Mengejar Mimpi

Mengejar Mimpi
Bab 51


__ADS_3

rendi yang sudah menyelesaikan makananya, ia kembali ke kelas sendirian. sedangkan rolan, lebih memilih berlama-lama di kantin dari pada dikelas. bagi rolan, kelas adalah tempat yang paling membosankan.


rendi yang sudah sampai didepan kelasnya, dibuat kaget dengan isi kelasnya yang mengerumuni sesuatu. ia masuk dan melihat apa yang membuat teman dikelasnya itu, ketika dilihatnya murid baru yang dibicarakan oleh rolan kepadanya tadi, rendi membubarkan kerumunan itu dan menyuruh semua kembali ketempat duduk masing-masing. dengan kekuatan rendi sebagai osis dan juga selama ini dia di hargai oleh kelasnya, maka tidak sulit membubarkan kerumunan itu.


" kaluan disini bukan untuk main-main, kalian semua disini untuk belajar. jadi sekarang saya tidak peduli status siswa baru disini, intinya harus mengikuti aturan. " rendi sangat tegas dna profesional dikelasnya


" satu lagi, untuk klaian semua dan murid baru. sekolah tetap sekolah, jangan jadikan sekolah sebagai tempat untuk kamu tebar pesona. itu gab berguna, disekolah otak kamu yang berguna. " pertegas rendi kepada teman-temannya. karna jam mata pelajaran tidak masuk, dikarenakan gurunya berhalangan, rendi meninggalkan kelas memilih diperpustakaan untuk belajar.


maklum saja, rendi bersikap begitu tegas demi teman-temannya. agar tidak melupakan tujuan mereka datang kesekolah, jadi sebagai pemimpin dia harus bertanggung jawab kepada anggotanya.


pagi yang cerah, semua murid pada berbondong-bondong untuk masuk kedalam gerbang sekolah. jika mereka telat memasuki pagar tersebut, maka nyawa mereka akan terancam ditangan pak kiler. pak kiler adalah guru yang begitu rajin dan bersemangat menghukum siswa yang terlambat, setiap paginya pak kiler sudah ontime, menjaga gerbang sekolah.


" untung saja saya tepat waktu, klo gak, aku pasti mati ditangan pak kiler . " sahut nita terengah engah, karna berlari mengejar waktu.


" makanya lain kali jngan bangun kesiangan, supaya tidak ketakutan setengah mati begini. " Hans memberi nasehat kepada nita yang sudah menghampirinya.


" ia, tapi jujur ! aku takut banget berurusan dengan pak kiler itu, telat satu menit saja hukumanyaatikan. " sambil menyipitkan matanya, nita tidak percaya dengan


sikap pak kiler yang gemar memberi hukuman berat kepada murid


" sudahlah ayo kita pergi kekelas, ! " ajak Hans kepada Nita


" ada khabar dari leni, kapan dia pulang. ?" tanya hans kepada Nita dalam perjalanan mereka menuju kelas

__ADS_1


" katanya sih minggu ini, hanya saja minggu depan baru aktif kembali dia disekoalah. " nita memberi jawaban sesuai informasi dari sahabatnya itu.


" kenapa ? kangen ya ?, " goda nita sambil mengedep-ngedipkan matanya kepada Hans


" apaan sih, ! emang kamu sendiri gak kangen sama sahabatmu. teman macam apa kamu ini, sahab tidak dirindukan ? " karna ketahuan oleh nita, Hans berusaha menyembunyikan rasa malunya dengan mingintimidasi dgn melontarkan kembali pertanyaan kepada nita


" sudah pasti kangenlah, setiap hari aku selalu chat dia, hanya sekedar tanya khabarnya. itu bukti kesetiaanku pada persahabatan kami, jadi jangan asal nuduh. ! "


nita mencoba membela diri dihadapan Hans


" ia, gak usah banyak ngomong lagi, kita sudah sampai dikelas. siapkan dirimu saja, karna sebentar lagi, kita akan menghadapi ujian lisan dari pak sutomo. Hans mengingatkan nita klo pagi ini akan ada ujian lisan mata pelajaran b inggris.


keduanya duduk ditempat duduknya masing-masing, anak yang lain juga kelihatan sedang mempersiapkan diri untuk ujian nantinya. kelas B ini memang tidak semua berprestasi, hanya saja, ketika leni mendorong mereka untuk belajar, maka mereka semua semakin semangat dalam belajar.


jam istirahat tiba....


" hay.. " balas rolhand singkat


" kamu sendirian saja ? " tanya vina samabil memesan makanannya


" sepertinya begitu, oh ia..! cowok yang di ujung sana apakah itu pacarmu? " tanya rolhand tiba-tiba yang melihat rendi dan Hans juga nita makan dikantin


" dia bukan pacar saya. " balas vina sambil melihat kearah rendi yang sedang makan bersama kedua temannya

__ADS_1


" tapi klo saya perhatikan, dari cara kamu memperhatikannya, kalian punya hubungan atau semacam ada rasa diantara kalian. " rolhand mencoba menebak-nebak


" hem, kamu benar ?! saya memang menyukainya. bahkan sebenarnya dulu kami sempat dekat. " leni menggantungkan perkataannya dan tidak melanjutkannya lagi. sehingga rolhand dibuat penasaran karna tudak tau keadaan yang sebenarnya.


" terus,,,,, masalahnya apa sekarang. kenapa kalian seperti orang yang sudah putus hubungannya ?. " tanya rolhan semakin penasaran.


" hubungan kami dihancurkan oleh satu orang, dia merebut rendi dari saya. tetapi setelah rendi menjauhi saya, sampai sekarang mereka belum jadian juga, hanya sekedar berteman. " vina bercerita kepada rolhand tentang hubungannya dengan rendi, seakan-akan dia paling benar dan dia yang menjadi korban. vina melanjutkan ceritanya


" cewek yang kumaksud itu namanya leni. dia dikelas B, dia siswa beasiswa disini. dia selalu iri dengan saya, bahkan dia sellau cari gara-gara dengan saya, supaya saya ditendang dari sekolah ini. " dengan ekspresi sedih yang penuh kepalsuan, vina memburuk-burukan nama leni kepada rolhand.


" gadis yang mengerikan,,, apakah dia cewek yang ada didepannya itu ? " rolhand yang tidak tau kebenarnannya ikut merasa ngeri mendengar cerita vina tentang leni


" memang mengerikan, dia perempuan sombong. yang didepan rendi itu bukan leni, tetapi itu temannya leni. " sahut vina dengan tatapan kearah rendi


" terus, leni dimana ? kenapa mereka gak bersama? " sahut rolhand sambil mengangkat bahunya gak ngerti maksud vina


" leni murid pinter disekolah ini, seminggu yang lalu dia diutus sekolah ke kota B, untuk mengikuti Kompetisi LCC. dengan kepenterannya itu, ia bisa melakukan apa saja yang ia suka. bahkan pemilik sekolah ini, sangat sayang kepadanya, mereka sering dilihat makan berdua direstoran. " vina berusaha membuat rolhand membenci leni dengan cerita-cerita bohongnya


" ohh begitu, " rolhand merespon dengan biasa dan sedikit keraguan timbul dibenaknya atas cerita vina barusan.


mereka berdua melanjutkan makannnya, vina merasa menang satu langkah dan puas terhadap rencananya yang berjalan lancar.


*******

__ADS_1


hy...... jangan lupa like, komen, juga vote


makasih 😘🙏🌹


__ADS_2