
"Lisa!" seru Rea saat melihat Lisa melintasi tempatnya duduk.
"Laudrea kau semalam kemana? Aku kan sudah bilang tunggu kenapa kau menghilang, menyebalkan," keluh Lisa seraya ekor matanya melirik pada Firas.
"Maaf, semalam ada tragedi, sepertinya unsur kesengajaan." Rea berbicara sambil melirik kearah Cherin yang telah berlalu pergi.
"Lelaki itu siapa, dan perempuan tadi juga" bisik Lisa di dekat telinga Rea.
"Ah ya, dia suamiku Lis." Rea dengan bangga mengenalkan lelaki itu pada teman lamanya.
"Jadi kau sudah menikah ternyata, sudah berapa lama?"
"Sekitar enam bulan."
"Sayang, kita harus pulang Ibu dan ayah sudah menunggu!" ucap Firas seraya menatap jam tangan pada pergelangan tangannya.
"Tapi Fir, aku masih ingin mengobrol dengan Lisa, biarkan kita disini dulu bolehkan?" Rengeknya dengan muka memelas.
"Aku tidak bisa melepaskan mu sendirian, kamu selalu saja ceroboh, ajak saja temanmu itu ke rumah. Kalian bisa melanjutkan obrolannya di rumah nanti."
"Serius, aku dibolehkan bawa teman ke rumah ?" tanya nya lagi meyakinkan.
"Hemm," Firas beranjak dan menarik tangan sang istri.
"Baiklah, ayok Lis. Kita lanjutkan di rumahku saja ngobrolnya," ajaknya pada Lisa dengan antusias.
"Oke baiklah!"
Di dalam mobil Lisa hanya diam dengan sesekali menatap Firas yang berada di balik kemudi mobil.
Beruntung sekali kamu Rea dimiliki oleh lelaki yang sangat mencintaimu. Sementara aku, bahkan pacarku menghilang tanpa kabar seperti ditelan bumi. Bahkan ponselnya saja tidak aktif. Dia menganggap aku seakan seperti pakaian yang jika bosan dia pakai maka dia akan menggantinya dengan yang baru. Huffftt. Lisa membuang napasnya kasar.
"Lis, kox bengong," Rea menyadarkan Lisa dari lamunan.
"Eh sorry, aku hanya sedang ingat seseorang yang dulu pernah hadir dalam hidupku meskipun hanya sekejap, karna pria itu tiba tiba saja menghilang tanpa jejak dan kabar berita." sesal Lisa
"Hm, ternyata kamu lagi galau ya, hihi?" ledeknya pada Lisa.
"Bisa dikatakan begitu!"
"Seorang Lisa bisa merasa galau ya?"
"Aku manusia kali Rea..." Kesal Lisa.
"Kirain gak bisa galau secara kamu kan selalu mematahkan hati lelaki."
"Ah Rea jangan mengingatkan masa SMA sungguh memalukan sekali. Aku bahkan rasanya ingin mengubur diri saja!"
Hahaha
Lalu mereka tertawa bersama.
__ADS_1
Sementara Firas terus fokus dengan kemudinya sesekali menatap istrinya yang tertawa begitu lepas.
Melihatnya seperti itu ia jadi teringat saat mereka kecil dulu persis seperti itulah ekspresi gadis kecilnya saat sedang bermain bersamanya saat sedang tertawa lepas dan merasa bahagia.
Tanpa sadar tangannya terulur mengusap puncak kepala sang istri dengan sayangnya.
Seketika Rea menghentikan tawanya mendapat perlakuan manis dari seorang Firas membuat jantungnya seakan berhenti berdetak. Wanita itu terpaku sejenak menatap sang suami yang sedang tetap fokus mengendarai mobilnya namun satu tangannya ia gunakan untuk mengelus kepala sang istri.
Rea begitu bahagia mendapat perlakuan manis dari sang suami. Bahkan kini perlakuannya selalu hangat. Tapi satu yang membuat Rea masih merasa ragu. Suaminya itu sama sekali tidak pernah mengatakan cinta kepadanya. Akhir-akhir ini suaminya itu selalu memperlakukannya dengan penuh kelembutan. Tapi satu kalimat cinta itu pernah ia dengar dari mulu lelakinya.
"Rea, bisa kita berhenti dan mampir sebentar di toko roti didepan sana?" tanya Lisa memecahkan keheningan yang sempat tercipta di dalam mobil.
"Fir," ucap Rea meminta persetujuan dari sang suami yang sedang mengemudi mobil.
"Ya, kita akan berhenti," jawab Firas.
Mobil pun menepi memasuki halaman parkir toko kue yang dimaksud.
Mereka bertiga lalu turun dan membeli beberapa macam kue dan roti.
"Rea, Fir," seru seorang pria dari yang baru saja keluar arah toko kue tersebut.
"El, ya ampun apa kabar?" ucap Rea dengan begitu antusias.
"Kabar Rea, bagaimana dengan dan Fir?"
"Kita baik," ucap Rea dan Fir serentak.
"Aku tadii sama Teman, nah itu dia!" Rea menunjuk ke arah Lisa.
Betapa terkejutnya El, saat melihat wanita yang begitu tak asing baginya. "Kamu!" ucapnya kaget pada Lisa.
"Akhirnya, aku menemukanmu," ucap Lisa dengan antusias.
"Ngapain kamu kesini?" tanya El.
"Kenapa kaget ya, aku aja iseng saja datang ke toko kue yang sering kamu kunjungi ini dengan harapan bisa bertemu denganmu. Dan akhirnya aku bisa menemui dan menanyakan kejelasan hubungan kita!"
"Kalian saling kenal?" tanya Rea penasaran.
"Ya, dia adalah pria ku maksud tadi. Dan ternyata kamu juga mengenalnya?" sahut Lisa pad Rea.
"Tentu saja aku mengenalnya, dia sepupuku!"
Mendengar ucapan Rea sontak saja membuat Isa menganga tak percaya.
"Karna suamiku sedang buru-buru jadi, ayo kalian berdua ikut saja, kebetulan aku juga ada urusan sama kamu El." Rea menarik El dan Lisa menuju mobilnya dan di ikuti oleh Fir dibelakangnya.
Saat sudah berada didalam mobil Lisa dan El hanya diam, tak ada yang berniat untuk bertanya lebih dulu mengenai hubungan yang terjalin tidak jelas itu.
"El, kamu ngapain di toko kue tadi?" tanya Res penasaran.
__ADS_1
"Itukan toko kue miliknya Rea, masa sepupunya sendiri gak tahu sih!" ucap Lisa heran.
"Sejak kapan kamu punya toko kue El?" tanya Rea.
"Sejak dulu," jawab El.
"Kenapa aku gak pernah tahu?"
"Ya karna kamu melupakannya!"
"Maksud kamu itu juga salah satu yang berhubungan dengan masa kecilku begitu?" tanya Rea yang makin penasaran.
Astaga ternyata banyak sekali yang hilang dari ingatanku dimasa kecil, tapi ini semakin membuatku penasaran dengan semua ingatan masa kecilku, aku harus berusaha mengingatnya kembali. Ya itu harus. Ucap Rea dalam hati dengan raut wajah yang tidak bisa diartikan.
"Rea!" El mulai cemas melihat Rea hanya diam tanpa berbicara lag.
Tapi tak ada jawaban dari Rea yang justru kini terus melamun.
Seketika Firas menghentikan mobilnya ditepian jalan. Barulah Rea tersadar dari lamunannya.
"Eh kok berhenti? Kenapa?"
"Jangan buatku cemas sayang, apa yang sedang kamu pikirkan? Kenapa melamun?" tanya Firas dengan penuh khawatiran pada sang istri seraya meraih dagu wanita yang sangat dicintainya itu.
"Aku... Aku tidak apa-apa. Memangnya aku kenapa sih?" Rea mengernyitkan keningnya Aneh.
"Tidak apa sayang, aku hanya khawatir." sudut mata Firas melirik El.
Lalu mobil pun kembali melaju.
Sementara El menghembuskan napasnya lega karna ternyata yang menjadi kekhawatirannya tidak terjadi.
Lisa hanya menatap bingung karna sama sekali tidak mengerti dengan apa yang sedang dibicarakan oleh kedua lelaki yang berada didalam mobil yang ia tumpangi itu.
"Lis, sejak kapan kamu berteman dengan Laudrea?" tanya El membuka pembicaraan dengan Lisa setelah beberapa menit kemudian mereka didalam mobil.
"Kami berteman sejak SMA, tapi pas kelulusan kita berpisah karna aku harus melanjutkan pendidikan-ku diluar negeri atas keinginan papaku."
Percakapan pun terhenti setelah mobol telah sampai dihalaman rumah mewah keluarga Mahotra.
Lisa sampai terperangah melihat rumah mewah yang kini menjadi tempat tinggal teman lamanya itu.
"Rea rumahmu besar sekali!" bisiknya pada Rea.
"Bukan rumahku tapi rumah suamiku."
"Sama saja kali."
"Ayo ah kita masuk!"
Memasuki kedalam rumahnya, dan disambut hangat oleh seorang mertua membuat pernikahan Rea kini terasa begitu sempurna.
__ADS_1
Rumah tangga seperti inilah yang selalu diimpikan seorang Laudrea Andara. Meskipun banyak cobaan dan ujian yang harus dilaluinya namun ia merasa begitu bahagia.