
Terlihat api dimana-mana saat Bu Amarise tiba di tempat yang disebut neraka.
Wanita bergaun merah dengan topi warna merah berenda yang menutupi sebagian wajahnya sedang membawa jasad perempuan di tangannya.
"Apa kabar Malaikat Amarise ?", tanya seorang penjaga pintu neraka.
"Apa kabar mu Michael ?", sapa Bu Amarise.
Pria dengan topi kerucutnya hanya tertawa kecil mendengar ucapan wanita bergaun merah itu.
"Aku membawa buruan mu, bukankah kamu sudah mencari perempuan ini", ucap Bu Amarise.
"Wah ! Wah ! Kamu membawa oleh-oleh yang sangat menarik sekali Malaikat Amarise", sahut Michael senang.
"Kamu senang aku membawakan mu buah tangan menarik ini", ucap Bu Amarise.
"Tidak juga", sahut Michael.
"Tapi akan sangat merepotkan mu untuk mengurus roh serta jasad orang ini, Michael", ucap Bu Amarise.
"Iya, aku harus menyalin beberapa catatan penting tentang kehidupannya dan mengurus rohnya serta menggabungkan jasad dengan kepalanya", sahut Michael.
"Akankah kamu menjahit kepala dan jasadnya kembali utuh ?", tanya Bu Amarise.
"Bagaimana lagi karena aku harus melakukannya jika aku tidak segera menyambungnya setelah dia sampai di tempat ini maka aku akan semakin kesulitan !?", sahut pria penjaga neraka itu.
"Ada yang ingin aku tanyakan selain itu", ucap Bu Amarise.
"Silahkan kamu tanyakan pada ku, malaikat Amarise", sahut pria bernama Michael.
"Aku akan menanyakannya saat kamu selesai menjahit saja, Michael", ucap Bu Amarise.
"Tidak, tanyakanlah sekarang karena aku masih belum sibuk untuk mengurus penghuni baru ini", sahut Michael.
"Apakah kamu tahu mengenai Izebel ?", tanya Bu Amarise.
Wanita bergaun merah itu lalu duduk di atas karang api sambil menyandarkan tangannya pada payung berenda miliknya.
"Izebel, Izebel... Izebel, ya...", ucap penjaga neraka itu.
"Apa yang kau cari, Michael ?", tanya Bu Amarise.
Penjaga neraka bernama Michael tengah mencari-cari sesuatu pada sebuah laci dari api yang menyala sedangkan salah satu tangannya memegang jarum jahit berukuran raksasa dengan benang tipis tak terlihat.
"Mmmm... Aku sedang mencari buku agenda ku karena dalam buku itu aku mencatat seluruh catatan penting mengenai nama-nama target pencarian ku...", sahut Michael.
"Hmmm...", gumam Bu Amarise.
"Aku pernah mendengar nama itu tapi aku sudah lama lupa", ucap Michael.
"Apakah nama Izebel tercatat dalam agenda pencarian mu ?", tanya Bu Amarise.
"Aku belum tahu karena itulah aku harus membaca catatan agenda ku di dalam catatan milikku", sahut Michael.
"Dia seorang penyihir ilmu hitam dan memiliki keabadian...", ucap Bu Amarise.
"Keabadian !?", sahut Michael.
"Iya... Keabadian yang dia peroleh dengan mempersembahkan dirinya kepada sekte iblis untuk hidup kekal...", ucap Bu Amarise.
__ADS_1
"Benar-benar pemberani, tidakkah dia mengetahui bahwa itu adalah pelanggaran hebat yang sangat berat hukumannya", lanjut Michael.
"Untuk tujuannya hidup mulia dan makmur, tentunya segala pelanggaran akan dia tempuh", sahut Bu Amarise.
"Tetapi dia tidak akan pernah luput dari hukuman neraka", ucap Michael.
"Tidak masalah selama perempuan itu bahagia", sahut Bu Amarise.
"Bahkan neraka belum tentu mau menerimanya, Malaikat Amarise", ucap Michael.
"Itu sudah takdirnya dan pilihannya, Michael", sahut Bu Amarise sambil memainkan payung berendanya.
"Oh, ini dia agenda milikku, aku baru menemukannya", ucap Michael.
"Ada nama Izebel disana", sahut Bu Amarise.
"Sebentar aku masih mencarinya dan membacanya, Izebel ya...", ucap Micahel.
Bu Amarise memandang ke arah Michael saat penjaga neraka itu sedang membaca buku agendanya.
"Ini sangat menakutkan sekali, Malaikat Amarise !", ucap Michael.
"Ada apa ?", tanya Bu Amarise.
"Perempuan itu termasuk dari ketiga belas penyihir terkuat dan merupakan target neraka selanjutnya", sahut Michael.
"Lalu apa yang menakutkan darinya ?", ucap Bu Amarise.
"Penyihir itu juga incaran surga", sahut Michael.
"Apa ?", ucap Bu Amarise terperanjat kaget.
"Apa yang melatarbelakangi pihak surga memburunya ?", tanya Bu Amarise.
"Jika dia merupakan incaran dari surga dia di pastikan memiliki amal lain yang mampu menghapus dosanya", sahut Michael.
"Tidak mungkin itu terjadi, Michael", ucap Bu Amarise.
"Tetapi pada catatan agendaku, Izebel termasuk dari ketiga belas penyihir yang paling ditakuti pada masanya", sahut Michael.
"Dan mana mungkin dia salah satu penghuni surga...", ucap Bu Amarise.
"Aku sendiri juga tidak tahu, tetapi aku hanya membaca catatan agenda milik neraka bahwa nama Izebel termasuk dalam catatan surga", sahut Michael.
Ucapan Michael semakin membuat bingung Bu Amarise bahkan dia tidak dapat bersuara karena sangat terkejut sekali.
"Amalan dia adalah menghentikan kejahatan Kesyea yang memakan banyak korban jiwa persembahan sedangkan Izebel menjadi salah satu dari korban persembahan sekte sesat yang dianut oleh Kesyea", ucap Michael.
"Tapi dia memiliki garis keturunan yang di wariskan oleh ibunya kepada Izebel sebagai anak penyihir ilmu hitam", sahut Bu Amarise.
"Dia berkorban, Malaikat Amarise...", ucap Michael sendu.
Wanita bergaun merah dengan topi merah yang menutupi sebagian wajahnya semakin terkejut.
"Pengorbanan apa yang dia lakukan sehingga surga dan neraka mengincarnya ?", tanya Bu Amarise.
"Dia rela berkorban untuk menyelamatkan Keysea agar dia tidak lagi mengikuti sekte itu, pada saat dia mengorbankan jiwanya bersamaan itu pula dia mendapatkan jiwa baru", sahut Michael.
"Tunggu sebentar ! Maksud mu Izebel yang sekarang bukanlah Izebel yang dulu !?", ucap Bu Amarise.
__ADS_1
"Sebenarnya aku juga tidak tahu tepatnya kejadian itu tetapi aku hanya tahu jika jiwa Izebel telah di korbankan", sahut Michael.
"Oh Tuhan ! Ternyata dugaanku benar sekali karena aku telah curiga saat aku melihat rumah dari Izebel yang sangat aneh", sahut Bu Amarise.
"Pasti ada unsur aliran sekte hitam yang masih melekat di kediamannya", ucap Michael.
"Bukan hanya itu saja bahkan dia membuat jasad dari permaisuri itu sebagai bagian dari nyawa rumahnya", sahut Bu Amarise.
"Dia bukan Izebel yang sebenarnya, Malaikat Amarise", ucap Michael.
"Tetapi yang mengherankan bahwa pihak surga mengincarnya sedangkan kejahatan Izebel telah melampaui batasannya", sahut Bu Amarise.
"Aku juga tidak tahu pasti, alasan utama yang melatarbelakangi pihak surga memburu Izebel", ucap Michael.
"Jika jiwa Izebel di korbankan maka jiwa yang ada di dalam tubuhnya sekarang lalu siapa ?", ucap wanita bergaun merah.
"Saat jiwa Izebel dikorbankan saat itu juga jiwa Izebel kembali dengan pengaruh iblis yang mereka puja", sahut Michael.
"Apakah dia menukar jiwanya pada iblis ?", tanya Bu Amarise.
"Iya, mereka memiliki sebuah perjanjian abadi yang mengikat kuat bahkan nilai yang ditukarkan adalah keabadian, Malaikat Amarise", sahut Michael.
"Keabadian !? Kita tahu bahwa tidak ada keabadian di dunia ini selain Tuhan lalu apa yang didapatkan iblis dari pengorbanan jiwa itu", tanya Bu Amarise.
"Tubuhnya...", sahut Michael.
"Maksudmu keabadian itu ditukar dengan tubuh milik Izebel dan itu artinya jiwa Izebel dikuasai oleh iblis", ucap Bu Amarise.
"Karena itulah Keysea menjadi hantu yang gentayangan, dikendalikan oleh Izebel sebagai alat pencari kekuasaan dan kemakmuran", sahut Michael.
"Bagaimana dia memiliki anak ?", tanya Bu Amarise.
"Bukankah tubuhnya adalah manusia, dan tentu saja dia dapat memiliki anak", sahut Michael.
"Oh Tuhanku ! Ini sungguh mengerikan !", ucap Bu Amarise.
"Dan menakutkan...", sahut Michael.
Tampak Michael telah menyelesaikan pekerjaannya dan jasad permaisuri raja telah menjadi satu dengan kepalanya.
"Baiklah, Malaikat Amarise... Aku harus pergi sekarang dan membawa roh perempuan ini ke pengadilan neraka", ucap Michael.
"Apakah kamu akan pergi sekarang ?", tanya Bu Amarise.
"Iya, karena pengadilan neraka telah menunggu kami", sahut Michael.
"Kamu membawa serta roh permaisuri itu bersama denganmu, Michael", ucap Bu Amarise.
"Tentu saja aku membawanya, Malaikat Amarise", sahut Michael. "Apa tidak ada lagi yang ingin kamu tanyakan ?"
"Tidak, tidak ada lagi yang ingin aku tanyakan, Michael", sahut Bu Amarise.
"Baiklah kalau begitu aku mohon undur diri untuk pergi dari sini dan jika kamu ingin menemuiku lagi untuk bertanya, kau tinggal datang kemari, Malaikat Amarise", ucap penjaga neraka itu.
"Iya, terimakasih atas informasi yang kamu berikan kepadaku dan aku akan datang lagi untuk menanyakan hal yang kiranya aku perlu tanyakan", sahut Bu Amarise.
"Sampai jumpa lagi, Malaikat Amarise", ucap Michael memberi salam perpisahan.
Berangsur-angsur tubuh Michael menghilang dari pandangan Bu Amarise yang juga terlihat bersiap-siap pergi dari tempat yang disebut neraka dengan membuka payung berenda miliknya.
__ADS_1