
Aneisha Mihai tersenyum sangat senangnya saat melihat dirinya berhasil membawakan gerakan tarian balet dengan menggabungkannya menjadi sebuah tarian balet yang selaras serta harmonis saat menarikannya secara duet bersama Joshua Abellard.
Gadis cantik itu tidak kuasa untuk menahan rasa senangnya ketika selesai menari balet duet bersama Joshua Abellard.
Dia bersorak kegirangan setelah menyelesaikan tariannya serta berkata kepada pria tampan itu.
"Wow ! Wow ! Wow ! Tarianmu sungguh indah sekaali Joshua Abellard dan aku benar-benar tidak menyangka kamu dapat menari balet seindah itu !", Aneisha Mihai berseru keras.
"Biasa saja menurutku, kamu suka dengan tarianku ini ?", ucap Joshua Abellard sambil tertawa.
"Tentu saja, tarian baletmu sangat indah sekali !", sahut Aneisha Mihai.
"Yah, terimakasih atas pujiannya, tapi kamu, boleh juga menari balet, aku suka dengan talenta mu itu", ucap Joshua Abellard.
"Bisakah kamu mengajariku tarian balet lainnya lagi, Joshua Abellard ?", pinta gadis cantik itu penuh harap.
"Mengajarimu menari balet ?", ucap Joshua Abellard dengan nada bertanya.
Joshua Abellard langsung tertawa keras mendengar ucapan gadis cantik itu sehingga membuat Aneisha Mihai tersentak kaget.
"Aku bukan guru balet dan aku tidak memiliki kemampuan sehebat itu, tapi baiklah, aku akan menari duet bersamamu lagi", kata Joshua Abellard seraya mengusap sudut matanya yang berair.
"Duet !? Maksudmu, kita menari balet secara duet seperti tadi ?", tanya Aneisha Mihai terkejut.
"Yeah...", sahut Joshua Abellard sembari mengerlingkan kedua matanya.
"Serius !? Kamu serius mengatakannya ?", tanya Aneisha Mihai.
"Serius ! Dan kali ini kita menarikan tarian balet duet 'Spartacus Pas De Deux', tapi tarian ini agak susah dan rumit dan aku akan mengajarimu pelan-pelan", sahut Joshua Abellard.
"Sparta... Apa tadi nama tariannnya ?", tanya Aneisha Mihai.
"Spartacus Pas De Deux", sahut Joshua Abellard.
"Iya, ya, baiklah aku akan belajar tarian balet Spartacus Pas De Deux itu. Dan aku mohon bantuanmu, Joshua Abellard !", ucap Aneisha Mihai.
"Baiklah, aku akan melatihmu tarian itu sebagai ganti waktu menarimu di kelas balet hari ini", ucap Joshua Abellard.
"Terimakasih sekali atas bimbingannya", ucap Aneisha Mihai dengan mata berbinar.
"Sama-sama", sahut Joshua Abellard tersenyum.
"Apakah Spartacus Pas De Deux itu, Joshua Abellard ?", tanya Aneisha Mihai lagi.
"Hmmm..., baiklah, aku akan menceritakan bagian alur kisah Spartacus padamu...", sahut Joshua Abellard sembari menarik tangan Aneisha Mihai.
Joshua Abellard mulai menuntun gadis cantik itu untuk mengikuti langkah-langkah kakinya secara perlahan-lahan menarikan tarian balet Spartacus Pas De Deux sambil dia bercerita tentang kisah Spartacus.
Spartacus Pas De Deux adalah sebuah tarian perpisahan yang penuh dengan gairah antar dua insan kekasih.
Spartacus adalah sebuah balet karya Aram Khacaturian tahun 1954. Karya tersebut mengikuti eksploitasi Spartacus adalah pemimpin pemberontakan budak melawan Romawi yang dikenal sebagai Perang Budak Ketiga pada era pemerintahan Thrace.
Raja Thrakia Spartacus merupakan raja tawanan Thrace yang dibawa pada kemenangan Konsul Romawi Crassus kembali ke Roma.
Dia bersama dengan istrinya yang bernama Frigia dibawa ke Roma sebagai tahanan perang.
Penyesalan Spartacus atas kekalahannya dan menyebabkan istrinya, Frigia dibawa pergi ke harem untuk menjadi selir Crassus.
Disela-sela ceritanya, Joshua Abellard membimbing Aneisha Mihai melakukan Adagio pada tarian Spartacus Pas De Deux karena pada tarian ini banyak sekali gerakan Adagio dipakai pada setiap tariannya.
Joshua Abellard membawa mereka berdua untuk mengkombinasikan gerakan balet mereka dengan mengutamakan keseimbangan tubuh mereka terutama di bagian punggung mereka.
Berputar cepat lalu melambung tinggi ke atas seperti terbang, kedua kaki mereka diposisikan oleh keduanya menghentak lantai kuat-kuat supaya dapat melayang setinggi-tingginya ke udara.
Mereka juga memadukan gerakan dengan posisi kedua kaki tetap lurus kemudian dilanjutkan dengan gerakan seperti menendang oleh salah satu kaki dan dilakukan secara berulang-ulang.
Joshua Abellard melayang ke udara setelah berlari pelan, tubuh pria berparas tampan itu sangat kuat dan terlihat melambung tinggi lalu dia memutar tubuhnya dengan melakukan gerakan menekuk lutut ke arah samping dengan posisi badan, leher, dan kepala tetap tegak. Dan kedua telapak tangan merenggang berjarak di antara ujung jemari tangan. Kemudian dia mengangkat sedikit telapak tangan ke arah wajah agar tangan di depan perut atas lalu mendarat ke lantai kayu parket dengan cara anggun.
Tidak ada iringan musik pada saat membawakan tarian balet Spartacus Pas De Deux karena, Joshua Abellard sengaja tidak memutar musik di gramofon sebagai musik yang mengiringi tarian balet mereka karena ini adalah awal latihan mereka berdua dalam melakukan Pas De Deux dalam sebuah karya tarian balet yang lengkap.
__ADS_1
Tarian Spartacus Pas De Deux berhasil mereka tarikan secara duet dan terlihat sekali raut wajah lega Joshua Abellard saat selesai menari balet.
"Kamu sangat berbakat Aneisha Mihai dan aku rasa kamu pantas memenangkan beasiswa sekolah balet di sekolah ini, aku merekomendasikanmu", ucap Joshua Abellard.
"Apa !? Kamu merekomendasikanku untuk beasiswa itu ? Ehk, maksudku, aku tidak mengerti, Joshua Abellard", Aneisha Mihai buru-buru meralat ucapannya.
"Benar sekali ! Aku merekomendasikanmu untuk mendapatkan beasiswa itu pada pemilihan calon siswa yang akan memperoleh beasiswa pendidikan balet secara formal dan nonformal di sekolah balet sepenuhnya", ucap Joshua Abellard.
"B--benarkah itu ???", pekik Aneisha Mihai dengan mata berbinar-binar.
"Benar, untuk apa aku membohongimu !? Aku mengatakan yang sebenarnya dan kamu berhasil masuk daftar rekomendasi penerima beasiswa di sekolah balet ini", sahut Joshua Abellard.
"Oh Tuhanku ! Aku tidak percaya ini bisa terjadi padaku !?", ucap Aneisha Mihai.
Gadis cantik itu membelalakkan kedua matanya dan tidak mempercayai ucapan dari Joshua Abellard yang barusan dia dengarkan.
Dia Seolah-olah sedang bermimpi indah dalam tidur panjangnya.
"Pada awalnya aku hendak mengadakan acara khusus untuk memberikan kesempatan kepada semua siswa di sekolah ini memperebutkan program beasiswa penuh di sekolah balet ini", ucap Joshua Abellard.
"Acara khusus !?", ucap Aneisha Mihai.
"Yeah... Semacam perlombaan dengan hadiahnya berupa beasiswa penuh untuk menyelesaikan pendidikan tari balet di sekolah balet ini...", ucap Joshua Abellard.
"Lomba ?", tanya Aneisha Mihai.
"Benar, aku berencana mengadakan lomba itu untuk mencari pemenang terbaik untuk beasiswa itu tetapi aku pikir itu tidak perlu lagi karena aku telah menemukanmu", sahut Joshua Abellard.
"Aku ? Maksudmu aku ???", ucap Aneisha Mihai tersentak kaget.
"Iya, kamu berhasil masuk rekomendasi beasiswa penuh sampai selesai mengenyam pendidikan baletmu di sekolah balet ini baik mendapatkan pendidikan formal maupun nonformal hingga tamat sekolah", sahut Joshua Abellard.
"Oh Tuahaku ! Aku tidak percaya ini !?", ucap Aneisha Mihai sambil terisak-isak.
Joshua Abellard yang melihat sudut kedua mata Aneisha Mihai yang berair hendak menangis terkejut.
"Aku..., tidak..., bersedih...", sahut Aneisha Mihai.
Tangis Aneisha Mihai pecah dan gadis cantik itu menangis sekencang-kencangnya karena terharu mendengar ucapan dari Joshua Abellard yang mengatakan bahwa dirinya berhak mendapatkan beasiswa penuh selama dia belajar di sekolah balet ini.
Joshua Abellard semakin panik serta kebingungan ketika melihat gadis berparas jelita yang mirip ibunya itu menangis keras sehingga membuat ruangan latihan tari itu penuh dengan suara tangis Aneisha Mihai.
"Astaga ? Dia menangis semakin kencangnya...", ucap Joshua Abellard.
Pria tampan itu menghela nafas panjangnya dengan tajam sembari mengusap wajahnya cepat-cepat.
"Aku tidak menangis !!!", jerit Aneisha Mihai dengan air mata bercucuran sangat derasnya, membasahi kedua pipinya yang bersemu merah muda.
"Tidak menangis ? T--tapi kamu mengeluarkan air mata, apakah itu bukannya menangis ?", ucap Joshua Abellard gugup.
Tangisan Aneisha Mihai semakin kencangnya sehingga membuat Joshua Abellard semakin panik.
Tanpa sadar Joshua Abellard mendekap tubuh Aneisha Mihai erat-erat dengan tujuan untuk menenangkan gadis berparas cantik itu agar dia tidak menangis seperti itu.
Usaha Joshua Abellard ternyata berhasil membuat Aneisha Mihai meredakan tangisannya.
"Aku ucapkan terimakasih atas beasiswa yang kamu berikan padaku, terimakasih Joshua Abellard !", ucap Aneisha Mihai sesenggukkan.
Aneisha Mihai lalu memeluk tubuh Joshua Abellard dan mengejutkan pria tampan itu sehingga membuat muka Joshua Abellard berubah memerah serta tersipu malu.
Dia hanya menganggukkan kepalanya pelan seraya tersenyum simpul kemudian mengangkat tubuh gadis cantik itu kuat-kuat seraya memutar tubuh mereka bersama-sama dengan hati berseri-seri bahagia.
Keduanya tertawa bersama dengan riang gembira di ruangan khusus untuk latihan tari balet di lantai atas gedung sekolah balet milik Joshua Abellard.
Pertemuan itu membuat keduanya menjadi akrab dan dekat.
Terlihat Aneisha Mihai dan Joshua Abellard sering berjalan berdua pada jam istirahat sekolah balet.
Terkadang mereka berbagi bekal makanan selama jam makan siang karena sebagai pemilik sekolah balet Joshua Abellard sering sekali berkunjung ke sekolah balet meski tidak lama. Tetapi setelah dia bertemu Aneisha Mihai dia sering berada di sekolah balet dalam waktu yang lama.
__ADS_1
Mereka berdua sering berjanji bertemu secara diam-diam di ruangan latihan khusus tari balet yang ada di lantai atas bagian sekolah balet.
Untuk sekedar bercakap-cakap atau sekedar bertukar hadiah. Dan terkadang mereka latihan menari balet serta menyempurnakan tarian balet Spartacus Pas De Deux.
"Apakah kamu akan pulang ?", tanya Joshua Abellard.
"Iya, kenapa ?", sahut Aneisha Mihai.
"Boleh aku berkunjung ke rumahmu", ucap Joshua Abellard.
"Ke rumahku ???", ucap gadis cantik itu tertegun.
Aneisha Mihai memutar badannya ketika dia berkemas-kemas untuk pulang ke rumah setelah latihan menari balet di ruangan khusus yang indah itu.
"Kamu mau ke rumahku, benarkah itu ?", tanya Aneisha Mihai terbelalak kaget.
"Mmmm, iya, aku ingin mengenal keluargamu agar lebih dekat, bukankah wajar jika kita kenal keluarga teman dekat kita", ucap Joshua Abellard tersipu malu.
"Oh, baiklah, kenapa tidak !? Kamu boleh berkunjung ke rumahku sekarangpun juga boleh, Joshua Abellard", sahut Aneisha Mihai.
"Baiklah, tetapi tidak hari ini aku ke rumahmu", ucap Joshua Abellard malu-malu.
"Tidak sekarang, baiklah, tidak apa-apa, terserah padamu, Joshua Abellard", ucap Aneisha Mihai.
"Tidak apa-apa, kenapa ?", tanya Joshua Abellard.
"Mmmm...", gumam Aneisha Mihai sambil melirik ke arah Joshua Abellard. "Bagaimana, ya...!?"
"Apa aku tidak boleh ke rumahmu ?", tanya Joshua Abellard.
"Mmmm...", gumam gadis cantik itu. "Ke rumah ?", ucapan Aneisha Mihai membuat Joshua Abellard muram.
Gadis cantik itu lalu berdiri tegak di depan Joshua Abellard sembari menyelempangkan tas parasut anti airnya ke pundaknya.
Dia memandangi Joshua Abellard seraya tersenyum padanya.
"Kapan kamu akan berkunjung ke rumahku, Joshua Abellard ?", tanya Aneisha Mihai.
"Hari minggu, aku akan mengunjungimu ke rumahmu pada hari minggu nanti", sahut pria tampan itu.
"Minggu ini ?", tanya Aneisha Mihai.
"Ya, minggu ini, kenapa ?", sahut Joshua Abellard. "Apa kamu akan pergi pada minggu ini ?", sambungya.
"Tidak", sahut Aneisha Mihai.
"Baguslah kalau begitu, aku akan pergi ke rumahmu hari minggu nanti", ucap Joshua Abellard.
"Yah, baiklah, aku akan menunggumu hari minggu nanti", ucap Aneisha Mihai.
"Hmmm...", gumam Joshua Abellard bersikap kaku.
Aneisha Mihai berjalan pelan ke arah belakang dan memundurkan badannya pelan-pelan menuju pintu ruanngan sambil terus menatap lurus ke arah Joshua Abellard lalu berlari ringan seraya berteriak.
"Baiklah ! Aku tunggu dirimu di rumah hari minggu nanti ! Daagh, Joshua Abellard ! Semoga harimu menyenangkan !", ucap Aneisha Mihai.
Gadis cantik itu berlari sembari melambaikan salah satu tangannya ke atas sedangkan tangan lainnya memegang tas parasut miliknya.
"Ehk !?", gumam Joshua Abellard kaget.
Pria tampan itu terkejut melihat tingkah Aneisha Mihai yang pergi dari ruangan khusus tari dengan tergesa-gesa.
Dia agak khawatir jika gadis cantik itu terjatuh apabila tidak memperhatikan langkah kakinya baik-baik.
"Dia ceroboh sekali, bukankah sikap itu mampu membuatnya jatuh jika berhati-hati", ucap Joshua Abellard.
Joshua Abellard hanya tersenyum tipis ketika mendengar ucapan Aneisha Mihai tadi yang akan menunggu dirinya hari minggu nanti untuk berkunjung ke rumah gadis cantik itu.
Dia hanya tersenyum-senyum sendiri serta tersipu malu dengan mengusap kepalanya cepat serta berteriak senangnya.
__ADS_1