Menikahi Kakak Dari Calon Suamiku

Menikahi Kakak Dari Calon Suamiku
Bab 68


__ADS_3

Prok prok prok...


Suara tepuk tangan dari arah luar kamar terdengar begitu jelas dan membuat ketiganya menoleh dengan serempak. Nampak seorang lelaki mengarahkan senjata api kearah ketiga manusia yang sedang melepas rindu.


"Luar biasa!"


Prok prok prok, tepuk tangan itu kembali terdengar.


"Setelah sekian akhirnya kalian bisa bertemu. Apa kalian tidak mau mengucapkan terima kasih kepadaku yang telah mempertemukan kalian bertiga hahaha!"


"Apa maksudmu menjadikan orang tuaku tawananmu selama bertahun tahun Riana?!" Lea mulai murka dan sama sekali tidak mempedulikan senjata api yang sudah mengarah pada dirinya.


"Kau mau membunuh kami sekeluarga? lalu apa untungnya buat kalian hah!" Lea mendekat ke arah Riana namun sang ayah menahannya.


Emosi dan kemarahan Laudrea kini memuncak. Dirinya merasa menjadi manusia paling bodoh karna selama ia beranggapan dan percaya jika kedua orangtuanya itu sidah meninggal karna kecelakaan pesawat 13 tahun yang lalu. Saat dirinya saat masih begitu belia.


"Ternyata kau sudah siap untuk mati, hahaha! Tapi aku tidak akan membunuhmu secepat itu Laudrea! Kau tanda tangani dulu berkas ini atau!" Suami dari Riana itu menodong senjata apinya tepat di kepala Sultan.


Dengan cepat Rea menyambar berkas itu dan mulai membacanya.


Laudrea tersenyum miring setelah mengetahui isi berkas tersebut.


"Miris sekali hidup kalian yang sejak dulu hanya ingin menguasai harta orang lain, ayah dan anak sama saja hanya mengharapkan sesuatu milik orang dan memaksa harus menjadi miliknya!" Rea menggelengkan kepala.


"Tutup mulutmu dan berhentilah berbicara yang tidak penting Laudrea, tanda tangani berkas jika kau dan kedua orang tuamu ingin keluar dari tempat ini!"


"Sadarlah Riana! kita ini saudara tidak seharusnya kita saling bunuh dan saling serang seperti ini! Apa kau lupa saat kecil kita sering bermain besama tidur bersama bahkan makan bersama, kenapa kamu jadi seperti ini Riana!" cercah Lea mencoba mengingatnya saudara sepupu satu satunya dari seorang ayah.


"Hahaha, jadi kau sudah mengingat masa kecil kita, baguslah! Apa kau sadar betapa aku saat itu marah kepadamu saat aku ingin meminjam mainanmu tapi kau dengan seenaknya merebutnya dariku, apa kau tahu betapa saat itu hatiku sangat terluka karna perlakuanmu?!"


"Tapi harusnya kau tahu jika benda yang kau inginkan itu bukanlah benda yang sangat berharga dalam hidupku Riana!"


"Tapi aku menginginkan itu Laudrea, saat itu harusnya kau memberikannya padaku dan bisa membelinya lagi dengan uang yang ayahmu miliki!"

__ADS_1


"Tapi itu tidak bisa aku beli dengan harta ayahku, karna itu adalah cintaku, separuh hidupku Riana!"


"Tidak ada yang tidak bisa dilakukan dengan uang Laudrea!"


"Kenapa kau begitu keras kepala Riana, baiklah sekarang apa maumu, tapi setelah itu bebaskan aku dan kedua orang tuaku dari tawanan penjaramu ini!"


"Tanda tangani berkas itu sekarang!"


"Baiklah Riana jika bisa membuatmu puas, tapi tolong jauhkan suamimu dari ayahku!"


Dengan cepat Riana pun memberi kode pada sang suami untuk menjauh dari pamannya dan berdiri di samping dirinya.


Lea membubuhkan tanda tangan sesuai permintaan Riana, namun setelah berkas itu Lea tanda tangani senjata api itu kembali mengarah pada ayahnya dan kali ini Riana yang melakukannya.


"Riana hentikan, apa maksud semua itu!"


"Kau pikir aku akan membiarkan kalian kembali bersama dalam kebahagiaan, lelaki tua itu harus membayar nyawa ayahku hahaha!!!"


"Riana hentikan, ku mohon jangan lakukan itu Riana, aku sudah menuruti keinginanmu, tolong biarkan kami kembali Riana!" pinta Lea dengan penuh permohonan.


"Laudrea, kau harus tau bagaimana rasanya benar benar kehilangan orang tuamu seperti yang aku rasakan!"


Dor


Semua orang memejamkan mata bersamaan dengan suara tembakan yang menggema di ruangan tersebut.


"Jangan bergerak, kalian sudah terkepung!" salah satu petugas kepolisian itu memberi peringatan. Dan seketika ketiga manusia yang menjadi tawanan itu membuka matanya. Nampak lah seorang lelaki yang begitu Lea kenali.


"Fir!" seketika Lea menghambur kedalam pelukan sang suami dengan tubuh yang bergetar yang sudah sejak tadi ia tahan untuk menghadapi Riana dan suaminya itu.


"Maafkan aku sayang, aky datang terlambat!"


"Paman Sutan, tante Luna!" pekik Samuel dengan rasa terkejutnya. Lelaki itu dengan segera menghambur kedalam pelukan paman dan bibinya yang selama ini sudah dianggap telah tiada itu. Lelaki itu menangis sesenggukan didalam pelukan sang bibi.

__ADS_1


"Samuel, kau kah itu?" tanya Luna dengan derai air mata dan Samuel hanya mampu menganggukkan kepala didalam dekapannya.


Lama mereka saling berpelukan melepas rindu. Rindu yang sudah bertahun tahun lamanya, mereka yang sudah dianggap telah tiada ternyata hari ini mereka kembali dipertemukan. Sungguh bahagia dan haru yang kini mereka rasakan.


"Ayah, ibu, ini menantumu," Lea memberitahu kedua orang tuanya.


"Apa dia Kak Fir-mu itu?" tanta sang ibu yang dulu suka diam memperhatikan putrinya saat sedang bercerita dengan El


"Apa diam diam ibu dulu menguping percakapanku dengan El?" tanya Lea dengan raut wajah tersipu dan sang hanya mengangguk sambil mengulas senyuman dibibirnya.


"Ayo sayang, kita harus segera kembali bayi kita membutuhkanmu sayang!" ajak Firas.


"Apa? Aku sudah punya cucu?" tanya sang ayah.


"Benar ayah, cucumu adalah seorang jagoan, mari kita pergi dari sini, ibu juga harus segera diobati agar cepat kembali sehat!" sahut Firas.


Dia memapah sang istri sementara El mengangkat tubuh tante Luna yang terlihat begitu lemah. Dan mereka berjalan menuju mobil.


"Paman!" tiba terdengar suara lelaki yang memanggil paman. Semuanya serempak menoleh kearah sumber suara.


"Siapa kau, apa kau lolos dari jaringan polisi?"


"Dia Alex nak Fir, dialah yang selama ini menjaga kami dengan baik, biarkan dia ikut besama kita!"


"Tapi ayah!"


"Ayah benar Fir, biarkan saja dia ikut bersama kita!" timpal Lea.


"Ya terserah saja kalau begitu!"


Dan lelaki bernama Alex itupun mengikutinya dengan memapah tubuh sang paman yang sebenarnya juga sangat lemah hanya saja selalu berpura pura kuat dihadapan sang istri selama ini.


Mereka kembali menuju rumah sakit dengan perasaan yang begitu bahagia, terutama Lea, orang tua yang selama ini dianggap telah tiada ternyata masih hidup dan kini mereka kembali bersama.

__ADS_1


Betapa ia merasa bersyukur, lagi lagi setiap musibah yang Tuhan berikan selalu ada hikmah yang begitu besar. Sama sekali tidak disangka ternyata dirinya bisa menemukan kembali orang tuanya yang selama 14 tahun itu tidak bertemu bahkan dikabarkan telah meninggal dunia dalam kecelakaan pesawat . Tapu ternyata itu hanya akal akalan sang paman yang ingin menguasai seluruh harta milik sang ayah. Kesuksesan yang diraih oleh sang ayah ternyata menyebabkan sang paman gelap mata dan hati hingga melakukan berbagai macam cara untuk menguasainya


__ADS_2