Menikahi Kakak Dari Calon Suamiku

Menikahi Kakak Dari Calon Suamiku
54. malam yang indah


__ADS_3

Malam itu


Dengan napas tersengal dan cucuran keringat, disertai kata cinta dan sayang yang terus keluar dari mulut keduanya.


Sepasang suami istri itu sedang melakukan penyatuan panas di atas ranjang.


Suhu pendingin ruangan tak lagi kedua insan yang sedang dimabuk cinta itu rasakan.


Di sana hanya aja lenguhan dari sisa sisa kenikmatan yang mereka dapatkan bersamaan secara bertubi tubi.


Peluh dan saliva keduanya bersatu padu dalam setiap inci tubuh suami istri yang masih terus melakukan pelepasan entah untuk yang keberapa kalinya.


Hubungan pernikahannya semakin hari semakin membaik, kasih sayang yang Firas berikan sungguh tidak ada duanya, Lelaki itu selalu memperlakukan istrinya bak seorang ratu disebuah istana kerajaan dengan semua kejayaannya.


Firas selalu memberikan yang terbaik dalam segala hal bila menyangkut sang istri.


Seperti janjinya sejak kecil, lelaki itu ingin selaku membuat wanitanya bahagia, melindungi dari bahaya apapun diluar sana.


Lelaki yang biasa dikenal dengan istilah Time is Money kini telah berubah 180 derajat.


Lalaki itu kini selalu mengutamakan istrinya terlebih dahulu. Apapun yang menyangkut istrinya ia akan dengan senang hati mengabulkannya.


"Terima kasih sayang!" ucap Firas disela napas yang masih terengah - engah karna pergulatan yang baru saja mereka akhiri.


"Sama sama sayang, I love you."


"I love you more sayang."


Tak lama keduanya tertidur lelap mengarungi mimpi bersama.


Pada pertengahan malam Rea terbangun, terdengar dengan jelas suara yang yang berasal dari dalam perutnya.


Ternyata wanita itu kelaparan akibat olahraga ranjang yang dilakukannya berulang - ulang bersama sang suami.


Rea bangkit dari ranjangnya dan menuju dapur mencari cari makanan didalam kulkas.


Namun ia hanya mendapatkan puding susu didalam sana.


Lalu Rea membuka lemari dan mendapatkan beberapa bungkus mie instan.


Wanita itupun memasak 2 bungkus mie goreng serta toping telur dan sayuran.


"Sayang, kamu ngapain ?" tanya sang suami yang ikut menyusul Rea karna saat dirinya terbangun wanita kesayangannya itu tak ada disampingnya.


"Fir, aku lapar sekali, kamu benar benar telah menguras habis tenagaku malam ini," tuturnya tanpa ada lagi rasa malu malu pada sang suami.


"Biar, aku yang memasaknya untuk, kamu tunggu dan duduklah," titahnya pada sang istri.


Rea yang memang merasa sangat kelelahan itu menuruti perintah suaminya untuk duduk dan menunggu makanannya.

__ADS_1


Tak lama makanan itupun siap disajikan, Firas dengan cekatan menyuapi sang istri makan malam, Dengan sesekali ciuman sayang mendarat di kening wanitanya.


"Apa kamu tidak terasa lapar Fir?" tanyanya pada sang istri.


"Tidak sayang, energiku masih full, bahkan jika akan menambah ronde selanjutnya aku masih sangat kuat," godanya sembari menggerakkan kedua alis tebalnya.


"Amazing, memang tidak ada duanya keperkasaan suamiku ini," puji wanita itu.


"Apa masih nambah beberapa ronde lagi hm?" goda Firas.


"Kita lihat saja nanti kalo aku masih sanggup setelah mengisi perutku ini siapa takut!" tantangnya seraya terkekeh.


"Jadi kamu menantang suamimu ini?"


Akhirnya mereka tertawa bersama, dan setelahnya kembali ke kamar dan memutuskan melanjutkan kembali tidurnya saja tanpa ada lagi adegan panas untuk kesekian kalinya.


Saat pagi menjelang


Rea terbangun dari tidurnya dengan rasa mual yang luar biasa ia rasakan dari dalam perutnya.


Entah untuk yang keberapa kalinya wanita itu kembali memasuki kamar mandi sejak subuh tadi membuka mata.


Huek huek huek...


Samar samar suara itu terus terdengar begitu pekat ditelinga Firas yang masih betah memejamkan matanya.


"Sayang, kamu kenapa?" masih dengan kekhawatirannya seraya memijit tengkuk leher sang istri.


"Tidak tahu Fir," sahut Lea begitu lemah suaranya hampir tak terdengar oleh suaminya. Dan itu membuat lelaki itu semakin khawatir.


"Mungkinkah kamu salah makan semalam?"


Wanita itu hanya menggeleng dengan wajahnya semakin terlihat pucat pasi.


"Sayang, wajahmu pucat sekali!"


Tanpa basa basi Firas langsung mengangkat tubuh sang istri dengan segera ia membawanya ke rumah sakit terdekat.


Lea yang begitu lemah pun tak bisa berbuat apapun dan hanya pasrah dengan apa yang dilakukan oleh sang suami.


"Dokter! Dokter! Teriak lelaki itu setibanya disebuah rumah sakit.


Jangan ditanya bagaimana raut wajah lelaki itu. Penuh kecemasan. Banyak sekali pertanyaan dalam benak, tentang penyebab yang dialami oleh sang istri saat ini.


"Cepat periksa istriku, dia terus saja mengeluarkan isi perutnya!" ujarnya masih dengan kepanikan.


"Baik pak, bapak tenang dulu ya, kami akan memeriksa istri bapak," sahut salah satu dokter seraya berusaha menenangkan Firas.


"Tenang bagaimana maksud anda, istri saya begitu lemah dan wajahnya pucat pasi! Anda masih menyuruh saya untuk tenang!" sergahnya terhadap dokter tersebut.

__ADS_1


Dokter itu hanya tersenyum ramah menanggapi kemarahan Fir.


tak berselang lama seorang dokter itu kembali muncul dengan senyum yang terus merekah dan membuat Firas mengernyitkan keningnya heran.


"Selamat ya pak, bapak akan menjadi seorang ayah!" ujar dokter tersebut.


Seketika Firas mematung antara bahagia campur cemas yang berlebih sejak tadi.


"Apa?!" tanyanya memastikan.


"Istri anda hamil pak, dan usia kandungan sudah berjalan 6 minggu.


"Mana istri saya dok?" Firas langsung berlari masuk kedalam ruangan melihat kondisi sang istri.


"Sayang, kau tidak apa apa?" Tanya nya pada sang istri yang terbaring begitu lemah di atas ranjang pasien.


"Dokter, apa kehamilan akan membuat kondisi istri saya melemah? Cepat obati istri saya dok, dia tidak boleh sakit!" titahnya lagi pada sang dokter.


"Kondisi pada umumnya wanita yang sedang hamil muda akan seperti itu pak, tapi bapak tenang saja, saya akan memberi resep vitamin khusus ibu hamil untuk istri anda supaya bisa tetap kuat," ujar dokter tersebut menenangkan Firas.


"Lakukan dok, yang penting istri saya sehat kembali!".


"Fir," seru Rea dengan lemah.


"Ya sayang," sahut lelaki itu yang saja cemas meskipun dokter telah menjelaskan panjang mengenai kondisi wanita yang sedang muda.


"Jangan cemas, aku tidak apa apa Fir," ucap wanita itu.


"Aku akan tetap cemas jika kamu masih seperti ini sayang." lelaki itu terus menggenggam tangan sang istri.


"Baiklah, ini resepnya pak, itu untuk mengurangi rasa mual di pagi hari dan vitamin agar istri anda rerkihat segar."


"Baik dokter ,terimakasih!"


Firas membawa kembali istrinya pulang ke rumah dengan perasaan yang sungguh tidak bisa diartikan dengan kata kata. Dirinya senang karena akan memliki anak, tapi dirinya juga mencemaskan kondisi sang istri yang terlihat begitu lemah.


Setibanya di rumah, tidak lupa Firas membagikan kabar bahagia itu kepada seluruh penghuni rumah terutama ayah dan ibunya yang sudah sejak lama menginginkan kehadiran seorang cucu di rumah mewahnya tersebut.


"Ayah! Ibu!" teriaknya antusias.


"Ada apa Fir, mbak bilang kamu Rea ke rumah sakit, apa yang terjadi dengan menantuku Fir?" tanya Diana cemas.


"Kalian akan segera menjadi kakek dan nenek!" sahutnya.


"Alhamdulillah, benarkah itu Fir?" Diana begitu antusias begitupun Mahotra yang sudah lama menginginkan kehadiran seorang cucu.


"Jadi keponakanku akan segera on the way?" tanya Leon yang kalah bahagianya.


Semua yang ada di rumah turut bahagia mendengar kabar kehamilan Rea.

__ADS_1


__ADS_2