Menikahi Kakak Dari Calon Suamiku

Menikahi Kakak Dari Calon Suamiku
Bab 70


__ADS_3

Dengan cepat Firas keluar menuju keruangan baby Firlee. Namun saat sedang berjalan tiba tiba saja bahunya ditabrak seseorang yang tak asing baginya.


"Ternyata dunia begitu sempit ya, atau kita memang berjodoh!" ucap wanita itu dengan senyuman yang merekah di bibirnya.


"Tapi sayangnya aku sudah memiliki jodoh, jadi kita bukan bertemu karna jodoh!" jawab Firas dengan ketus.


"Oh, begitu ya, tenang saja Fir, aku tidak akan mengusik kebahagianmu, karna aku sendiri sekarang sudah menikah!" ucapnya wanita yang akrab dipanggil Cherin itu.


Firas memicingkan matanya mencari kebenaran di mata Cherin, dan benar saja tidak ada kebohongan di sana.


"Sayang, kau disini rupanya, aku dari tadi mencarimu!" seru seorang lelaki yang juga tak asing bagi Firas.


"Erlan!" ucap Firas.


Seketika Erlan menatap sumber suara dan dirinya juga tak kalah terkejutnya karna bertemu dengan Firas yang merupakan suami dari temannya tersebut SMA nya tersebut.


"Hai bro, apa kabar, ngapain lu disini?" tanyanya dengan gaya yang masih sama seperti saat pertama bertemu dulu.


"Istriku baru melahirkan, kau sendiri ngapain ada disini?"


Jujur saja sebenarnya Firas malas untuk berbasa basi, namun jika ia mengingat saat dulu Erlan menolong istrinya dari jebakan Rama, ia sangat merasa berterima kasih.


"Istriku periksa kandungan karna saat ini sedang hamil!" tutur Erlan seraya meletakan tangannya pada pinggang Cherin.


Firas mengernyitkan keningnya heran.


"Kau menikah dengan Cherin?" tanya Firas memastikan dan mendapat anggukan dari keduanya secara serempak.


Firas pun menganggukkan kepala seraya berpamitan pada keduanya.


"Tunggu Bro!" seru Erlan tiba tiba dan seketika Firas menghentikan langkahnya.


"Apa aku boleh membesuk Laudrea?"

__ADS_1


"Maaf, saat ini istriku sedang tidak bisa dibesuk karna kondisinya belum stabil!" jawab Firas lalu melanjutkan kembali langkahnya menuju ruangan baby Firlee.


"Bu, istriku ingin bertemu bayinya, bisa aku membawanya dulu sebentar?" tanyanya pada sang ibu yang baru saja selesai memberikan susu pada Baby Firlee.


"Bawalah Fir, sepertinya dia juga merindukan ibunya, karna tidurnya sejak semalam tidak lelap!" tutur sang ibu laku memberikan cucunya kepada sang anak.


Lelaki itupun membawa bayinya kepada sang sang istri dan mereka kini sedang bercanda bersama dengan sesekali Firas mengecup kening sang istri.


Tak bisa dibayangkan jika sampai terjadi sesuatu yang dilakukan oleh Riana kepada sang istri saat penculikan itu, entah apa yang akan terjadi dalam kehidupannya setelahnya. Membayangkannya saja lelaki itu sudah tidak sanggup apalagi harus mengalaminya. Bisa bisa lelaki yang sangat mencintai istrinya itu akan menjadi gila.


Tak hentinya dalam hati lelaki itu bersyukur kepada sang penguasa alam, yang masih memberinya kesempatan untuk merasakan bahagia menjadi keluarga kecil yang utuh.


Sementara ditempat lain.


Nilam sedang merasakan sakit luar biasa pada perutnya yang sudah membuncit dan semakin besar. Hari perkiraan lahirpun semakin mendekati.


Wanita itu mencoba menelpon lelaki yang telah menjadi suaminya saat ini. Namun sejak tadi telponnya tak kunjung tersambung pada sang suami.


"Erik, kamu kemana? Kenapa perasaanku tidak enak seperti ini? Mana perutku sakit banget lagi!" keluh wanita itu.


Terdengar suara ponsel yang sedang terhubung namun tak kunjung ada jawaban dari seberang sana. Dan membuat Nilam semakin merasa gelisah dengan kondisi yang dirinya sedang tidak baik pada perutnya ditambah dengan kekhawatiran kepda sang suami yang tak seperti biasanya. Selama menjadi suaminya Erik tidak pernah sampai selarut ini belum juga kembali ke rumah. Jika lelaki itu adalah Erik yang dulu, Nilam tidak akan sekhawatir sekarang ini menanggapinya.


Entah kenapa instingnya malam mengatakan jika suaminya sedang tidak baik baik saja diluar sana.


Dan benar saja di suatu tempat seorang lelaki sedang di hajar habis - habisan oleh beberapa orang pria yang bertubuh kekar, besar dan tinggi.


"Dia sudah pingsan, bagaimana selanjutnya?" tanya salah seorang yang juga merupakan satu komplotannya.


"Hubungi bos dan tanyakan apa yang harus kita lakukan selanjutnya!" titahnya kepada salah satu temannya.


"Biarkan saja dia sampai sadar dengan sendirinya! ikat tangan dan kakinya sebelum kalian meninggalkannya!" titah seorang pria yang merupakan bos dari beberapa lelaki yang baru saja melakukan penyerangan.


"Siap bos!" panggilan terputus.

__ADS_1


"Setelah bangun kembali hubungi aku!"


"Siap bos!" sahutnya lagi.


Hahahaha!


Terdengar gelak tawa yang merasa sangat puas .


"Jangan coba - coba bermain - main denganku Erik, jika tidak mau nasibmu seperti sekarang ini!" lelaki itu terus berbicara sendiri.


Tidak ada yang tidak bisa lelaki itu lakukan, karna nyatanya sudah berada di dalam penjara pun lelaki itu masih bisa membalas perbuatan orang orang yang dia anggap berkhianat kepadanya..


Seperti halnya Erik yang tidak mau lagi diajak bekerja sama untuk melakukan suatu rencana jahatnya itu. Kini menjadi bulan - bulanan orang orang suruhannya itu.


Erik yang telah insyaf dan menolak untuk melakukan kejahatan nyatanya jalannya tidak semulus dan semudah yang ia hadapi saat ini.


Jika Erik yang dulu selalu siap apapun yang berhubungan dengan uang, kini dirinya sudah sama sekali tidak tertarik untuk melakukan kejahatan sekecil apapun. Namun itu membuat seorang Rama merasa murka terhadapnya hingga ia menyuruh beberapa orang untuk memberinya pelajaran serta peringatan.


Setelah beberapa jam akhirnya lelaki itu perlahan membuka matanya dan mengedarkan pandangannya ke setiap sudut ruangan yang ternyata dirinya masih berada ditempat yang sama sebelum akhirnya ia tak sadarkan diri.


Tiba tiba saja sebuah ponsel menampakan diri lelaki yang berada dibalik jeruji besi melakukan panggilan video call.


"Hei Brengsek! Kau sudah sadar? Dengarkan aku baik - baik! Bekerja samalah denganku, makan nasibmu akan kembali baik Erik Darmawan!" ucap Rama dengan penuh penekanan.


"Lebih baik aku mati, dari pada harus kembali menjadi orang jahat, sadarlah Rama, apa dengan keberadaan -mu didalam penjara itu tidak cukup membuatmu menyadari semua kesalahanmu itu?!"


"Jangan sok ceramah kamu! Dasar munafik!" bentaknya kemudian.


"Maaf bro, aku tidak bisa lagi melakukan semua itu untukmu, sadarlah bro cinta tidak bisa dipaksakan, dan kau harus tahu, jika wanita yang kamu cintai sudah bahagia dengan jalan hidupnya saat ini, jadi biarkanlah dia hidup dengan tenang jangan kau ganggu lagi!" ucapnya ditengah kesakitan dan rasa perih yang timbul dari sekujur tubuhnya yang nampak babak belur itu.


"Sampai kapanpun aku tidak akan pernah membiarkan orang yang telah membuat hidupku menderita seperti sekarang akan hidup dengan tenang!"


"Kenapa kau tidak juga sadar jika keadaanmu saat ini adalah karna perbuatan kau sendiri?" Erik menggelengkan kepalanya heran dengan satu orang ini yang tidak juga mau menyadari kesalahannya sendiri.

__ADS_1


Sementara Rama mendengus kesal dan tatapan kebencian dimatanya terlihat begitu jelas ia tujukan kepada Erik, lelaki yang dulu selalu siapa sedia jika diajak kerja sama, tapi kini bahkan mengorbankan wajah tampannya itu menjadi tak berbentuk lagi karna luka lebam nyaris tak berjarak.


"Lepaskan pengkhianat itu!" titahnya kemudian pada orang suruhannya.


__ADS_2