
"Apa benar lelaki ini yang telah menghamili kamu?" tanya seorang ayah yang sedang begitu murka kepada anak gadisnya yang hamil diluar nikah.
Wanita itu mengangguk lesu.
"Katakan siapa orang tuamu dan dimana mereka tinggal?" tanyanya dengan begitu emosi dan terus melayangkan sebuah bogeman bertubi - tubi pada paras tampan Erik.
"Ampun om, maafkan saya, bukan saya tidak mau bertanggung jawab om, tapi saya belum punya pekerjaan," sahut lelaki itu.
"Aku tidak peduli dengan alasanmu, kamu harus bertanggung jawab atas perbuatan mu terhadap putriku!"
"Baik om, saya akan bertanggung jawab. Saya akan menikahinya om, ampun om!" lelaki itu terus memohon ampunan dari amukan ayah Noto ayahnya Nilam.
"Baiklah sebentar lagi kita akan pergi ke rumah orang tuamu untuk membicarakan pernikahan kalian!"
Noto melepaskan Erik yang tersandar didinding seraya merintih kesakitan.
"Erik! Kau tidak apa apa?" tanya Nilam khawatir
"Kau sudah Lihat kan aku babak belur, kenapa masih nanya ?" kesal Erik.
"Maaf, aku tidak bermaksud membuatmu seperti ini!"
"Apa memar di pipimu juga perbuatan ayahmu?" tanya lelaki itu seraya mengusap lembut memar pada wajah Nilam dan mendapat anggukan dari Nilam
"Maafkan aku Nilam, aku tidak bermaksud membuatmu dimarah orang tuamu"
"Tidak apa Rik."
"Tolong Nilam bilang sama ayahmu, aku belum siap untuk menikahi kamu aku tidak punya pekerjaan saat ini!"
Plakk
Nilam menampar pipi Erik dengan begitu kuat.
"Heh, kenapa kau menamparku? Apa kamu siap hidup susah denganku Lam?"
"Jika kamu memang punya otak yang waras, kamu tidak akan berbicara seperti itu dasar sinting!"
"Lalu kenapa kau mau punya suami sinting sepertiku?" tanyanya dengan raut wajah penuh amarah.
"Aku tidak butuh suami, aku hanya butuh ayah dari bayiku. Jika kau tidak menginginkanku kau tidak perlu menyentuhku dan memikirkan ku !"
"Bagaimana bisa seperti itu!"
__ADS_1
"Bisa, aku akan buktikan semuanya!" Nilam berlalu pergi meninggalkan Erik setelah terlihat sang ayah dan ibunya keluar dari kamar.
Kini keluarga itu siap mendatangi orang tua Erik untuk meminta pertanggung jawaban anak lelakinya itu yang telah menghamili Nilam.
Mereka akan meluncur ke jawa barat tempat kediaman orang tua Erik tinggal.
...****************...
Sementara di Negara lain.
Daniel sedang mengadakan rapat pertemuan bersama dewan direksi beserta seluruh pimpinan cabang perusahan dan juga para investor yang bekerja sama di perusahaannya itu.
Saat Meeting baru akan dimulai muncul sosok wanita yang sangat tidak asing dimata Daniel.
"Maaf, saya terlambat," ucapnya dengan napas ngos ngosan dan dadanya naik turun.
"Sera!" ucapnya dalam hati
Daniel terpaku beberapa saat melihat kedatangan Sera.
"Daniel!" ucapnya yang juga hanya dalam hati.
"Silahkan duduk nona, meeting akan segera dimulai," ujar Daniel setelah berhasil mengembalikan kesadarannya.
Sementara wanita yang bernama Sera terus menatap Daniel dengan tatapan yang tidak bisa diartikan, antara rindu dan menyesal karna dulu telah mempermainkan lelaki itu.
Sera benar benar tidak bisa fokus pada meeting kali ini. Pikirannya kacau setelah melihat Daniel yang ternyata sekarang ada di negara yang sama dengannya.
"Baiklah Meeting siang ini saya cukupkan sampai disini saja jika masih kuràng jelas silahkan bisa tanyakan lagi kepada asisten pribadi saya Leonel."
Daniel meninggalkan ruang meeting setelah semua orang keluar lebih dulu dan masih tersisa Sera.
"Daniel tunggu!" seru wanita itu.
Daniel pun menghentikan langkahnya lalu berbalik menghadap pada Sera.
"Ada apa Sera?" tanya nya datar.
"Daniel, aku mau minta maaf atas semua kesalahanku yang dulu," ucapnya penuh penyesalan.
"Semua sudah berlalu Sera, waktu yang terlewat tidak akan bisa kita ulang menjadi seperti keinginan kita saat ini. Aku dan Rea udah berdamai tak ada lag masalah diantara kami, dan mereka juga sudah hidup bahagia."
"Apa kau sudah bertemu dengan Rama sebelumnya?" tanyanya lagi.
__ADS_1
"Ya, aku sudah menemuinya dan aku juga sudah menutup hatiku untuknya. Aku sadar bahwa cinta tidak akan pernah bisa dipaksakan, Rama masih terlalu mencintai wanita yang sama, meskipun wanita itu kini sudah menjadi milik orang. Tapi cinta Rama yang begitu besar tidak akan pernah hilang dari hatinya meskipun dia telah menyadari semuanya itu salah tapi dia bilang tidak akan ada wanita lain yang bisa menggantikan Laudreanya dari hatinya.m," ungkapnya panjang lebar.
"Syukurlah kalau begitu, oh ya apa kau sudah makan siang?" tanyanya kemudian.
"Kebetulan belum, mungkin sepulang dari sini aku akan mampir makan siang."
"Kalau begitu kita makan siang bareng disekitaran kantor ini gimana?" tawarnya pada Sera.
"Hmmm, boleh. Ayok!"
Mereka pergi menuju restoran terdekat. Begitu banyak obrolan yang mereka bahas tentang masa lalu karna kini mereka memilih untuk berteman dan melupakan masa lalu yang pernah terjadi diantara mereka.
Dan sejak saat itu mereka menjadi dekat dan sering bertemu sebagai seorang teman yang saling berbagi suka duka mereka di negara asing.
Namun tanpa mereka sadari kedekatan justru menumbuhkan kembali benih benih cinta yang dulu hanya bertepuk sebelah tangan karna besarnya cinta Sera kepada lelaki yang bernama Rama. Tapi itu dulu . Karna sekarang cinta itu tidak lagi ada. Sera telah mengubur dalam dalam cinta yang tidak bisa gapai itu.
Kedekatannya dengan Daniel saat ini tanpa disadari telah menciptakan rasa nyaman tersendiri.
.baik Sera ataupun Daniel sama sama merasakan debaran yang sama.
Namun saat ini meréka lebih bisa mengontrol hasratnya masing masing.
"Sera apa kamu merasakan debaran seperti yang aku rasakan saat ini?"
"Ya, Daniel. Aku merasakan debaran di hatiku saat sedang bersamamu. Apa itu Daniel? Inikah Cinta yang sesungguhnya?"
"Aku rasa benar Sera, aku jatuh cinta kepadamu. Tapi cinta kali ini berbeda. Aku lebih bisa menahan hasrat diriku tidak seperti dulu saat bersamamu aku sama sekali tidak mengendalikan itu semua." tutur Daniel yang secara terang terangan mengutarakan perbedaan perasaannya dulu dan sekarang.
"Kau benar Daniel bahkan semuanya jadi lebih indah saat aku bisa mengontrol semua itu."
"Bagaimana kalau kita coba untuk menjalin hubungan yang sehat? Kau setuju Sera?" tanyanya lagi pada Sera.
"Hmm, aku setuju kita akan mencobanya."
Dan kini mereka mencoba menjalin hubungan sehat , hubungan tanpa ada **** bebas didalamnya mencoba menjalani hubungan layaknya umat Tuhan yang mengerti akan dosa dosa yang dulu mereka lakukan tanpa beban dan rasa takut sedikitpun.
"Udah malam, ayo aku akan mengantarmu pulang!" ajak Daniel pada wanita yang saja menjadi kekasihnya.
"Daniel, terimakasih untuk semuanya."
"Terimakasih untuk apa?"
"Untuk semua waktu dan rasa cinta yang ada di hatimu untukku saat ini. Aku sama sekali tidak akan bertemu lagi denganmu dan sekarang kita menjadi sepasang kekasih dengan versi dan cara yang berbeda. I love Daniel Mahotra." Wanita itu itu menyandarkan kepalanya pada pundak Daniel.
__ADS_1
"I love you more Sayang." lelaki itu mengecup lembut kening Sera.