Menikahi Kakak Dari Calon Suamiku

Menikahi Kakak Dari Calon Suamiku
Bab 69.


__ADS_3

"Sayang, kamu baik baik saja?" tanya Firas dengan cemas, dalam perjalanan menuju rumah sakit Lea terus merintih dan menahan rasa perih pada area perutnya yang terdapat bekas sayatan operasi sesar.


"Sakit sekali Fir," keluh wanita itu hingga membuat semua orang yang berada didalam mobil tersebut semakin merasa khawatir.


"Tahan Lea sayang," ucap sang ayah memberi kekuatan pada sang anak.


"Ya, ayah. Bagaimana kondisi ibu?"


"Ibu hanya sedikit merasa sesak sayang, jangan pikirkan soal ibu," timpal Luna mencoba menenangkan sang anak dengan mencoba bersikap biasa saja dihadapan sang anak agar tidak terlalu khawatir tentang kondisinya. Sebab ia tahu betul kondisi sang anak itu sendiripun sangat memprihatinkan.


Tak terasa waktu terus berjalan dan kini mobil yang mereka tumpangi setelah memasuki area rumah sakit, dengan sigap para perawat dan tim medis menyambut kedatangan pasiennya.


Kondisi Lea pasca menjalani operasi sesar yang masih terlihat lemah ditambah dirinya yang merasa begitu syok karna penculikan yang dilakukan oleh Riana yang tak lain adalah sepupunya sendiri membuat tubuh Lea kini mengalami penurunan kesehatan pada kondisi kesehatannya membuat kini dirinya harus menjalan perawatan ekstra lagi.


Bekas luka operasi yang yang baru beberapa hari itu kembali mengeluarkan darah yang bisa saja mengakibatkan infeksi. Hingga harus secepatnya mendapatkan penanganan yang semestinya.


"Fir, bagaimana kondisi Rea?" tanya Diana yang kini sudah menghampiri sang anak karna sejak tadi pikirannya terus tertuju pada menantu kesayangannya itu.


"Sedang ditangani dokter Bu, ada yang ingin aku tunjukan pada ibu, ikutlah denganku bu!" Ajaknya pada Diana dan berjalan menuju suatu ruangan.


"Ada apa Fir, ruangan siapa ini?" tanya Diana semakin penasaran.


"Bu, mereka adalah orang tua Laudrea yang selama ini sudah kita ketahui telah tiada," ucap Firas setelah memasuki ruangan sang mertua dirawat.


Seketika mata Diana membulat sempurna dan mulutnya menganga tak percaya dengan kenyataan yang ada dihadapannya.


"Fir, bagaimana ceritanya?" tanya kemudian seraya matanya mulai berkaca kaca karna rasa haru. Sama sekali tak menyangka jika ternyata dirinya masih memiliki seorang besan.


"Ceritanya panjang bu!"


Diana menyapa kedua orang yang usianya tak jauh beda dengannya dengan rasa haru. Lalu Firas menceritakan semuanya peristiwa yang sebenarnya terjadi pada sang ibu.

__ADS_1


Lagi lagi Diana hanya bisa meneteskan air mata kesedihannya mendengar nasib yang menimpa sang besan selama belasan tahun harus hidup sebagai tawanan dari adik kandungnya sendiri.


"Jeng Luna, cepat pulih, cucu kita menanti kasih sayang dari kita semua!" ucap Diana memberi semangat pada Luna yang saat ini dengan kondisi lemah karna menderita batuk yang telah bertahun tahun dideritanya.


"Terimakasih jeng Diana, selama ini telah menjaga dan menyayangi putriku dengan sepenuh hati!" ucap Luna dengan suara lemahnya.


"Sama sama jeng, aku sudah sejak dulu menganggap Laudrea sebagai anakku sebelum menjadi menantuku saat itu, entah kenapa aku sangat menyayangi anak itu." tutur Diana.


Setelah saling bertukar kata Diana pamit keluar dari ruangan tersebut dan membiarkan Luna beristirahat dalam masa perawatannya agar secepatnya kembali sehat dan bisa segera menimang sang cucu bersama - sama.


"Kalo begitu, aku pamit dulu mau melihat baby Firlee di ruangan bayi, cepat sembuh jeng Luna agar segera bisa menggendong cucumu yang lucu itu!" ucap Diana seraya tersenyum simpul dan Luna pun mengulas senyuman seraya mengangguk pelan.


"Apa ayah mau melihat cucu ayah, pergilah bersama ibuku, biar aku menggantikan untuk menjaga Ibu Luna!" titah Firas pada sang mertua lelaki.


"Aku akan membersihkan diriku dulu baru nanti aku menemui cucuku, kau pergilah lihat istrimu, nanti aku akan menyusul setelah Luna diperiksa kembali oleh dokter!"


"Baiklah ayah, jika begítu aku keruangan Lea dulu," pamitnya dan mendapat anggukan dari ayah mertuanya.


Sama sekali tidak menyangka jika sang mertua ternyata masih hidup.


"Tunggu saja Riana, aku pastikan kalian akan mendapatkan hukuman yang berat setelah ini!" geram Firas.


"Fir, bagaimana kondisi Rea?" tanya Leon yang baru saja tiba di rumah sakit.


"Sedang ditangani dokter, bagaimana keadaan kantor?"


"Aman Fir, kau tenang saja! Masalah kantor biar menjadi urusanku unyuk saat ini kau fokuslah pada pemulihan Rea. Bagaimana kondisi kedua orang tua Rea?" tanya Leon yang sudah mengetahui semua kabar berita itu dari Firas yang sudah sempat menelponnya dan menceritakan semua kejadian yang menimpa sang istri.


"Ibu Luna sudah mendapatkan perawatan dengan baik, mudah mudahan semuanya segera membaik!"


"Aamiin, semoga Fir. Ada beberapa berkas yang harus kau tanda tangani saat ini juga Fir, aku telah membawanya kemari!" tutur Leon kemudian.

__ADS_1


"Baiklah, kita keruang perawatan istriku saja!" mereka pun berjalan masuki ruangan dimana Rea dirawat.


Setelah membaca beberapa berkas yang berada ditangannya kini Firas membubuhkan sebuah tanda tangan.


"Lalu bagaimana dengan pelaku para penculikan terhadap Rea , Fir?" tanya Leon.


"Ada Samuel yang sedang mengurusnya di kantor polisi karna banyak kasus masa lalu juga juga yang baru terungkap setelah peristiwa penculikan ini!"


'Semoga Samuel bisa mengatasi dengan baik!" sahut Leon.


"Aku percaya Samuel bisa mengatasinya, melihat perjuangannya merebut kembali perusahaan milik keluarga istriku, aku yakin dia bukan orang sembarangan!"


"Ya Fir, aku rasa juga begitu."


Setelahnya mereka pun terlibat obrolan seputar perusahaan dan relasi bisnisnya. Dengan kepercayaan yang diberikan Firas kepada Leon mengenai urusan perusahaan membuat Leon pun mempunyai tanggung jawab penuh pada setiap keputusan yang akan Leon ambil nantinya.


Memang tidak salah jika Firas mempercayakan semua itu terhadap sepupunya, karna lelaki itu selaku bisa diandalkan dalam setiap hal yang berhubungan dengan bisnisnya.


Firas merasa beruntung mempunyai sepupu yang bisa dipercaya dengan segala kondisi yang sejak dulu sering dirinya alami. Nyatanya sepupunya yang bernama Leon itu selalu bisa bisa diandalkan tanpa ada masalah apapun yang terjadi diantara keduanya.


Setelah merasa tak ada lagi yang penting untuk dibahas, Leon pamit pulang kepada Fir dan Rea. Dan tak lupa menemui kedua orang tua Rea didalam ruang perawatannya.


"Fir," lirih Rea yang sudah mulai membuka matanya.


"Ya sayang, kamu butuh sesuatu?" dan sang istri hanya mengangguk lemah.


"Apa itu sayang, minum, makan atau mau ke kamar mandi?" tanyanya bertubi tubi dan membuat sang istri mengulas senyuman lalu menggelengkan kepalanya pelan.


"Lalu?"


"Mau baby Firlee sayang," lirihnya lemah.

__ADS_1


"Ah, baiklah tunggu sebentar. Akan aku bawa kesini, sepertinya sedang bersama Ibu Diana saat ini!"


Dengan cepat Firas keluar menuju keruangan baby Ferlee. Namun saat sedang berjalan tiba tiba saja bahunya ditabrak seseorang yang tak asing baginya.


__ADS_2