Mengubah Takdir Aneisha Mihai

Mengubah Takdir Aneisha Mihai
Bab 33 Kemenangan Sang Danseur


__ADS_3

Aneisha Mihai sangat mengagumi tarian Les Bourgeois yang menampilkan sisi laki-laki seorang pria yang gentleman dan gagah.


Meskipun penari pria menari dengan lincah serta identik dengan tarian balet yang lemah gemulai tetapi dalam tarian ini penari terutama seorang danseur akan dituntut untuk menarikan tarian Les Bourgeois dengan kekuatan serta tenaga yang besar.


Beaufort Abellard mampu melakukannya dengan apiknya serta sangat indahnya membawakan tarian balet Les Bourgeois.


Aneisha Mihai tidak mampu untuk menahan rasa kagumnya yang tinggi terhadap penampilan dari Beaufort Abellard yang sangat penuh gemilang di atas panggung.


Dia berdiri dengan melompat-lompat penuh keriangan.


"Aneisha Mihai cobalah tahan emosimu itu, nak", ucap Bu Amarise.


"Maaf, maaf Bu Amarise, aku terlalu senang melihat penampilan dari Beaufort Abellard yang sangat sempurna itu", sahut Aneisha Mihai bangga.


"Baiklah, baiklah, aku akan lebih menyempurnakan penampilan dari pria itu di atas panggung, nak", ucap Bu Amarise seraya mengarahkan payung berendanya ke depan.


"Apa yang akan anda lakukan kepada Beaufort Abellard, bu ?", tanya Aneisha Mihai langsung menghentikan lompatannya.


"Aku akan memberikan sentuhan keajaiban pada tarian balet Beaufort Abellard agar lebih sempurna dan setiap orang di ruangan gedung ini lebih memperhatikan penampilan pria itu terutama para juri akan terhipnotis dengan tarian balet Les Bourgeois miliknya, nak", sahut Bu Amarise tersenyum kepada gadis muda yang berdiri di sebelahnya.


"Apakah ini dibenarkan ?", tanya Aneisha Mihai.


"Bukankah tujuan kita adalah menolongnya lulus audisi film ini supaya memenangkan acara ini dan terpilih sebagai pemeran utama film Les Bourgeois itu, nak !?", tanya Bu Amarise dengan tersenyum lebar.


"Hmm... Benar juga... Aku rasa bukan idea buruk dan bukanlah sesuatu yang melanggar peraturan karena memang tidak ada peraturan untuk roh ajaib yang memang bertugas menolong, bukan begitu, Bu Amarise !?", ucap Aneisha Mihai.


"Itu benar sekali, nak, jadi mari kita melakukannya dengan senang hati untuk menolong pria itu agar bisa bersatu lagi dengan saudara kembarnya yang terpisahkan itu, nak", ucap Bu Amarise.


Aneisha Mihai menganggukkan kepalanya pelan menyetujui ucapan Bu Amarise untuk membantu pria itu untuk bertemu kembali dengan saudara kembarnya.


Muncul cahaya berkilauan dari payung berenda milik Bu Amarise bergerak memutar ke arah panggung dimana Beaufort Abellard tengah menarikan ballet Les Bourgeois, cahaya gemerlap mengitari tubuh pria itu sehingga membuatnya semakin bercahaya terang dan menjadikan daya tarik bagi semua orang di ruangan Gedung Opera Palais Garnier kepada tarian ballet dari Beaufort Abellard.


"Lihat Bu Amarise ! Semua orang melihat ke arah tariannya dan terfokus pada Beaufort Abellard, ini sangat menakjubkan sekali, hampir semua orang terpukau dengan penampilan pria itu. Ini sangat hebat sekali, Bu Amarise !", ucap Aneisha Mihai.


"Hmmm...", sahut Bu Amarise bergumam pelan sambil tetap mengarahkan payung berenda miliknya ke arah panggung.


Seluruh mata yang hadir di ruangan Gedung Opera Palais Garnier menyaksikan ke panggung pertunjukkan tanpa berkedip, seakan-akan semuanya terhipnotis dengan tarian yang dibawakan oleh Beaufort Abellard yang sangat indah itu.


Terlihat semua orang berkerumun ke depan panggung pertunjukkan untuk bisa melihat lebih jelas ketika melihat penampilan dari Beaufort Abellard.


"Lihatlah Bu Amarise ! Semua orang berkumpul di depan panggung dan bersemangat menonton tarian balletnya bahkan para juri turut serta berdiri dengan kagum", ucap Aneisha Mihai.


"Aku melihatnya semuanya, nak", sahut Bu Amarise.

__ADS_1


Musik berupa opera berhenti mengalun mengiringi tarian ballet Les Bourgeois yang dibawakan oleh Beaufort Abellard bersamaan dengan berakhirnya tarian dari pria itu.


Terdengar teriakan dari arah kerumunan orang saat musik berhenti, semua orang meneriakan agar Beaufort Abellard menari lagi karena mereka ingin melihat penampilan pria tersebut berulang kali.


"Tarikan lagi ! Tarikan lagi ! Ini sangat indah sekali ! Ayo tarikan sekali lagi ! Kami ingin melihatmu menarikannya lagi !!!", teriakan penonton yang mengerumuni panggung pertunjukkan.


"Oh Tuhanku, ini di luar dari perkiraanku, dan semua rupanya sangat mengagumi tarian balet Beaufort Abellard", ucap Aneisha Mihai tidak percaya.


"Itulah keajaiban Tuhan, nak. Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, nak", sahut Bu Amarise.


"Berkat anda juga yang telah membantunya sehingga tarian Les Bourgeois yang dibawakan oleh Beaufort Abellard semakin hidup", ucap Aneisha Mihai.


"Tidak ! Aku tidak melakukan apa-apa kepada tarian ballet yang dibawakan oleh Beaufort Abellard, nak", ucap Bu Amarise.


"Bukankah anda membantunya agar tarian balet pria itu menjadi tampak hidup dan indah, Bu Amarise !?", tanya Aneisha Mihai.


"Aku hanya memberinya sentuhan cahaya langit agar tarian balet yang dibawakannya lebih terlihat terang di atas panggung sehingga cahaya yang menyoroti Beaufort Abellard membuat mata menjadi teralihkan kepada dia dan terus terfokus padanya", jawab Bu Amarise lalu menarik payung berendanya dari arah panggung pertunjukkan.


"Maksud anda Bu Amarise ? Aku tidak mengerti sama sekali dengan yang anda ucapkan itu !?", tanya Aneisha Mihai.


"Beaufort Abellard telah menarikan Les Bourgeois itu dengan sangat apik, itu semua karena kemampuannya sendiri dalam menarikan tarian tersebut serta ia berhasil membuat semua orang terpukau kepada penampilannya, nak", ucap Bu Amarise.


"Begitu, ya, hanya anda membantunya dengan memberikan efek cahaya berkilauan saja agar tarian balet yang dibawakan oleh Beaufort Abellard tampak lebih hidup", ucap Aneisha Mihai.


Terdengar suara tepuk tangan menggema di seluruh ruangan Gedung Opera Palais Garnier memberikan penghormatan kepada Beaufort Abellard atas bakat yang dimiliki pria tersebut.


Terlihat Beaufort Abellard berdiri dengan ekspresi wajah penuh haru ketika melihat sambutan semua orang atas penampilannya di atas panggung pertunjukkan.


"Dia akhirnya dapat tertawa bahagia, betapa senangnya saat melihatnya sesenang itu", ucap Aneisha Mihai.


"Benar yang kamu katakan, nak. Baru kali ini, kita melihatnya sebahagia itu dan tersenyum secerah itu, aku rasa jika ini merupakan berkah yang turun langsung dari Tuhan untuk kita semua", ucap Bu Amarise.


"Berkah yang luar biasa sehingga aku dapat melihat cahaya dari Tuhan menerangi seluruh tempat ini, Bu Amarise", ucap Aneisha Mihai.


"Iya, dan sangat hangat hingga ke dalam hati ini, seperti perwakilan yang langsung diberikan oleh Tuhan atas kebahagian yang dirasakan pria setegar seperti Beaufort Abellard, nak", ucap Bu Amarise.


"Benar, tiada orang yang sekuat dan setegar Beaufort Abellard, dan aku sangat mengagumi dirinya yang berjuang keras untuk mencapai impiannya itu, mempertahankan sekolah balet milik ibunya agar menjadi sukses", ucap Aneisha Mihai seraya menitikkan air matanya terharu.


"Hmmm...", gumam Bu Amarise.


"Itu alasan anda untuk membantunya, bukankah seperti itu, Bu Amarise !?", ucap Aneisha Mihai sambil terisak pelan.


"Aku hanya kagum dengan perjuangan yang dilakukan oleh pria itu untuk kebahagian, bukan untuk dirinya saja tetapi untuk orang yang paling dicintainya, pada dasarnya ia ingin memenangkan audisi film ini agar ketika kelak ia terkenal dan sukses, ia dapat mempersatukan keluarganya utuh seperti dulu", ucap Bu Amarise.

__ADS_1


"Ini sangat mengharukan sekali, aku tidak dapat menahan air mataku, aku merasa dia lebih kuat dari yang aku bayangkan, dan dia lebih hebat dariku", ucap Aneisha Mihai.


"Hmmm... Setiap orang memiliki kehidupan mereka masing-masing yang telah mereka pilih sendiri... Dan setiap masa depan terbentuk berbeda serta memiliki bagian dan porsi kebahagiannya tersendiri, bukan Tuhan yang menentukannya tetapi kitalah yang mampu mengubahnya dari ketekunan serta kekuatan hati untuk sukses, nak", ucap Bu Amarise bijak.


"Aku tahu itu dan aku banyak belajar dari kisah Beaufort Abellard ini", ucap Aneisha Mihai.


Seorang pria dari arah juri langsung naik ke atas panggung menghampiri Beaufort Abellard yang masih berdiri tertegun melihat sambutan antusias penonton yang begitu meriah serta penuh semangat saat menyaksikan pertunjukkan tariannya.


Juri itu lalu memeluk Beaufort Abellard seraya menyalami pria itu serta mengangkat tangan mereka bersama-sama ke arah atas.


"Saya nyatakan bahwa Beaufort Abellard layak lolos audisi film untuk menjadi salah satu kandidat utama pemeran dalam film Les Bourgeois ! Berikan tepuk tangan kalian atas keberhasilan Beaufort Abellard memenangkan audisi film ini !", ucap juri pria itu dengan sangat lantang seraya tersenyum lebar dengan senangnya kepada semua yang hadir.


Aneisha Mihai tersenyum sangat lega saat mendengar keputusan dari hasil audisi tersebut yang menyatakan bahwa Beaufort Abellard telah memenangkan audisi film untuk judul Les Bourgeois yang akan segera ditanyangkan di seluruh negeri ini.


"Itu artinya kita dapat kembali pulang ke masa depan, ke rumah lagi, Bu Amarise", ucap Aneisha Mihai.


"Iya, benar, nak. Tetapi sungguh disayangkan sekali jika kita tidak mempertemukan kedua saudara kembar laki-laki itu bersatu lagi sebelum kita kembali ke masa depan, Aneisha Mihai", sahut Bu Amarise.


"Apakah ada tugas lainnya yang harus kita selesaikan lagi di sini ? Mempersatukan kedua saudara kembar itu !? Haruskah itu kita lakukan ? Bukankah Beaufort Abellard telah memenangkan audisi film itu ?", tanya Aneisha Mihai.


"Memang benar sekali jika kita telah membantunya untuk menang tetapi kali ini agak berbeda karena aku melihat cahaya terang pada saudara kembar, Beaufort Abellard", ucap Bu Amarise.


"Apa artinya itu, Bu Amarise ?", tanya gadis muda itu.


"Sebuah cahaya keberuntungan yang lebih besar dan kuat pengaruhnya yang mengitari kehidupan saudara kembar dari Beaufort Abellard, nak", sahut Bu Amarise.


"Cahaya keberuntungan !?", gumam Aneisha Mihai.


"Tepat sekali, nak, jika keduanya bersatu kembali dan bersama seperti dulu maka keberuntungan akan kuat mengelilingi kehidupan mereka berdua dan aku pastikan kesuksesan demi kesuksesan akan datang di dalam kehiduapan mereka, nak", sahut Bu Amarise.


"Dan itu akan membantu sekolah balet milik ibu mereka lebih berkembang pesat serta menjadi sukses seperti sekarang", ucap Aneisha Mihai terkejut.


"Benar sekali, cahaya keberuntungan itu akan menyertai kehidupan Beaufort Abellard lebih gemilang jika bersama dengan saudara kembarnya", ucap Bu Amarise.


"Karena mereka saling mendukung dan dukungan terbesar serta terkuat datang dari saudara kembar laki-lakinya, hubungan yang saling menguatkan antara satu dengan lainnya", ucap Aneisha Mihai.


"Tepat sekali, nak. Itulah yang disebut cahaya keberuntungan dari sebuah hubungan saudara kembar yang saling menguatkan satu dengan lainnya", ucap Bu Amarise.


"Hubungan yang sangat indah sekali melebihi hubungan yang ada di dunia ini", sahut Aneisha Mihai.


Akhirnya mereka berdua dapat menyelesaikan tugas mereka di tahun 1962, di masa lalu dengan lancar. Dan mereka berhasil membantu Beaufort Abellard menjadi pemenang dari audisi film untuk judul Les Bourgeois.


Kemenangan sang danseur yang paling berbakat serta paling fenomenal sepanjang sejarah dunia tari ballet milik Beaufort Abellard.

__ADS_1


Setiap manusia memiliki impian mereka yang merupakan masa depan mereka untuk mereka raih demi kebahagiaan hidup mereka selanjutnya hingga nafas terakhir karena mencapai impian merupakan bagian dari mengubah takdir hidup kita untuk hidup bahagia.


__ADS_2