
Perasaan bisa menjadi sesuatu yang bisa berubah kapan saja. Ada banyak faktor yang menyebabkan sebuah perasaan menjadi naik dan turun. Mulai dari faktor orang lain, lingkungan, tekanan, hingga kondisi tubuhmu sendiri bisa memengaruhi perubahan perasaan. Bahagia atau pun emosi semua itu akan berdampak pada diri kita sendiri, dan bisa terlihat jelas di wajah kita.
Entah dari mana datangnya api yang membara-bara ini seperti obor yang sedang menyala, seketika dia datang menghampiri aku sedang sejuta kepanasan yang melebihi panasnya api batubara atau pun terik nya matahari di siang bolong. Semakin meronta-ronta, semakin meraja lela, semakin meluap-luap bagaikan air mendidih ya benar ini adalah emosi, emosi adalah evolusi dari amarah yang tak dapat lagi tertahan kan oleh diri kita. Jika kita tak bisa mengontrol nya dengan baik maka itu tak akan menjadi baik untuk diri kita. Saat kamu sedang emosi dan ingin melakukan sesuatu agar kamu puas dengan apa yang telah mereka lakukan terhadap mu ingat lah semua resiko yang akan kamu dapatkan nanti nya jika kamu melakukan hal yang di luar kendali mu, jadi cobalah untuk mengontrol diri dan sabar walaupun sedang emosi cobalah untuk meredamnya sedikit.
Setelah rasa mengebu-gebu merusak pikiranku sekarang timbul rasa emosi yang membara menghampiriku yang tak bisa ku bendung lagi mungkin wajah ku semakin memerah karena hati ku sedang meronta-ronta sebab apa yang aku inginkan belum juga tercapai. Apakah dalam meraih mimpi ini harus dengan amarah ? harus dengan menggebu-gebu ? Harus dengan tangisan ? Tak bisakah apa yang aku mau ini langsung ku dapatkan layaknya mie instan ? haha itulah pikiran ku yang singkat, padahal untuk mendapatkan semangkuk mie instan saja perlu proses yang sangat panas, yaitu mendidihkan air terlebih dahulu. Singkat nya memang segala sesuatu yang enak itu perlu peroses dan perjuangan.
Aku pernah berpikir apakah di dunia ini ada orang yang tak pernah ada kesulitan? jika ada pasti dia bukanah manusia biasa sebab manusia pasti pernah mengalami kesulitan di dalam hidup nya. Tiap manusia pasti pernah mengalami yang nama nya sakit hati dan patah hati, dan juga bahagia. Roda kehidupan selalu berputar pada tiap waktu yang ada pada manusia itu. Cobalah untuk pergi melihat orang yang jauh dari kata cukup seperti kita, pasti kamu banyak bersyukur. Mereka hanya hidup dari hari kehari dari belas kasihan dari orang-orang yang lewat di sekitarnya. Dalam batin mereka pasti lah ada emosi yang sangat besar, dalam hati mereka pasti bertanya-tanya mengapa hidup mereka seperti ini? mengapa orang lain bisa makan enak dan tidur dengan nyeyak, sedangkan mereka tidur di tempat yang tak beratap kadang pun di tempat terbuka yang sangat dingin ketika malam datang. Bersyukurlah jika kamu lahir di keluarga yang cukup, walaupun tidak mewah setidak nya kamu merasakan kehangatan di tiap pertemuan
Andaikan semua emosi ini bisa ku lumpuhkan layaknya jurus naruto akan aku lakukan tanpa memikir panjang. Mengapa emosi ini terus-menerus timbul rasanya aku ingin mengenggam semua ini dengan cepat,apakah tidak ada jalan pintas untuk semua ini? Ujar hatiku. Apakah ada tempat untuk aku meluapkan semua emosi ini rasanya aku ingin menghabiskan semua suara ini dan berteriak sekencang-kencangnya? jika ada tolong bawalah aku kesana, agar rasa sakit di dada ku ini sedikit berkurang serta beban-beban yang ada di dalam nya juga ikut terseret kuluar bersamaan dengan teriakan ku itu.
Teman, bisakah kau membantuku untuk mengambilkan sebongkah es batu untuk mengompres hatiku yang sedang panas ini ? Emosiku sudah semakin panas melebihi suhu tubuh 40°c, semuanya ingin aku luapkan tapi entah dengan siapa aku meluapkannya. Hmm bantu aku untuk mengontrol kebiasaan yang sulit untuk aku ubah ini. Bolehkah aku menyobek-nyobek, mencakar-cakar, menghancur-hancurkan sesuatu agar emosiku ini bisa mereda? atau boleh kah aku pergi ke suatu tempat agar aku bisa meluapkan semua nya di sana?
Memang benar ego akan selalu lebih besar dari apa pun yang ada dalam diri, di saat kamu ingin meluapkan seluruh emosi mu, harus ada yang kamu korbankan dan kamu harus menanggung semua resiko terburuknya nanti.
Ketika aku sedang dilanda emosi maka pikiran ku terus menerus berpikir tentang hal yang negatif, air mata ku terus mengalir layaknya banjir ingin aku berteriak ditengah keramaian tetapi aku sama sekali tidak ingin mengumbar-ngumbar kesusahan, keresahan bahkan kesedihan ini. Emosiku terus meningkat, nafas ku terus maju mundur layaknya lagu maju mundur maju mundur syantik hehe. Hanya dengan menangis saja apakah emosi ini akan mereda? Tentu tidak, dalam hidup ini sangat membingungkan apa yang harus aku lakukan? jika kita tidak mempunyai tujuan hidup maka akan terombang-ambinglah kita di antara milyaran manusia yang ada di bumi ini, kita tak akan pernah tau apa yang ingin kita lakukan atau pun yang kita lakukan. Maka dari itu cobalah untuk mencari jati diri mu, cari lah tujuan kamu untuk hidup dan ada di dunia ini, jangan pernah kamu sia-sia kan kesempatan hidup yang hanya satu kali ini. Kamu akan menyesal nanti jika kamu tak memanfaatkan waktu mu yang ada di dunia, tak semua nya mempunyai kesempatan hidup seperti kamu. Cobalah untuk menurunkan sedikit ego mu untuk tunduk kepada sang penciptamu, dekatkan lah diri kepada-Nya agar kamu tau apa yang harus kamu lakukan di dunia ini, dan agar kamu tau siapa diri kamu sebenar nya tanpa kesulitan sedikit pun. Namun jika kamu tak pernah mendekat kan diri kepada penciptamu maka kamu akan kehilangan arah, dan akan terus mencari-cari kebenaran yang tak tau keberadaan nya itu.
Saat aku patah hati aku emosi dengan seluruh orang yang ada di hadapan ku, terlebih lagi terhadap dia yang telah membuat aku patah hati. Namun apa emosi akan membuat keadaan menjadi lebih baik? tidak, contoh nya patah hati ini, saat kamu emosi yang tadi masalah nya masih bisa di perbaiki menjadi semakin panas dan menjadi makin rumit hingga akhirnya masing-masing pihak memilih untuk berpisah. Pada saat berpisah semua belah pihak memang tidak pernah menyesal, namun di kemudian hari pasti ada seseorang yang menyesal akibat terlalu emosian pada saat itu. Aku tidak menyesali perpisahan dengan dia, mungkin dia bukan yang terbaik sebab yang terbaik tak akan menyakiti apa lagi sampai berhianat. Aku hanya menyesal bahwa aku pernah sangat percaya dan sangat mencintai seorang lelaki yang aku anggap dia lah yang terbaik tapi pada nyatanya dia juga yang membuat luka yang palinh dalam di hati. Emosi akhirnya membawa aku pada jalan yang benar kali ini, sebab jika aku tetap bersama nya mungkin nanti aku merasakan sakit yang jauh lebih besar dari ini. Lebih baik mencegah sakit itu terjadi dari pada harus mengobati luka yang sewaktu-waktu bisa sakit kembali.
Saat aku di hianati oleh sahabat ku sendiri, rasa nya aku hancur berkeping-keping, semua rasa bercampur di dalam hati, sedih, marah dan terlebih lagi emosi yang sangat membara di dalam hati. Di hati berkata mengapa harus dia yang melakukan penghianatan ini? mengapa tidak orang lain saja. Saat aku mendapatkan penghianatan itu rasa nya dunia langsung berubah menjadi gelap. Seandainya aku tak sedikit berpikir bahwa dahulu kita pernah bersama-sama menjalani hari mungkin sudah lama aku perlihatkan sisi diri ku yang jahat ke pada mu, jadi aku masih bisa menahan sedikit amarah untuk tak menyakiti diri mu. Namun aku peringatkan ke pada mu wahai mantan sahabat ku yang katamu dahulu akan selalu ada tapi nyata nya kamu berhianat, jangan pernah mengusik atau pun muncul lagi di hidup ku jika kamu tak akan menyesal di kemudian hari. Dengan emosi yang sangat menggebu terhadap mu, aku mengambil keputusan untuk pergi serta aku memberi tahu mu bahwa tindakan yang kamu ambil itu salah dan itu membuat aku untuk pergi dari hidupmu dan kita serta semua rencana yang akan kita lakukan di masa depan tak akan pernah terwujud.
Begitu juga saat aku mengetahui perkataan yang tidak menyenangkan dari beberapa orang yang tak senang terhadap aku, walaupun aku sendiri tak pernah mencampuri hidup atau pun urusan mereka. Aku emosi saat mereka mengecap ku dengan sebelah mata, aku benci dengan orang-orang yang hanya melihat orang lain dari cover tapi tidak benar-benar mengetahui tentang aku. Rasa nya aku ingin menghajar mereka satu per satu namun hati ku berkata belum sekarang. Jadi aku hanya membalas mereka dengan perkataan yang mungkin bisa membuat mereka akan sedikit tersadar, bahwa mereka salah memilih orang untuk mereka bully.
Aku tak akan pernah hanya diam saja jika mendengar atau melihat secara langsung bahwa ada orang yang jahat ke pada ku, mungkin benar bukan sekarang aku membalasnya. Namun yakin lah bahwa suatu saat nanti mereka akan mendapatkan balasan dari ku, aku sakit hati dan aku mulai memperbaiki diri agar lebih dari mereka dan bisa memberikan tamparan yang wajar dan sama sakit nya saat mereka melakukan kejahatan terhadapku.
Emosi yang tidak diungkapkan tidak akan pernah mati. Emosi itu akan dikubur hidup-hidup dan akan bangkit kembali dengan cara lebih buruk. Ini lah salah satu hal yang aku takut kan pada masa lalu sebab ada beberspa emosi yang belum terungkapkan yang sewaktu-waktu bisa meledak dan mungkin lebih menyakitkan. Dan untuk orang yang telah membuat aku emosi pada masa lalu aku berharap kamu tak membangkitkan emosi itu lagi jika kita di takdirkan bertemu suatu saat nanti.
__ADS_1
Aku tipe orang yang dapat memendam emosi dalam jangka waktu yang lama, namun akan tetap ingat pada setiap kejadian yang pernah terjadi. Kata beberapa orang bahwa orang yang seperti aku akan sangat besar emosi nya jika terlalu lama menumpukkan emosi tersebut.
Saat kamu berhadapan dengan orang lain, ingatlah bahwa kamu tidak sedang berhadapan dengan makhluk dengan logika, tetapi makhluk dengan emosi oleh sebab itu kamu harus menjaga agar tak salah bicara dan malah membuat masalah nantinya, cobalah untuk tidak membuat orang lain emosi dengan setiap pertanyaan atau omongan yang bisa memancing hal itu untuk terjadi. Sebab tiap manusia mempunyai tingkat atau batasan diri mereka masing-masing dan kita tak bisa menyamakan mereka sebab mereka berbeda. Orang yang kembar saja belum tentu pikiran dan hati mereak sama, ada juga pepatah mengatakan rambut boleh sama hitam tapi hati siapa yang tau. Oleh sebab itulah kamu harus bisa menjaga tiap perkataan yang keluar dari mulut mu agar tak memancing api amarah yang besar dan mampu membuat emosi menjadi berkobar dalam diri masing-masing.
Kita tidak bisa secara selektif menghilangkan emosi, ketika kita menghilangkan emosi yang menyakitkan, kita juga menghilangkan emosi positif dalam hidup kita. Emosi akan hilang dan sirna dengan sendiri nya tergantung dari cara kita merespon emosi tersebut. Waktu akan menghapus emosi itu, namun semua ini tak menjamin untuk emosi tak akan kembali justru emosi akan kembali lebih besar saat sudah lama terkubur.
Emosi mu menjadikanmu manusia. Bahkan emosi yang tidak menyenangkan pun punya tujuan. Jangan mengunci emosi, Jika kamu menguncinya, emosi hanya akan semakin besar dan semakin marah. Luap kan lah semua emosi saat kamu sedang berada pada puncak batasan kesabaranmu, jangan di tahan agat tak menjadi beban pikiran mu juga. Manusiawi jika kamu sesekali dapat meluapkan semua nya itu.
Terkadang, pemahaman tidak diperlukan untuk menghibur seseorang yang sedang emosi. Cukup duduk dengan mereka dan dengarkan serta berbagi emosi dengan mereka. Itu akan membuat mereka jauh lebih tenang dan sedikir mengurangi emosi nya juga.
Emosi manusia digerakkan lebih cepat dari pada kecerdasan manusia. Lihat saja saat seseorang berkelahi dan mereka menjadi emosi di depan kita dan seketika itu mereka menjadi cerdas dalam berbicara untuk mebela diri masing-masing. Kita tak pernah tau siapa yang benar dan siapa yang salah dalam masalah orang lain, kita hanya dapat melihat siapa yang tersudut dan siapa yang menyudutkan. Manusia memang tak permah bisa berdamai dengan ego, ego selalu memenangkan segala situasi apa pun itu.
Kamu hanya bisa mempercayai emosi kamu sendiri sama seperti kamu bisa berbohong kepada diri sendiri dengan otak, tetapi tidak dengan hatimu. Hatimu tak bisa di bohingi atau pun berbohong kepada orang lain.
Saat kamu sedang sangat emosi pada seseorang dan rasanya tak tertahankan untuk tidak memukulnya, sesungguhnya itu adalah hal yang alami saat kamu sedang emosi. Tapi hal itu bukan lah hal yang bagus untuk diri mu dan orang lain juga. Seperti yang sudah pernah kamu bilang bahwa tindakan itu akan membuat penyesalan saja dalam dirimu.
Memang benar bahwa emosi itu adalah suatu yang menular sebab aku sudah pernah mengalami nya waktu itu,
Aku pernah ikut emosi saat sahabat ku di hina oleh seseorang dan dia berkelahi dengan orang tersebut, sangking emosi nya aku malah aku yang berkelahi dengan musuh sahabat itu tadi. Sebab perinsip ku adalah aku tak akan membiarkan sahabatku dalam kesusahan entah bagaimana dan dalam kondisi apa pun juga. Dan benar saat selesai berkelahi itu pun rasa nya lega, walaupun setelah nya mendapatkam sedikit masalah.
Emosi ini sangat menular, terlebih jika orang yang kita sanyangi berada dalam suatu masalah, tapi tetap kembali lagi pada keputusan dalam mengambil tindakan saat emosi, sebab hanya beberapa hal saja yang bisa menguntungkan dan sisa nya akan membuat kita kesusahan setiap hari nya.
Memang terkadang emosi bisa merusak segalanya tapi tidak ada salahnya kan jika sedikit saja memiliki keemosian agar hidup ini memiliki banyak rasa seperti permen nano-nano,dan seperti pelangi yang punya banyak warnanya? Sama halnya dengan hidup ini yang punya berjuta-juta rasa dan berjuta-juta warna serta banyak kejutan yang Terjadi di dalam nya juga.
Emosi hanya akan membawa api yang dapat membakar pikiran dan hati mu serta emosi membuat mu tak bisa mengontrol diri hingga kami bisa melakukan hal-hal yang tak terduga tanpa kamu sadari
__ADS_1
Sesungguhnya setelah emosi akan datang penyesalan yang tidak akan bisa di perbaiki, yang mungkin bisa merugikan kita di kemudian hari.
Jangan pernah mengambil tindakan saat emosi, atau kamu akan kehilangan sesuatu yang berharga. Dan jangan pula kamu meninggalkan sesuatu yang berharga dari pada sesuatu yang baru kau punya, itu tak kan menjadikan mu lebih baik. Keputusanmu ada di tangan mu sendiri dan semua resiko juga akan kamu tanggung sendiri. Jangan dengarkan orang lain yang mencoba untuk menghasutmu, mereka hanya memancing kemarahanmu serta emosi mu saja. Sebab jika kamu emosi maka pikiran mu tak kan terkontrol dan kamu dengan mudah nya bisa membuat diri mu dalam kesulitan. Terkadang orang lain hanya akan memperburuk masalah dalam hidup mu, bukan untuk meringankan masalah.
Saat kamu terlalu emosi, tubuh mu dapat menumbulkan suatu reaksi yang dapat mempengaruhi kerja tubuh kamu. Saat kamu tak bisa mendapatkan atau meluapkan emosi mu, biasa nya hati mu akan menjadi sakit dan ada rasa ingin memberontak tapi tak bisa. Oleh karena itu biasa nya seseorang yang sangat emosi bisa tiba-tiba sakit kepala, atau bahkan bisa menaikkan tekanan darah melebihi batas normal, dan mungkin bisa menjadi pencetus berbagai masalah kesehatan lainnya. Memang tidak baik untuk terlalu emosi, selain akan berdampak buruk untuk orang lain akan berdampak buruk pula bagi diri kita dan kesehatan kita juga. Sebisa mungkin, cobalah untuk mengontrol semua nya dengan tenang.
Tak semua hal atau pun masalah harus di selesaikan dengan emosi, memang ada beberapa mungkin dengan terpaksa kita harus selesaikan dengan emosi. Tapi untuk kebanyakan hal lainnya itu tak perlu dengan emosi, itu akan memperburuk suasana dan keadaan saja. Jangan biarkan emosi yang memiliki jiwa serta raga mu, cobalah untuk menjinakkan dan menjadikannya sebagai sebuah senjata di saat-saat tertentu. Mungkin itu akan berguna sewaktu-waktu nanti.
Namun kadang sesekali kita harus menunjukkan pada orang di sekitar kita bahwa kita juga punya emosi seperti bom atom yang sewaktu-waktu akan meledak jika waktu nya sudah habis, tiap manusia mempunyai batasan untuk selalu sabar, ada kala nya sabar itu tak akan menjadi hilang dan seketika berubah menjadi kebencian yang amat dalam, tiap manusia tak selamanya bisa berbohong karena ada kala nya kebohongan itu akan menjadi bencana bagi diri sendiri, juga senyum tiap manusia tak selalu ada mereka juga bisa berubah 360° saat mereka merasakan kecewa akan sesuatu yang selama ini di perjuangkan.
Saat kamu berpikir bahwa beberapa hal terlalu besar untuk dilihat dan beberapa emosi terlalu besar untuk dirasakan. Yaa menurut ku itu adalah pemikiran yang benar, contoh nya hal besar yang bisa kita lihat adalah saat sesorang sukses lebih dulu di banding kita, otomatis kita melihat yang terlalu besar untuk kita langkahi. Namun pikiran mu salah seperti itu, justru jika ada seorang teman duluan sukses dari pada kita seharus nya kita menjadikan itu suatu motivasi agar bisa mengejar kesuksesan itu. dan contoh emosi yang terlalu besar untuk kita rasakan adalah saat kita melihat orang tau terlebih lagi jika ibu kita di perlakukan lasar oleh seseorang, otomatis kita juga akan emosi yang sangat besar ke pada orang yang telah berbuat itu ke pada ibu kita. Dan mungkin tindakan emosi mu langsung kamu perlihatkan dengan memukul sebab itu sudah termasuk emosi yang di rasakan terlalu besar.
Kamu akan mencapai tingkat kebebasan baru ketika kamu sudah bisa mengendalikan emosi mu, dan pada tingakat ini pula bahwa kamu bukan lah orang yang lemah sebab kamu sudah bisa mengendalikan emosi mu itu.
Manusia yang hebat adalah manusia yang bisa mengendalikan diri saat di kuasai oleh amarah atau pun emosi, tenang saat di permalukan, dan tersenyum saat di remehkan.
Emosi pasti pernah di rasakan setiap manusia , apa pun pemicu nya itu a kan tetap sama di akhir nya. Semua emosi akan membuahkan hasil yang paling menyakitkan yaitu penyesalan.
Emosi mu adalah budak dari pikiran mu, dan kamu adalah budak dari emosi mu jika kamu tidak lebih dahulu mengusainya maka dia akan menguasaimu dengan segala cara yang ada dan dengam berbagai masalah yang timbul.
Emosi yang dapat menghancurkan hati mu kadang-kadang adalah yang bisa menyembuhkannya dari patah hati, seperti yang telah terjadi sebelumnya. Kamu emosi saat hati mu di patahkan namun setelah nya kamu bisa kembali sembuh dan dapat berbahagia lagi jauh dari sebelum nya.
Jika kamu sudah bisa mengendalikan emosi serta amarah mu itu, berarti kamu termasuk orang-orang yang cerdas dan mampu berdiri dalam hal serta kondisi apa pun.
Dunia yang seharus di kendalikan, bukan malah dunia yang mengendalikan mu. Berjalan nya apa yang ada di dunia ini adalah hasil dari kamu bisa mengendalikannya.
__ADS_1