
"Fir, ada apa?" Rea terus bertanya.
Namun Firas tak menjawab apapun. Ia lalu mengurai pelukannya, kedua tangannya ia gunakan untuk menangkup pipi sang istri. Mata yang masih digenangi air mata itu terus menatap lekat dan mengamati setiap inci wajah seorang Laudrea. Jari jemarinya menelusuri dan meraba setiap lekuk dan bentuk wajahnya.
Hidungnya, kedua bola matanya, alisnya dan terakhir bibirnya. Ia lalu mengusap wajah itu dengan begitu lembut.
Inikah wajah yang begitu aku rindukan selama ini? Aku hampir gila dan frustasi mencari mu gadis kecilku, Lea ku sayang. Apa kau tahu betapa bahagia nya aku menemukanmu. Rasanya aku ingin melompat - lompat. Andai saja kau mengingat ku , aku akan menjadi orang yang sangat bahagia. Tapi aku yakin dan percaya kekuatan cintaku akan mengembalikan ingatan masa kecilmu. Firas hanya bisa berbicara dalam hati. Ia sudah berjanji pada Samuel untuk tidak memberitahu pada Rea sampai waktunya tiba.
Diraihnya kedua tangan gadis kecilnya, selama bertahun - tahun ia terus menangis dalam diam dan akhirnya kini ia bisa menumpahkan kerinduan yang begitu membuncah dalam hatinya selama ini.
Cup
Dikecupnya tangan yang dulu begitu mungil kini telah berubah menjadi tangan seorang gadis besar, begitu lembut ia mengecup dan terus menatap wajahnya dengan begitu lekatnya.
Ada apa dengannya? Dia berubah menjadi begitu lembut. Ingin rasanya Rea menanyakannya namun lidahnya pun kelu tak mampu berkata - kata lagi. Baginya perubahannya itu adalah suatu keajaiban Tuhan yang kini ia dapatkan.
Seorang Laudrea begitu bahagia, bahkan lebih bahagia saat ia dicintai oleh seorang Daniel dua tahun lamanya.
"Kembalilah bekerja, aku akan kembali keruangan ku." Kata - katanya begitu lembut.
Satu tangannya ia gunakan untuk menyingkirkan rambut yang menghalangi pandangan dan menyelipkannya kebelakang telinga sang istri. Dan kini gerakannya yang begitu lembut. Sementara satu tangan lainnya masih berada pada pinggang sang istri.
Bahkan saking lembutnya membuat tubuh seorang Rea seketika meremang.
Firas melepaskan pelukannya lalu membalikan tubuhnya dan hendak melangkah keluar.
Hup
Tiba - tiba dua tangan mungil melilit kuat di pinggang nya. Memeluknya dengan begitu erat seolah tidak mau berpisah.
"Aku mencintaimu Fir, entah sejak kapan rasa ini muncul tapi aku sangat yakin, jika perasaan ini adalah cinta untukmu. Bolehkah aku mencintaimu? Aku tidak bermaksud untuk menyingkirkan posisi gadis kecilmu itu didalam hatimu. Tapi aku benar - benar mencintaimu Fir."
Firas berbalik dan membalas pelukan istrinya dengan tak kalah eratnya. Sepasang suami istri itu seakan tidak bisa terpisahkan lagi.
Rasa bahagia menyelimuti hati keduanya terutama Firas. Meski dalam kondisi yang berbeda tapi ia merasa bahagia karna ternyata istrinya sudah mulai mencintainya.
__ADS_1
"Aku memberimu ijin, kamu boleh mencintaiku. Tapi kamu juga harus tau kalo aku begitu mencintai gadis kecilku. Aku sangat mencintainya." lalu tersenyum jail.
Firas berkata sambil mendekap erat tubuh sang istri.
Kamu bilang sangat mencintai gadis kecilmu tapi kenapa kau memeluk ku dengan begitu erat, seolah - olah aku adalah gadismu. Bagaimana bisa kamu seperti ini. Jika memang kamu sangat mencintai gadis kecilmu kenapa kamu memperlakukan ku seperti ini. Huh, dasar lelaki ! Batin Laudrea bimbang.
Sama - sama menitikkan air mata tapi dalam pemikiran yang berbeda.
"Aku akan kembali bekerja." ucapan terakhirnya sebelum akhirnya melangkah pergi meninggalkan ruangan sang istri dengan membawa kebahagiaan.
Aku tidak akan mengatakan cinta padamu sebelum kau mengingat semua kenangan masa kecil kita Lea ku sayang. Firas membatin dalam hati seraya berjalan mundur dan tatapannya tak berpaling sedikitpun dari wajah sang istri.
Senyuman yang begitu hangat menghiasi bibir seksi milik pria dingin yang kini telah berubah menjadi hangat.
"Kenapa menatapku seperti itu?" tanya Rea penuh heran.
Senyuman itu semakin lebar saat mendengar pertanyaan sang istri.
Hingga akhirnya Firas menghilang dibalik pintu yang mulai tertutup.
Sampai hingga akhirnya memasuki ruangan dengan senyumannya yang tetap merekah.
Leon mengernyitkan keningnya heran. Baru kali ini ia melihat sepupu sekaligus atasannya itu tersenyum hangat sejak beberapa tahun lamanya kehangatan darinya itu hilang.
Leon bangkit dari kursinya mendekati Firas dan menempelkan punggung tangannya pada kening Firas.
"Tidak panas!" gumamnya.
Firas terkejut.
"Apaan!" menepis tangan Leon dengan kasar.
"Setan apa yang merasuki mu hem?" tanya Leon penasaran.
"Setan betina!" jawab Firas asal.
__ADS_1
"Jangan macam - macam kau Fir, ingat! Kau sudah beristri!" Leon memberi peringatan pada sepupunya itu.
"Gadis kecilku telah kembali." Firas menghempaskan dirinya hingga terduduk di kursi kebesarannya.
"Apa maksudmu?, jadi kau telah menemukan Lea mu?" Leon makin penasaran.
"Ya begitulah, bagaimana menurutmu? Apa aku harus menyambut kedatangannya dengan makan malam romantis, atau mengajaknya keliling dunia? Cepat, berikan aku sebuah ide yang bagus dan membuatnya menjadi wanita yang paling bahagia."
"Jangan gila Fir, kau sudah beristri. Setidaknya jaga perasaan istrimu!"
"Aku tidak menyuruhmu berkomentar tentang istriku! Aku butuh ide yang bagus untuk menyambut kedatangan gadis kecilku cepat pikirkan! Apa kau ingin aku memecat mu sekarang juga?"
"Pecat saja, aku tidak peduli! Masih banyak perusahaan lain yang membutuhkan kemampuanku diluar sana!" Leon mulai emosi.
"Berani sekali kau berkata seperti itu padaku, aku ini atasanmu!"
"Aku tidak sudi punya atasan seperti mu! Tidak punya hati dan suka mempermainkan hati seorang wanita. Apa kau tidak pernah berpikir bagaimana perasaan istrimu saat dia tahu semuanya?"
"Kenapa kau terus membicarakan istriku. Aku hanya minta berikan aku ide untuk penyambutan seseorang yang paling istimewa dalam hidupku. Aku ingin menjadikan dia menjadi istri yang sesungguhnya!"
"Maaf, aku tidak punya ide apapun."
"Berani sekali kau!"
Leon pergi meninggalkan sepupu sekaligus atasannya itu. Ia merasa sangat kesal pada pria itu.
Yang ada dalam pikiran Leon saat ini adalah Rea. Wanita yang menurutnya sangat malang itu harus kembali tersakiti karna Firas telah menemukan gadis kecilnya itu.
Leon berpikir jika Firas pasti akan menceraikan Rea begitu saja. Mengingat jika Firas itu begitu mengharapkan gadis kecilnya kembali. Dan kini gadis kecilnya benar - benar telah kembali. Firas telah menemukan cintanya yang selama ini hilang tanpa jejak dari hidupnya.
Leon tidak sanggup melihat Rea kembali tersakiti. Dulu Daniel meninggalkannya dihari pernikahannya. Dia mengorbankan hidupnya demi sebuah reputasi keluarga Mahotra. Dan kini setelah gadis itu terlihat mulai menerima pernikahannya ia harus kembali tersakiti kaena suaminya telah menemukan gadis masa kecilnya. Wanita yang begitu Firas cintai.
Leon yang berhati lembut itu terus memikirkan Nasib Rea kedepannya.
Jika saja Tante Diana berada disini sekarang juga ia akan mengatakan jika Firas sedang bermain - main pada menantu kesayangannya itu.
__ADS_1