Menikahi Kakak Dari Calon Suamiku

Menikahi Kakak Dari Calon Suamiku
47. Desa dan danau


__ADS_3

Hari ini Firas, Rea, Samuel, dan juga Lisa akan berkunjung ke desa mendiang kakek dan neneknya Fir. Yang juga merupakan tempat yang pernah menjadi tempat tinggal masa kecil Rea.


Karna di sanalah Fir dan Lea kecil bertemu. Namun ingatan masa kecil Lea yang hilang membuat perjuangan Firas cukup sulit menemukan kembali cinta pertamanya itu.


Tapi, sepertinya Tuhan masih ingin menyatukan mereka tapi dengan cara yang berbeda.


Kepergian Daniel dihari pernikahannya saat itu memang sudah menjadi skenario Tuhan untuk mempertemukan Rea dengan cinta yang sesungguhnya.


Kedua manusia yang saling mencintai sejak kecil itu dipertemukan kembali dengan kondisi dan situasi yang berbeda.


Hari ini mereka akan pergi menggunakan satu mobil. Jarak tempuh yang akan mereka lalui sekitar 4 jam dan jalur yang bisa dilalui hanya dengan menggunakan jalur darat.


Rea nampak begitu antusias. Dalam perjalanan ia terus bercerita tentang masa remajanya bersama Lisa. Masa indah yang tak pernah bisa akan terulang kembali.


"Indah sekali masa remaja mu." Firas tiba tiba menyela percakapan antara keduanya.


"Bukankah semua masa remaja adalah masa yang indah?" tanya Rea pada Firas.


"Tidak semua orang bisa menikmati masa remaja," sahut Firas lalu ia membatin dalam hati. Contohnya aku, masa remaja ku hilang karna aku selalu merindukanmu yang tak kunjung aku temukan. Aku hanya bisa memikirkan mu, merindukanmu, tanpa tau kabar sedikitpun tentangmu Lea ku sayang.


"Kalau begitu sekarang ceritakan masa remaja mu!"


"Masa remajaku hanya aku habiskan untuk mencari seseorang yang dulu begitu menguasai hati dan pikiranku," sahut Firas kemudian, lalu melirik Rea.


"Ya , aku lupa kamu kan selalu memikirkan gadis kecilmu, bahkan setelah resmi kita menikah kau masih sering bermimpi dan menangisi gadis kecilmu itu. Terkadang aku merasa iri dengannya, dia begitu beruntung telah dicintai oleh seseorang dengan begitu besar. Sementara aku, bahkan kekasihmu sendiri memilih pergi meninggalkan aku dihari pernikahan." suara Rea terdengar semakin pelan.


Sementara Firas tidak tau harus menjawab apa, harapannya sekarang adalah Rea bisa kembali mengingat masa kecilnya atas dasar kemauannya. Bukan karna paksakan.


Begitu pula dengan El yang masih setia mendengar perbicangan sepasang suami istri tersebut.


Sementara Lisa hanya diam tak mengerti dan tak berniat ikut nimbrung dalam perbincangan itu.


Tidak terasa perjalanan yang mereka lalui itupun akhirnya telah membawa mereka tiba di danau yang masih sangat asri.


Di danau inilah cinta Fir dan Lea kecil bersemi. Pertemuan yang tidak disengaja membuat mereka menjadi dekat dan begitu akrab, hingga akhirnya tumbuh menjadi sebuah rasa dan cinta dalam hati keduanya.


Karna kenyamanan itupun membuat keduanya saling berjanji untuk terus melanjutkan hubungan hingga besar nanti, banyak sekali impian yang ingin mereka gapai saat besar nanti.

__ADS_1


Salah satunya adalah impian untuk hidup bersama seumur hidup dalam sebuah ikatan pernikahan. Namun semua itu tiba tiba saja berubah saat Ayah Rea tiba tiba saja datang dan memboyong keluarga kecilnya dari desa itu. Hingga membuat seorang Fir remaja kehilangan jejaknya.


Belum lagi banyak peristiwa lain yang membuat seorang Laudrea harus kehilangan ingatan masa kecilnya.


Samuel menghentikan mobilnya tepat dipinggir danau.


Mereka lalu turun dari mobil.


Dengan antusias Firas menarik tangan Rea dan membawanya duduk tepat dipinggir danau menikmati kejernihan air danau dan pemandangan hijau alami yang begitu memanjakan mata.


Tak henti hentinya mereka memuji keindahan alam yang tersaji didepan mata.


"Bagaimana, apa kau menyukai pemandangan disini?"


"Suka sekali Fir, sangat indah. Tapi kenapa aku merasa sangat tidak asing dengan tempat ini ya? padahal ini pertama kalinya aku kesini kan? Sepertinya ada yang tidak beres dalam otakku ini, huff." Rea membuang napas kasar. Lalu melempar bebatuan kecil kearah danau.


Sementara Firas dan Samuel hanya saling menatap dan berharap suatu keajaiban akan terjadi di sana.


"Ayo Lisa, kita main lempar batu siapa yang melemparnya paling jauh boleh memukul Samuel, Hahaha!"


"Hei, kenapa jadi aku yang harus jadi taruhannya?" protes Samuel.


"Ayo Rea, aku setuju dengan ide mu!" Lisa menjawabnya dengan begitu antusias.


Seolah Rea mengerti dengan keinginan terpendam Lisa yang selama ini telah merasa kesal karna Samuel tiba tiba menghilang dari kehidupan Lisa.


"Terima kasih, ternyata kamu tahu kalau aku sedang merasa kesal dengan sepupumu itu!" bisiknya pada Rea.


Hahaha


Lalu tertawa bersama.


Saat sedang asik melempari air danau itu tiba-tiba saja Rea berhenti, lalu terbangun karna terdengar suara anak kecil yang sedang mengobrol dan sesekali tertawa kecil.


Rea terus mengedarkan pandangan matanya ke segala arah demi menemukan asal sumber suara yang ia dengar semakin lama semakin jelas saja di telinganya. Ia kemudian menggelengkan kepalanya yang mulai terasa berat.


Fir yang sedang asik mengobrol dengan Samuel pun mendadak panik. Lalu ia bangun dan mendekati sang istri.

__ADS_1


"Ada apa, cari apa?" tanya Fir dengan cemas.


Bukan hanya Fir yang terlihat begitu khawatir, namun dan Lisa pun tak kalah khawatirnya.


Nona kecil harus minta maaf


Nona kecil harus minta maaf


Nona kecil harus minta maaf


Suara itu terdengar semakin jelas dan mengganggu pendengaran Rea.


"Stop!!!" ucap Rea pada akhirnya.


"Fir, aku mau pulang! Aku tidak mau kesini!"


"Tapi kenapa sayang, bukankan disini enak?"


"Tapi suara tawa anak seorang anak kecil itu terus menggangguku, memangnya kalian tidak merasa terganggu apa!" Rea segera beranjak dari duduknya kemudian menarik tangan suaminya untuk pergi dari sana.


"Non Rea!" tiba tiba terdengar suara seorang wanita memanggil nama Rea.


Rea berbalik pada arah sumber suara.


"Mbak Mira!" serunya antusias. Lalu menghambur kedalam pelukannya.


Semenjak kepergian orang kedua orang tuanya yang begitu mendadak itu Rea hanya tinggal bersama Mbak Mira. itu sebabnya hubungan yang terjalin diantara mereka sangatlah dekat. Bahkan Rea sudah menganggap Mbak Mira seperti orang tuanya sendiri.


Lalu mereka terlibat percakapan yang akhirnya Mbak Mira mengajaknya untuk mampir kerumahnya yang tak begitu jauh dari Danau.


Dan ternyata rumah itu adalah rumah yang dulu ditinggali oleh Lea dan ibunya saja krna papanya harus merantau untuk merintis usaha hingga akhirnya sukses dan membawa kelurga kecilnya itu pindah di suatu kota.


Dan kini mereka sudah tiba di kediaman Mbak Mira.


Deg deg deg.


Jantung Rea seakan berdetak begitu cepat saat kakinya mulai memasuki pintu rumah mbak Mira.

__ADS_1


Didalam bayangannya muncul sekelebat bayangan anak kecil yang sedang duduk di depan teras sambil memakan sesuatu yang di suapi oleh seorang wanita mengenakan baju seragam baby sitter berwarna biru.


Rea kembali menggelengkan kepalanya berat. Sambil terus mengingat bayangan seorang anak kecil dan pengasuhnya itu.


__ADS_2