
"Ak... Aku hanya minum minuman yang dikasih seorang pelayan setelahnya aku jadi merasakan aneh terjadi pada tubuhku. Ayo Er bantu aku. Ku mohon, aku sudah sangat tersiksa menahannya.
Siapa yang telah berani mencampur minuman itu dengan obat perangsang.
"Kita masuk kamar saja!"
Jangan lupakan seseorang disudut sana yang telah berhasil merekam tingkah manja seorang Laudrea kepada Erlan yang harus berakhir masuk ke sebuah kamar hotel.
"Bagaimana kau sudah berhasil merekamnya?" tanya seorang wanita yang baru saja muncul.
"Ini hasilnya, dan mana bayaranku? cepat!"
"Ah ela, sabar napa!" Wanita itu mulai mengetikan jarinya untuk mentransfer sejumlah uang yang telah dijanjikan oleh wanita itu.
"Sudah aku transfer, ingat jangan sampai ada yang tahu!"
"Tergantung!" pria itu menjawab sambil berlalu pergi meninggalkan hotel tersebut.
Wanita itu tersenyum puas.
"Di kamar mana mereka sekarang?" tanya seorang pria yang juga baru saja muncul.
"D 155, masuklah layani!"
"Cih itu sudah jadi impianku sejak dulu!"
"Kita punya keinginan yang sama, kau menginginkan wanita dan aku menginginkan lelakinya!"
Lelaki itu pergi memasuki kamar hotel yang di masuki Rea dan Erlan. Pria itu yakin jika Erlan tidak mungkin melakukan hal yang terkutuk pada teman kesayangannya itu.
Sementara di dalam kamar hotel Laudrea dan Erlan sedang berusaha menghilangkan hawa panas yang bergejolak dalam tubuh Rea.
"Bagaimana ini Er, suamiku pasti akan sangat marah karna kecerobohanku sendiri!"
"Ada yang telah mencampurkan obat perangsang pada minuman mu, aku yakin itu adalah seseorang yang tidak menyukaimu dan menginginkan kehancuran rumah tanggamu!"
"Tetap tunggu disini jangan pernah keluar dari kamar ini!" titah Erlan pada Rea.
__ADS_1
"Kau mau kemana? Jangan tinggalkan aku sendirian Er!"
"Sebentar saja, aku janji!"
Erlan keluar dari kamar hotel.
"Datanglah ke kamar hotel D 155, istrimu dalam pengaruh obat perangsang , seseorang telah dengan sengaja mencampuri minumannya, cepatlah! Jangan sampai aku yang akan membantu menghilangkan pengaruh obat itu! Karna istrimu sudah tidak bisa menahannya!" Erlan menghubungi Firas memintanya untuk datang dan membantu istrinya.
Firas yang sedang meeting itupun langsung bergegas meninggalkan klien nya .
"Maaf, saya harus pergi sekarang!" pamitnya pada klien tersebut.
"Maaf Tuan tapi..." klien itu tidak meneruskan kata - katanya karena Firas telah berlari dengan begitu cepat.
Beruntung tempat ia bertemu dengan kliennya itu tak jauh dari hotel tempat istrinya menghadiri acara Reuni tersebut.
"Hallo wanitaku!" suara bariton itu berhasilkan mengalihkan pandangan Rea.
"Kau, kenapa kau ada di sini, dimana Erlan?"
"Husst, aku akan membantumu Laudrea sayang." seringai bibirnya membuat seorang Laudrea merasa ketakutan.
"Kamu butuh pelepasan sayang, aku akan membantumu." Rama mulai membuka kancing kemejanya lalu mulai mendekati wanita yang selama ini menjadi obsesinya.
"Tidak Ram, kita tidak mungkin melakukannya!" Rea berucap seraya terus menahan gairahnya yang semakin berada diujung kepalanya.
"Nikmati saja sayang, aku akan membantumu." Rama mulai ******* bibir Rea dengan Rakus
"Pergi Rama! Aku bilang pergi!" Usirnya kemudian setelah berhasil melepas paksa pagutan Rama dari bibirnya.
"Ayolah sayang, aku tahu kamu sudah tidak bisa lagi menahannya, aku akan membawamu terbang ke angkasa hingga kau akan terus menyebut namaku."
CEKLEK
Pintu kamar hotel itu terbuka. Nampak Laudrea sedang meronta dan menahan gejolak panasnya tangannya terus mendorong tubuh pria yang sedang berada didepannya.
"Fir, syukurlah kau datang? lelaki brengsek itu!" Rea berhasil menjauh dari tubuh Rama namun lagi - lagi tangan Rama menariknya.
__ADS_1
"Berani sekali kau menyentuh wanitaku!" tangannya terkepal begitu kuat.
Firas menyeret tubuh Rama yang sedang mengungkung istrinya. Rama yang dalam keadaan mabuk berat seakan tak punya tenaga untuk melawan seorang Firas.
Dalam satu kali pukulan saja tubuh Rama sudah tumbang dan ambruk kelantai dan tidak sadarkan diri.
Dengan sigap Firas menyeret tubuh yang sudah tidak sadarkan diri keluar kamar dan membiarkannya tergeletak begitu saja didepan pintu kamar hotel tersebut.
"Fir, aku tidak tahan lagi!"
Rea langsung menghambur dalam pelukan suaminya, melucuti semua pakaian yang dikenakan Firas hingga tak tersisa satupun pada tubuh kekarnya.
Perasaan kesal, marah tapi bercampur senang pada diri Firas. Ia merasa senang pada sikap agresif istrinya padanya saat ini, tapi ia juga sangat merasa kesal dan marah karna istrinya begitu ceroboh dengan bahaya disekitarnya yang selalu mengintai.
"Aku sudah memperingatkan mu untuk selalu waspada dan hati - hati, kenapa kau mengabaikan peringatan dariku Laudrea? Beruntung aku lansung menuju kemari saat Erlan memberiku kabar. Jika tidak kau telah menyerahkan tubuhmu pada bajingan yang bernama Rama itu.
Firas terus berbicara sambil tubuhnya terus bergerak lincah memenuhi hasrat sang istri yang begitu dahsyat karna pengaruh obat terkutuk itu.
"Ahhhhhh Fir, jangan banyak bicara aku sudah...aahhhhh!" Laudrea terus memekik merasakan kenikmatan yang luar biasa tiada tara itu.
Sementara Firas masih terus bergerak dengan hingga akhirnya pun sampai pada puncaknya.
Sepasang suami istri itu terus melakukannya berulang - ulang hingga pada akhirnya pengaruh obat terkutuk pada tubuh istrinya sudah tidak lagi bekerja.
"Katakan! Siapa yang memberimu minuman?" tanyanya pada sang istri yang mulai tenang dan dapat mengendalikan tubuhnya.
"Seorang pelayan Fir, saat itu aku sedang mengobrol dengan salah satu teman lamaku yang baru saja kembali dari luar negri. Saat dia pergi ke toilet seorang pelayan memberiku secangkir minuman dingin, karna aku haus jadi aku langsung meminumnya sampai habis tak tersisa," tuturnya pada sang suami.
"Bajingan itu menghalalkan segala cara untuk bisa menyentuhmu!"
"Dimana sekarang pria brengsek itu, aku harus membuat perhitungan dengannya! Aku tadi meminta Erlan untuk membantuku tapi cara kami tak berhasil akhirnya Erlan menghubungimu. Dia bilang hanya suamiku yang membantu menghilangkannya, tapi aku tidak tau jika dia tiba - tiba datang saat Erlan keluar dari kamar ini.
"Rama! Sepertinya kau ingin bermain - main denganku. Aku tidak akan pernah melepaskan mu brengsek! Berani sekali kau menyentuh wanitaku, istriku!" Firas terus memaki pria bernama Rama, tangannya terkepal erat kilatan amarah di matanya nampak sangat jelas. Layaknya seekor harimau yang siap menerkam mangsanya detik itu juga.
Firas bangkit, mengenakan kembali pakaiannya satu persatu. Matanya tak berpaling sedikitpun pada wanita yang kini sudah tertidur pulas nampak begitu kelelahan.
"Jika sampai terjadi sesuatu padamu, aku tidak akan pernah bisa memaafkan diriku sendiri gadis kecilku, Lea ku. Aku tidak akan pernah melupakan janjiku untuk menjadi super hero mu. Kau adalah segalanya bagimu, aku bisa gila jika harus kehilanganmu untuk yang kedua kali." Firas mengecup puncak kepala sang istri lalu membelai wajah yang nampak sekali terlihat lelah.
__ADS_1
Firas bangkit dari duduknya lalu melihat keluar kamar dan mengecek pria yang ia ia letakan begitu saja di depan pintu kamar hotel yang ia tempati.
Lalu menelpon Leon dan menceritakan semua kejadian yang menimpa istrinya hari ini. Lalu meminta Leon untuk membawa pria bajingan bernama Rama itu ke suatu tempat.