan selama ini. Disekelilingku sebagian besar orang disini hanya ingin memanfaatkan tanpa mau kita ajak berjalan bersama, mereka hanya mau hasil tanpa tau proses


Seperti aku, aku menyadari semua orang yang mendekat kepadaku hanyalah teman ilusi semata. Mengapa aku bisa berpikiran seperti itu? yaa memang inilah faktanya mereka memanfaatkan kemampuanku untuk menguntungkan diri mereka sendiri, tapi untung saja aku orang yang bisa membedakan mana yang ingin memanfaatkan dan mana yang benar-benar ingin berjuang bersama. Bukan untuk bersikap sombong tapi untuk lebih hati-hati lagi dalam memilih teman, bukan tak mau berbagi ilmu hanya saja takut di bohongi lagi, bukan tak ingin bergabung hanya saja tak ingin terlihat bodoh seperti mereka yang hanya memanfaatkan orang lain. Aku sudah trauma dengan sosok teman, aku trauma dengan semua orang yang ingin mendekat, aku takut di fitnah lagi, aku takut sakit hati lagi, aku takut akan semua itu. Aku tak ingin hidup dengan mereka yang penuh dengan kebohongan aku tak ingin menjalani hari dengan terus bersama orang yang seperti itu selama di kampus ini.


Orang-orang sukses terdahulu banyak yang mendapatkan nilai jelek di akademik, tapi mereka mampu dan mau belajar dan mengembangkan kemampuannya dengan menciptakan dan menghasilkan sebuah hal yang menguntungkan bagi orang banyak, jangan pernah berputus asa saat kamu mendapatkan nilai akademik yang jelek saat di pendidikanmu sebab itu takkan membuatmu menjadi sukses. Sukses itu adalah hasil dari kemampuanmu sendiri.


Saat aku terlihat biasa-biasa saja dengan nilai yang aku dapatkan ini, yang menurut sebagian orang ini sudah memuaskan aku melihat seseorang yang begitu frustasi dengan nilai yang dia dapatkan, dia menangis tapi aku tak begitu mengenalnya, yang aku tahu dia hanyalah seorang teman satu angkatanku tapi nerneda kelas denganku. Saat ujian sedang berlangsung kala itu kulihat dia sibuk belajar di asrama maupun di depan kelas sebelum ujian dimulai, tapi kenapa bisa dia mendapatkan nilai yang jelek tanyaku dalam hati, sedangkan aku yang tak pernah belajar malah mendapatkan hasil yang lumayan memuaskan. Aku berpikir sejenak, bahwa apa yang kita punya tapi kita malah tidak bersyukur di luar sana ada orang yang menginginkannya dengan bekerja keras tapi tetap saja tak mendapatkannya. Dari kejauhan aku memperhatikan orang itu menangis bersama teman-temannya, sebenarnya aku iba saat itu di tambah lagi aku tak bisa melihat orang menangis, hatiku akan langsung lulus pasti. Aku ingin membantunya, tapi aku bisa apa aku hanyalah manusia biasa, bukan Tuhan yang mampu memberikan semua yang di kehendaki.


Saat itu aku bersyukur bahwa masih banyak orang yang ingin sepertiku, banyak orang yang menginginkan nilai seperti ini juga tapi mengapa aku tak bersyukur. Lagi-lagi di sini pula aku berpikir lagi bahwa teman kadang akan membawa kita menuju hal yang tak kita inginkan seperti dia yang aku lihat menangisi nilai yang kecil bersama teman-temannya yang nilainya sama seperti dia, sedangkan aku hanya biasa saja tanpa ada teman yang diajak belajar bersama kala itu.


Aku menjadi kuat dan tegar seperti sekarang, bukan karena kuat dari awal. Hanya aku tak ingin terlihat rendah dari pada kamu yang rendahan itu, aku takkan pernah mengemis untuk kembali dekat dan berteman lagi. Kadang saat aku merenung sendirian terbesit dalam hati untuk membalas dendam, tapi aku bukan orang yang jahat seperti itu. Aku tak seperti kamu, kamu lupa bahwa kamu memfitnah diri sendiri saat kamu memfitnahku. Kamu teman terbaik dan terjahat yang pernah ada dalam hidupku, semoga suatu saat kamu merasakan sakit ini juga dan semoga sakitnya lebih dalam dari pada sakitku. Tuhan tak pernah tidur kok.


Terima kasih atas pelajaran darimu selama ini, dari kamu aku belajar bahwa yang terlihat baik di awal tak selalu indah di akhirnya. Itu adalaha nilai yang sangat penting dan akan bermanfaat suatu saat nanti.


Pada 2 semester akhir ini aku tak berharap banyak pada nilai, kuharap nilai akan tetap lancar seperti biasa dan aku mendapatkan cukup banyak kemampuan dan keterampilan. Agar aku bisa melampaui semua orang yang telah menghina ku, agar aku mampu memperlihatkan siapa aku sebenarnya. Aku tak perlu menghabiskan banyak waktu lagi bersamamu, kamu adalah teman ilusi, teman palsu dan teman munafik. Kamu menyalahkan aku atas segalanya, tanpa kamu tahu bahwa kamu jauh lebih buruk dari pada aku, kamu menutupi semua keburukanmu dengan menumbalkan aku yang tak pernah berkata apapun tentang dirimu walaupun aku tau, sebenarnya bisa saja aku membalas dengan lebih sakit tapi untuk apa? jika aku membalas itu berarti aku sama sepertimu.

__ADS_1


Pada akhir semester nanti aku yakin kamu pasti membutuhkan aku, untuk kamu mendapatkan nilai dengan bantuan ku. Tapi sayangnya kamu terlalu malu untuk bertanya dan meminta tolong kepadaku, padahal aku belum tentu menolak permintaanmu bisa jadi aku malah menolongmu karena kamu pernah menjadi bagian dari hidup ini, walaupun pada akhirnya kamu yang menjatuhkan dan membuatku malu tanpa kamu tahu rasanya seperti apa.


Aku berharap di masa mendatang akan lebih banyak pelajaran dari nilai-nilai kehidupan yang sudah di lalui selama ini, nilai bukan hanya tentang pelajara. Nilai adalah tentang seberapa kamu paham akan arti dari semua tindakan yang kamu lakukan.


Saat di pendidikan kamu mendapat nilai yang jelek, bukan berarti kamu bodoh hanya saja kamu sedang beradaptasi dengan keadaan yang mungkin saja baru kamu rasakan sekarang, begitupun jika kamu mendapatkan nilai yang bagus, bukan berarti kamu pintar hanya saja kamu sedang beruntung dan kamu sudah beradaptasi dengan keadaan. Kamu harus bangga saat nilai terbesar dari dirimu adalah kamu mampu membantu orang banyak, kamu mampu memperbaiki segala masalah, dan kamu mampu menjadikan segala masalah itu sebagai pelajaran untuk hidupmu.


Di luar sana banyak orang yang ingin mempunyai nilai sepertimu, jadi saat kamu mendapatkan itu cobalah untuk menghargainya sebab bisa jadi suatu saat nilaimu turun dan kamu merasakan seperti yang orang lain rasakan. Cobalah banyak belajar dari pengalaman yang terjadi selama ini, belajar sabar dari semua hinaan, belajar ikhlas dari semua fitnah, belajar tersenyum dari sebuah rasa sakit, dan belajar untuk sukses dari semua hal itu. Kamu tak akan pernah sukses jika kamu tak pernah belajar dari hal itu, kamu tak kan menjadi kuat dan tegar jika tak belajar dari semua itu.


Jadi pecundang saja jika kamu tak bisa belajar dari semua itu, kita memang rapuh, kita memang mudah patah tapi yakinlah jika kita belajar dari semua itu kita akan menjadi kuat dan tegar. Bukan inginku untuk menjadi orang yang tersudutkan, bukan inginku menjadi orang yang selalu di salahkan, dan bukan inginku pun kehilangan teman sepertimu. Hanya saja Tuhan tahu dan ingin memberikan seseorang yang lebih dari kamu, Tuhan tahu bahwa kamu tak sebaik kelihatannya, Tuhan tahu bahwa kamu tak pantas memiliki aku sebagai temanmu, dab Tuhan tahu bahwa suatu saat aku akan melampaimu. Terima kasih atas penghianatanmu dulu, terima kasih atas egomu yang terlalu besar itu hingga akhirnya aku tahu bahwa selama ini hanya tipu muslihatmu saja.


Aku bukan pecundang seperti yang kalian bicarakan, aku bukan penakut, aku bukan putus asa hanya saja aku sedang berusaha memperbaiki diri agar melebihi kalian agar kalian tahu bahwa orang yang selama ini kalian hina, kalian fitnah itu adalah orang yang akan berada jauh di atas kalian. Pesan ku kepada para pecundang yang mungkin membaca ini adalah untuk tidak memfitnah orang lain lagi, cukup aku saja yang kamu fitnah. Untung ada beberapa orang sahabat yang tak pernah pergi saat kamu memfitnahku, mereka tak henti memberiku dukungan dan supportnya, mereka benar-benar sahabat yang baik walaupun aku sering melupakan mereka tapi mereka tak pernah meninggalkan akau, tidak seperti kamu yang pecundang hanya berani membicarakan aku di belakangku saja, disaat seperti ini pun kamu masih bisa menutupi semua kebusukan mu padahal aku sudah sangat mengetahui ulahmu itu. Apa yang aku peroleh saat ini adalah hasil dari apa yang telah aku lepaskan dulu, mungkin jika aku tidak pergi dan menjauh darimu aku akan selalu jadi budakmu yang kamu manfaatkan sesuka hatimu dan dengan keegoisanmu kamu banyak melukai hati. Untung saja aku melepaskanmu walaupun di awal aku sempat kehilangan arah tapi akhirnya aku menjadi kuat dan tegar karenamu, memang tak mudah untuk sampai pada tahap ini, memang hal yang sulit di lalui tapi mau di apakan lagi jika memang sudah seperti ini takdirnya kita hanya mengikuti skenario Tuhan saja.


Aku tak pernah mempermasalahkan nilai dalam kulaihku, karena aku selalu yakin dengan kemampuanku. Tapi ku lihat kamu selalu ingin melampauiku dalam nilai akademik, kamu rela menghalalkan segala cara untuk mendaptkan nilai yang bagus, mulai dari mendekati pengawas asrama sampai setiap dosen ingin kamu ambil hatinya, sedangkan aku tak pandai untuk mencari perhatian dari orang terlebih lagi para dosen walaupun ada dosen yang dulu sempat selalu meminta bantuanku tapi akhirnya aku memilih untuk tidak berurusan dengan dosen lagi tidak seperti kamu yang memang mencari perhatian tiap orang, walaupun kamu begitu ada beberapa orang yang takkan bisa kamu manfaatkan ingatlah akan setiao karma yang akan datang dan kamu harus ingat juga bahwa nilai akademik itu tak membuatmu sukses. Kesuksesan hanya untuk orang yang mau berjuang secara sehat bukan untuk orang yang suka memfitnah dan suka mencari perhatian serta suka mengambil kesempatan dalam kesempitan sepertimu ini. Jika kamu memang ingin bersaing denganku maka bersainglah secara sehat, tidak perlu bermain di belakang ku jika memang kamu berani mengapa tidak langsung kamu datangi aku dan langsung ajak saja aku berkelahi, asal kamu *** kamu itu adalah perempuan hina yang suka mengumbar aib kamu sendiri dan tanpa kamu sadari kamu telah mempermalukan dirimu sendiri. Padahal dulu kita sempat berdiskusi untuk tidak saling menjatuhkan seperti sekarang, sampai kapanpun kamu tak akan bisa melampaui aku, sampai kapanpun kamu akan tetap di bawahku, sampai kapanpun aku akan selalu mengingatmu, dan sampai kapanpun aku takkan berhenti untuk banyak belajar agar bisa jauh lebih baik dari pada dirimu. Semoga suatu saat semua orang tahu siapa dirimu yang sebenarnya, semoga kamu rasakan sakit hati ini, dan cobalah untuk tidak menyalahkan orang lain saat kamu mendapat masalah oleh tingkahmu sendiri. Ku harap kamu akan kehilangan orang yang kamu percayai saat ini, dan ku harap kamupun di hianati oleh orang terdekatmu sekarang, aku akan melihat seberapa sabar kamu menghadapi semua karma yang menantimu di depan sana. Tak perlu mencari hal positif pada dirimu, sebab dengan begitu kamu hanya melihatkan hal negatif pada dirimu itu.


Sebenarnya aku tidak pintar, hanya saja aku lebih banyak memanfaatkan waktu yang selama ini aku habiskan dengan cara mendapatkan nilai-nilai kebaikan untuk kehidupan di masa depan, benar saja sekarang semuanya terjadi. Aku hanya mengulang kembali apa yang pernah aku pelajari dulu dan apa yang pernah aku lalui dulu.


Aku mengibaratkan di depanku ada 4 persimpangan jalan yaitu kiri, kanan, depan dan belakang, jika aku memilih kiri pasti akan ku temui banyak kesulitan begitupun jika aku memilih ke kanan, jika aku memilih kebelakang maka aku sama saja menyia-nyiakan waktu dan air mata yang selama inj aku habiskan hingga detik ini, tapi jika aku memilih ke depan aku yakin akan ada kesuksesan dan semua waktu dan air mata dan segala hal yang telah aku relakan untuk sampai ke sana akan terbayar mahal dengan satu kata "sukses", kesuksesan sudah menanti di depan sana kamu hanya harus memilih jalan mana yang harus kamu ambil, langkah mana yang akan membawamu menuju kesuksesan, dan orang mana yang akan menemanimu berjuang.

__ADS_1


Kita bisa banyak belajar dari cerita orang lain, banyak dapat pengalaman dari pengalaman orang lain, dan lebih banyak bersyukur dari orang lain yang ingin seperti kita.


__ADS_2