Mengubah Takdir Aneisha Mihai

Mengubah Takdir Aneisha Mihai
Bab 36 Menyusun Rencana


__ADS_3

Tampak ketiga orang tengah berdiskusi di ruangan kamar penginapan. Berbincang-bincang serius dengan memperhatikan selembar kertas yang mirip sebuah peta lokasi Kota Ars-en-Rè yang terhampar di atas meja kayu.


Aneisha Mihai duduk bersila memandangi peta di depannya dengan ekspresi serius.


Peta lokasi Kota Ars-en-Rè sedikit rumit karena Ars-en-Ré adalah salah satu dari 10 komune yang terletak di le de Ré di lepas pantai La Rochelle dan di bagian barat laut pulau, sekitar 8 km barat Saint-Martin-de-Rè . Akses ke komune adalah melalui jalan D735 yang melintasi ke pulau dari ujung National Highway N237 di La Rochelle.


Aneisha Mihai terdiam tanpa bersuara saat Bu Amarise membacakan keterangan mengenai peta lokasi Kota Ars-en-Rè.


"Kita tidak tahu lokasi sebenarnya dari rumah Benjamin Abellard tetapi kita akan segera tahu setelah mengetahui kesukaan saudara kembar laki-laki dari Beaufort Abellard", ucap Bu Amarise.


"Kenapa anda menyimpulkan bahwa kegemaran saudara kembar yaitu Benjamin Abellard sama dengan Beaufort Abellard, Magde ?", tanya Aneisha Mihai.


"Karena saudara kembar biasanya memiliki karakter yang sama dan cenderung mirip satu dengan lainnya bahkan terkadang hobi keduanya sama karena sifat identik dari saudara kembar itu sendiri", sahut Bu Amarise.


"Tidak hanya wajah mereka yang mirip sebagai saudara kembar melainkan kesukaan mereka terkadang sama", ucap Aneisha Mihai.


"Yah, itu benar, bahkan cenderung sama persis dan sulit untuk dibedakan, pada umumnya mereka gemar bersama-sama dalam berbagai aktivitas", ucap Bu Amarise.


"Apakah saat saudara kembar itu terpisah, mereka akan saling merasakan sesuatu diantara keduanya ?", tanya Aneisha Mihai.


"Entahlah, tetapi kamu bisa tanyakan hal itu kepada Beaufort Abellard mengenai batinnya", sahut Bu Amarise seraya melirik ke arah pria asing itu yang hanya duduk melamun di kursi.


"Aku rasa dia tidak akan mempunyai hubungan yang sedalam itu dengan saudara kembarnya karena mereka sudah lama terpisah sejak mereka masih kecil", ucap Aneisha Mihai.


"Mmm..., mungkin saja itu benar, tetapi apakah yang dikatakan Sylphide itu benar, nak ?", tanya Bu Amarise.


"Aku terkadang bermimpi tentang saudara kembar laki-lakiku itu dan kami sering bercakap-cakap dalam mimpi meski aku tahu itu hanya khayalanku saja", sahut Beaufort Abellard.


"Bukan mimpi, itu adalah hubungan ikatan batin diantara saudara kembar yang lama terputus dan tersambung dalam bentuk pikiran", ucap Bu Amarise.


"Apakah saudara kembar dari Beaufort Abellard juga merasakan hal yang sama dengannya, Magde ?", tanya Aneisha Mihai sambil bertopang dagu.


"Tentu saja, Benjamin Abellard juga merasakan hal yang sama dengan Beaufort Abellard", sahut wanita bergaun merah itu.


"Mereka saling terhubung oleh ikatan batin yang dalam dan saling merindukan satu dengan lainnya sehingga mimpi itu muncul saat menjelang tidur", ucap Aneisha Mihai dengan menatap teduh ke arah luar jendela penginapan.


"Iya, biasanya karena terlalu dalamnya ikatan diantara saudara kembar sehingga mereka dapat bertelepati", ucap Bu Amarise.


"Telepati !?", ucap Aneisha Mihai.


"Benar, bertelepati...", sahut wanita tua itu.


"Hmmm...!?", gumam Aneisha Mihai seraya manggut-manggut.


"Apakah kamu pernah merasa rindu pada saudara kembarmu Beaufort Abellard ?", tanya Bu Amarise.


"Terkadang aku meridukannya dan ingin sekali bertemu dengannya tetapi karena aku tidak tahu dimana saudara kembarku berada maka aku hanya pasrah dan menyimpan kerinduanku dalam hatiku", sahut Beaufort Abellard.


"Sayang sekali... Kamu harus terpisah dengan saudara kembarmu Beaufort Abellard", ucap Aneisha Mihai.


"Iya dan sangat di sayangkan memang tetapi itulah takdir kami berdua sebagai saudara kembar yang harus terpisahkan", ucap Beaufort Abellard sedikit menyesal.


"Mmm... Anda tadi bilang jika saudara kembar akan saling terhubung dan mampu bertelepati satu dengan lainnya, Magde", ucap Aneisha Mihai.


"Benar, itu memang benar sekali, lalu kenapa kamu menanyakannya, nak ?", tanya Bu Amarise.


"Bagaimana jika kita menghubungkan Beaufort Abellard lewat telepati dengan Benjamin Abellard ? Itu akan memudahkan bagi mereka untuk mengetahui keberadaan diantara satu dengan lainnya, Magde", ucap Aneisha Mihai lalu berdiri dari atas ranjang tidur.


"Menghubungkan keduanya lewat telepati ?", tanya Bu Amarise sambil mengangkat kedua alisnya.

__ADS_1


"Hmmm, iya ! Kenapa tidak kita mencoba cara itu ? Bukankah itu cara termudah bagi mereka untuk saling berkomunikasi !?", ucap Aneisha Mihai seraya merentangkan kedua tangannya.


"Tetapi hubungan diantara keduanya haruslah kuat sedangkan hubungan yang terjalin antara Beaufort Abellard dengan saudara kembarnya tidak sekuat itu karena telepati berarti kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang yang berada di tempat jauh tanpa menggunakan indra fisik atau alat komunikasi ilmiah lainnya serta memiliki kekuatan batin yang sangat dalam", sahut Bu Amarise.


"Jika tidak mencobanya... Bagaimana caranya kita akan tahu jawabannya !? Apakah bisa atau tidaknya mereka bertelepati itu tergantung dari usaha keduanya dan tanpa mencoba, kita tidak akan pernah tahu hasilnya !?", ucap Aneisha Mihai.


"Bagaimana denganmu Beaufort Abellard ?", tanya Bu Amarise.


Wanita tua bergaun merah serta topi merah berenda yang menutupi wajahnya itu hanya menolehkan kepalanya ke arah Beaufort Abellard.


"Hmmm...", gumam pria asing itu.


"Apakah kamu akan mencoba bertelepati dengan saudara kembarmu ?", tanya Bu Amarise seraya menatap tajam kepada pria itu.


"Aku tidak tahu caranya bertelepati dengan saudara kembarku dan aku tidak memiliki kemampuan itu, Magde", sahut Beaufort Abellard.


"Aku akan membantumu untuk melakukannya agar kamu dapat bertelepati dengan saudara kembarmu", ucap Bu Amarise.


"Benar Beaufort Abellard, dengan begitu kita tidak perlu berkeliling ke seluruh penjuru Kota Ars-en-Rè ini untuk mencari saudara kembarmu lagi", ucap Aneisha Mihai.


"Mmmm !?", gumam Beaufort Abellard.


"Jangan ragu lagi, lakukanlah dengan penuh keyakinan Beaufort Abellard ! Dan percayalah Tuhan akan membantumu !", ucap Aneisha Mihai.


"Apakah aku bisa bertelepati dengannya dan jika gagal lalu bagaimana ?", ucap Beaufort Abellard.


"Aku akan menghubungkan pikiran kalian berdua yang terpisah jauh meski kalian tidak dapat berbicara melalui telepati itu tetapi kamu dapat melihat keberadaan saudara kembarmu yang jauh itu", ucap Bu Amarise.


"Maksudnya aku dapat langsung mengetahui dan membaca pikiran saudara kembarku itu tanpa aku harus berada dekat dengannya", ucap Beaufort Abellard.


"Iya, lewat pikiran yang terhubung lewat telepati itu maka kamu dapat mengetahui saudara kembarmu itu sekarang ada dimana", sahut Bu Amarise.


"Baiklah, baiklah, aku akan melakukan telepati itu meski nantinya aku gagal berkomunikasi dengannya setidaknya aku akan tahu keberadaan Benjamin Abellard di Kota Ars-en-Rè ini", ucap Beaufort Abellard.


"Iya, Magde. Tapi bagaimana caranya bertelepati, aku tidak tahu cara melakukannya !?", ucap Beaufort Abellard.


"Mulailah dengan merilekskan tubuh dan menenangkan pikiran, bayangkan penerima pesan berada di depan Anda, lalu fokuskan pikiran untuk mengirimkan kata atau gambar yang mudah dipahami kepada pikiran Benjamin Abellard", saran Bu Amarise.


"Siap, aku akan melakukannya sesuai dengan saranmu, Magde", sahut Beaufort Abellard.


"Ayo kita lakukan, Beaufort Abellard !", ucap Bu Amarise lalu mengarahkan telapak tangannya ke atas kepala Beaufort Abellard yang tengah duduk di kursi.


Beaufort Abellard mulai melakukan yang disarankan oleh Bu Amarise yaitu bertelepati dan saat bertelepati ia memejamkan kedua matanya dan mengambil sikap meditasi serta menenangkan pikirannya.


Pria asing itu lalu memfokuskan pikirannya dengan ekspresi wajah yang sangat serius dan mulai mentransmisikan pesan dari pikirannya kepada pikiran saudara kembarnya.


Wajah Beaufort Abellard terlihat sangat tegang dan sesekali dia mengerutkan dahinya ketika melakukan telepati.


"Apakah dia baik-baik saja, Magde ?", bisik Aneisha Mihai mulai cemas.


"Tenanglah, biarkan dia melakukan telepatinya terlebih dahulu dan bersabarlah, nak", ucap Bu Amarise seraya menarik tangannya dari atas kepala Beaufort Abellard.


"Hmmm... Aku agak khawatir dengan keadaan Beaufort Abellard, jika memang itu tidak berhasil lebih baik kita mencarinya dengan menggunakan kekuatan ajaib saja daripada berakibat fatal pada dia", ucap Aneisha Mihai sangat khawatir saat melihat ke arah Beaufort Abellard.


"Kita tunggu saja sebentar dan jika memang gagal serta terasa berbahaya maka kita hentikan", ucap Bu Amarise.


Tangan wanita tua bergaun merah itu masih berada di atas kepala pria asing yang tengah duduk bertelepati.


Beaufort Abellard langsung membuka kedua matanya dan berteriak keras sambil beranjak berdiri dari kursi.

__ADS_1


"Ketemu !", ucap Beaufort Abellard.


"Ehk !?", ucap kedua perempuan berbeda usia itu terperangah kaget.


"Ada apa ?", tanya Aneisha Mihai.


"Dia ! Dia ada disana ! Aku menemukannya !", teriak Beaufort Abellard dengan membelalakkan kedua matanya.


"Siapa ? Oh iya, apakah kamu menemukan saudara kembarmu itu ?", tanya Aneisha Mihai ikut panik.


"Iya ! Aku dapat bertelepati dengannya, dan aku melihat gambaran tentang dirinya yang berada di sebuah pantai ! Aku melihatnya dengan sangat jelas !", teriak Beaufort Abellard.


"Tenangkan dirimu, nak ! Tenang !", ucap Bu Amarise lalu menahan badan Beaufort Abellard dan mendudukkan pria asing itu kembali di kursi.


"Aku menemukannya... Aku menemukannya... Aku menemukannya...", ucap Beaufort Abellard.


"Tolong berikan segelas air yang ada di atas nampan itu, Sylphide dan tolong, bawakan minuman itu kemari", ucap Bu Amarise.


"Baik, aku mengerti, Magde", sahut gadis muda itu.


Bu Amarise memberikan segelas air yang dibawakan oleh Aneisha Mihai kepada pria tersebut dan menyuruhnya untuk meminum air itu.


"Minumlah, agar kamu tenang, nak !", ucap Bu Amarise.


"Iya, Magde dan terimakasih, aku ucapkan atas kebaikan anda padaku", sahut Beaufort Abellard.


"Sama-sama...", ucap Bu Amarise.


Selang beberapa menit kemudian, Beaufort Abellard terlihat mulai tenang dan sedikit reda emosinya.


Dia menarik nafas panjang berulang kali ketika dia berhasil menenangkan hatinya.


"Aku melihatnya...", ucap Beaufort Abellard.


"Coba kamu ceritakan yang tadi kamu alami itu, dan apakah yang kamu lihat pada saat telepati dengan saudara kembarmu, nak ?", tanya Bu Amarise.


"Aku melihat Benjamin Abellard, dan dia berada di tempat seperti pantai di Kota Ars-en-Rè ini", sahut Beaufort Abellard.


"Pantai !?", ucap Aneisha Mihai lalu menoleh ke arah peta lokasi yang ada di meja.


"Tetapi anehnya, aku tidak dapat berbicara dengan Benjamin Abellard dan aku hanya melihat gambaran lokasi saudara kembarku itu", ucap Beaufort Abellard.


"Benarkah itu !? Apakah kamu tidak dapat berkomunikasi dengan saudaramu itu, nak ?", tanya Bu Amarise.


"Iya, dia seolah-olah menolak pikirannya terbaca dan menutup jalur komunikasi melalui telepati dengannya", sahut Beaufort Abellard.


"Wajar, karena dia tidak tahu jika yang mengajaknya bertelepati adalah dirimu, saudara kembarnya", ucap Bu Amarise.


"Apakah saat bertelepati dia tidak melihatku, Magde ? Bukankah aku memanggil namanya dalam hatiku !?", ucap Beaufort Abellard bertanya.


"Telepati hanyalah media berkomunikasi antara dua manusia yang berjauhan lewat kekuatan pikiran sehingga diantara kalian tidak saling melihat satu sama lainnya", ucap Bu Amarise.


"Jadi hanya transmisi pesan saja yang tersampaikan antara kami karena itulah Benjamin Abellard menolak pikiranku memasuki dirinya", ucap pria asing itu agak kecewa.


"Baiklah, sekarang kita lihat dimanakah letak pantai di Kota Ars-en-Rè ini", ucap Bu Amarise.


Wanita tua bergaun merah dan bertopi merah dengan renda yang menutupi wajahnya itu lalu berjalan ke arah meja yang ada di penginapan.


Dia memperhatikan dengan ekspresi wajah serius ketika melihat ke arah peta lokasi Kota Ars-en-Rè yang terhampar di atas meja yang ada di depannya karena kota ini berada di dekat lepas pantai La Rochelle.

__ADS_1


Jalan D735 melewati pantai utara pulau melalui Saint-Martin-de-Ré dan terus ke barat laut ke komune melewati kota dan terus ke barat laut ke Mercusuar Baleines. Selain kota, ada desa La Grange di dekat pantai dan Le Martray di timur di sepanjang pantai.


Mereka bertiga lalu terdiam membisu seraya memandangi ke arah peta lokasi Kota Ars-en-Rè dengan sangat serius sekali serta terlintas di pikiran ketiganya pertanyaan-pertanyaan rumit tentang pantai manakah yang sekarang akan mereka tuju untuk mencari Benjamin Abellard, saudara kembar laki-laki dari Beaufort Abellard di kota asing itu.


__ADS_2