Menikahi Kakak Dari Calon Suamiku

Menikahi Kakak Dari Calon Suamiku
Bab 59.


__ADS_3

Pagi ini sebuah pernikahan sederhana sedang digelar si kediaman Erik Darmawan.


Orang tua Nilam tidak mau menunda pernikahan sang putri lebih lama lagi.


Sebab itulah pernikahan itu digelar sederhana dan hanya kerabat terdekat dan orang tua saja yang hadir sebagai saksi pernikahan Nilam dan Erik.


Sungguh menyedihkan bukan, pernikahan yang hanya terjadi sekali seumur hidup harus terjadi dengan cara dadakan seperti itu. Tapi itulah yang kini Nilam dan Erik jalani, sebuah pernikahan yang hanya terjadi karna sebuah tanggung jawab yang telah lakukan Erik kepada Nilam.


Orang tua Nilam hanya menginginkan saat cucunya lahir kelak ada seorang ayah yang akan mengumandangkan adzan pada telinga bayinya tersebut.


Karna Nilam sendiripun sama sekali tidak menginginkan pernikahannya dengan lelaki itu setelah tahu belang dan betapa busuknya lelaki itu dibelakangnya selama ini.


Entah sudah berapa banyak wanita yang sudah menjadi pelampiasan hasrat seorang Erik selain Nilam.


Flashback on


Malam itu Nilam yang sedang duduk termenung merenungi nasibnya di taman belakang rumah mendapat telpon dari seorang temannya yang bekerja disebuah club malam.


"Lam, kamu lihat baik baik dech video lelaki yang aku kirim ke ponselmu. Bukankah itu cowokmu ya?" ucap seorang wanita melalui sambungan telponnya.


"Mana ada cowokku di club malam kamu jangan ngadi ngadi deh Ra," kilahnya tak percaya.


"Ya lihat dulu makanya, kalo memang bukan ya syukurlah, berarti cowokmu tidak sebejad itu."


Demi menyangkal tuduhan temannya Nilam membuka kiriman Video yang dikirim Ara, temannya yang kini menjadi DJ di club tersebut.


Mata wanita itu terbelalak dengan sempurna saat melihat lelaki yang sedang berbuat mesum di club malam itu ternyata benar lelaki itu adalah Erik kekasihnya yang telah menghamilinya dan lari dari tanggung jawabnya kepada Nilam.


Dada Nilam bergemuruh, emosinya meluap. Rasa sedih karna lelaki itu menghilang kini telah berganti menjadi rasa jijik yang teramat.


Seperti itukah lelaki yang menjadi kekasihnya selama ini, lelaki yang begitu ia cintai dan rela melakukan apapun demi cintanya itu.


Matanya merah menyalang, menatap video dan foto sang kekasih yang sedang berbuat mesum disebuah club malam.


Seketika rasa cinta itu berubah menjadi kebencian yang teramat dalam hati wanita itu.


Wanita itu meremas dada sendiri, penyesalan menyeruak dari dalam hatinya.

__ADS_1


Wanita sangat menyesal telah begitu besar mencintai lelaki sebejad itu.


"Sampai kapanpun aku tidak akan sudi menikah denganmu. Dasar bajingan kau Erik. Aku tidak akan pernah sudi punya suami sepertimu. Aku tidak akan lagi berharap apapun darimu. Biarlah akan aku tanggung sendiri rasa malu ini!"


Nilam beranjak dan mencari kedua orang tuanya hendak menceritakan semua tentang lelaki itu. Namun saar itu keputusannya telah berada dibawah kendali sang ayah. Sang ayah telah menemukan lelaki itu dan memutuskan akan tetap menikahkan lelaki itu dengan Nilam. Ayahnya tak mau cucunya lahir tanpa hadirnya seorang ayah yang menyambutnya di dunia yang baru.


Setelah anak itu lahir sang ayah menyerahkan semua itu kepada Nilam untuk kelanjutan hubungan mereka.


Pada akhirnya Nilam pun menyetujui keputusan sang ayah dan mereka menikah dengan sederhana tanpa adanya pesta dan perayaan.


Flashback off


Kini mereka telah resmi menjadi sepasang suami istri.


Jika dulu sebelum Nilam mengetahui sebejad apa laki laki yang menjadi suaminya itu pasti wanita itu akan sangat bahagia karna telah menikah dengannya.


Namun sekarang rasa itu telah berganti menjadi sebuah kesedihan dan kebencian yang teramat pada lelaki itu.


Kini mereka sedang bersiap untuk kembali ke kota jakarta.


Nilam berencana akan tinggal di apartemennya ya pastinya bersama Erik.


Nilam langsung menuju apartemennya bersama Erik.


"Sayang, aku lapar, buatkan aku makanan donk!" titah Erik.


"Buat sendiri!" ketus Nilam.


"Sayang, kamu kenapa si, aku ini suamimu loh!"


Entah kenapa mendengar Erik berbicara menggunakan kata aku dan kamu membuat semakin muak saja. Padahal dulu dirinya begitu mengharapkan lelaki itu akan merubah panggilannya dari lu, gue menjadi aku, kamu.


"Kalo bukan karna anak didalam perut aku ini, aku gak kan pernah sudi menikah dengan kamu!" ucapnya dengan pedas.


"Nilam kamu kenapa sih, bukankah beberapa waktu kamu yang merengek minta aku bertanggung jawab? lalu kenapa sekarang kamu bersikap seperti ini padaku, kamu berubah Nilam. Kamu bukan Nilam yang aku kenal.


"Ya karna nilam yang kau kenal adalah nilam yang bodoh dan mau melakukan apapun demi cintanya yang begitu besar pada pria bejad sepertimu!" sarkasnya

__ADS_1


"Apa maksud lu bilang gue lelaki bejad hah!!! Jika gue seperti yang lu katakan, gue tidak akan menikahi lu, banyak cara untuk gue terus lari dari tanggung jawabku terhadap bayi dalam kandungan llu!" Erik mulai terpancing Emosi.


"Sekarang saja kamu bilang seperti iyu karna semua ini telah terjadi" Nilam tersenyum mengejek.


"Jadi sekarang apa mau lu?" Erik mencengkeram dagu Nilam dengan sangat kuat dan mendorong dirinya mentok ke dinding apartemennya.


"Lepaskan Brengsek, jauhkan tangan kotormu itu dari tubuhku! Aku tidak sudi disentuh oleh tanganmu itu!" Nilam menepis tangan lelaki itu.


Lelaki itu terperangah kaget atas perubahan sikap Nilam yang begitu mendadak. Selama bertahun tahun mereka menjalin hubungan Nilam selalu bersikap lembut bahkan saat marah sekalipun wanita itu masih selalu menggunakan tutur kata yang begitu sopan dan menghargainya sebagai kekasihnya.


Namun kali Nilam benar benar bukan Nilam yang ia kenal. Kenapa wanita itu begitu pemarah dan berani padanya sekarang.


Erik termenung memikirkan perubahan sikap Nilam yang begitu drastis menurutnya.


Disaat dirinya sudah berjanji pada diri sendiri akan berubah dan tak akan lagi menjadi lelaki bejad yang menyentuh banyak wanita diluar sana. Lelaki itu benar benar ingin menjalani pernikahannya sebaik mungkin.


Tapi kini justru Nilam sangat berbanding terbalik dari Nilam yang ia kenal sebelumnya. Nilam berubah menjadi begitu kasar dan dan pemarah


Yang sebenarnya terjadi di club malam beberapa waktu lalu.


"Malam ini mungkin terakhir gue menginjakan kaki di club milik lu ini bro!" ucap Erik pada salah satu temannya yang merupakan pemilik club tersebut.


"Kenapa lu bro, mau tobat dan hiatus dari dunia malam yang selama ini lu banggakan?" tanya balik temannya.


"Gua mau nikah bro, sama wanita yang sedang mengandung anak gue, sebenarnya dia wanita baik yang selalu aku manfaatkan selama ini. Tapi malam ini aku sadar, sudah terlalu banyak membuatnya sakit hati, gue mau berubah bro, gue mau benar benar bertanggung jawab sama istri gue nantinya!"


"Sip bro gue dukung niat baik lu. Jadi apa permintaan terakhirmu di club gue ini bro?"


"Minuman terbaik yang lu punya bro, hanya itu yang gue minta."


"Yakin, lu gak mau cewek terbaik disini?" tanya temannya


"Tidak bro, gue hanya mau minuman terbaiknya saja!"


Setelah berbincang panjang lebar, Nino mengajak Erik ke ruangan VIP miliknya yang kebetulan disana sedang berkumpul beberapa temannya dengan membawa masing masing perempuan dari luar. Namun Erik tidak peduli, dia hanya ingin menikmati malam terakhir di club tersebut dengan minuman terbaik yang harganya cukup fantastis persekali teguk.


Terlalu banyak minum membuat Erik Mabuk dan menjadi tidak kontrol. Ia melihat wanita itu seakan adalah Nilam kekasihnya dengan setengah sadar ia melahap habis bibir wanita itu yang sama sama telah mabuk.

__ADS_1


Namun saat hendak berbuat lebih, temannya yang merupakan pemilik club itu menghentikan Erik dan membawanya pergi dari ruangan itu.


__ADS_2