Menikahi Kakak Dari Calon Suamiku

Menikahi Kakak Dari Calon Suamiku
Bab 60


__ADS_3

"Nilam, mari kita bicarakan baik baik tentang semuanya, aku tidak mau ada salah paham lagi diantara kita. Aku bahkan sudah berjanji pada diriku sendiri untuk berhenti dari dunia malam, aku ingin kita menjalani pernikahan kita dengan sebaik yang aku bisa Lam, maafkan semua kesalahan di masa laluku," tutur Erik panjang lebar.


Namun entah kenapa semua itu tidak membuat Nilam tersentuh sedikitpun.


Kebencian yang telah terlanjur tumbuh dihati Nilam sudah menutup mata hatinya.


Kemarahan saat melihat video lelaki yang dicintainya sedang mencumbu wanita lain dengan begitu brutal membuat wanita itu seketika membencinya dengan segenap rasa yang dimiliknya.


Rasa kecewa yang teramat karna lelaki itu sempat menghilang dan menghindarinya setelah mengetahui kehamilannya ditambah harus melihat kenyataan pahit semakin membuat hatinya hancur, sehancur hancurnya.


Wanita itu bergeming tanpa sudi menatap lelaki yang kini sedang bersimpuh dan memohon dihadapannya.


Memohon untuk diberi kesempatan kedua dan berjanji akan menjadi lelaki yang bertanggung jawab dalam pernikahannya.


Jika lelaki masih seperti yang dulu maka tidak ada dalam kamusnya untuk memohon kepada seorang wanita. Namun kini semua lelaki itu lakukan demi menunjukan keseriusannya untuk berubah menjadi lebih baik.


"Nilam, lihat aku sebentar saja." lelaki itu meraih wajah nilam hingga kini pandangan mereka bertemu.


Nilam pun mengakui tidak ada kebohongan dimata lelaki itu. Namun hatinya yang sudah terlanjur membenci membuat wanita itu menjadi dingin terhadapnya.


Tanpa sepatah katapun wanita itu kembali memalingkan wajahnya dari lelaki yang kini masih betah menatapnya.


"Baiklah kamu tidak perlu menjawab apapun tapi aku akan berusaha membuatmu percaya lagi kepadaku.


"Aku benar benar akan berubah Nilam, aku tidak akan lagi menjadi Erik sebelum ini. Erik yang brengsek, Erik yang tak punya perasaan dan Erik yang suka mempermainkan wanita. Semua itu akan aku kubur menjadi masa lalu Lam," lelaki itu terus berusaha meyakinkan Nilam.


"Buktikan saja! Tidak usah banyak berjanji!" sahutnya singkat tanpa menatap lelaki itu.


Sementara di tempat lain.


Rea dan Firas sedang bersiap untuk pulang dari rumah sakit.


Wanita memegangi perutnya yang mulai merasa mual karena mencium makanan yang baru saja ia dapatkan dari Samuel sepupunya yang datang untuk menjenguknya.


Samuel membawakan bubur ayam bandung yang merupakan makanan favorit sepupunya itu.


Namun siapa sangka, perut wanita itu seakan diaduk aduk saat mencium aroma makanan yang dibawakan oleh Samuel tersebut.

__ADS_1


"El, apa yang kami bawak, kenapa perutku jadi mual dengan aroma makanan yang kamu pegang itu?"


Samuel bergeming dari tempatnya seraya mengangkat kantong yang berada ditangannya.


"He, ada apa denganmu bukankah ini makanan favoritmu? Aku bawakan bubur ayam bandung kesukaanmu Lea,"


Samuel mendekatkan makanan itu kepada Rea lebih dekat lagi.


"Jauhkan El, aku rasanya mau muntah mencium aroma itu!"


Huek huek huek


Rea berlari ke kamar mandi dan disusul oleh Firas yang juga merasa heran karna baru kali pertamanya istrinya itu menolak makanannya kesukaannya itu.


"Ada apa dengannya?" Gumam El heran lalu membawa keluar makanan yang ada ditangannya.


"Lea, ada apa denganmu?"


"Nona Laudrea sedang mengandung, mungkin itu bawaan calon bayinya!" ucap seorang perawat yang sejak tadi menyaksikan perdebatan diantara mereka.


"Wah, ternyata aku bakal jadi Uncle. Baiklah kalo begitu makanan ini untuk suster saja!" ujar Samuel kemudian menyerahkan makanan tersebut kepada seorang sang perawat rumah sakit.


"Masih mual?" tanya Firas memastikan.


Wanita itu menggeleng setelahnya kembali berjalan menuju ranjangnya kembali seraya menatap tangan El, memastikan jika El telah benar benar menjauhkan makan itu dari dihadapannya.


"Sudah aku kasihkan sama perawat," ujar lelaki itu lagi.


"Apa benar yang dikatakan oleh perawat itu, kau sedang hamil Lea, sebentar lag aku akan mempunyai keponakan yang sangat lucu, sekarang katakan padaku apa yang kamu inginkan?" tanyanya dengan antusias.


Ehem


Terdengar Firas berdehem.


"Maaf, aku lupa jika ada suamimu yang selalu siap siaga untuk memenuhi permintaanmu," El seolah mengerti arti deheman dari seorang Firas yang mengingatkan dirinya bahwa sudah ada lelaki di samping sepupunya itu dan tidak lagi membutuhkan dirinya.


"Ide bagus, sesekali aku pasti akan meminta sesuatu padamu." timpal Lea dengan senyum jahilnya.

__ADS_1


"Dengan senang hati Lea, katakan padaku apa yang kamu inginkan?" tanyanya dengan antusias.


"Sepertinya, calon anakku menginginkanmu untuk segera menikah," celetuknya kemudian.


"Hais, mana ada permintaan bayi seperti itu?!" Samuel mendengus kesal. Dan membuat sepasang suami istri itu tertawa serempak.


Setelah hanya terjadi percakapan antara Firas dan Samuel dan membahas soal bisnis dan perusahaan.


Ngomong ngomong soal perusahaan membuat Firas mengingat tentang pekerjaannya yang sudah beberapa hari ini ia tinggalkan demi menemani sang istri di rumah sakit.


Saat bersamaan pula, Samuel mendapat telpon dari orang suruhannya tentang Rencana jahat Riana selanjutnya. Samuel segera pamit dengan keduanya untuk segera pergi dari rumah sakit itu dan menemui anak buahnya tersebut.


"Fir, Lea. Aku pergi ada urusan mendadak, cepat sembuh dan lahirkan keponakan yang lucu lucu untukku!" pamitnya seraya mengerlingkan sebelah matanya.


"Kalau kau bukan sepupu istriku pasti sudah aku hajar, karna sudah menggodanya!" ancam Firas yang tidak terima istrinya digoda bahkan oleh sepupunya sekalipun.


"Mana bisa kami sudah bersama sejak kecil bahkan sebelum kau mengenalku!" protes Lea tidak terima.


Setelah kepergian El, Diana dan Mahotra datang menjemput menantu kesayangannya itu untuk pulang kerumahnya.


"Kalian sudah siap?" tanya Diana yang baru saja nampak diambang pintu.


"Semua sudah siap bu, kami sedang menunggu ibu dan ayah saja," sahut Firas.


"Apa sudah sehat betul Rea dan yakin akan pulang kerumah hari ini?"


"Ya bu, aku sudah sehat, lagian aku bosan berada di rumah sakit terus terusan. Bisa bisa aku stres bu!" keluhnya pada sang mertua.


"Ya baiklah ayo lebih baik kita pulang sekarang, aku tidak mau menantuku stres karana terus berada disini." Diana terkekeh setelah mengatakan itu.


Sungguh Mertua idaman setiap wanita. Sekali lagi Rea merasa sangat beruntung mempunyai mertua sepertinya.


Rasanya ia kembali seperti memiliki ibu kandung. Kasih sayang yang sudah lama tidak lagi ia rasakan dari ibunya yang telah lama meninggal itu kembali ia dapatkan dari seorang mertua yang selalu memberinya kelembutan.


Mertuanya itu benar benar melimpahi dirinya dengan kasih sayang yang begitu besar. Begitu juga dengan Mahotra yang selalu bersikap hangat dengannya.


Sungguh paket lengkap dan sempurna yang Rea dapatkan dari keluarga suaminya itu. Ia benar benar seperti.

__ADS_1


Ditambah saat ini sedang hamil jadi sungguh membuatnya dirinya semakin merasa jadi wanita yang hidupnya begitu.


Wanita itu selalu bersyukur atas karunia tuhan yang kini ia dapatkan.


__ADS_2