Mengejar Mimpi

Mengejar Mimpi
Bab 61


__ADS_3

tring.... tring...


jam istirahat berbunyi memberi tanda untuk semua kelas istirahat mengisi perut mereka sebelum mebghadapi jam pelajaran berikitnya. semua murid selalu berbondong-bondong kekantin klo sudah ada bunyi bel istirahat, bagi semua murid jam istirahat adalah jam kebebasan mereka sepama disekolah.


" aku pergi dulu ya, kalian tunggu aku di kantin saja. " leni meninggalkan nita dan hans dengan buru-buru


" leni mau kemana ? kok buru-buru gitu. " tanya Hans sambil mengjampiri nita ditempat duduknya


" tau tuh anak, ! paling ketemu Rendi. " jawab nita datar sambil memasukan buku catatannya ke dalam laci meja


rapat diruangan pengurus osis....


" semuanya tanpa terkecuali, besok harus memberi laporan masing-masing tugas yang ditanganinya. bagian seksi acara, gedung, perlengkapan, dan lain-lain. intinya laporkan setiap tahap persiapan sudah sampai dimana sesuai tugas masing-masing, ingat inggat tinggal dua hari lagi waktu kita menyelesaikan semuanya.


" ada pertanyaan ? sebelum kita bubar ?. " gak ada yang yang bertanya, anggita osis semua mengerti perkataan rendi kepada mereka.


" karna gak ada yang mau bertanya, berarti gak ada masalah. sampai disini saja rapat hari ini, besok kita lanjutkan rapat lagi. pastikan hari ini kalian sudah survei semua kekurangannya sehingga bisa kita bahas besok " Rendi menutup rapat sebagai ketua osis. semua anggota pada keluar dari ruangan osis, dan menyapa dan memberi ucapan selamat kepada leni ketika mereka melihat leni berdiri di depan luar ruangan osis dekat pintu.

__ADS_1


" hay leni... kamu sudah balik ? selamat ya ?. " satu persatu, anggota osis menyapa leni.


setelah leni merasa semuanya sudah pergi dan sepi, leni membuka pintu masuk kedalam ruangan osis dimana tinggal Rendi sendirian diruangan itu.


" suprise.... ! " dengan kedua tangan terbuka leni mengejutkan rendi yang sedang asyik merapikan kertas laporan rapat tadi.


" Leni,,,,, ! kamu sudah balik ! " sahut rendi kaget mepihat kedatangan leni tanpa sepengetahuannya, tanpa berpikir panjang lagi, ia langsung memepuk Leni dengan erat dalam pelukannya.


" kenapa kamu gak kasi tau aku klo kamu sudah pulang ? biar aku jemput kamu ". tanya rendi masih memeluk leni l.


" aku kangen banget sama kamu ? " sahut rendi dengan suara berat, menunjukkan rasa rinduny dalam banget.


" aku juga begitu merindukan kamu ? " balas leni semakin mempererat pelukannya ditubuh rendi begitu juga rendi.


keduanya saling melepas rindu dibtara mereka, rendi mengangkat wajah leni dan mencium leni dengan dalam.


" leni ini permintaanku yang tidak kukasih tau kekaku ketika kamu tanya, aku meminta lima menit. " rendi mencium kembali Leni dengan pelan, leni juga membalas ciuman Rendi, gak tau kenapa ia tidak bisa menolak rendi. mungkin karna dia sudah siap menerima rendi sebagai pacarnya, atau karna dia sudah merindukan sok-sok rendi disampingnya, atai dua-duanya sebagai alasannya.

__ADS_1


keduanya larut dalam melepas rindu, keduanya menikmati kesepian diruangan itu, hingga tak sadar sudah lewat lima menit mereka berciuman.


" aku sayang banget sama kamu, bahkan setiap hari aku kepikiran kamu terus. ? " Rendi memegang kedua bahu leni


" makasi rend, aku juga sayang banget sama kamu. oh ia aku punya sesuatu untukmu ? " leni menyerahkan paperbag yang ada ditangannya kepada Rendi


" apa ini ? " sambil bertanya rendi mengambil paperbag yang disodorkan leni kepadanya


" bukan apa-apa, hanya sebuah kemeja. nanti diacara sekolah kamu pakai ya ? " tawar leni


" makasih ya Leni ? buat oleh-olehnya, yuk kita kekantin ?. " rendi merapikan kertasyang ada dimejanya yang sempat terhenti tadi serta meletakkan paperbag bersamaan didalam loker miliknya


keduanya keluar dari ruangan kantin, berjalan menuju kanti dengan rauk muka bahagia. apa lagi ekspresi Rendi yang terus senyam senyum, mengingat ciumannya dengan leni yang cukup lama. ini pertama kali leni membalas ciumannya, menurutnya leni semakin cinta kepadanya.


vina yang melihat rendi dan Leni keduanya berjalan dengan bahagia sambil pegangan tangan, kebenciannya terhadap leni semakin meningkat hingga ia mengepalkan kedua tangannya.


" aku gak terima kamu merebut Rendi dari aku, kamu akan membuat rendi meninggalkan kamu. bukan hanya itu, aku akan membuat semua orang yang dekat dengan kamu membenci kamu dan meninggalkanmu ! " vina bicara pada dirinya sendiri dan tidak terima Leni bersama Rendi.

__ADS_1


__ADS_2